[SEDANG HIATUS!]
Diana Xylaria, Gadis cantik yang ceria dan optimis, ternyata ada rahasia besar tentang dirinya yang bahkan dia tidak tau.
Hidupnya yang biasa saja tiba tiba terusik karena pertemuannya dengan CEO dari sebuah perusahaan besar, Rylan Axelion. Namun sayang, keduanya bahkan tak ingat telah menghabiskan malam bersama.
Ditengah badai perebutan kekuasaan di keluarga Rylan, serta tentangan dari wanita yang berkuasa, Rylan dan Diana harus terus berjuang agar bisa bersama.
Akankah mereka bisa bersama?
Dan Apa sebenarnya Rahasia kelam Diana?
Simak ceritanya di sini.
ﮩ٨ـﮩﮩ٨ـ♡ﮩ٨ـﮩﮩﮩ٨ـﮩﮩ٨ـ♡ﮩ٨ـﮩﮩـ٨ـﮩﮩ٨ـ♡ﮩ٨ـﮩﮩ٨ﮩﮩ٨ـ♡ﮩ٨ـﮩﮩ٨ـ
「 ✦ UPDATE SENIN DAN KAMIS ✦ 」
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lily Vey, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 7
Pagi hari di hotel Rylan.
Rylan menghela napasnya berat. Setelah menerima sebuah panggilan telepon, dia segera bersiap-siap. Ke mana? Kembali ke Negara Z.
"Rupanya tikus-tikus itu mulai berulah lagi. Lihat saja nanti, aku harus pulang secepatnya."
Rylan segera merapikan barangnya, dan setelah berpakaian rapi, dia menelepon seseorang.
"Sudah puas bermain, heh? Cepat, ikut aku kembali ke Negara Z, hari ini juga."
Suara lembut Calantha terdengar dari dalam ponsel. "Aku belum ingin pulang, masih mau main. Kau pulang saja duluan, mungkin sekitar seminggu-dua minggu baru aku kembali."
Tanpa banyak basa-basi, Rylan langsung memutus telepon.
'Ada yang aneh,' pikir Rylan. 'Dia yang selalu menempel, malah memisahkan diri. Dia pasti ingin buat masalah lagi.'
Rylan menyuruh agar seseorang mengawasi Calantha, terutama hubungannya dengan Diana dan Lion Group. Akhirnya pesawatnya sudah tiba, dan Rylan pun pulang, kembali ke Negara Z.
_
Keesokan harinya, aku sudah bersiap untuk pergi bekerja. Pakaianku rapi, tetapi pikiranku tidak. Pikiranku kacau, masih terngiang jelas kata-kata Calantha kemarin.
Aku sadar bahwa aku memang tidak berpengetahuan, dan mungkin, tak ada kemampuan yang mumpuni sama sekali. Aku hanya mengerjakan tugas yang umum, yang orang lain anggap itu 'mudah'.
Aku menghela napas, memikul tasku, dan berangkat ke kantor. Sesampainya aku di kantor, alangkah terkejutnya aku melihat wanita itu, Calantha. Dia ada di sana, sedang berbincang kecil dengan karyawan-karyawan yang tampak antusias dengan kehadirannya.
"Hai, Diana," Calantha menyapaku. Dia tersenyum manis, seolah tak ada yang terjadi kemarin.
"H-halo," aku tertunduk, segera melewatinya. Tapi tiba-tiba, seseorang bertanya pada Calantha.
"Kalian saling kenal?"
Dan di saat itulah, tanpa aku sadari, Calantha telah merangkulku dan menarikku ke sampingnya.
"Ya, kami sudah bertemu kemarin, di restoran dekat pusat kota itu." Calantha tertawa lebar.
"Kau makan di sana, Diana? Astaga, di sana kan mahal sekali... Apa makanannya enak?"
"T-tentu saja," aku menjawab kikuk.
Segera pergi, Diana. Aku tak bisa, aku tak bisa pergi dari sini... Pergi, sekarang juga. Dan entah dari mana keberanian itu datang, aku melepaskan tangan Calantha.
"Maaf semuanya, tapi aku masih punya pekerjaan. Aku harus ke atas lebih dulu." Aku tersenyum, segera melangkah pergi.
Calantha menatap kepergianku dengan wajah datar. Lebih mirip peringatan. Aku tetap melanjutkan langkahku menuju ruanganku, menyapa Direktur Katrina yang langsung menghampiriku dan memberitahu perihal kedatangan Calantha. Ternyata dia datang untuk mengecek kondisi perusahaan.
Aku hanya mengangguk, lalu duduk. Jantungku tiba-tiba berdebar. Entah dari mana kekuatan yang menggerakkan kaki dan tubuhku berasal. Tapi, baiklah, lupakan saja. Aku mulai bekerja.
Jam istirahat siang, Calantha masih asyik stay di kantor. Entah kapan dia akan pulang. Aku sedikit lelah dengan kehadirannya, mengingatkanku pada kejadian kemarin, ditambah lagi dengan huru-hara yang disebabkan oleh kedatangannya. Ya, rumor bahwa dia adalah kekasih CEO sudah mulai menyebar.
Banyak karyawan-karyawan yang, dengan kata lain, menjilat Calantha. Mereka pikir dengan begitu mereka bisa naik pangkat atau mendapat bonus tambahan? Sungguh menyia-nyiakan waktu.
"Diana? Kau masih sibuk?"
"Ini jam istirahat, Nona Calantha," aku menjawab.
"Oh, aku mungkin berpikir untuk mengajarimu sedikit bahasa Prancis, yah... secara gratis mungkin." Calantha tersenyum padaku.
Aku termenung sejenak. Apa maksudnya?
"Kenapa Diana butuh kursus bahasa Prancis?"
Aku tersadar dari lamunanku. "Tidak, terima kasih, Nona Calantha."
Aku segera naik kembali ke atas, mengurungkan niatku untuk membeli jajanan dari luar. Bahkan di lantai 2 pun, suara mereka masih terdengar jelas.
"Aku berasal dari keluarga Vixen di Negara Z, terhitung salah satu keluarga yang lumayan berpengaruh." Terdengar seruan takjub. "Sejak kecil, aku sudah dilatih untuk bersikap sebagai seorang bangsawan, dan itu tak mudah. Tapi hasilnya baik untukku."
Terdengar lagi suara rekan-rekanku yang terkesima.
"Tahu tidak, aku bahkan pernah diam-diam bolos di kelas attitude waktu dulu." Calantha tertawa, yang lain juga ikut tertawa kecil.
"Dan karena aku ada di sini sekarang, mungkin aku bisa mengajari kalian beberapa hal."
Rekan-rekan lain terkesima dengan ucapan Calantha. Lalu Calantha menjelaskan sederet peraturan dalam makan, minum, berjalan, berpakaian, bahkan untuk hal-hal sepele seperti duduk. Dan hingga sore hari, mereka masih asyik berbincang-bincang mengenai segala macam peraturan tidak perlu yang aku rasa dibuat hanya untuk mengekang orang.
Aku pun pulang ke rumah dengan santai. Semoga saja besok dia tidak datang lagi ke kantor.
ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ
Sementara itu, di Negara Z.
Rylan sedang duduk di meja perusahaannya. Hari sudah beranjak malam, tapi dia belum bergeser sedikit pun dari kursi kebesarannya.
"Ada pengkhianat di dalam sini. Kali ini mereka lebih berhati-hati. Awas saja orang-orang tua itu. Sampai saatnya nanti mereka akan kena batunya." Rylan bergumam pelan sambil memeriksa dokumen-dokumen penting.
Tiba-tiba sesuatu mengusik pikirannya, sesuatu yang tanpa dia sangka akan diingatnya kembali.
"Xena Nyxira. Ingat itu baik-baik."
Kepalanya sakit sekarang. Hanya itu kalimat yang diingatnya. Wanita itu, dengan tinggi sedang dan... Bayangannya segera kabur dari pikirannya.
"Vino!" Rylan berseru, memanggil asisten pribadinya.
Vino segera datang dengan langkah terburu-buru.
"Aku ingat namanya. Wanita itu, Xena Nyxira. Cari tahu informasinya, segera!"
"Baik, Tuan!" Vino pun pergi.
walaupun kepribadian xena kuat dan bisa diandelin, tapi bisa nyelakain kamu juga kalo gak terkendali 😖