SYNOPSIS:
HANNA GRACE, Atau Yang lebih akrab di sapa Anna, adalah gadis Yang hidupnya di penuhi oleh KE-MA-LA-NGAN.
Saking Tragis nya, bahkan KEMATIAN pun enggan untuk menghampiri-nya.
Maka pertanyaan nya; mampukah Anna meluluhkan Sang Pembuat takdir dan menemukan seberkas cahaya untuk menerangi hidupnya Yang begitu gelap?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Christ, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
ANNA-07
...🍁🍁🍁...
Entahlah apa yang terjadi padaku. Biasanya aku bukanlah pria yang seperti ini. Aku tidak pernah tertarik dengan urusan orang lain dan juga masalah orang lain.
Terutama jika hal itu tidak ada hubungannya denganku. Ikut campur dalam urusan orang lain sangatlah melelahkan, karena itulah aku benar-benar menjauhi hal seperti itu.
Aku hanya akan hidup dengan diriku, masalah ku, pekerjaan ku dan juga hanya akulah yang bisa menentukan seseorang boleh berada di dekat ku ataupun memasuki kehidupan ku yang cukup tertutup.
Beramah tamah? berbuat baik? Tidak. Aku bukanlah pria seperti itu. Melakukannya sama saja dengan menjerumuskan diri sendiri pada sesuatu yang nantinya akan menjadi lebih besar. Hubungan sosial yang rumit, terlalu banyak menuntut dan akan selalu ada hubungan timbal-balik di dalamnya.
Tapi sekarang, aku justru bertanya-tanya pada diri sendiri, ada apa dengan ku? Tubuh ku bergerak begitu saja mengkhianati hati dan juga prinsip yang sudah ku pegang bertahun-tahun lamanya.
Apakah magnet bumi sedang dalam masalah, sehingga bisa membuat seseorang melakukan sesuatu yang bahkan tidak dikehendaki atau tidak direncanakan? misalnya saat otak memerintahkan agar tangan terangkat tapi justru terlipat, atau di saat otak menginginkan kaki untuk berlari, tapi justru tak bergerak sama sekali. Seperti itu.
Ataukah, sebenarnya wanita yang ada di hadapan ku ini memiliki sesuatu seperti sihir di dalam dirinya?
Bukan hanya membuat tubuh ku bergerak secara spontanitas untuk mendekat, tapi juga membuat kaki ku berjalan sendiri untuk mengikutinya, persis seperti kerja magnet. Apakah kami memiliki kutub yang berbeda sehingga terjadi gaya tarik menarik seperti ini?
Jika dilihat sekilas, kami memang berbeda. Dia wanita-aku pria. Dia terlihat biasa, dan aku sudah pasti sangatlah superior. Dia berkata dan aku terdiam, dia tersenyum dan pikiran ku Boom! kacau!
"Terima kasih untuk semuanya Sam." dia menyebutkan nama ku dengan begitu sederhana, tapi entah kenapa jadi begitu berbeda saat kata itu keluar dari mulutnya.
"Anna," sungguh nama yang cantik dan sederhana seperti dirinya.
Sekali lagi aku meliriknya enggan. Sebenarnya bukan karena tak ingin melihatnya, tapi karena apa yang ku lakukan bertentangan dengan apa yang aku pikirkan.
Wanita ini terlihat sederhana dan sangat pucat. Aku tidak tahan untuk tidak memikirkan; Apa dia akan baik-baik saja saat berada di udara seperti ini? Apa dia bisa mengatur nafasnya agar tidak tersengal seperti itu? apa dia tidak akan terpleset lagi? aku tidak berhenti memikirkan semua itu. Oh God. *Hentikan Sam, ku mo*hon!
"Kau yakin tidak apa-apa?" kataku, "Kau terlihat pucat." Oh. Benarkah Sam? Kau mulai mengkhawatirkan dirinya? wanita yang baru kau temui? berpikirlah dan menyingkirlah sekarang juga! Hati nurani ku mulai meneriaki kebodohan yang ku buat.
Anehnya aku justru ingin mendengar apa yang di katakan Anna, "Begitukah?" Anna melihat dirinya sejenak, "Apa aku sepucat itu?" dia juga meraba wajahnya, dan aku pun mengangguk, "Hem. Kau pucat." kataku, yang sebelumnya benar-benar tak ingin terlibat apapun yang mungkin bisa menjerumuskan diriku pada hal-hal yang rumit-nantinya.
Tapi percayalah, itu tidak akan terjadi. Ini hanya basa-basi yang akan segera berakhir. Dan prinsipku? tentu aku akan selalu berpegang padanya.
"Mungkin karena aku terlalu lama tinggal dirumah. Sejauh ini, aku baru beberapa kali meninggalkan rumah, terutama di pagi hari." Anna tersenyum, seakan itu hal yang biasa baginya. "Kau lebih suka pergi di malam hari rupanya." kataku, bersikap acuh. Tapi Anna kembali menggeleng dengan senyum simpul yang menarik, "Malam pun tidak." sahutnya, membuat ku semakin penasaran.
Oh ****, Sam!
"Sama sekali?" ragu ku, "Sama sekali." timpalnya, yakin.
"Apa kau sejenis Vampir?" oceh ku lagi sambil meneguk air mineral dari botol yang sebenarnya sudah hampir tandas.
Aku memikirkan apa lagi yang bisa membuatku lebih lama berada di dekatnya.
"Kau pikir Vampir benar-benar ada? kau sungguh konyol," Anna kembali tergelak, dan tawanya sesuatu yang menarik untuk di lihat. Anna terlihat cukup ceria dengan wajahnya yang justru terlihat berkebalikan dengan sikapnya.
Aku mengedik dan menyunggingkan sedikit senyum- hanya basa-basi karena Anna selalu melihat padaku saat kami bicara, "Entahlah, aku belum pernah melihatnya. Tapi jika itu nyata, mungkin akan terlihat seperti dirimu." Kali ini mulut Anna membuka dan membentuk sebuah lingkaran, tapi tidak bersuara.
"Apa aku salah? bukankah di buku-buku juga menuliskan seperti itu?" ralat ku tak berniat menyinggung warna kulitnya.
Ini sungguh percakapan yang aneh. Bagaimana bisa dengan mudahnya aku mengatai seorang wanita yang baru ku temui sebagai salah satu makhluk mitos. Benar-benar tidak sopan!
Sepertinya aku benar-benar harus pergi agar tidak bertingkah bodoh dan mengatakan hal-hal yang nantinya akan semakin membuat diriku terlihat aneh, "Kau pembaca karya-karya fiksi rupanya." sahut Anna menanggapi setelah beberapa detik keheningan.
"Tidak, " bantah ku cepat, "Itu pengetahuan umum." karena sebenarnya memang seperti itu. Aku bukan seorang pembaca karya-karya seperti yang disebutkan tadi. Tapi entah kenapa aku merasa harus menjelaskannya. "Baiklah." ucap Anna.
"Baiklah..?" Anna tergelak, "Ya," lagi-lagi wanita itu tersenyum, dan senyumnya sungguh menarik sampai-sampai aku tidak bisa menahan wajah ku untuk ikut tersenyum karenanya.
Tiba-tiba saja atmosfer disekitar membuat kami menjadi canggung. Aku tidak tahu harus mengatakan apa, dan juga tidak memiliki ide untuk memulai percakapan baru, dan saat aku sekali lagi melirik pada Anna, wanita itu justru tengah sibuk mengatur nafasnya.
Apa ini sungguh pertama kali Anna lari pagi? benarkah? mustahil! Oh, ayolah Sam, hentikan! Jangan terlibat dengan apapun. Terutama wanita!
"Kau baik-baik saja bukan?" kataku, ingin segera menyudahi keberadaan ku yang sedang terlibat dengan Anna, "Aku akan melanjutkan lari pagi ku." jelas ku, Anna kembali memusatkan perhatiannya lalu menjawab, "Hem, lanjutkan saja." katanya, membuat perasaan ku sedikit gusar.
Tapi biarlah, toh dia dan aku sama-sama orang asing. Kami tidak akan bertemu lagi setelah ini. Aku pun beranjak dari tempatku menyenderkan punggung sebelumnya dan berharap aku tidak melakukan hal bodoh yang akan merugikan diriku sendiri.
"Sam?" ketika nama ku disebut, kaki ku berhenti secara otomatis, dan tubuh ku memutar tanpa ku perintahkan, "Terima kasih." kata Anna, membuat ku Sekali lagi melihat senyum simpul yang sungguh sederhana tapi juga memiliki kekuatan untuk menyentuh rasa yang ku sembunyikan dari siapapun,- ketertarikan.
"Ya, berhati-hatilah," kalimat terakhir yang ku ucapkan, sebelum kembali menghentakkan kaki ku di jalanan aspal yang rata dengan beberapa bagian yang mengkristal.
"Anna harus berhati-hati jika melewati jalur ini."
Aku memutuskan untuk berlari dengan kecepatan dua kali lipat kecepatan ku sebelumnya, berharap aku bisa kembali pada diriku yang memegang teguh prinsip untuk tidak terlibat dengan orang lain.
Tapi nyatanya, saat aku melalui jalan yang sama, aku merasa sedikit-kehilangan- karena tidak mendapati Anna berada di bangku yang sama tempat terakhir kali aku meninggalkannya, bahkan dimana pun.
"Apa dia sudah pergi?"
...🍁🍁🍁...
Sekembalinya kerumah, Anna berjalan lebih lambat seraya mengatur nafasnya agar tetap stabil. Ia masuk melalui pintu samping yang langsung terhubung dengan dapur.
Saat membuka pintu, wangi coklat, kopi, dan juga karamel bersatu menyeruak memenuhi penciuman Anna. Siapa lagi jika bukan karena mom yang sibuk menyiapkan sarapan, dan Dad yang menemani seraya menunggu dengan sabar di meja makan sambil membaca majalah bisnis.
"Selamat pagi, Mom, Dad." Sapa Anna, Maria menoleh ke sumber suara dan terkaget; "Sayang? Astaga! Kau dari mana?" pekik Maria langsung menghampiri Anna dengan cepat untuk melihat keadaan putrinya yang menggigil.
"Lari pagi." sahut Anna dengan santai, tak lupa senyuman cerahnya, "lari pagi?" ulang Maria dengan mata sedikit terbelalak. Berbeda dengan Fred yang hanya mengangguk dengan sedikit sunggingan senyum.
"Di cuaca seperti ini? kau benar-benar Anna!," Maria memulai omelannya, "Sayang, sudah lah. Lagi pula putri kita juga baik-baik saja." Sela Fred tak ingin istrinya mengoceh di pagi hari.
"Anna, kemarilah, Dad ada kabar baik untuk mu." panggil Fred, menutup majalahnya menunggu Anna untuk mendekat.
Anna mengulas senyum pada mommynya, "Aku baik-baik saja mom," kata Anna, "Sungguh." kata Anna, kemudian menghampiri Daddynya bersiap untuk mendengarkan apa yang akan di sampaikan, "Ada apa Dad?" Tanya Anna, menunggu.
Fred mengulas satu senyuman penuh arti, tangannya bergerak untuk menggenggam pelan kedua tangan Anna yang bertaut menjadi satu. "Dad sudah menerima semua berkas-berkas atas dirimu melalui pengacara Dad, "Ujar Fred, membuat Anna mengerjap bingung, dan juga mengangguk Samar.
"Mulai hari ini dan seterusnya, kau akan menjadi, -Hanna Grace stompson- kau secara sah akan menjadi putri kami." sambung Fred, dengan binar bahagia.
Anna memekik pelan sekaligus terharu, "Benarkah? sekarang aku memiliki kalian seutuhnya Dad, mom?" Anna melihat keduanya bergantian, "Ya sayang, itu benar." Maria membenarkan perkataan suaminya.
"Itu bagus. Bagus sekali." pekik Anna yang langsung memeluk Daddynya, "Dad juga sangat senang sayang. Dan ada satu lagi," kata Fred, membuat Anna antusias untuk kembali mendengarkan Daddynya, "Apa itu Dad?"
"Dad sudah meminta pada salah satu lembaga untuk mengikut sertakan dirimu dalam ujian yang akan di selenggarakan beberapa minggu lagi, kau akan mendapatkan lisensi mu, dan setelahnya, kau juga harus mengikuti perkuliahan singkat sebelum terjun ke perusahaan Dad. Bagaimana? kau mau?"
Senyum di wajah Anna semakin merekah karena menyadari untuk pertama kalinya, tak ada kemalangan atau pun kesedihan yang menimpa dirinya. Selain acara terpleset berhadiah. Seperti sekarang, hanya ada kabar baik, kabar baik, dan kabar baik. Apakah kemalangan sudah bosan mendatanginya? Mungkin saja begitu.
"Aku mengerti Dad, aku akan belajar sebaik mungkin agar lulus dari ujian ku. Aku akan membuat kalian bangga." Sekali lagi Anna memeluk Dady nya, setelah mendapat balasan, Anna sedikit berlari mendatangi Maria, dan memeluk mommynya juga, "Terima kasih mom, terima kasih karena sudah mencintai dan juga menjaga ku."
"Selalu sayang. Kami akan selalu mencintai mu." Maria meyakinkan Anna. Ia sungguh bersyukur karena beberapa hari ini bisa melihat keceriaan di wajah putri angkatnya itu. Sungguh melegakan.
"Aku akan mulai belajar dari sekarang." Anna bertekad. "Hem. Mulai lah sayang, jangan ragu untuk mengatakan apa saja yang kau butuhkan- kau punya kami, orang tuamu." balas Maria penuh haru.
"Baiklah mom, kalau begitu aku akan naik ke kamar ku." Anna tertawa riang dengan sedikit berlari menaiki tangga menuju ke kamarnya, "Anna, pelan-pelan!"
"Yes mom.."
.......
.......
.......
.......
Cerita Anna & Sam ini menurut aku termasuk cerita novel yg banyak pelajaran hidupnya...dimana Anna harus berjuang melawan kegelapan demi melanjutkan masa depannya.
Mulai berani untuk kembali belajar mencintai untuk kembali meraih kebahagiaan hidupnya yg sempat hilang akibar rasa sakit yg tidak tertahankan karena cinta.
Sebenarnya melupakan sesuatu yg menyakitkan itu bukanlah hal yg mudah untuk dilakukan...dimana hidup masih berjalan dan pikiran masih bekerja...bayang2 & ingatan pahit itu pasti akan terus mengikuti.
Tetapi kehidupan yg masih harus tetap berjalan membuat kita harus mencoba untuk mendewasakan diri lagi...dimana rasa pahit itu harus kita ingat untuk kita jadikan pelajaran untuk kehidupan kita selanjutnya.
Thanks Christ...ceritamu luar biasa...semoga menghasilkan karya yg lebih bagus lagi...🥰🥰🥰🥰🥰👍👍👍👍👍
Semoga Anna & Sam selalu berbahagia dengan keluarga kecil mereka...dan semoga selalu romantis sampai mereka menua & sampai Tuhan berkata waktunya untuk pulang...Amin...🥰🥰🥰🥰🥰
Lah...Sam memangnya Anna pergi ninggalin kamu...? Kan Anna gak pergi kemana - mana...cuma jalan2 sebentar aja kok...ahh Sam mah lebay ihh.
Gini nih kalau cowok sudah bucin...cuma menghilang sebentar dari tatapan mata aja dibilang menghilang...tapi sikap Sam ini malah terlihat menggemaskan sih memang...😂😂😂😂😂
Tapi kalau melihat sifat Sam selama ini sih...gak seharusnya Sam berfikiran jelek tentang Anna...semoga saja ya..? Akh...aku jadi agak ngeri juga sih mikirin konflik selanjutnya...😊😊😊😊😊
Lagian juga kepercayaan antar pasangan juga harus ada...sehingga tidak selalu timbul kesalah pahaman yg panjang...semoga Anna & Sam selalu seperti itu...😊😊😊😊😊
Lagian Sam oon amat sih...ngapain juga berkas yg sudah tidak penting masih disimpan...demen banget sih buat perkara.
Semoga aja hubungan mereka tidak sekacau dapur yg dikacaukan sama Anna....😂😂😂😂😂
next aku mau lihat judul lain nya donk kak...
sehat selalu baby twins .