NovelToon NovelToon
Salah Buka Celana, Malah Dinikahi Komandan

Salah Buka Celana, Malah Dinikahi Komandan

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Cinta setelah menikah / Menikahi tentara
Popularitas:3.7k
Nilai: 5
Nama Author: Mira K.

Cuma niat periksa batu ginjal, si komandan dingin malah "salah dibuka celananya" oleh dokter magang sok berani.
Satu kalimat "saya tanggung jawab", dan Keisha resmi jadi istri kontrak Sang Komandan Meriam—pewaris konglomerat Prawira yang paling ditakuti.

Perjanjiannya: tidak boleh saling sentuh.
Kenyataannya: komandan berhati es itu **tak pernah tahan semalam pun**.

"Katanya kontrak, Pak?"
"Kontraknya," bisiknya sambil menariknya mendekat, "mulai malam ini kita tulis ulang."

Yang mereka kira dokter miskin, ternyata putri konglomerat Wijaya yang hilang.
Yang dikira pernikahan palsu, ternyata jerat paling manis.
**Nyonya Meriam sudah pulang—dan sang serigala tak akan melepasnya lagi.**

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mira K., isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 32

Bab 32

Perang Dingin

Keisha menyebut tanggal lahirnya.

Perempuan di depannya membelalakkan mata. "Serius? Tahun juga sama?"

Setelah Keisha mengangguk, perempuan itu hampir menumpahkan kopi untuk kedua kalinya.

"Aku Deby. Debora Sitohang." Ia mengulurkan tangan, cepat dan hangat. "Kita harus bicara lagi. Aku punya terlalu banyak pertanyaan untuk ditanyakan di koridor."

Keisha tidak bisa menahan senyum kecil. Mereka bertukar nomor dan sepakat bertemu keesokan hari setelah urusan rumah sakit selesai.

Senyum itu hilang ketika Keisha pulang ke Dago.

Dua hari pertama cold war berjalan tanpa teriakan. Arya mengirim pesan sudah makan, Keisha membalas sudah. Keisha meninggalkan obat bahu di meja, Arya mengirim foto setelah meminumnya. Bu Yati membawa sarapan dari satu pintu ke pintu lain seperti petugas perdamaian yang tidak pernah diminta.

Mereka masih saling memperhatikan melalui benda. Air hangat selalu tersedia untuk Keisha. Kemeja Arya yang bersih tetap disiapkan. Namun tidak ada sentuhan, tidak ada lelucon tentang kontrak, dan tidak ada satu pun yang mau mengetuk lebih dulu.

Pada malam kedua, Keisha melihat lampu ruang kerja menyala sampai pagi. Arya melihat dari kamera lorong bahwa Keisha beberapa kali keluar mencari air. Keduanya tahu yang lain tidak tidur, tetapi tetap memilih diam.

Hari ketiga perang dingin dimulai dengan dua pintu kamar tertutup dan berakhir menjelang sore ketika suara mobil masuk ke halaman. Bu Yati bergegas ke pintu. Keisha tetap duduk di meja makan.

Jaket lapangan Arya sudah dilipat di dalam kantong pakaian bening. Amplop rambut dan foto noda diletakkan di sampingnya.

Reza masuk lebih dulu sambil membawa tas Arya. "Ndan saya antar pulang dalam keadaan utuh. Hanya kurang tidur dan sedikit lebih galak."

Arya muncul di belakangnya. Pandangannya langsung menemukan Keisha, lalu barang-barang di atas meja.

Keisha menyilangkan tangan. "Selamat datang, Ndan."

Reza berhenti. "Saya rasa saya salah waktu datang."

"Duduk," kata Arya kepadanya. "Kamu mungkin perlu menjelaskan sesuatu."

Arya mendekati meja dan membaca catatan kronologi yang dibuat Keisha. Wajahnya tidak berubah saat melihat noda lipstik, tetapi tangannya mengepal ketika membuka amplop rambut.

"Ini bukan milikku," katanya.

"Saya tahu rambut panjang itu bukan milikmu."

"Maksudku, aku tidak tahu benda-benda ini ada di jaket."

"Kamu juga bilang Vanya hanya hampir jatuh."

"Itu yang terjadi."

Keisha menatapnya. "Apakah dia pernah datang ke area latihan selama beberapa hari terakhir?"

Arya menoleh kepada Reza.

Reza merapikan posisi duduk. "Vanya memang beberapa kali datang ke gerbang. Katanya mau mengantar kebutuhan Tata dan bicara soal urusan lama. Ndan tidak pernah menerima dia di ruang pribadi."

"Beberapa kali?" ulang Keisha.

"Dua atau tiga." Reza mengangkat tangan. "Tapi dia cuma sampai area tamu. Kadang bicara dengan orang lain sambil menunggu. Saya pikir Ndan sudah memberi tahu Bu Keisha."

"Ada catatan kunjungannya?" tanya Keisha.

"Ada log gerbang dan kamera area tamu. Dia tidak masuk ruang kerja Ndan atau area terbatas. Saya bisa minta petugas mengamankan salinannya sebelum tertimpa rekaman baru."

Arya mengangguk. "Lakukan. Sertakan waktu arisan dan daftar orang yang melihat dia jatuh."

Keisha mencatat bahwa Arya tidak menolak pemeriksaan. Ia justru langsung mencari sumber yang dapat diuji. Hal itu seharusnya menenangkan, tetapi luka akibat semua informasi yang terlambat belum hilang.

Api yang kecil mendapat udara.

"Kenapa saya harus mendengar ini dari Reza?"

Arya menjawab, "Karena kedatangannya tidak menghasilkan pertemuan. Aku menolak."

"Bagi kamu mungkin tidak penting. Bagi saya, mantanmu mendatangi rumah, rumah sakit, arisan, dan gerbang markas dalam satu minggu."

"Dan aku sudah mengatakan tidak kepadanya di semua tempat."

"Kecuali kamu tidak mengatakan apa pun kepada saya."

Reza berdiri pelan. "Saya sebaiknya pergi."

"Tunggu," kata Keisha. "Saat Vanya hampir jatuh di arisan, apakah kamu melihat?"

"Saya tidak di sana. Tapi orang yang hadir bilang Ndan cuma mencegah dia jatuh."

"Terima kasih. Itu cukup."

Reza menatap Arya seolah meminta maaf karena memperburuk keadaan, lalu keluar.

Arya menarik kursi dan duduk berhadapan dengan Keisha. "Kamu sudah menyimpan bukti dengan benar. Kita bisa memeriksa kamera dan warna lipstik."

"Kamu tidak marah karena saya curiga?"

"Aku marah karena kamu lebih percaya benda di jaket daripada kata-kataku."

"Kata-katamu selalu setengah."

"Soal Tata, iya, karena datanya belum selesai. Soal kesetiaan, jawabanku lengkap. Aku tidak mengkhianatimu."

"Lalu kenapa Vanya merasa bisa terus masuk?"

"Karena dia tidak menerima penolakan, bukan karena aku membuka pintu."

"Tapi kamu membiarkan saya menghadapi akibatnya tanpa tahu dia datang berkali-kali."

Arya mengembuskan napas. "Setiap kali dia datang, aku menolak. Aku tidak mau memenuhi rumah kita dengan laporan tentang perempuan itu."

"Rumah kita sudah dipenuhi jejaknya."

Tatapan Arya jatuh pada noda merah. "Jadi apa yang kamu inginkan?"

"Kebenaran sebelum saya dipaksa mempercayai sumpah."

"Dan aku ingin kamu tidak menjatuhkan vonis sebelum memeriksa bukti."

"Saya belum menjatuhkan vonis. Kalau sudah, jaket ini pasti sudah saya lempar ke wajahmu."

Bu Yati muncul membawa makan malam, lalu berhenti melihat jarak di antara mereka.

"Makan dulu," pintanya. "Bertengkar saat perut kosong hanya membuat kata-kata makin tajam."

Keisha berdiri. "Saya tidak lapar."

Arya juga tidak menyentuh makanan. Malam itu mereka kembali ke kamar masing-masing, bukan karena pasal kontrak, tetapi karena tidak ada satu pun yang tahu cara menyeberangi lorong tanpa menyerah lebih dulu.

Sejak sore, kepala Keisha terasa berat dan tenggorokannya perih. Ia mengira itu akibat kurang tidur. Ketika menggigil meski selimut sudah menutup tubuh, ia baru memanggil Bu Yati dan meminta termometer.

Menjelang tengah malam, Bu Yati mengetuk kamar Arya.

"Bu Keisha demam. Tadi 38,4. Sudah minum parasetamol sesuai dosis, minum air, dan saya ukur lagi tiga puluh menit. Tidak sesak, tidak muntah, masih sadar. Dia bilang tidak ingin ditemui."

Arya langsung berdiri. "Kalau suhu naik atau kesadarannya berubah, kita bawa ke IGD."

"Iya, Pak."

Bu Yati juga mencatat waktu obat dan suhu secara berkala agar dosis berikutnya tidak diberikan terlalu cepat malam itu.

Bu Yati kembali masuk membawa cairan elektrolit. Arya berdiri di luar kamar Keisha. Dari balik pintu terdengar suara lemah.

"Mama... jangan pindahkan Mama..."

Tangannya menekan gagang pintu. Ia ingin masuk, memeriksa suhu sendiri, dan menarik semua rasa takut itu ke tubuhnya.

Namun Keisha sudah meminta tidak ditemui, dan Bu Yati berada di dalam. Arya meletakkan termometer cadangan serta botol air di dekat pintu, lalu mundur.

Ia mengeluarkan ponsel dan menelepon nomor yang jarang digunakan.

Begitu sambungan tersambung, suaranya menjadi dingin.

"Cari tahu semua tentang Vanya. Sekarang."

1
paijo londo
Yee si mantan datang ngeclaim kalo Arya punyanya g malu tuh muka badak padahal udah ditolak ma Arya juga🤦🤦
paijo londo
asyiiik Keisha masuk ke sangkar emasnya Arya 😍😍😍moga2;g ada perceraian
paijo londo
ya ampun pertemuan pertama yg menggelikan bikin jantung bedebar🤭🤭🤭salah diagnosis lagi🤦🤦
penggemar_Uangkecil?!
👍👍
penggemar_Uangkecil?!
👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!