NovelToon NovelToon
BEAUTY

BEAUTY

Status: tamat
Genre:Selingkuh / Penyesalan Suami / Tamat
Popularitas:77.1k
Nilai: 5
Nama Author: Irma

Selalu dianggap jelek dan dihina oleh suami dan keluarganya, bahkan hingga diceraikan. Membuat Nadi Djiwa membalaskan dendamnya dengan merubah penampilannya, ia ingin membuat mantan suaminya menyesal karena telah menceraikannya, dan ia pun ingin merebut kembali perusahaan yang ia rintis dari nol.

Akankah Nadi berhasil membalaskan dendamnya? Cerita selengkapnya hanya ada di novel Beauty - NovelToon.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Irma, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 7

Sejak kedatangannya ke kantor Nadi, Alyssa jadi sering menanyakan soal Nadi. Hal itu membuat Aaron mengundang Nadi untuk makan malam ke rumahnya.

Nadi menerima undangan makan malam itu dengan senang hati, ia bahkan menyiapkan hadiah special untuk Alyssa. Meski Nadi sendiri tak yakin apakah Alyssa belum punya mainan tersebut atau Alyssa akan menyukainya, tapi yang jelas Nadi tak ingin datang dengan tangan hampa.

Setelah mentouch up ulang make upnya, Nadi meraih tas dan paper bag berisi mainan untuk Alyssa, ia bergegas keluar dari ruang kerjanya. Baru saja ia membuka pintu, Lala sudah ada di depannya, yang kemungkinan gadis itu ingin masuk dan menemui Nadi.

Lala mengulurkan sebuah paket yang di bungkus kertas tipis. "Ada paket untukmu."

"Terima kasih," Nadi menerima dan langsung merobeknya ketika Lala sudah pergi. Selama beberapa menit Nadi terdiam mengamati sebuah undangan pernikahan Surya dan Cindy. Jadi benar anak yang di kandung Cindy anaknya Surya, dan Surya sama sekali tak mandul.

Berita kehamilan Cindy sudah santer ia dengar selama beberapa hari belakangan ini, awalnya ia tak begitu percaya jika bayi itu adalah anaknya Surya. Namun setelah melihat undangan tersebut, Nadi jadi agak sedikit percaya bahwa bayi dalam kandungan Cindy merupakan anak Surya, sebab mana mungkin Surya mau menikahi wanita yang hamil dengan pria lain.

Nadi menghela napas beratnya, kemudian ia memasukan undangan itu ke tasnya dan melangkah keluar kantor. Aaron yang subuk menyiapkan makan malam untuk mereka tak bisa menjemput Nadi di kantornya, sehingga ia menyuruh supirnya untuk menjemput Nadi.

Pohon‐pohon besar yang rindang tumbuh mengelilingi rumah mewah Aaron, dindingnya dicat putih bersih, pilar bergaya Corinthian tegak menjulang di bagian depan, tiga pilar di setiap sisi pintu depan. Pilar-pilar itulah yang menyangga lantai dua rumah dengan teras yang luas di sekelilingnya. Nadi yakin banyak orang yang terpukau dengan keindahan dan kemewahan rumah tersebut, tak terkecuali dirinya.

Mobil yang membawa Nadi berhenti di halaman yang berbatu-batu, yang dibentuk melingkar di depan rumah. Sejenak Nadi kembali mengagumi rumah tersebut, baru kemudian ia turun setelah sang ajudan dari tuan rumah membukakan pintu mobil untuknya.

Baru saja Nadi melangkah di teras, ia mendengar suara teriakan yang memanggil namanya. "Aunty Nadii....." Bocah kecil berusia empat tahun itu berlari menyambut kedatangannya, di ikuti oleh pengasuhnya dari belakang yang nampak khawatir kalau-kalau sang nona kecilnya terjatuh, maka ia terancam kehilangan pekerjaannya.

Beberapa detik kemudian Alyssa sudah berada di pelukan Nadi. "Welcome home, Aunty." Bocah itu nampak bersuka cita menyambut kedatangannya.

"Terima kasih atas undangannya, Princess cantik." Nadi mengulurkan paper bag ke arahnya. "Aunty bawakan hadiah untukmu, semoga kamu suka ya."

Alyssa melongok ke dalam paper bag yang di berikan untuknya, matanya berbinar-binar ketika mengetahui Nadi memberikan lego disney edisi terbaru Toy Story. "Oh my God, dari mana Aunty mendapatkannya? Minggu lalu Papa mencarikannya untukku tapi tidak dapat, kata Papa di semua store resmi Disney sudah habis."

Nadi tersenyum lega, karena Alyssa menyukai hadiah pemberiannya dan bocah itu juga belum memilikinya. Nadi sendiri memang penyuka Toy Story sehingga begitu mendengar kabar Disney akan mengeluarkan lego seris Toy Story, ia akan langsung memesannya, tak peduli meski harus menguras isi dompetnya. "Ada deh," jawab Nadi sembari tertawa." Bagaimana kalau kita merakit bersama lego ini?" Sudah lama sekali ia mendabakan bisa merakit lego bersama anaknya, meski Alyssa bukan anaknya tapi setidaknya Alyssa bisa menjadi obat di tengah kesedihannya karena tidak bisa memiliki keturunan.

"Ayo Aunty kita rakit legonya.." Alyssa bersorak riang, ia menggandeng tangan Nadi masuk ke rumahnya.

Sambil berjalan memasuki kediaman Alyssa, Nadi menoleh ke kanan dan ke kiri mencari sosok Aaron. "Sepi sekali, Papamu di mana sayang?" Belum sempat Alyssa menjawabnya Aaron sudah berdeham di belakang Nadi, hal itu membuat Nadi terkejut dan salah tingkah.

"Sebelum merakit lego, kita makan dulu yuk!" Aaron datang dengan apron yang menggantung di lehernya, sungguh apron itu menambah daya tarik duda satu anak itu. Nadi langsung membuang wajahnya untuk menghilangkan rasa gugupnya.

"Ayo Aunty," Alyssa sudah berhambur ke gendongan Papanya.

Nadi mengangguk, mengikuti Aaron dan Alyssa ke dapur sembari bercanda dengan bocah itu. "Maaf ya, tadi aku tidak sempat menjemputmu," Aaron menghidangkan steak ke piring Alyssa, kemudian ke piring Nadi.

"Tidak apa-apa, Pak Aaron. Tadi supir anda sudah menjemputku." Nadi yang melihat Alyssa kesulitan memotong daging, langsung berinisiatif membatunya.

"Panggil nama saja kita kan sedang tidak di kantor, lagi pula kita kan dulu teman satu kelas."

Ya, sewaktu SMP Nadi, Aaron dan Sofia merupakan sahabat baik. Memasuki jenjang SMA Aaron di paksa masuk ke sekolah militer dan begitu lulus kuliah di luar negeri, sementara Nadi dan Sofia terus bersama hingga kini. Mereka baru bertemu kembali saat Sofia dan Nadi berhasil memenangkan tender di perusahaan Global Group. Komunikasi yang terputus sejak lama dan di tambah Aaron yang sudah terlebih dahulu berkeluarga membuat persahabatan mereka terasa canggung.

Nadi menganggukan kepalanya. Makan malam terasa hangat dan ceria di iringi tawa dan canda Alyssa. Selesai jamaah maghrib ketiganya mulai merakit lego yang di bawa Nadi khusus untuk Alyssa. Suasana semakin seru ketika mereka bermain peran sebari menyusun lego. Nadi berperan sebagai Jessie, Alyssa berperan sebagai Buzz dan Aaron berperan sebagai Sid Philips sang antagonis utama yang menyebalkan.

Aaron menyerah jetika ia di serang oleh dua wanita yang super tangguh. "Aku menyerah..." ia menghempaskan tubuhnya ke karpet, hal itu menimbulkan gelak tawa Alyssa dan Nadi.

Satu jam kemudian suasana hening menyelimuti ruang keluarga kediaman Aaron, saat Alyssa tertidur di pangkuan Nadi. "Biar aku tidurkan di kamarnya," perlahan Aaron membopong tubuh Alyssa dan membawanya ke kamar.

Sementar Nadi merapihkan lego yang bertebaran di ruang keluarga, selesai merapihkan lego, ia menunggu Aaron di ruang tamu agar begitu Aaron menghampirinya, ia bisa langsung pulang.

Saat masuk tadi Nadi tak begitu memperhatikan pajangan di ruang tamu kediaman Aaron, ia terkejut ketika melihat sebuah mereka bertiga (Nadi, Aaron dan Sofia) sewaktu SMP terpajang di sudut meja.

"Kau masih ingat dengan foto itu," kedatangan Aaron yang begitu tiba-tiba lagi-lagi mengejutkan Nadi.

"Saat kita bolos pelajaran sejarah," Nadi sama sekali tak lupa dengan kejadian itu. "Kau yang selalu mengajak kami bolos setiap kali pelajaran sejarah."

Aaron tertawa karena ternyata Nadi sama sekali tak lupa dengan kejadian yang sudah hampir sebelas tahun berlalu. "Kau sama sekali tidak berubah, Die. Kau tetap mengagumkan dan cerdas seperti pertama aku mengenalmu," Aaron menatap Nadi lekat-lekat.

"Kau masih ingat dengan ceritaku beberapa hari yang lalu saat di kantormu?"

"Soal ibunya Alyssa?" Nadi mencoba menebaknya.

"Ya, soal aku mencoba belajar untuk mencintainya namun tak bisa. Karena sampai sekarang aku mencintai wanita dalam foto itu dari sejak aku pertama jumpa dengannya."

Nadi menoleh kembali ke foto mereka bertiga. "Sofia?"

"Dirimu."

Nadi terdiam cukup lama, ia masih mencerna apa yang terjadi. Mengapa undangan makan malam berubah menjadi acara mengungkapkan perasaan?

Aaron tertawa kecil. "Enggak perlu kamu jawab sekarang, Die. Aku tahu kau masih butuh waktu untuk sendiri, lagi pula menerima pria yang sudah memiliki anak, bukan hal yang mudah," ia berjalan ke arah pintu depan dan membukanya. "Mari aku antar pulang," Aaron mempersilahkan Nadi untuk keluar terlebih dahulu.

1
Yunerty Blessa
Nadi bertemu dengan Aaron.. sungguh pilihan yang tepat..
Yunerty Blessa
akhirnya semua bahagia.... sungguh sebuah karya yang mantap walaupun singkat... makasih banyak kak thor 😘❤️
Yunerty Blessa
tahniah buat kehamilan Nadi dan Sofia
Yunerty Blessa
Nadi belum percaya kalo dia hamil..
Yunerty Blessa
semoga Nadi cepat hamil....biar dia buktikan bukan Nadi yang mandul melainkan Surya....
Yunerty Blessa
bahagia selalu Aaron dan Nadi
Yunerty Blessa
benar apa yang dikatakan oleh Cindy
Yunerty Blessa
syukur Surya bagi tumpangan kalo tidak tidur di bawah kolong jembatan
Yunerty Blessa
aduh gagal lagi... apakah kejutan buat Nadi setelah menikah dengan Aaron
Yunerty Blessa
syukur lah hati Nadi terbuka kembali untuk menerima Aaron dan Alyssa
Yunerty Blessa
Alyssa sakit kerana merindukan mu Nadi
Yunerty Blessa
kasian sekali nasib mu Cindy... apakah Surya dan Cindy sudah berpisah
Yunerty Blessa
kau kan bisa berbicara berdua tentang diri mu.... jangan terus putuskan..
Yunerty Blessa
balasan buat keluarga kalian....
Yunerty Blessa
sabarlah Aaron....bagi Nadi waktu
Yunerty Blessa
terima lah hakikat nya..
Yunerty Blessa
tapi Nadi tidak semua lelaki seperti Surya
Yunerty Blessa
percaya saja Aaron....Nadi bisa menyelesaikan masalahnya dengan Surya
Yunerty Blessa
kena kau Surya.... rasakan 🤣😏
Yunerty Blessa
seperti nya Aaron mulai bucin
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!