Sebuah kisah menarik....☺☺👍👍
Rajab Ambarawa tidak bisa melupakan masa lalu yang ia cintai yaitu Sofia yang sudah tiada meninggalkan nya. dua tahun berlalu kehidupan Rajab harus berjalan lanjut yaitu menikah dengan Luna seorang model terkenal di kotanya. Keinginan Oma yang harus Rajab turuti.
Kemudian sang adik Sofia kembali ke keluarga nya dimana dirinya akan membalas kan dendam kematian kakaknya yang sudah tiada. tindakan Vendra mendekati Luna Calon istri Rajab untuk mencari tahu kebenaran yang ada untuk minta keadilan.
Pertemuan mereka akan memulai hal menarik saling selisih antara saudara dan pertemanan saling salah paham terutama pada Vendra, Elisa dan Kasih tiga wanita memiliki sifat Antagonis merebutkan keinginan dari Rajab dan Luna...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon as2357zzjdj, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 3 RAJAB AMBARAWA
Sebuah mobil hitam yang sudah hampir menabrak vendra kini memasuki gedung kantoran. Mobil nya berhenti terparkir dengan aman lalu keluar dari dalam tidak lupa menutup pintu mobilnya. Wanita sexy dengan wajah antagonis dia adalah Elisa Salazar Berusia 25 tahun. Elisa melangkah jalan untuk memasuki gedung kantor.
Di dalam kantor Rajab yang lagi duduk depan leptopnya terlihat sibuk dengan kerjaan kantor nya. Tidak lama fokus mengetik di leptop nya______?
Tok
Tok
Tok
Sebuah ketok kan pintu terdengar oleh Rajab.
Ceklit
pintu pun di buka dan____?
"Hei!! Rajab aku datang! ". Sahut Elisa dengan wajah sumringah tersenyum bahagia dengan bertindak anak yang manja.
Belum juga mengizinkan masuk sudah masuk saja ke ruang annya. Rajab merasa jengkel dengan sifat Elisa selalu seenaknya masuk ke ruangan di saat lagi fokus kerja.
Elisa memang wanita sangat menyukai Rajab sejak lama sudah berusaha mendekati dan mencoba menggoda Rajab, namun sayangnya Rajab sangat dingin dan datar setiap kali Elisa menggoda nya.
Sebenarnya Rajab tidak tertarik dengan Elisa. hati Rajab di penuhi oleh mantan calon istri nya yaitu Sofia. ia tidak pernah bisa membuka hati dengan siapapun.
"Rajab! bagaimana kita makan siang! kamu pasti belum makan kan!? ". Tanya Elisa mengoda Rajab sembari meraba tubuh pundak dengan tangan kanannya.
Rajab merasa risih dengan godaan Elisa, ia menghela nafas berat sembari tangan kanannya menyingkirkan tangan Elisa yang mencoba menggoda nya.
" Elisa!! saya belum lapar! sebaiknya kamu sendiri saja! ok! hari ini saya banyak kerjaan ". Ujar Rajab memperingatkan dengan nada lembut namun menegaskan pada Elisa
Ekpresi wajah Elisa seketika berubah menjadi kesel, bete, dirinya di campakkan oleh Rajab, ia merasa harga dirinya di rendah kan. Elisa bingung harus bagaimana caranya agar hati Rajab luluh padanya, sudah seribu cara ia lakukan namun tetap saja bersikap acuh dan menolak ajakannya.
Tampaknya rajab terus fokus dengan kerjaannya tidak menghiraukan ada nya Elisa yang masih berdiri terdiam di samping nya.
Berdering
Saat lagi fokus kerja, ponsel Rajab berbunyi, terlihat yang menelepon dirinya adalah Oma nya. Rajab mengambil ponsel di samping atas meja nya tidak berfikir panjang Rajab pun mengangkat telepon dari omanya dan menjawab____
"Hallo oma! ". Jawabnya sembari bangkit melangkah melewati Elisa yang hanya terdiam memperhatikan Rajab dengan ekpresi bete dan galau. Rajab meninggalkan ruang kerja sama Elisa di dalam ruangan nya itu.
*******
*******
Di rumah Ambarawa___
Tampaknya Rajab berdiri sendiri memandangi di luar kamar di balik jendela kaca di dalam kamar nya, kedua tangan nya sudah berada di dalam saku celana jin dengan pakaian baju kemeja putih satu kancing di leher nya di biarkan terbuka sedikit hingga terlihat dadanya yang gagah itu.
Sepertinya Rajab masih belum percaya dan tidak menyangka, setelah kehilangan orang yang ia cintai sudah tiada di dunia ini, sudah dua tahun berlalu dirinya masih terkalut atas kepergian Sofia. Tidak semudah yang di katakan orang lain, melupakan seseorang yang kita cintai butuh waktu yang lama untuk sembuh.
Bagi Rajab, Sofia adalah wanita yang baik dan seseorang paling berharga baginya. Sampai sekarang dirinya masih menyimpan perasaan untuk Sofia walaupun sudah di tinggal pergi.
"Rajab!! ". Sahut sang ibu melangkah mendekat pada anaknya yang lagi Kalut memandangi sebuah jendela kaca di luar. " ibu paham kamu masih belum bisa melupakan Sofia, tapi.. sampai kapan kamu terus seperti ini? Oma kamu! sepertinya ingin menjodohkan mu dengan Luna, kalau kamu terus seperti ini! ". Ucap ibunya dengan nada lembut pada Rajab
Wilda Norwegia berusia 40 tahun seorang wanita sebagai istri pertama dari sang suami memiliki seorang putra yaitu Rajab Ambarawa
Rajab berbalik memandangi wajah sang ibu dengan raut wajah sedih.
" biarkan lah.. ibu.. aku hanya mengikuti keinginan oma! ". Jawab Rajab murung melangkah mendekat ke kursi.
" apa kamu yakin?? ibu tidak ingin hidup kamu seperti ini!! ". Ibu Wildan berkata pada anaknya. Rajab pun duduk di kursi depan meja kerja nya.
" Ibu.. jangan di pikirkan, semua akan baik - baik saja, ok!! ". Rajab berkata untuk meyakinkan sang ibu yang selalu khawatir terhadap rajab.
Tok
Tok
Tok
Seseorang mengetok pintu saat mereka berdua sedang bicara
" Iya!! ". Panggil Rajab
Cklit
pintu kamar berlahan terbuka seseorang melangkah masuk ke kamar Rajab.
" maaf tuan! nyonya!! Oma menyuruh kalian ke meja makan, segera!! ". Ucap seorang wanita pembantu rumah
" iya.. bilang pada oma, lima menit lagi kami berdua akan ke meja makan! ". Minta Rajab untuk menyampaikan pada oma nya.
" baik tuan!! ". Balasnya berbalik melangkah pergi.
Tidak lama kemudian, Rajab bersama ibunya melangkah mendekat ke meja makan. Di meja itu sudah ada Oma nya duduk di kursi depan meja makan di samping oma, sudah ada seorang wanita cantik yaitu Luna bersama sang ayah nya, Om Johan yang lagi asik berbincang.
Rajab tarik kursi untuk sang ibu memberikan perhatian, setelah memperlakukan ibunya dengan baik, Rajab pun duduk di kursi depan meja.
Kini mereka semua sudah berkumpul di meja makan.
"Rajab!, kenalkan ini pak Johan beliau ingin bertemu dengan mu, sekaligus membawa anak perempuan nya yaitu Luna! ". Oma berkata pada Rajab memperkenalkan mereka padanya dengan senyum ramah pada mereka semua.
" oh, salam kenal Om johan ". Rajab Mengulurkan tangan kanan nya pada Johan di depannya itu.
mereka berdua pun saling berjabat tangan saling memperkenalkan diri mereka.
"saya sangat senang sekali bisa bertemu hari ini" ucap Johan senyum.
"tentu saja, bagaimana pun kita harus bicara secara kekeluargaan karena kita akan menjadi keluarga nantinya". Ujar oma pada Johan senyum senang
tampaknya rajab hanya terdiam di meja makan tidak satu kata apa pun di mulutnya, luna yang menyimak membicaraan mereka hanya tersenyum ramah terdiam duduk. Sama hal dengan ibunya rajab juga terdiam.
Setelah selesai acara makan malam kini Johan dan luna pamit pulang karena sudah larut malam, mereka cukup senang bisa makan bersama
"kalau gitu kami pamit dulu". Ucap Johan pamit pada keluarga rajab senyum ramah
"iya, silahkan, datang lah kembali!". Ucap oma
mereka berdua pun melangkah pergi meninggalkan rumah rajab.
Dengan bersamaan muncul lah seorang wanita cantik dengan pakaian gaun seksi dan rambut terurai panjang sepunggung. Terlihat wajah tegas di dia miliki terdapat antagonis .
Seketika mereka bertiga hanya menatap sinis kedatangan nya.
Wanita itu adalah adik tiri rajab bernama KASIH berusia 20 tahun, ia melangkah mendekat pada mereka bertiga yang hanya berdiri terdiam di ruang tamu.
"SIAPA DIA?". Tanya kasih dengan tatapan tajam dan bernada tegas
"KENAPA PULANG MALAM?" tanya balik oma dengan nada tegas pada cucunya yang baru saja pulang
mendengar perkataan omanya membuat Kasih sangat malas untuk menjawab. bukannya di jawab malah balik nanya. Kasih pun langsung bete terhadap omanya itu, di hadapannya. Ia memutar bola matanya, dengan reaksi malas dan kesel.
"OMA, TUA!!AKU NANYA LOH!!". Ujar Kasih sinis dengan raut wajah tengil dan menyinggung.
Omanya rajab pun terkejut dengan jawaban Kasih yang cukup kurang ajar, ia tersinggung dengan berkataan cucunya.