Jatuh dari puncak kejayaan menjadi lelucon sekota dalam semalam, nasib Ye Xuan tampaknya telah berakhir. Namun, keputusasaan itu justru menjadi kunci pembuka rahasia kuno yang tertidur di dalam sebuah liontin tua. Di bawah bimbingan jiwa naga kuno, Ye Xuan mempelajari rahasia kultivasi yang menyimpang dari hukum langit. Dari turnamen kota kecil hingga medan perang antar benua, Ye Xuan menelan setiap rintangan dan kesengsaraan ilahi. Dunia menganggapnya sampah, namun ia akan membuktikan bahwa dirinya adalah penguasa sejati yang akan membelah surga.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bodattt, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 30: Gravitasi Purba dan Ujian Pertama
Sensasi teleportasi itu terasa seperti dilemparkan ke dalam mesin giling raksasa. Ketika cahaya ungu yang membutakan mata akhirnya mereda, Ye Xuan mendapati dirinya sedang meluncur jatuh dari langit dengan kecepatan yang mengerikan.
Angin yang menampar wajahnya terasa setajam silet, dan yang lebih mengejutkan, udara di sekitarnya terasa sangat kental, seolah-olah ia sedang tenggelam di dalam lautan lumpur.
"Sial, gravitasi di tempat ini... setidaknya lima kali lipat lebih berat dari dunia luar!" umpat Ye Xuan. Ia segera menyalurkan Dragon Qi ke kakinya untuk meredam momentum jatuh.
BOOOOOM!
Ye Xuan menghantam tanah berbatu yang keras, menciptakan kawah sedalam tiga meter. Debu tebal berhamburan. Jika ia tidak memiliki perlindungan Tulang Emas Primordial, kakinya pasti sudah patah menjadi serpihan. Meskipun tubuhnya utuh, ia masih merasakan nyeri yang menjalar di persendian lututnya.
Ia melompat keluar dari kawah dan mengibaskan debu dari jubah putihnya.
Pemandangan di sekelilingnya adalah sebuah hutan raksasa. Namun, pepohonan di sini tingginya mencapai ratusan meter dengan daun-daun berwarna ungu gelap dan abu-abu. Akar-akarnya menonjol keluar dari tanah berbatu, besar layaknya tubuh naga yang membatu. Langit di atasnya tidak berwarna biru, melainkan tertutup oleh kabut tebal berwarna senja kelabu yang memancarkan aura depresi kuno.
Ye Xuan mengambil napas panjang, berniat menyerap energi spiritual yang melimpah di udara.
Uhuk!
Baru satu tarikan napas, Ye Xuan terbatuk keras. Matanya memerah. Energi spiritual di tempat ini memang sepuluh kali lipat lebih padat dari Puncak Utama Awan Azure, namun energi itu sangat liar, bercampur dengan miasma beracun dan hukum ruang yang kacau. Meridiannya terasa seperti disayat oleh pasir besi.
"Jangan bertindak bodoh, Bocah!" bentak Master Naga di dalam lautan spiritualnya. "Ini adalah pecahan Benua Purba! Udara di sini dipenuhi oleh niat membunuh dari perang ribuan tahun lalu. Jika kau menggunakan Sutra Naga Pelahap Langit untuk menghisap udara ini secara sembarangan, kau akan meledak dari dalam!"
Ye Xuan buru-buru menekan pusaran di dalam dantian-nya. Ia menyeka sudut bibirnya yang terasa pahit.
"Jadi, aku tidak bisa menelan energi di tempat ini secara instan seperti di dunia luar?" tanya Ye Xuan dengan kening berkerut.
"Bisa, tapi butuh proses penyaringan yang sangat lambat," jelas Master Naga. "Kau baru saja mencapai Puncak Pembentukan Fondasi Awal dengan kecepatan yang tidak wajar. Tubuhmu butuh waktu untuk beradaptasi. Di alam ini, musuh terbesarmu bukanlah jenius dari sekte lain, melainkan lingkungan ini sendiri."
Benar saja, baru sepuluh menit Ye Xuan berjalan menyusuri akar pohon raksasa, ia sudah merasakan staminanya terkuras jauh lebih cepat. Menyeret tubuh dengan gravitasi lima kali lipat, ditambah harus terus mempertahankan perisai Qi tipis untuk menahan miasma beracun, membuat keringat mulai membasahi dahinya.
Tiba-tiba, telinga Ye Xuan menangkap suara gemuruh langkah kaki yang berat dari balik semak belukar berduri di depannya.
GRRRRRR...
Sebuah pohon dengan batang selebar tiga rentangan tangan manusia dewasa tumbang dengan suara retakan keras. Dari balik dedaunan raksasa yang jatuh, muncul sesosok binatang buas yang membuat mata Ye Xuan sedikit menyipit.
Itu adalah Beruang Penghancur Bumi Purba.
Ukurannya sebesar rumah kecil, dengan bulu berwarna abu-abu berbatu yang terlihat seperti zirah besi. Sepasang taringnya mencuat dari rahang bawahnya, dan matanya memancarkan kegilaan berdarah.
Fluktuasi Qi monster ini berada di tingkat Pembentukan Fondasi Awal, setara dengan Ye Xuan.
"Hanya Pembentukan Fondasi Awal? Ini akan cepat," gumam Ye Xuan. Ia menarik Tombak Besi Hitam seberat sembilan puluh ribu kati dari punggungnya. Karena gravitasi purba ini, tombaknya kini terasa seperti berbobot hampir setengah juta kati! Otot lengan Ye Xuan menegang keras untuk bisa mengayunkannya.
Melihat manusia kecil di depannya berani mengangkat senjata, beruang purba itu meraung marah dan menerjang maju. Setiap pijakannya membuat tanah bergetar.
Ye Xuan tidak mundur. Ia mengumpulkan kekuatannya dan mengayunkan tombaknya lurus ke arah tengkorak beruang itu.
Jurus Dasar: Tebasan Vertikal!
KLAAAAANG!!
Suara benturan logam yang luar biasa nyaring bergema di hutan purba. Bunga api berhamburan.
Mata Ye Xuan melebar karena terkejut. Alih-alih menghancurkan tengkorak monster itu, tombak besinya justru memantul keras ke atas! Kulit dan tulang beruang purba ini memiliki kepadatan yang tidak masuk akal, sangat jauh berbeda dengan Binatang Iblis modern yang pernah ia hadapi di luar sana.
Gaya pantul (rebound) yang dahsyat menjalar kembali ke lengan Ye Xuan, membuat telapak tangannya mati rasa dan memaksanya tergelincir mundur sejauh lima langkah, meninggalkan parit dalam di tanah berbatu.
"Pertahanan fisiknya gila!" Ye Xuan mengertakkan gigi.
Sebelum Ye Xuan bisa menyeimbangkan diri, beruang itu mengayunkan cakar raksasanya yang memancarkan Qi elemen tanah yang padat, menyapu lurus ke arah dada Ye Xuan.
Tidak ada waktu untuk menangkis dengan tombaknya yang berat. Ye Xuan segera mengaktifkan Seni Langkah Guntur Sembilan Bayangan.
BZZZT!
Cakar beruang itu menembus tubuh Ye Xuan, namun itu hanyalah bayangan ilusi yang terbuat dari petir. Sosok asli Ye Xuan muncul di sisi kanan monster tersebut, terengah-engah. Menggunakan teknik langkah tingkat tinggi di bawah tekanan gravitasi berat ini menguras nyaris sepuluh persen Qi di dantian-nya dalam satu kedipan mata!
"Jika aku memaksakan tenaga kasarku, staminaku akan habis sebelum monster ini mati," Ye Xuan menganalisis situasinya dengan cepat. Kesombongan karena mengalahkan Kakak Pertama sekte seketika menguap. Alam Rahasia ini benar-benar memberinya tamparan realitas.
Api Naga Gagak menyala di tangannya, menjalar ke bilah tombaknya. Namun, tertekan oleh miasma tebal di udara, nyala apinya menjadi redup dan sulit membakar dengan maksimal.
"Aku tidak bisa mengandalkan satu ayunan brutal. Aku harus memotongnya secara perlahan."
Beruang itu kembali menerjang, kali ini membuka rahangnya untuk menembakkan meriam batu dari mulutnya.
Ye Xuan kembali menggunakan Langkah Guntur. Ia bergerak secara zigzag, menghindari meriam batu yang menghancurkan pepohonan di belakangnya. Ia menyusup ke sudut buta (blind spot) monster itu, tepat di bawah perutnya.
Alih-alih mengayunkan tombak secara penuh yang memakan banyak tenaga, Ye Xuan menggunakan gagang ujungnya untuk menusuk dengan presisi mematikan, mengincar sendi kaki belakang beruang yang tidak tertutup zirah batu.
CRAAAK!
Beruang itu menjerit kesakitan. Serangan terkontrol Ye Xuan berhasil merobek tendon kaki kirinya, membuat monster raksasa itu kehilangan keseimbangan dan jatuh berlutut.
Memanfaatkan momentum itu, Ye Xuan melompat ke atas punggung beruang tersebut. Mengumpulkan seluruh sisa tenaganya dan menekan Api Naga Gagak tepat di ujung tumpul tombaknya, ia menghujamkan senjatanya lurus ke bawah, menembus bagian belakang leher beruang—satu-satunya titik di mana zirah batunya sedikit tipis.
BAMMMM!!
Hantaman itu menembus sumsum tulang belakang monster itu, mematikan sistem sarafnya seketika. Beruang raksasa itu ambruk ke tanah, menciptakan awan debu abu-abu.
Ye Xuan melompat turun. Ia menancapkan tombaknya ke tanah sebagai pegangan, napasnya memburu. Keringat membasahi seluruh tubuhnya. Pertarungan singkat melawan monster dengan level yang sama dengannya ini terasa lebih melelahkan daripada saat ia bertarung di arena sekte!
"Monster lokal ini benar-benar tangguh. Kepadatan energinya luar biasa," gumam Ye Xuan sambil mengatur napasnya. Ia mengulurkan tangan ke bangkai beruang itu, berniat menyerap esensinya menggunakan Sutra Naga Pelahap Langit.
Pusaran hitam berputar, menarik aliran Qi berdarah dari monster itu. Namun, tepat saat energi itu masuk ke meridian Ye Xuan, ia merasakan sensasi terbakar yang menjijikkan. Energi beruang purba ini dipenuhi dengan kotoran miasma dan kebencian kuno.
"Sudah kubilang," dengus Master Naga. "Kau tidak bisa langsung menelannya bulat-bulat. Alirkan energi itu melalui Api Gagak Emas-mu perlahan-lahan. Saring kotorannya, baru biarkan pusaran naga menyerap esensinya."
Ye Xuan harus duduk bersila selama satu jam penuh hanya untuk memurnikan energi dari satu ekor beruang Pembentukan Fondasi Awal. Hasil yang didapat memang sangat murni dan memperkokoh fondasinya secara signifikan, namun prosesnya terlalu lambat. Ia tidak bisa lagi mengandalkan metode "bunuh dan hisap secara instan" untuk leveling dengan cepat.
"Ini tidak akan mudah," Ye Xuan berdiri setelah selesai bermeditasi, matanya memancarkan kewaspadaan baru. "Kekuatanku di dunia luar bukanlah jaminan di tempat ini. Aku harus mencari tanaman spiritual murni atau warisan kuno, bukan hanya mengandalkan perburuan monster."