Maya dikhianati, difitnah, dan dibunuh oleh anak angkat yang direbut kasih sayang serta hartanya. Saat keluarganya sadar dan meminta maaf, semuanya sudah terlambat.
Namun Maya terbangun sebagai Chelsea putri kesayangan seorang penguasa yang ditakuti. Di kehidupan baru ini, ia dicintai dan dilindungi sepenuh hati. Musuh masih mengancam, tapi Maya tidak lagi lemah. Dengan pengalaman masa lalu dan kekuatan yang baru, ia bangkit untuk melawan kejahatan dan melindungi keluarga barunya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ocha Via, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Ruangan Bawah Tanah Yang Menyimpan Segala Rahasia
Bab 24
Tangga yang menuju ke ruangan bawah tanah itu terbuat dari batu bata yang tua dan licin karena lembap. Setiap langkah yang kuambil terasa semakin dingin semakin gelap dan semakin sunyi seolah olah aku sedang berjalan turun ke tempat yang jauh dari jangkauan dunia tempat orang orang hidup dengan jujur dan berhati nurani. Di ujung tangga ada sebuah lorong yang panjang di ujung lorong itu terlihat cahaya yang samar samar bergerak gerak seolah olah ada orang yang sedang membawa lampu atau senter berjalan bolak balik di sana. Aku berjalan perlahan menyusuri lorong itu dengan menempelkan tubuhku ke dinding batu yang dingin dan kasar agar tidak terlihat dari kejauhan.
Semakin dekat aku berjalan semakin jelas terdengar suara suara orang yang sedang berbicara dan memindahkan kotak kotak kayu yang berat satu sama lain. Aku sampai di sudut lorong yang berbelok tajam dan dari balik dinding batu yang menonjol ke depan aku bisa melihat dengan jelas apa yang sedang terjadi di ruangan besar yang berada di hadapanku. Ruangan bawah tanah itu jauh lebih besar daripada yang aku bayangkan dindingnya terbuat dari batu bata yang kokoh dan di sekeliling dinding itu berdiri rak rak kayu yang sangat panjang dan tinggi yang penuh dengan tumpukan berkas berkas kotak kotak dokumen dan benda benda berharga yang diambil dari rumah rumah korban kelompok ini selama bertahun tahun. Di tengah ruangan itu ada meja panjang yang penuh dengan peta peta kota daftar nama nama keluarga yang menjadi sasaran dan rencana rencana yang belum sempat dilaksanakan.
Ada beberapa orang yang sedang sibuk memindahkan kotak kotak itu ke arah sebuah pintu lain yang berada di sisi lain ruangan yang kemungkinan besar terhubung dengan jalan keluar rahasia yang tidak diketahui oleh siapa pun di luar sana. Vanessa berdiri di dekat meja panjang itu sambil memegang selembar peta yang terlihat sangat penting dan pria berwajah penuh bekas luka yang memimpin kelompok itu berdiri di dekat pintu keluar sambil memerintahkan orang orangnya untuk bergerak lebih cepat dan tidak meninggalkan apa pun yang bisa menjadi bukti kejahatan mereka. Waktu yang tersisa tinggal sedikit lagi. Jika mereka berhasil membawa semua ini pergi maka akan sangat sulit bagi kami untuk membuktikan segala kejahatan yang telah mereka lakukan dan mereka akan mulai lagi di tempat lain dengan nama yang berbeda dan wajah yang berbeda untuk menipu orang orang yang tidak bersalah di tempat yang baru.
Aku segera mengeluarkan alat komunikasi kecil yang kubawa dan memberi tahu Kakak Arka serta Kakak Dika tentang apa yang sedang terjadi di bawah tanah ini. Aku memberi tahu mereka bahwa mereka sedang memindahkan bukti bukti penting melalui pintu keluar lain yang tidak ada di peta yang kami miliki dan meminta mereka untuk segera mengirim bantuan untuk menutup jalan keluar itu sebelum semuanya hilang dari jangkauan kami. Setelah pesan itu terkirim aku tidak berani bergerak sedikit pun dan tetap bersembunyi di balik dinding batu itu sambil terus memperhatikan setiap gerak gerik mereka dan mencatat setiap hal penting yang bisa aku lihat dari tempat persembunyianku. Aku melihat daftar nama nama keluarga yang menjadi sasaran berikutnya tertulis di atas selembar kertas yang tergeletak di sudut meja dan aku berusaha mengingat setiap nama itu dengan sekuat tenaga agar bisa segera memperingatkan mereka begitu aku bisa keluar dari tempat ini dengan selamat.
Tiba tiba salah satu orang yang sedang memindahkan kotak itu menjatuhkan sebuah benda keras ke lantai yang berbatu dengan bunyi yang sangat keras yang bergema ke seluruh penjuru ruangan bawah tanah itu. Semua orang terdiam seketika dan menatap ke arah bunyi itu berasal. Vanessa menoleh tajam ke arah sudut tempat aku bersembunyi dan matanya menajam seolah olah ia melihat sedikit saja bayangan tubuhku yang tersembunyi di balik dinding batu itu. Ia berjalan beberapa langkah ke arahku sambil berteriak dengan suara yang penuh ancaman siapa yang bersembunyi di sana? Keluar sekarang juga atau aku akan memastikan kau tidak pernah bisa keluar dari tempat ini hidup hidup. Jantungku berdegup sangat kencang namun aku tetap berdiri diam menahan napas dan berdoa agar ia tidak benar benar melihatku.
Pemimpin kelompok itu berteriak dengan suara yang menggelegar cukup Vanessa tidak ada waktu untuk hal hal yang tidak penting. Biarkan saja itu mungkin hanya tikus atau batu yang jatuh sendiri. Kita harus pergi sekarang sebelum ada yang datang. Mendengar itu Vanessa berhenti melangkah namun ia masih menatap tajam ke arah tempat persembunyianku seolah olah ia tahu bahwa aku ada di sana namun tidak berani memastikannya saat itu juga. Ia berbalik perlahan dan kembali membantu memindahkan kotak kotak yang tersisa ke arah pintu keluar rahasia itu. Mereka bergerak semakin cepat dan semakin terburu buru menyadari bahwa waktu mereka semakin menipis setiap detiknya.
Tidak lama kemudian terdengar suara kendaraan yang berhenti di atas tanah diikuti suara langkah kaki yang banyak berlari menuju ke arah gedung tua itu. Suara itu terdengar jelas sampai ke ruangan bawah tanah yang dalam itu. Pemimpin kelompok itu berhenti bergerak seketika dan menengadah ke atas dengan wajah yang berubah pucat. Mereka datang. Cepat bawa semuanya pergi lewat pintu samping yang lain sekarang juga! Ia berteriak kepada orang orangnya sementara ia sendiri berjalan mundur menunjuk ke arah pintu keluar yang lain yang lebih kecil yang tersembunyi di balik tirai kain tebal di sudut ruangan. Vanessa berusaha mengikutinya namun tiba tiba ia berhenti dan menoleh sekali lagi ke arah tempat persembunyianku dengan tatapan yang penuh kebencian dan janji yang mengerikan sebelum ia menghilang di balik tirai kain itu mengikuti jejak pemimpin kelompok itu.
Segera setelah mereka semua pergi dari ruangan itu aku keluar dari tempat persembunyianku dan berlari ke arah meja panjang itu mengambil daftar nama nama keluarga yang menjadi sasaran dan beberapa berkas yang paling penting yang belum sempat mereka bawa pergi. Aku tidak bisa membawa semuanya namun aku mengambil apa yang paling penting dan paling dibutuhkan untuk menyelamatkan orang orang yang masih bisa diselamatkan. Tepat saat aku menyimpan berkas berkas itu di dalam tas kecil yang kubawa aku mendengar suara langkah kaki yang turun dari tangga di atas kepalaku. Kakak Arka dan bantuan yang datang bersama pihak berwenang akhirnya tiba di ruangan bawah tanah itu. Mereka berlari masuk ke dalam ruangan dengan lampu yang menyala terang menerangi seluruh ruangan yang penuh dengan rak rak kayu dan tumpukan dokumen yang tersisa di sana.
Mereka memelukku dengan lega yang mendalam sambil berkata syukurlah kau selamat. Namun wajah Kakak Arka segera berubah menjadi serius saat ia melihat pintu keluar rahasia yang terbuka lebar di sudut ruangan itu. Mereka lewat sana. Kami akan segera mengejar mereka. Namun aku menggelengkan kepalaku dan berkata dengan napas yang masih terasa berat mereka sudah pergi beberapa menit yang lalu dan mereka sudah menyiapkan jalan pelarian yang rapi sejak lama sekali. Sangat sulit untuk mengejar mereka sekarang. Namun aku membawa daftar nama nama keluarga yang menjadi sasaran mereka dan beberapa dokumen penting yang belum sempat mereka bawa pergi. Kita tidak bisa menangkap mereka hari ini namun kita bisa mencegah mereka menyakiti orang orang lain yang tidak bersalah.
Kami membawa semua dokumen yang tersisa dari ruangan bawah tanah itu kembali ke rumah dengan hati yang campur aduk antara rasa lega karena berhasil menemukan tempat persembunyian utama mereka dan rasa kecewa karena pemimpin kelompok itu dan Vanessa berhasil melarikan diri sekali lagi. Namun kami tahu bahwa kali ini mereka tidak bisa membawa semua yang mereka miliki dan mereka kehilangan banyak sekali dokumen penting yang akan menjadi senjata kami untuk menghancurkan jaringan kejahatan mereka dari jauh. Mereka mungkin berhasil melarikan diri namun mereka tidak lagi memiliki kekuatan yang sama seperti sebelumnya. Raksasa yang mereka bangun selama bertahun tahun akhirnya jatuh namun kepalanya masih hidup dan masih bisa menggigit jika kami tidak tetap waspada.
Malam itu aku menuliskan segala hal yang terjadi di ruangan bawah tanah itu ke dalam buku catatanku yang tebal itu. Aku menuliskan bahwa rahasia yang tersembunyi di bawah tanah itu akhirnya terungkap ke permukaan namun orang orang yang menyimpannya berhasil lari ke tempat yang lain. Aku menuliskan bahwa pertarungan ini belum berakhir dan bahwa Vanessa dan pemimpinnya masih hidup dan masih berniat jahat kepada kami. Namun aku juga menuliskan bahwa mereka tidak lagi bersembunyi di dalam kegelapan yang penuh rahasia. Kini kami tahu siapa mereka apa yang mereka inginkan dan bagaimana cara mereka bekerja. Selama kami tetap bersatu dan tetap saling menjaga satu sama lain mereka tidak akan pernah bisa lagi menyakiti siapa pun yang berada di dalam lingkaran perlindungan keluarga kami.
Bersambung...