cewek kere, apes, mulut pedas ketiban rejeki nomplok karena ketabrak CEO ganteng
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Fira Lmj, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Cekcok
Setelah sampai di depan rumah Azizah, Dimas dan Arofik segera memasuki rumah sederhana minimalis itu. Dimas Anggara memandang di setiap sudut rumahnya tidak ada perabotan rumah tangga yang layak di dalam rumah tersebut, hanya ada tikar untuk tempat duduk dan sebuah lemari kayu yang sudah nampak usang.
" Kasihan sekali Azizah dan Arofik yang tinggal di rumah yang bahkan jauh dari kata layak ini, atap terlihat bolong-bolong kalau hujan pasti banyak air yang masuk, tikar juga sudah usang banget bahkan banyak bolongnya dan di tambal- tambal kayak gini." gumam Dimas dalam hati
" Om Dimas mau minum apa?" tanya Arofik sambil tersenyum
" Air putih saja dek" ucap Dimas dengan senyum
" Sebentar ya om aku tinggal ke dapur dulu" ucap Arofik sambil melangkah ke dapur
" Emm dek boleh tidak saya ikut kamu ke dapur mau sekalian numpang kamar mandi" ucap Dimas sambil memegang tangan Arofik
" Boleh om ayo aku tunjukin kamar mandinya tapi maaf ya kamar mandinya tidak sebagus di rumah sakit" ucap Arofik sambil tersenyum
" Tidak masalah dek ayo" ucap Dimas sambil menggandeng tangan Arofik
Saat sampai di dapur Dimas Anggara tertegun melihat keadaan dapur yang sungguh masih sangat sederhana, di dapur tersebut hanya ada 1 kompor minyak tanah, rak piring yang terbuat dari plastik, piring hanya 4 biji,sendok pun hanya 2 biji, baskom 2 biji yang 1 besar yang 1 kecil di samping dinding ada meja kayu yang kaki kayunya sudah agak miring.
" Nih om minumnya, oh ya di situ kamar mandinya om di dekat sumur itu yang ada kelambu warna merahnya" ucap Arofik sambil menunjuk ke arah kamar mandi
" Iya dek om permisi ke sana dulu ya" ucap Dimas sambil melangkah menuju kamar mandi
Saat kelambu yang sabagai penutup pengganti pintu di buka terlihatlah kamar mandi yang terbilang masih sangat sederhana tapi bersih, ada sumur untuk menimba air, ada 1 ember untuk menampung air.
" Berasa kembali di zaman dulu yang semuanya harus di lakukan dengan cara manual" gumam Dimas dalam hati
Setelah menyelesaikan urusannya di kamar mandi Dimas segera kembali ke ruang tamu dan duduk di atas tikar, tidak berselang lama Arofik telah siap berangkat sekolah dengan memakai seragam sekolah yang warnahnya sudah agak pudar, tas sekolah di punggungnya, sepatu yang terlihat bolong di ujung sepatunya,tapi Arofik tersenyum dan semangat untuk berangkat ke sekolah tidak ada raut sedih dan minder dengan penampilannya.
" Wah ganteng banget kamu dek, sudah siap berangkat sekolahnya" ucap Dimas dengan senyum merekah
" Makasih om Arofik memang selalu tampil ganteng kok hehehe" ucap Arofik sambil tersenyum malu-malu
" Ya sudah yuk berangkat jangan lupa kunci pintunya" ucap Dimas sambil melangkah keluar rumah
" Siap om Dimas" ucap Arofik sambil mengunci pintu
Saat keduanya hendak memasuki mobil terlihat seorang wanita paruh baya yang bertubuh tambun mendekati keduanya.
" Hey Arofik kemana saja kamu dan kakakmu beberapa hari ini kenapa setiap saya datang ke sini selalu kosong tidak ada orang, kalian mau kabur dan tidak bayar kontrakan ya" teriak wanita tersebut
" Mmm... Maaf Bu Darmi beberapa hari ini aku dan kakak ada di rumah sakit Bu kakak Azizah habis kecelakaan dan harus di rawat di rumah sakit" ucap Arofik sambil gemetar ketakutan
" Hallaaa kecelakaan gitu saja di rawat di rumah sakit lama-lama memangnya kalian mau bayar rumah sakit itu pakek daun bayar kontrakan saja nunggak terus apalagi bayar rumah sakit yang mahal" Ejek perempuan yang bernama Bu Darmi
" Maaf Bu Azizah memang kecelakaan dan kondisinya memang mengharuskan dia di rawat di rumah sakit, dan untuk biaya perawatannya sudah di bayar lunas" ucap Dimas Anggara sambil menatap sengit ke arah ibu Darmi
" Kamu siapa petugas Dinas sosial atau petugas panti asuhan bagus deh bawah saja sekalian adik kakak itu pergi dari rumah kontrakanku masih banyak orang yang mau ngontrak dan bayar tepat waktu" ucap Bu Darmi sambil berkacak pinggang
Sedangkan Arofik yang mendengar ucapan Bu Darmi yang mengusir dirinya dan kakaknya hanya bisa menunduk dan menangis, karena hanya di rumah itu tempat mereka bernaung selama ini. Jika harus keluar dari rumah itu dimana lagi mereka akan tinggal.
" Wiiihhh mulut Bu Darmi ini kenapa ya asal ceplos saja kalau bicara mana mulutnya buah lagi" ucap Dimas Anggara sambil menutup hidungnya
" Hey kamu jangan menghina saya ya? kamu tidak tau siapa saya? Saya ini Bu Darmi pemilik kontrakan dari ujung sana ke ujung sini total kontrakan saya ada 10 rumah" Ucap Bu Darmi dengan pongah
" Maaf Bu saya bukan tukang sensus penduduk yang harus tau siapa ibu dan berapa banyak rumah kontrakan ibu saya ke sini hanya ingin mengantar adek saya Arofik ini untuk pergi ke sekolah. Jika ibu mengusir Arofik dan Azizah dari rumah ini ya tidak masalah nanti biar saya Carikan tempat tinggal baru yang lebih bagus dari rumah kontrakan ibu yang sangat ibu banggakan ini" ucap Dimas sambil bersedekap dada
" Tapi om..." ucap Arofik dengan ragu
" Sudah sek ayo kemasi semua barang-barang kamu dan kakak Azizah jangan ada yang tertinggal ambil surat-surat penting saja masalah baju nanti om Dimas belikan yang baru dan bagus-bagus" ucap Dimas sambil tersenyum ke arah Arofik
" Baik om" ucap Arofik yang berlari menuju rumah untuk mengambil beberapa surat-surat yang di rasa penting.
Sedangkan Dimas Anggara yang berada di halaman rumah masih adu mulut dengan Bu Darmi pemilik rumah kontrakan tersebut
" Hey jangan asal keluar saja dari rumah ini bayar dulu tunggakan pembayarannya" ucap Bu Darmi sambil menatap Dimas dengan sengit
" Sebutkan saja berapa yang harus di bayar dan saya akan bayar lunas sekarang juga" ucap Dimas Anggara dengan entengnya
" 5 juta itu untuk pembayaran selama 2 bulan yang setiap saya tagih selalu bilang gak ada uang" ucap Bu Darmi sambil tersenyum mengejek
" Cih hanya 5 juta saja sudah berlagak seperti itu pakek acara teriak-teriak macam toak apa lagi kalau 10 juta apa gak jadi reog bu Darmi ini" ucap Dimas sambil mengambil tas yang berisikan uang di dalam mobilnya
" Nih 5 juta cash buat bayar kontrakan ini selama 2 bulan yang kata ibu nunggak itu, dan ini 500 ribu saya kasih buat beli odol yang bagus sekalian air mawar buat kumur biar gak bau mulut" ucap Dimas Anggara sambil menyodorkan uang ke arah Bu Darmi
" Naaahhh gini dong bayar jangan cuma numpang, dan makasih bonusnya" ucap Bu Darmi sambil melangkah menjauh
" Gila tu emak-emak habis makan bangkai tikus apa gimana bau banget" ucap Dimas Anggara sambil menutup hidungnya
Setelah beberapa menit kemudian Arofik telah keluar dari rumah dengan membawa 1 kantong kresek besar di tangannya.
" Ayo om aku sudah siap kita ke sekolah dulu ya om aku sudah telat" ucap Arofik sambil menundukkan kepalanya
" Kamu bawah apa saja dek? kok banyak banget" ucap Dimas sambil mengambil bawaan Arofik
" Cuma surat-surat penting, foto ayah dan ibu, celengan kakak, dan beberapa baju milik ayah dan ibu saja om" ucap Arofik sambil menahan tangis
" Ya sudah ayo berangkat" ucap Dimas Anggara sambil membukakan pintu mobil untuk Arofik
Setelah Arofik duduk dengan nyaman dan sudah memasangkan sabuk pengamannya, Dimas segera masuk mobil dan menjalankan mobilnya menuju sekolah SD Tegalsari tempat Arofik menuntut ilmu.
*** Hai kakak-kakak tersayang makasih ya udah mau baca ceritaku, tolong kasih sarannya ya kakak agar aku bisa bikin yang lebih bagus lagi, jangan lupa tanda kasihnya dan rangkaian bunganya makasih****