NovelToon NovelToon
Bukan Salah Rasa

Bukan Salah Rasa

Status: sedang berlangsung
Genre:Diam-Diam Cinta
Popularitas:37.6k
Nilai: 5
Nama Author: Ikha dito

"Cynta, kenalin ini Gama ... temen kampung gue" ucap Maya sambil meraih pergelangan tangan Cynta untuk berkenalan dengan seorang cowok yang terlihat dingin dan angkuh.

"Dan perlahan rasa itu datang dan tumbuh bersemi begitu saja tanpa bisa gue cegah ...." Cynta.

"Jangan salahkan dirimu jika rasa itu datang ... Karna rasa kita sama ...." Gama.

Bagaimana akhir kisah Gama dan Cynta, meski keduanya memiliki rasa yang sama akankah cinta mereka berlanjut di saat Cynta mengetahui bahwa Maya sangat mencintai Gama semenjak sahabatnya itu duduk di bangku SMP ...

Akankah Cynta tega menyakiti Maya ...???

Mampir yak ke lapak Gama and Cynta biar bisa tau kisah akhir ceritanya ...

Kita lanjut baca yukkk ...


Nama tokoh, tempat, alur cerita hanyalah kehaluan othor ... tidak ada sangkut pautnya dengan kehidupan real othor yakk ...

Selamat Membaca ...

Semoga syukak ... Tengyu so much for my beloved readers 😍😍😍

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ikha dito, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Telat Bangun

Whaaatttssss!!!

"Gue kesiangan ...." teriakan Cynta memenuhi seluruh ruangan kamar kostnya yang hanya berukuran 3×4 meter saja.

Cynta menyibak selimutnya kasar lalu beranjak dari kasur busa yang hanya diletakkan di lantai yang besarnya hanya cukup untuk menampung tubuh rampingnya saja. Karena kasur busa itu hanya berukuran 100×200 meter.

Pagi tadi Cynta tertidur setelah menyelesaikan ibadah sholat shubuhnya. Dirinya sangat mengantuk efek harus menyelesaikan tugas laporannya yang terbengkalai akibat menemani Maya di hari minggu pagi kemarin.

Dan Maya, gadis sebelah kamar kos yang katanya mau membantu Cynta mengetik ternyata hanya omdo alias omong doang. Alhasil Cynta harus begadang sampai shubuh untuk menyelesaikan tugas - tugas kuliahnya. Kecepatan tangan Cynta mengetuk keyboard laptop melebihi kecepatan motoGP yang ditumpangai oleh Valentino Rossi.

Dan itu sepadan karena tugas kuliahnya pun akhirnya dapat terselesaikan.

Buru - buru Cynta menyambar handuk yang berada di depan kamarnya lalu berlari menuju kamar mandi yang berada di ujung belakang deretan kamar kamar kosnya.

Kamar mandi kos Cynta memang di luar jadi harus berbagi kamar mandi, satu kamar mandi dipakai oleh 4 empat anak penghuni kos dan itu sudah memiliki anggotanya masing jadi tidak diperbolehkan memakai kamar mandi milik tetangga jika tanpa izin dari salah satu empunya kamar mandi karena mereka sudah memiliki jadual membersihkan dan bertanggung jawab pada kamar mandi masing - masing.

Baru setengah jalan, Cynta baru ingat jika dirinya belum membawa alat mandinya. Alhasil Cynta pun segera memutar tubuh kembali ke kamarnya dengan tergesa.

Dug... dug...dug...

Suara kaki Cynta berdentum dengan keras karena dia mealangkahkan kaki dengan sedikit berlari. Apalagi posisi kamar kos Cynta berada di lantai dua. Hentakan kakinya pada lantai terdengar berdentum cukup keras. Kalau saja anak anak bawah masih tidur pasti mereka menggerutu kesal akibat dentuman kaki Cynta.

Segera meraih peralatan mandi yang dia tempatkan menjadi satu di dalam gayung yang Cynta letakkan di atas rak sepatu samping pintu kamarnya.

"Semoga gak ada yang makek ...." rapal Cynta dengan gumaman, berharap kamar mandinya kosong.

Cynta menoleh ke kanan - kiri, kamar mandi yang berjumlah 6 itu ternyata pintunya tertutup rapat semua hal itu menandakan bahwa semua kamar mandi lantai atas di mana kamarnya sedang dipakai semua.

"Sial!!" Cynta menepuk jidatnya pelan. "Alamat terlambat ini."

Saat merasa harapannya pupus untuk berangkat kuliah dengan segera, Cynta teringat lantai bawah kosnya.

Aha...

Cynta pun menjentikkan jari dengan tersenyum.

Secepat kilat kaki jenjang Cynta berlari menuruni tangga untuk menuju lantai bawah, berharap jika kamar mandi di lantai bawah sana ada yang kosong. Setidaknya satu saja kamar mandi di bawah kosong, itu akan sangat membantunya.

Heh ... heh ... heh ...

Cynta mengatur deru nafasnya sesaat setelah mencapai tangga terakhir. Lalu berjalan menuju deretan kamar mandi yang berjejer di samping ruang cici baju.

Sayang seribu sayang, ternyata semua pintu kamar mandi di lantai bawah juga tertutup rapat, alias semua dipakai😪

Huhh.... bahu Cynta meluruh.

Pagi yang tidak menguntungkan.

Dengan lunglai karena belum habis rasa lelah kakinya menuruni anak tangga, Cynta kembali berlari kecil menaiki tangga.

Kali ini kamar Maya yang menjadi tujuan Cynta karena kamar gadis penghuni sebelah kamarnya tersebut memiliki kamar mandi dalam.

Wow ... bagaimana bisa?

Hal itu bisa terjadi karena Maya adalah keponakan dari Pak Hasan pemilik kos yang Cynta tempati hehehe ... jadi wajarlah kalau Maya memiliki kamar spesial.

Gubrak...

Karena terburu buru alat mandi di tangan Cynta jatuh berhamburan saat tanpa sengaja menyenggol ujung pegangan tangga.

"Cobaan apa lagi ini ya Allah..." Cynta dengan mendesah.

Mau tak mau segera membungkukkan badan dan memunguti alat mandi yang telah jatuh berhamburan di lantai.

Setelah selesai, Cynta pun kembali berjalan. Kali ini tidak berlari melainkan dengan langkah kaki lebar menuju kamar Maya.

Cynta tak ingin ceroboh dan hanya akan memperlambat tujuannya.

"May ... Maya ...!!" Cynta berseru berulang - ulang dengan menggedor pintu kamar Maya. Namunhingga beberapa saat tidak ada sahutan dari kamar tersebut.

Dor... dor...

Cynta kembali menggedor pintu kamar Maya yang sepertinya masih terkunci. Karena saat Cynta menggerakkan tuas pintu, pintu itu tak bergeming.

"Kemana sih ini anak, masak belum bangun sih..." Cynta menggerutu dengan tidak menghentikan aksinya menggedor pintu Maya dengan sesekali menggerakkan tuasnya.

"May... Mayaaa... bukain pintunya May..." Cynta dengan berseru lebih keras. Berharap Maya mendengar seruannya.

Beberapa kali mencoba memanggil bahkan menggedor pintu Maya dengan keras, tidak ada tanda tanda pintu itu bakal terbuka. Bahkan tidak terdengar sedikit pun tanda pergerakan dari dalam sana.

Cynta menepuk dahinya pelan. "Astagfirullah ... ini kan hari Senin, pastilah dia udah kabur dari tadi." gumaman itu keluar dari mulut Cynta saat menyadari jika tetangga sebelahnya itu memiliki jadwal pagi di hari senin.

Dengan bahu melorot Cynta pun melangkahkan kakinya perlahan menuju pintu kamarnya, sepertinya dirinya harus mengikhlaskan absen pada jam mata kuliah dosen killernya hari ini.

Sudah dapat dipastikan kalau mata kuliah ini Cynta tidak akan mendapatkan nilai A. Karena jika ada satu saja absen pada jam kuliah dosen killer yang terkenal tidak mau memberi ampun ada mahasiswanya tersebut, sudah pasti nilai A tidak bakal dapat diraih.

Ceklek.

Cynta membuka pintu kamar kosnya dengan lesu. Harapan Cynta untuk segera berangkat kuliah pagi ini pupus sudah.

Pada saat kakinya baru saja melangkah masuk kamar terdengar seruan dari belakang punggungnya, memanggil namanya.

"Cynta ...."

Cynta pun menoleh ke belakang saat suara cempreng Maura tertangkap gendang telinganya.

"Pakai kamar mandi gue gih ... mumpung kosong, gue udah selesai mandi." Gadis berkacamata tetangga depan kamar Cynta tersebut berucap dengan masih membawa alat mandi dan rambut digelung ke atas menggunakan handuk di depan kamarnya.

Dengan senyum sumringah Cynta kembali menutup kamarnya dan memeluk gadis berkacamata yang hendak memasuki kamarnya tersebut dengan kencang. "Terima kasih Maura cantik."

"Udah ihh ... cepetan telat ntar ...." Maura mendorong tubuh Cynta dengan sikunya agar bisa terlepas dari pelukannya.

"Alhamdulillah ternyata Allah masih sayang sama gue ... I am coming skor A ...." Cynta berlari tergesa dengan ocehan yang membuat gadis berkacamata bernama Maura yang masih berdiri dibelakang Cynta tersenyum dengan menggelengkan kepala berulang.

❤❤❤❤

Bosen????

Jangan dong ya.... ya... ya...

Tetep setia kan sama othor... ya kan... ya kan...

LopeLopeLopeLopeLopeLopeLopeLopeLopeLope you all....😍😍😍😍😍😍😍😍😍😍😍😍😍😍😍

😉😉😉😉😉😉😉😉😉😉😉😉😉😉😉😉😉😉

1
Aftine
ditungguin up kak
Dina Vanti
kok nggak pernah up lagi to kak...lama amat
Anonim
kk gk mo update th lama aku nunggu kk nya update
Nur fadillah
Wadidadawww...Mas Es batunya sudah caiiir...😀😀🤣
Nur fadillah
Waduh...duh...bikin berabe neng Cynta...🤣🤣❤
Nur fadillah
Heemmm...kalau cinta sudah membara rasanya gimana gitu...love..love..😀😀❤❤❤
Nur fadillah
Pasti cembukuuurr....🤣🤣
Nur fadillah
waduh...wafuh...ciapa tuh...🤣🤣
Nur fadillah
Heehee...asyiik...
Nur fadillah
Heeheer...nah kan..kan...🤣🤣🤣
Nur fadillah
Heeheee...🤣🤣🤣
Nur fadillah
Semangat 45 Thooorrr....💪🏻💪🏻🔥🇮🇩
Leny Mariani
lanjut
Ida Nursanti
up nya kelamaan..jadi lupa ceritanya
nona damayanti
mana sambungan nya
Aftine
ingat gama cyn
septi 💎
aw aw aw gercep nih pak dosen 😁
Rhiedha Nasrowi
wihh pak dosen to the poin aja yak 😁😁😁
septi 💎
ya ketahuan 😂
Septi Husna
ih si dosen main tembak2 aj
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!