NovelToon NovelToon
Aku Mencintaimu Adel

Aku Mencintaimu Adel

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Dokter
Popularitas:1.2k
Nilai: 5
Nama Author: Wisye Titiheru

Mengisahkan Perjalanan kisah cinta Adel Emanuella Sanjaya anak tunggal dari pasangan suami istri bapak Max Sanjaya dan ibu Jenny Andreas. Kisah ini berawal ketika Adel berkenalan dengan seorang polisi yang identitasnya sengaja di rahasiakan karena tugas negaranya. Di pertemukan lagi ketika Adel sudah menjadi seorang dokter. Saat itu Adel Emanuella Sanjaya baru tahu bahwa Karel Imanuel Barnabas seorang perwira Kepolisian berpangkat Iptu. Apakah cinta mereka bisa bertahan menembus segala cobaan dengan profesi Karel yang adalah seorang intel??

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Wisye Titiheru, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Rahasia Besar Adel

"Terima kasih ya dek. Mau bersama kami merayakan ulang tahun papa."

"Kak, om dan tante sebenarnya Adel malu ada di tengah keluarga ini. Karena Adel yang membuat keluarga ini sampai terpecah."

"Dek, tanpa kamu juga kebenaran pasti terungkap, apesnya waktu terungkap bertepatan dengan Karel sedang mendekati kamu. Sebenarnya kamu itu korban."

"Tante dan om, malah mau minta maaf karena masalah anak - anak kami. Kamu yang jadi korban."

"Om itu malu loh Adel."

"Terus bagaimana hubungan kalian?"

"Adek tetap mencintai Adel."

"Jangan hanya ngomong harus buktikan. Adel dengan saran tante, harus lihat seberapa besar dia mau berkorban untuk cinta kalian. Kalau tidak ada pengorbanannya jangan mau pacaran."

"Mama jangan ajar yang macam - macam sama Adel."

Selesai makan, keluarga besar Barnabas plus Adel ke studio film untuk menonton film yang lagi viral dan tranding. Adel baru tahu bahwa mama dan papa Karel dan Kaleb ini sangat gaul. Posisi mereka bisa menjadi orangtua bahkan teman bagi anak - anaknya. Di lihat dari candaan mereka. Adel berasa di lindungi sama orangtuanya.

"Mama dan papa mas asik loh. Beda sama papa dan mamaku. Mungkin itu yang membuat akau introvert."

"Masa, pasti kalau aku ketemu mereka jadi periang."

"Emang mas mau ketemu orangtuaku."

"Iya dong, aku mau lamar anak gadis mereka."

"Mas......."

"Aku serius dek. Aku tidak main - main dengan hubungan kita. Mau bersama pulang ke Bali, atau aku sendiri yang kesana duluan."

"Mas.... Tetapi kamu belum kenal aku."

"Ceritakan tentang kamu, aku mau tahu. Baik dan buruk kamu waktu masa lalu aku terima."

"Benar kamu mau terima??"

"Ceritakan aku serius dan siap mendengar."

Saat ini kembali Karel membawa Adel ke apartemennya. Karena dia merindukan kekasihnya ini. Dua minggu ada didekatnya, namun Karel merasa sangat jauh. Karena dia tidak bisa melihat Adel menangis.

"Mas.... benar kamu mencintai aku."

"Benar sayang aku mencintaimu."

"Benar mas mau menerima aku apa adanya."

"Benar. Kamu tidak mau cerita pun, tidak mau terbuka pun sama mas. Aku Karel Imanuel Barnabas tetap mencintaimu Adel Emanuella Sanjaya."

"Mas, waktu remaja aku perna di perkosa oleh guru olah ragaku. Umurku lima belas tahun waktu itu." Karel melihat kekasihnya itu, langsung dibawah tubuh itu kedalam pelukannya.

"I love you Adel."

"Sampai umurku dua puluh tujuh tahun, aku tidak bisa merasakan orgasme. Itu yang membuat aku takut pacaran dan menikah. Aku takut jika menikah aku tidak bisa memuaskan pasanganku, aku takut pernikahanku hambar." Pelukan Karel semakin erat kepada Adel.

"Sayang.... Mas menerima semuanya itu dan mas bisa membantu kamu."

"Bagaimana caranya mas??? Aku menggunakan alat pun tidak bisa."

"Kamu membeli alat bantu itu??"

"Iya, aku tidak mau munafik kepadamu."

"Jangan menggunakan alat itu. Mas yang akan membantu kamu. Tetapi ingat seperti yang mas perna katakan, mas mau menyentuhmu jika kamu mengijinkan."

Di usia dua puluh tujuh tahun, tentu keingin tahuan Adel tentang hal itu sangat tinggi, karena ketakutan - ketakutannya, rasa trauma membuat dia merasa tidak seperti perempuan normal.

Perna suatu ketika Adel bersama teman - teman tingkatannya menonton film dewasa, namun hanya dia yang tidak mersakan pengaruh dari gejolak filem itu. Melainkan rasa takut dan jijik pada dirinya. Saat itulah Adel merasa dirinya tidk normal.

Adel sudah tertidur pulas dalam pelukan Karel. Di tatap perempuan itu. Ada rasa marah, sakit hati dan cemburu yang Karel rasakan. Mengapa perempuan semanis ini bisa mengalami hal buruk dari usia remaja. Ingin rasanya Karel mencaritahu siapa laki - laki itu yang berani merusak mental anak remaja.

Karel membelai rambut yang menutupi wajah Adel, tampak keringat di sekujur tubuhnya. Padahal suhu di kamar ini sedang dingin. Apa yang terjadi, apakah dia sedang bermimpi buruk. Karel menatap dan mencoba membangunkan Adel.

"Sayang........" Adel bangun dengan muka panik lalu dia menangis. Karel memeluk tubuh tak berdaya itu, dan menenangkannya.

"Its oke honey, kamu baik - baik saja. Itu hanya mimpi." Karel memberi minum air putih kepada Adel dan kembali membuat perempuan yang dia cintai tidur kembali.

Tak lama suara dering handphonenya berbunyi. Begitu mellihat ada telephone dari mamanya. Malah telepon vidio lagi. Karel tahu mamanya pasti gelisah dan curiga.

"Dasar perempuan." Karel tersenyum dan menjawab telepon itu. Disebelahnya ada Adel yang tertidur dalam pelukannya.

"Hallo cintaku." Pandangan pertama yang mamanya lihat adalah Adel yang tertidur di samping anaknya.

"Kamu apain anak orang??"

"Aku cium, sampai pingsan."

"Karel.... Mama tanya serius jangan bercanda. Papa lihat kurang ajarnya anak kamu nih." papanya hanya tersenyum.

"Ade mau menghabiskan malam ini bersama perempuan yang Karel sayang dan cintai. Kalau di rumah dinas takut banyak gosip."

"Jangan macam - macam adek."

"Ma, adek satu macam. Adek tahu batasannya. Usia kami bukan ABG."

"Papa akan melamar Adel buat kamu sayang."

"Itu baru papaku."

"Dasar papa dan anak sama isi otaknya."

Malam berlalu. Adel tidur sangat nyenyak pagi - pagi sekali dia bangun namun tidak mendapati Karel di sampingnya. Kebiasaan sudah dua kali dia nginap di tempat ini. Bangunnya kesiangan.

Adel ke dapur tidak menjumpai Karel. Namun sebelum berpikir, dia meneguk segelas air putih. Dia berpikir apa Karel pergi belanja. Namun ketika mengangkat muka dia melihat Karel keluar dari satu ruangan berkeringat. Dan Adel tahu, bahwa itu pasti ruangan khusus buat Karel berolahraga.

"Selamat pagi sayang. Sudah bangun." Karel menghampiri Adel dengan tubuh berkeringat terlihat sangat seksi, lalu mencium kening Adel mesra.

"Selamat pagi." Adel menjawab sedikit gemetar.

"Apa kamu horny melihat aku seperti ini?"

"Mas......." Adel memukul Karel, wajah Adel sudah memerah. Dan langsung tubuh itu di bawah kedalam pelukan Karel.

"Sayang.... Ingat ya your mine. Hanya punya mas." tanpa Adel sadar, Karel memasukan cincin berlian yang memang sudah dia siapkan, dijari manis sebelah kiri dari tangan Adel . Dan tanpa Karel sadari bahwa semesta mendukung rencananya, semua mengalir begitu saja.

"Maukah kamu menikah denganku Adel Emanuella Sanjaya??" Adel melihat cincin berlian itu. Air matanya keluar. Adel tidak sadar bahwa Karel paling tidak bisa melihat perempuan yang dia sayangi menangis. Langsung dipeluk erat tubuh Adel.

"Apakah aku menyakitimu sayang??"

"Mas... Aku bahagia. Aku sangat bahagia dilamar oleh kamu."

"Berarti kamu menerima lamaranku sayang??"

"Iya mas. Aku terima."

"Oooo Tuhan terima kasih." Karel mencium bibir kekasihnya sangat lembut dan mesra, ciuman itu sangat dalam. Namun tiba - tiba suara perut Adel berbunyi tanda alam bahwa perempuan itu lapar. Karel tersenyum.

"Maaf mas."

"Ayo kita masak, sarapan yang utama."

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!