NovelToon NovelToon
Siasat Cantik Istri Bercadar

Siasat Cantik Istri Bercadar

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:4.6k
Nilai: 5
Nama Author: Lia Lby

Fatimah mengira pernikahan paksa dengan Rayhan Khalif adalah akhir dari impiannya.

Namun, saat ia mulai mencintai sang suami yang selalu memanjakannya, sebuah rahasia kelam terbongkar: Rayhan Khalif telah dijebak dan menikah siri dengan wanita dari masa lalunya.

​Alih-alih mengamuk, Fatimah menghadapi pengkhianatan ini dengan cara yang elegan.

Menggunakan strategi psikologis dan ketenangan yang mematikan, sang istri bercadar siap merebut kembali kebahagiaannya. Air mata berbalut iman, siasat paling mematikan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lia Lby, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pengajian

Perjalanan menuju rumah duka ditempuh dalam keheningan yang sarat akan doa.

Di dalam mobil sedan hitam milik Rayhan, Fatimah kembali mengenakan cadar hitamnya dengan rapi.

Tatapan matanya lurus menatap jalanan aspal yang basah oleh sisa embun pagi.

Di sampingnya, jemari tegap Rayhan dengan tenang mengendalikan kemudi, sesekali melirik ke arah istri kecilnya untuk memastikan gadis itu baik-baik saja.

Begitu mobil berhenti di depan pekarangan rumah tua Fatimah, suasana duka masih terasa sangat kental.

Sebuah tenda sederhana berwarna biru telah terpasang di halaman depan, dengan beberapa baris kursi plastik yang ditata rapi.

Tetangga kanan-kiri dan beberapa kerabat dekat mulai berdatangan, membawa nampan berisi kue basah dan air mineral untuk persiapan pengajian pagi.

Fatimah turun dari mobil dengan hati yang kembali bergetar. Langkah kaki gadis itu terasa berat saat melewati teras tempat di mana ia biasanya melihat sang ayah duduk membaca koran di sore hari.

Namun, sebelum rasa sedih itu kembali merajai hatinya, sebuah tepukan lembut mendarat di bahunya.

Rayhan sudah berdiri di sampingnya, memberikan anggukan menguatkan.

"Bismillah, Ima. Kita kuatkan Ibu dan adik-adikmu, ya."

Bisik Rayhan lembut, memanggil istrinya dengan panggilan akrab masa kecil yang hangat.

Fatimah mengangguk pelan di balik cadarnya. Panggilan akrab dari suaminya itu entah mengapa memberikan sedikit suntikan kekuatan di dadanya.

Mereka melangkah masuk ke dalam ruang tengah yang telah digelar karpet-karpet panjang.

Di sudut ruangan, Ibu duduk dengan wajah yang teramat sembab, dirangkul oleh Fadia yang juga tampak layu.

Sementara Faisal sedang sibuk berbincang dengan pak RT mengenai susunan acara doa bersama pagi itu.

Begitu melihat kedatangan putri keduanya, Ibu langsung bangkit dan memeluk Fatimah dengan erat.

Tangis wanita paruh baya itu kembali pecah, namun kali ini terasa lebih tenang.

"Fatimah... anakku..."

"Iya, bu. Fatimah di sini. "

Sahut Fatimah, mendekap erat tubuh ibunya yang terasa semakin ringkih.

Rayhan segera mengambil posisi di samping Faisal. Dengan pembawaan dirinya yang matang dan cekatan sebagai seorang pemimpin, Rayhan langsung membaur tanpa canggung.

Ia menyalami pak RT dan para sesepuh desa yang hadir, lalu ikut membantu Faisal merapikan barisan karpet serta menyiapkan buku-buku surah Yasin yang akan dibagikan kepada para jemaah.

Faisal tampak sangat terbantu dengan kehadiran suami Fatimah yang tidak segan untuk turun tangan langsung, meskipun status sosial Rayhan adalah seorang pengusaha sukses.

Tepat jam sembilan pagi, acara pengajian hari pertama dimulai. Ruang tengah hingga teras depan rumah seketika dipenuhi oleh lantunan ayat-ayat suci Al-Qur'an.

Suara zikir dan tahlil berkumandang dengan khusyuk, memecah keheningan desa, mengantarkan doa-doa terbaik untuk almarhum Ahmad bin Subakir.

Fatimah duduk di saf wanita bersama Ibu dan Fadia. Di balik balutan mukena dan cadarnya, ia mengaji dengan suara yang bergetar menahan haru.

Sesekali matanya melirik ke arah saf laki-laki di depan. Di sana, di barisan terdepan bersama Faisal, Rayhan duduk bersila dengan takzim.

Suara bariton suaminya terdengar fasih memimpin beberapa bagian selawat, memancarkan wibawa seorang imam yang sesungguhnya.

Menyaksikan hal itu, setitik rasa damai menyelinap ke dalam dada Fatimah di tengah rasa dukanya.

Pilihan mendiang ayahnya tidak salah. Rayhan Khalif bukan hanya seorang pria dengan "tangan dingin" yang sukses mengatur urusan dunia dan bisnisnya, melainkan juga seorang lelaki yang tahu bagaimana cara memuliakan agama dan mempersembahkan bakti terbaik untuk mertuanya yang telah tiada.

Pengajian hari pertama itu ditutup dengan doa penutup yang sangat menyentuh hati, membuat hampir seluruh ruangan meneteskan air mata.

Saat para pelayat perlahan mulai pamit pulang, Rayhan mendekati Fatimah yang sedang membantu Ibu merapikan mukena.

"Ima, kalau Ibu sudah agak tenang, kamu istirahat sebentar di kamar, yah?

"Jangan sampai kamu ikut sakit."

Tutur Rayhan dengan tatapan mata yang begitu penuh perhatian.

Fatimah menunduk dengan senyum tipis tersembunyi di balik cadarnya.

Ujian kehilangan ini memang berat, namun dengan adanya Rayhan yang kini berdiri kokoh sebagai pelindung barunya dan memperlakukannya dengan begitu hangat, Fatimah siap melangkah melewati hari-hari mendunianya dengan penuh keikhlasan.

1
Enz99
bagus
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!