"Jangan dekat rawa itu!"
semenjak banyak yang meninggal karena memasang jebakan ikan di malam hari, rawa kecil itu di jauhi oleh banyak orang karena sudah banyak yang meninggal dunia.
Apa yang sudah terjadi?
Siapa penghuni rawa kecil itu?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon novita jungkook, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 03. langsung mencari
Sudah lima hari ini Pak Paimin menghilang dari pandangan mata para warga di sekitar sini, Bu Nur sudah bingung mencari dan para warga juga membantu mencari keberadaan Pak Paimin yang menghilang secara mendadak saja, banyak orang yang berpikir ke mana perginya pergi tua itu sehingga tidak bisa ditemukan sampai saat ini.
Arya dan Nolan yang mendengar kabar bahwa Pak Paimin menghilang dari desa ini maka mereka menjadi kaget, sebab malam itu mereka masih sempat bertemu dengan pria tua tersebut dan bertegur sapa juga, kalau ke mana dia pergi karena sampai sekarang belum ada kabar sama sekali dari orang yang sedang mencari.
Arya tak tinggal diam sehingga dia langsung mencari keberadaan pak Panji juga karena dia takut bila nanti terjadi sesuatu yang tidak baik, tahu sendiri terkadang desa mereka ini muncul sesuatu yang tidak biasa sehingga harus meninggalkan orang yang memahami tentang hal gaib seperti rombongan mereka itu, untuk jadi Arya sengaja langsung mencari ke tempat mereka terakhir bertemu kemarin.
Nolan tetap tidak percaya karena menurut dia tidak ada yang aneh dari rawa-rawa itu dan mereka juga sudah tiba di sana untuk merasakan sendiri tentang kehadiran sosok iblis penunggu rawa itu, Arya merasa curiga saja namun ternyata memang sama sekali tidak ada yang berbeda di rawa tersebut.
Namun saat mereka tiba di rawa itu memang sama sekali tidak ada energi yang berbeda dari arah sana, bahkan Karena untuk memastikan bahwa firasat nya itu tidak salah maka Arya masuk ke dalam rawa dan mencari apa saja yang ada di dalam sana terlebih dahulu.
"Ah terkadang dia juga sangat keras kepala seperti Purnama." keluh Nolan.
Nolan hanya berdiri di pinggir rawa Karena menurut dia memang sama sekali tidak ada yang aneh, yang ada di rawa ini hanya energi ular dan itu tentu saja energi dari mereka berdua sehingga Nolan sama sekali tidak merasa curiga bahwa itu adalah energi dari ular lain.
"Tidak ada apa-apa kan di sana?" Nolan agak berteriak kepada Arya.
"Ya, memang sama sekali tidak ada yang aneh di rawa ini." Arya mengangguk setuju.
"Bisa jadi Pak Paimin itu bukan hilang di rawa ini, kita hanya melihat dia mengambil perangkap ikan saja dan setelah itu kita tidak tahu dia pergi ke mana." jelas Nolan.
Arya menarik nafas panjang karena benar apa yang dikatakan oleh Nolan bahwa mungkin saja Pak Paimin bukan hilang di rawa ini, bisa jadi setelah dia pergi dari sini maka dia mencari tempat lain dan mungkin dia pergi di tempat yang tidak mereka ketahui sama sekali, terbukti ini sekarang mereka mencari di rawa dan tidak menemukan sedikit saja keanehan di tempat itu.
"Mau di bilang karena dia diculik orang juga tidak mungkin karena sudah tua seperti itu." Nolan berkata dengan pelan.
"Takut kalau mendadak saja Dia kena serangan jantung dan meninggal sehingga tidak ada yang tahu." cemas Arya.
"Ya kalau begitu sudah pasti dia meninggal dunia, pasti para warga juga bisa mencium aroma busuk dari bangkai." sanggah Nolan.
"Jadi ke mana dia pergi karena sudah sangat lama dan belum kembali juga?" Arya bertanya dengan nada yang begitu bingung.
"Kalau otak aku malah mengatakan bisa saja dia pergi ke sebuah tempat untuk mencari pesugihan." tebak Nolan dengan penuh percaya diri.
"Hooo karena kau adalah iblis pesugihan jadi otak kau itu selalu saja ke sana setiap ada orang hilang." sewot Arya kepada sang adik ular dia yang satu ini.
Nolan tertawa dan segera berjalan pergi mengikuti Arya yang meninggalkan rawa ini, dia berpikir demikian karena selama ini memang banyak warga yang menghilang dari rumah lalu kemudian datang ke goa untuk meminta pesugihan karena tidak sanggup hidup miskin sehingga terus mendapat hinaan dari para tetangga dan itu tentu saja Nolan sudah begitu hafal.
"Tapi rawa ini memang sangat adem dan juga nyaman." Nolan berkata serius sambil menatap ke sana kemari.
"Kadang yang adem dan juga nyaman itu adalah tempat mematikan." jawab Arya.
"Hahaaaaa tidak ada yang aneh dari rawa ini dan aku yakin tidak ada iblis menunggu rawa tersebut." Nolan berkata dengan sangat yakin.
Tanpa mereka sadari bahwa dari permukaan rawa muncul sebuah kepala dan mata merah menatap mereka, seringai keluar dari bibir siluman berduri itu karena dia memang satu ras dengan kedua ular tersebut sehingga dia sama sekali tidak menimbulkan energi lain ketika tadi Arya datang untuk mencari keberadaan dirinya.
"Hahaaaaa kali ini kalian akan bingung karena aku ada di ras yang sama." siluman berduri tertawa begitu senang.
"Terima kasih Purnama, berkat nama mu yang sangat tenar itu maka aku bisa datang ke tempat ini dan mencari makanan yang sangat banyak." ujar siluman berduri.
"Silahkan kalian cari sampai dapat karena itu tidak akan berguna sama sekali." siluman ular berduri itu berkata dengan penuh percaya diri.
Memang Arya dan Nolan tadi tidak bisa membedakan energi lain sehingga mereka hanya bisa merasakan energi ular saja, tanpa mereka ketahui bahwa itu ada energi ular yang lain namun mereka tidak sadar sehingga beranggapan bahwa itu adalah energi dari mereka berdua.
"Tapi ngomong-ngomong kok tidak ada orang yang memasang perangkat ikan lagi ya, aku sudah sangat lapar dan ingin memakan mereka." ular berduri menatap kesana kemari ingin mencari mangsa.
"Hah Ya sudah aku tunggu saja sampai dapat." siluman itu kembali masuk ke dalam air.
Sama sekali tidak akan ada yang menyangka bahwa rawa kecil itu telah menyimpan siluman yang sangat mematikan dan bisa menghabiskan seluruh warga yang ada di sini, tentu ini semua sangat mengerikan untuk para warga namun mereka masih belum menyadari tentang kehadiran makhluk tersebut karena rawa itu juga sangat kecil sekali.
Wuuusssh.
Wuussssh.
Yang lebih penting lagi terkadang ada juga orang yang pacaran di pinggir rawa itu untuk menikmati suasana malam, terutama untuk yang tidak memiliki dana maka mereka memilih untuk membeli jajan sedikit saja dan duduk di pinggiran rawa tersebut, bila tidak kuat iman maka mereka pasti akan bersetubuh juga di pinggiran sana.
Kalau sudah seperti itu maka hanya akan menjadi makanan dari siluman ular berduri itu saja, namun untuk beberapa waktu terakhir ini masih ada batasan untuk dia karena siluman berduri itu juga takut bila nanti cepat ketahuan oleh ratu ular yang menguasai kawasan desa ini.
Selamat pagi semua para pembaca cerita author Novita Jungkook, jangan lupa like dan komentar kalian semua buat cerita author ya.
minta pendapat kalian dong sekalian, tumbal pengantin kan udah 80 bab itu, mau selesai atau kalian mau tambahan bab bonus?
aneh betul dia
naferia curiga SMA siapa ya🤔🤔
Nana jg kok bisa masuk lumpur bukan nya td menghajar melda🤔🤔