Tasya seorang wanita tegar dan baik hati yang hidup sebatang kara di kota besar, membuatnya harus hidup sendiri. tasya hanya memiliki seorang sahabat yang bernama monica, monica yang selalu membantu tasya jika mengalami kesulitan.
dan tasya hanya seorang pegawai toko roti, sudah satu tahun tasya bekerja sebagai pelayan toko. banyak pekerjaan paruh waktu yang di ambil oleh tasya, dia tidak mengenal lelah sedikitpun. yang ia tahu hanya dengan bekerja dia bisa bertahan hidup.
dulu tasya pernah kuliah disalah satu universitas ternama, karena masalah biaya tasya memutuskan untuk berhenti kuliah dan mulai fokus bekerja.
pada suatu hari tanpa disengaja tasya bertemu hans dan membuat hidupnya berubah cepat kilat. bahkan statusnya berubah menjadi seorang istri pengusaha terkaya di ibu kota.
pertemuan yang singkat dengan pria asing, bahkan tasya tidak mengenalnya. dan pria itu mengajak tasya menikah dan menjadikan tasya istrinya hanya untuk membuat mantan pacar pria itu meninggalkannya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Memei Melita, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 6
sebenarnya masih banyak hal yang ingin tasya bahas dengan hans,Tasya juga merasa dia tidak pantas bekerja di perusahaan hans. dia ingin membicarakan masalah ini dengan hans. sekarang Tasya hanya bisa menunggu hans pulang.
tasya sadar, pertengkaran mereka tadi siang pasti membuat hans semakin benci dengannya tapi tasya tidak punya pilihan lain selain memberanikan diri untuk menyelesaikan semua nya dengan hans.
jam 22:00 Wib
tasya yang duduk disofa ruang tamu sembari menunggu hans pulang, dia menunggu dengan penuh harap hans dapat diajak bicara baik-baik.
biibbb biibbb bibbbb.....
bunyi suara pintu terbuka, mata Tasya yang setengah tertidur langsung bangun dan menyambut kepulangan hans.
"kamu sudah pulang hans". Tasya berusaha memberanikan diri untuk bicara.
"ada apa lagi". sepertinya hans masih marah terhadap tasya.
"ada yang ingin aku bahas sama kamu".
"ada apa lagi, aku lelah Tasya, lain kali aja kita bahas". hans berjalan menuju kamar.
"tunggu hans". Tasya memegang tangan hans yang besar dan hangat.
"hans, aku gak Mau bekerja diperusahaan mu, aku mohon yakinkan mama kamu untuk membatalkan perkataannya". Tasya terus memegang tangan hans sambil memohon.
hans menyentakkan tangannya yang di pegang Tasya.
"kamu sudah jadi istriku, mau gak mau kamu harus ikut aturanku,jika tidak mau lebih baik kamu pergi kembali ke orang tuamu dan jangan ganggu aku, aku lelah".ucap hans dengan nada lantang dan keras.
Tasya yang mendengar ucapan hans merasa terkejut bagaikan tersambar petir dia siang bolong, lagi dan lagi perkataan itu membuat hati tasya hancur.
mata Tasya mulai berkaca-kaca, hatinya sakit mendengar ucapan hans. selama menikah dengan hans, Tasya merasa ada seseorang yang bisa dia harapkan tapi kenyataannya Tasya tidak bisa berharap apapun dengan hans.
"hans,apa belum cukup tadi siang kamu memaki aku,sekarang kamu ucapkan kata-kata yang menyakitkan lagi ". ucap Tasya dengan nada lirih menahan tangis.
"apa ada yang salah dengan kata-kata ku".
"salah hans, sangat salah dan sangat menyakitkan".
Tasya memegang dadanya yang terasa sesak karena tidak bisa menahan rasa emosinya lagi dan tasya berlari masuk kedalam kamarnya.
bbaakkkk...
suara pintu tertutup dengan keras. tasya masuk kedalam kamarnya dan meluapkan semua tangisannya.
begitu besarnya kebencian hans kepadaku, aku harus bagaimana? sampai kapan aku menerima rasa benci dari hans.
sepanjang malam Tasya menangis, dia gak tau harus berbuat apa? jika hans benar-benar mengusirnya, dia juga tidak tau harus tinggal dimana. tapi tasya sudah merasa tidak tahan dengan keadaan rumah tangganya, dia tidak bisa lagi bertahan hidup bersama hans.
tanpa Tasya sadari, hans berdiri di depan pintu kamar Tasya dan mendengarkan suara tangisan Tasya yang tiada hentinya.
apa aku sudah keterlaluan terhadapnya? apa aku harus meminta maaf? tapi hatiku belum bisa untuk menerima kehadirannya. aah kenapa pula aku harus memikirkannya.
rasa egois hans yang besar, membuat dia enggan mengakui kesalahannya.
*******
pagi hari....
"aaahhh kepala pusing, apa karena aku terlalu banyak menangis dan tidak tidur? ". Tasya terus memegang kepalanya tapi pusing itu tidak hilang juga.
hans keluar kamar dan sarapan,hans bersikap bahwa tidak terjadi pertengkaran antara dia dan tasya. hans berjalan menuju meja makan dan memulai sarapan paginya.
"tuan tidak berangkat kerja? ". tanya bik ijah yang menuangkan susu
"hari ini saya libur bik, apa Tasya sudah sarapan bik?". hans penasaran dengan keadaan Tasya.
"bibik tidak melihat non Tasya dari pagi tuan, sepertinya masih di kamar".
"ya sudah bik biarkan aja". hans melanjutkan sarapannya.
dasar wanita merepotkan,jangan berharap aku memberikan kesempatan untuk menjadikan bagian dari hidupku. aku tidak menginginkan wanita manja seperti dirinya.
ddrrttt drrttt ddrrttt
Hp Tasya bergetar ada sms masuk .
monic :
Tasya, apa kamu masih sakit tidak masuk kerja lagi?
Tasya;
aku sudah baikkan koq monic, besok aku sudah masuk kerja lagi.
monic:
oke, aku tunggu kamu besok, ada banyak hal yang ingin ku tanyakkan .
kepala tasya semakin pusing, dia menjatuhkan Hp nya kelantai.
"bik ijah, bik ijah, hans, hans, hans".
Tasya berusaha memanggil seseorang tapi tidak ada yang mendengar.
"hans tolong aku, kepalaku pusing". rintih Tasya
Tasya menjatukan gelas yang berisi air, gelas pecah tepat di sebelahnya. tangan tasya tidak sengaja memegang pecahan gelas dan mengakibatkan tangan tasya luka.
" tuan, suaraa apa itu". bik ijah berlari ke kamar Tasya.
"non Tasya".
"tolong aku bik". ucap Tasya dengan sangat lemas
"aahhh tuan tolongin non tasya" bik ijah panik melihat tasya terjatuh di lantai dengan gelas yang pecah berantakkan.
mendengar teriakkan bik ijah, hans langsung berlari menuju ke arah Tasya.
"hans tolong aku, ku mohon, tolong aku hans". suara tasya semakin pelan
hans yang tidak mengerti ucapan Tasya langsung menggendong Tasya naik ke ranjang.
"bik, tolong cepat panggil Daniel".
"baik tuan".dengan segera bik ijah keluar memanggil daniel, tidak lama kemudian Daniel datang.
" gimana keadaan Tasya, niel?". sebenarnya hans merasa khawatir tapi dia tidak mau menunjukkannya.
"lukanya tidak terlalu serius, hanya saja dia kurang istirahat". Daniel memberikan obat lagi ke hans
"ah jaga dia baik-baik hans, jangan biarkan dia banyak fikiran". lanjut daniel
"oke, makasih niel ".
"baiklah,aku pamit dulu".Hans mengantar Daniel keluar.
Tasya mulai sadar, dan duduk bersandar di ranjang. tasya masih sedikit merasakan sakit ditangannya karena pecahan gelas. wajahnya masih tampak pucat serta sembab yang diakibatkan karena tasya bnyak menangis.
"kamu istirahat aja". hans tiba-tiba muncul di kamar Tasya dan membuat Tasya sedikit terkejut.
"aku gak apa-apa". Tasya memalingkan wajah menghadap jendela kamarnya.
"istirahat 3 hari lagi, setelah itu kamu masuk kerja diperusahaanku". hans menaruh obat dan air minum di samping ranjang.
tidak ada jawaban dari Tasya, Tasya hanya terdiam dengan pandangan kosong yang menatap keluar jendela kamarnya. tasya merasa sudah sangat lelah dengan semuanya,bagaikan bertahan di tebing jurang yang sewaktu-waktu bisa jatuh kapan saja.
"aku hari ini libur, kalau ada apa-apa panggil aku saja". hans beranjak keluar kamar Tasya.
lagi-lagi tasya tidak menjawab ucapan hans, tasya merasa ucapannya tidak ada artinya bagi hans,maka dari itu tasya memilih untuk diam.
sore hari...
tasya tidak beranjak dari kamarnya, dia memilih untuk mengurung dirinya dikamar. tidak ada lagi gairah untuk beranjak dari ranjangnya, seakan-akan seluruh tubuhnya tidak bisa di gerakkan.
"bik, Tasya uda makan? ". hans berjalan menuju dapur
"belum tuan,nona selalu menolak untuk makan".
"ya sudah bik,biar aku saja yang memberinya makan".
hans masuk ke dalam kamar tasya, hans melihat tasya duduk di atas ranjang kamarnya dan termenung.
" apa yang kamu lakukan,istirahatlah dan makan ini". hans memberikan sepiring bubur dan segelas susu.
"aku bisa sendiri hans,kamu tidak perlu memperhatikanku". jawab tasya dengan nada lemah.
"kamu jangan salah paham, aku tidak ada rasa sedikitpun perhatian terhadapmu".
"segitu besarnya rasa bencimu kepadaku, sanggup kamu hans berkata seperti itu,aku ini kamu anggap apa? ". sambung tasya sambil melihat ke arah hans
"aku hanya saja belum bisa menerima kehadiranmu".hans duduk di sofa
"apa semua ini salahku hans, kamu yang memaksa aku untuk menikah dengamu,tapi kamu memperlakukan ku seperti hewan". kali ini tasya mengungkapkan perasaan nya di depan hans.
"sudahlah, tidak ada gunanya untuk dibahas".
"aku lelah hans, aku sangat lelah menerima semua kebencianmu, aku berusaha menerima hidupku yang tiba-tiba berubah, aku meyakinkan diriku untuk sanggup menerima ini semua tapi aku udah gak sanggup hans, aku tinggal sendiri di Jakarta, aku sebatang kara disini,aku juga tidak tau dimana orang tuaku, tapi dengan gampang nya kamu menyuruh ku pergi ke orang tua ku yang ntah dimana". tasya terisak menangis tidak bisa menahan kesedihannya.
"aku harus gimana hans agar kamu tidak membenciku, aku bukan tempat pelampiasan amarahmu, aku bukan barang yang mudahnya kamu gunakan sesukamu".
hans hanya bisa terdiam mendengar semua ucapan tasya.ada sedikit penyesalan di hati hans.mengapa dia tidak mencari tau dulu tentang tasya, dan dia sadar selama 2 minggu ini dia sudah mengabaikan tasya.hans juga merasa,dia tidak pantas melampiaskan emosi pada tasya yang tidak berasalah.
tapi lagi-lagi hati nurani hans tertutup oleh egonya,yang tidak bisa melihat kesalahannya sendiri.
"baik hans, aku akan pergi ke orang tuaku".tasya bangun dari duduknya dan dia merasa masih pusing.
"tunggu tasya".tiba-tiba hans memegang tangan tasya dan menarik ke pelukkannya
"aku minta maaf ,aku terlalu egois". ini pertama kalinya kata maaf keluar dari mulut hans
dan entah apa yang membuat fikiran hans cepat berubah, entah itu pura-pura atau sungguhan.
"ini semua salah ku,aku mengabaikan mu,tapi aku belum bisa sepenuhnya menerima mu".
"aku harap kamu... ".hans merasa ada yang aneh,tubuh tasya terasa lemas dan tidak bergerakan
"tasya..tasya...tasya". hans trus memanggil nama tasya
tasya pingsan di pelukkan hans, hans menggendong dan menaruhnya di ranjang.
maafkan aku Tasya, aku akan berusaha menerimamu walaupun belum sepenuhnya.
*****
satu bulan kemudian...
kehidupan rumah tangga Tasya dan hans sedikit ada perubahan. pelan-pelan keegoisan hans sedikit mencair. itu semua karena orang tua dan sahabat hans yang selalu menasehati hans.
mereka sudah mulai tidur di kamar yang sama. kerena mama hans datang dan tinggal bersama mereka seminggu yang lalu. Tasya sudah berhenti kerja di toko roti dan menjadi karyawan di kantor hans.
tapi itu membuat tasya tidak nyaman karena tasya bukan lulusan sarjana dan dia hanya lulusan SMA saja.
impian tasya menjadi seorang sekretaris pupus bersama keputusan bahwa dia tidak bisa melanjutkan kuliahnya.
tapi tasya selalu bersyukur dengan apa yang telah dia dapatkan. walaupun hanya sebagai pelayan toko.
****
perusahaan hans...
hans berjalan masuk ke perusahaan dan semua karyawan yang jumpa dengan hans memberi hormat.
"selamat pagi pak". ucap seorang karyawan
hans hanya membalasnya dengan sedikit menundukkan kepalanya.
hans terus berjalan menuju lift, tanpa sengaja dia berpapasan dengan Tasya dan karyawan lainnya. Tasya hanya menunduk diam dan hans sedikit melirik ke arah Tasya.
tasya tidak ingin membuat keributan atau gosip jika dia dekat-dekat dengan hans.
sebab di perusahaan Hans tidak ada yang tau kalau Tasya adalah istri hans. hanya beberapa sahabat dekat hans di perusahaan itu yang tau.
"hei bro". raka mengejutkan hans yang terdiam di depan lift.
"apaan sih kamu, tiba-tiba mucul". Hans melirik sinis ke raka.
keahlian Raka selain ahli binis,dia juga hobi menggali informasi tentang sahabatnya yaitu hans.
"koq gak kamu sapa istrimu itu hans".
hans hanya diam dan masuk ke dalam lift yang menuju ke lantai 10.dia menghiraukan semua perkataan raka, menurutnya perkataan raka tidak ada yang berfaedah, Raka hanya seorang yang suka bergosip.
"hans tunggu... ". hans meninggalkan raka dan terus berjalan.
ruangan kerja Tasya...
"eh tau gak, gosipnya pak hans sudah menikah". celetuk salah satu rekan kerja tasya
mendengar ucapan rekannya, Tasya terkejut dan hanya menatap layar komputer dimejanya.
"ahh yang bener aja, siapa yang bilang?". jawab karyawan lainnya
" wah,auto jadi nyonya besar cewek yang jadi istri pak hans,secara pak hans orang kaya,masih muda,ganteng,pinter lagi".
"sssttt itukan cuma gosip selama 3 tahun aku bekerja disini belum pernah dengar gosip apa pun tentang pak hans". sambung karyawan yang duduk sebelah tasya
"aku jadi pengen tau seperti apa itu cewek yang di gosipkan jadi istri pak hans, apa secantik nona nadia, hmmm mungkin saja tidak ya kan hahahahhaha".
tiba-tiba raka datang...
"hhmm hmmm ini kantor buat tempat gosip". raka yang berdiri di depan pintu sembari melihat karyawan yang berkumpul
raka melirik ke arah Tasya, dan Tasya membalas pandangan raka dengan senyuman, menandakan kalau Tasya baik-baik saja.
"tasya, bisa fotocopykan berkas ini dan ini sangat penting jangan sampai dilihat oleh orang lain. dan satu lagi jangan ada yang kurang".
"baik kak". tasya langsung pergi mengerjakan apa yang disuruh oleh kakak seniornya.
tradisi membully karyawan baru merupakan bukan hal yang baru, mereka selalu melakukan jika ada karyawan baru. kali giliran tasya korban dari rekan kerjanya.
tasya berjalan menuju mesin fotocopy yang berada di sudut ruangan. saat tasya sedang berjalan tanpa di sengaja tasya menabrak hans dan membuat dokumen itu jatuh berantakkan.
"aahhh... maafkan saya pak". tasya tidak melihat siapa yang ditabraknya, dia hanya sibuk mengambil dokumen yang berserakkan di lantai.
"lain kali hati-hati".
tasya merasa tidak asing dengan suara itu, dan dia mengangkat kepalanya.benar saja, bahwa dia telah menabrak hans.
hans ingin membantu tasya mengambil dokumen-dokumen itu, tapi tasya menolaknya dan mengisyaratkan agar tidak membantunya.
hans berdiri dan meninggalkan tasya, tasya hanya tidak ingin membuat keributan diperusahaan hans dan juga tidak ingin orang-orang menceritakannya.
tasya kembali ketempat duduknya dan beristirahat sebentar. saat tasya merebahkan badannya dikursi,tiba-tiba tasya dikejutkan dengan hentakan buku dimejanya.
"tasya, kenapa dokumen yang aku berikan tadi bisa kurang satu".
"tidak kak, semuanya lengkap".
"coba kamu lihat. kamu tau ini berkas sangat penting, akan diserahkan ke pak hans sore ini juga".
tasya hanya bisa menunduk dan merasa bersalah karena telah menghilangkan dokumen penting perusahaan.
"kenapa kamu diam tasya".
"ba..baik kak,aku akan mencarinya".
"cepat,aku tunggu sampai jam 6 sore ini. kalau tidak ketemu juga, kamu sendiri yang menjelaskan pada pak hans".
tasya langsung pergi mencari dokumen itu, dia mencari setiap sudut ruangan tapi tidak menemukannya.
ahh kemana harus aku cari. begitu luas kantor ini.
tasya terus mencari dan langkahnya berhenti dimesin fotocopy.
"akhirnya ketemu juga,syukurlah".
tasya melihat jam menunjukkan 17:30 sore,tasya cepat-cepat memberikan dokumen itu dan langsung pulang.
ko kebalik yang yang berusaha di peenikahan malah Tasya .Aneh banget kalo g kenal sebelumnya langsung mau diajak merit .Aku mah jd Tasya kabuur .
kemarin nekad naik bus tanpa sadar dia sudha menyakiti anaknya dalam bus, hanya memikirkan perasaannya dan org lain tidak memikirkan bayinya.
masalah datg juga karna kamu Tasya, terlalu naif dan bodoh
dari awal aja sok tegas dan marah, ya itu wajar krn dia tiba2 diajak menikah.
eh setelah menikah kok kelamaan naif dan bodohnya semakin meningkat, mau mau aja di tindak suami dan org lain apalagi mantan nya suaminya.
kemarin katanya mandiri dan tegar ehh krn Hans tidak peduli sama dia malah menyiksa dirinya sendiri, kan sdh diblg kan sama Hans kalau tidak membuka hatinya tp malah Tasya menyiksa dirinya sendiri. katanya mandiri ya urus saja dirimu jadi yg terbaik biar hubungan mu dan Hans mengalir saja yg penting kamu bisa urus diri sendiri dan bisa dibanggakan bukan mengemis perhatian dan cinta.
kok Tasya bego banget dari awal yaa.