NovelToon NovelToon
DENDAM DI BALIK AIR TERJUN

DENDAM DI BALIK AIR TERJUN

Status: sedang berlangsung
Genre:Horor / Balas Dendam
Popularitas:172
Nilai: 5
Nama Author: Stychin

Sebuah liburan akhir pekan berubah menjadi mimpi buruk saat sekelompok remaja menemukan rahasia kelam di balik keindahan sebuah air terjun terpencil.Satu persatu dari mereka mulai menghilang,memaksa yang tersisa untuk memecahkan kutukan kuno sebelum fajar tiba atau menjadi korban berikutnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Stychin, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 7

Di kamarnya aulia duduk dengan menatap ponselnya.Ia ingin pergi berlibur bersama tean temannya tapi ia tak mau meninggalkan mama papanya dalam kondisi pak arman yang sedang sakit.

Aulia mencari kontak dinda dan langsung menghubungi gadis itu.Ia ingin sedikit bercerita juga meminta pendapat dari teman perempuan yang selalu mengerti dirinya.

Dinda mendengarkan keluh kesah temannya,namun untuk sekarang ia juga bingung ia tak ingin mengecewakan teman temannya jika tak jadi pergi berlibur.Sudah lama mereka menantikan libur panjang ini dari bulan bulan kemarin.

Aulia tak ingin terlihat egois,ia memutuskan untuk tidak ikut bersama teman temannya.Ia ingin menemani bu wida di rumah menjaga pak arman.Keluarga selalu menjadi hal yang utama baginya,jika pak arman sudah sembuh ia bisa berlibur kapan pun yang ia mau.

Dinda menerima keputusan temannya,ia turut perihatin dengan kondisi yang menimpa papa aulia.Sambungan telpon itu pun di akhiri karena aulia harus membersihkan dirinya yang masih berantakan.

Ia masuk ke dalam kamar mandi dan akan turun ke bawah untuk menyiapkan makam malam bersama bu wida.Karena ia tahu mungkin mamanya masih berada di kamar menemani pak arman yang membutuhkan bu wida.

Jam di kamarnya sudah menunjukan pukul 19.05

ia melangkahkan kakinya dengan cepat untuk segera membersihkan tubuhnya yang sudah berkeringat.

Setengah jam sudah aulia keluar dari kamar mandinya mengunakan piyama tidur dengan rambut yang di gulung oleh handuk kecil.Ia membuka pintu kamarnya dan akan menuju ke dapur,sekilas melirik ke arah pintu kamar orang tuanya yang sedikit terbuka.Ia mendekat ke arah pintu itu lalu mengintip orang tuanya di dalam.

Tampak bu wida sedang duduk di samping suaminya,tangannya menggenggam tangan pak arman.Kepalanya di sandarkan ke divan tempat tidur.Mata bu wida terpejam membuat wajah aulia memelas karena kasihan melihat mama papanya.

Aulia tak ingin menganggu istirahat kedua orang tuanya,ia memilih untuk pergi ke dapur mengambil makanan untuk dimakan di kamar orang tuanya.

Tak lama ia kembali ke kamar itu,kali ini ia mengetuk pintu kamar orang tuanya.Membuat mata bu wida terbuka meski pun ia masih menahan rasa kantuknya.

"ma makan dulu ya,jangan sampe mama sakit"ucap aulia dengan membawa nampan berisi nasi dan lauk yang akan ia nikmati bersama bu wida.

"makasih ya nak"ucap bu wida tersenyum.Tanganya ia lepas dengan pelan agar suaminya tak terbangun.

ibu dan anak itu duduk di lantai yang beralas tikar tebal.Mereka makan tanpa mengeluarkan suara apapun.Hanya ada bisikan bisikan kecil.

"Yaudah mama lanjut istirahat ya,aku juga mau istirahat"ucap aulia saat mereka sudah selesai makan malam.Bu wida mengangguk tak lupa mengecup kening anak satu satunya itu.

Aulia keluar dan menutup kamar itu dengan membawa kembali nampan berisi piring kotor yang mereka gunakan tadi untuk makan.Ia menuruni anak tanga hendak pergi ke dapur.Masih terlalu sore untuk tidur,aulia memilih untuk mencuci piring kotor itu terlebih dulu sebelum dirinya kembali ke dalam kamarnya.

Semua lampu ruangan ia matikan,ia kembali ke atas untuk merebahkan tubuhnya yanng terasa pegal.

Ia melirik jam baru menunjukan pukul 21.15 aulia merebahkan tubuh nya di kasur,memejamkan matanya yang sudah mulai mengantuk.

...****************...

Kali ini aulia bangun tak seperti biasanya,ia bangun lebih siang karena hari ini ia akan meminta izin untuk tidak masuk kerja.Ia meraih ponselnya untuk mengirimi pak gunawan pesan.Setelah pesan itu terkirim pak gunawan menghubungi balik aulia.

ia langsung mengangkat telpon itu dengan cepat.dengan rasa takut dimarahi oleh atasannya.

"hallo aulia,kenapa kamu izin gak masuk?kamu sakit?"tanya atasannya itu.

"oh bukan pak bukan saya yang sakit,tapi papa saya lagi sakit.Rencananya hari ini saya mau bawa papa saya ke rumah sakit"ucap aulia.

"oh begitu,saya turut perihatin ya.ya sudah saya izinkan kamu hari ini gak masuk kerja.Kalo butuh bantuan kabari saya ya!"perintah dari atasannya di iyakan oleh gadis itu.

Selama bekerja ia sangat jarang meminta izin untuk tidak masuk kerja.Meskipun sakit,aulia selalu memaksakan dirinya untuk masuk.Jadi izin kali ini pasti di permudah oleh atasanya pikirnya.

Gadis itu bangun dari tidur,memperhatikan pintu kamar orang tuanya yang masih tertutup rapat.Sedangkan di celah celah jendela ia melihat sinar matahari sudah mulai terbit.

"sayang kamu udah bangun,maaf ya mama gak bangunin kamu.Kamu kesiangan ya?kok belum pake baju seragam??mama gak bisa tidur semalam jadi kesiangan bangunnya.maaf ya sayang"ucap bu wida tak henti henti mengucapkan maaf kepada anaknya.Wajahnya merasa bersalah

"ah nggak kok ma,hari ini aku gak masuk kerja"ucap aulia yang membuat wajah bu wida semakin merasa bersalah.

"udah kesiangan banget ya?masih ada waktu sayang satu jam lagi"ucap ibu anak satu itu.

"nggak ma,hari ini aku izin gak masuk kerja.Aku mau bawa papa ke rumah sakit,gak tenang aku liat papa kayak gitu ma"ucap aulia.

Bu wida menatap anaknya penuh haru.

"yaampun sayang padahal mama bisa bawa papa ke rumah sakit pake grab"

"jangan ma,udah sama aku aja.nanti jam 8 kita ke rumah sakit ya,sekarang aku mau bikin sarapan dulu buat kita"ucap aulia yang terpaksa di angguki oleh mamanya.

Bu wida kembali masuk ke kamarnya,memeriksa suhu tubuh suaminya.Bersamaan dengan itu,pak arman bangun dari tidurnya.

"loh udah bangun,gimana pa masih pusing?"tanya bu wida.

"mending ma,papa bisa buka mata sekarang"

"yaudah kita siap siap ya,aulia mau bawa papa ke rumah sakit"

"hah jangan lah ma,papa udah baikan kok"

"udahlah pak nurut aja,gimana kata dokter nanti.Kalo gak di rasa terus nanti tambah parah lagi"ucap bu wida.Pak arman hanya bisa menuruti kemauan anak dan istrinya.Ia tak bisa menolak jika mereka berdua sudah bertindak.

Setelah kedua orang tua itu selesai bersiap siap.Mereka menyusul anaknya yang sudah berada di bawah.

"nih,aku udah beliin papa bubur tadi di si mang tukang bubur keliling"ucap aulia sambil menyodorkan mangkuk berisi bubur ayam.

Sedangkan untuk bu wida ia memasakan nasi goreng kecap kesukaannya.Mereka menyantap makanan itu dengan suasana hangat.

"udah pinter nih pa anak kita masak,tahun depan udah bisa kali ya di nikahin?"canda bu wida.

"iihh mama apasih"

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!