NovelToon NovelToon
Liontin Dewi: Jalan Sang Raja Obat

Liontin Dewi: Jalan Sang Raja Obat

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Mengubah Takdir / Dikelilingi wanita cantik
Popularitas:5.4k
Nilai: 5
Nama Author: Nissa Safira

Rizky Pratama adalah lambang kegagalan; hidup miskin, sering dipecat, dan selalu sial, sampai sebuah kecelakaan tragis merenggut segalanya. Namun, maut justru membawakannya keajaiban berupa Liontin Dewi yang menyatu dengan tubuhnya, memulihkan lukanya secara instan dan melambungkan kecerdasannya di atas rata-rata manusia. Lebih gila lagi, liontin itu memberinya kemampuan mengendalikan tanaman, dari mempercepat pertumbuhan, menemukan herba langka, hingga menciptakan varietas obat ajaib yang belum pernah ada sebelumnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nissa Safira, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 32

Langit di Pegunungan Selatan perlahan berubah menjadi gelap gulita tertutup awan mendung tebal.

Cahaya api unggun mulai menyala terang dari arah lembah tempat Kartel Taring Beruang mendirikan markas darurat mereka.

Rizky duduk berjongkok di balik batu tebing besar sambil memantau pergerakan para penjaga bersenjata di bawah sana.

"Bos, jumlah mereka ada sekitar lima puluh orang, semuanya bersiaga penuh memegang senjata laras panjang otomatis," bisik Bang Jali mendekat dengan merangkak.

"Mereka juga memasang lampu sorot di dekat mulut gua batu itu, sangat sulit untuk menyusup diam-diam masuk ke sana," tambah Udin dengan nada suara pesimis.

Rizky mengeluarkan botol kaca berisi serbuk hijau pekat dari sakunya dan memutarnya pelan dengan jemarinya.

"Aku tidak berniat menyusup diam-diam Udin, aku akan membuat mereka membukakan jalan untukku dengan sukarela," jawab Rizky tenang.

"Kalian berenam tetaplah di atas tebing ini dan jangan pernah turun apa pun yang kalian dengar nanti," perintah Rizky menatap tajam anak buahnya.

"Tutup telinga kalian rapat-rapat saat suara tembakan mulai terdengar dan jangan pernah mengintip ke bawah sana."

"Siap Bos Rizky, kami akan berjaga di sini dan mengamankan jalur evakuasi kita nanti," sahut Bang Jali patuh.

Rizky memakai kembali masker kainnya yang sudah dibasahi dengan air dari botol minum pribadinya.

Ia melompat turun dari tebing berbatu itu dengan gerakan yang sangat lincah dan nyaris tanpa suara langkah kaki.

Fisiknya yang sudah diperkuat oleh energi liontin membuatnya bisa bergerak gesit layaknya seekor macan kumbang di malam hari.

Hanya butuh waktu sepuluh menit bagi Rizky untuk merayap sampai ke balik semak belukar di pinggiran kamp kartel tersebut.

Tiga orang tentara bayaran sedang berdiri mengelilingi api unggun besar sambil menghisap rokok dan mengobrol dengan suara keras.

"Sialan, hutan ini benar-benar gila, separuh peleton kita habis dimakan tanaman monster tadi siang," keluh salah satu tentara bertubuh kekar.

"Jangan banyak mengeluh, Bos Besar bilang harta karun di dalam gua itu nilainya triliunan rupiah," balas temannya yang berwajah codet.

"Kalau kita berhasil membobol pintu batunya besok pagi, kita semua bisa pensiun kaya raya di luar negeri."

Rizky tersenyum di balik maskernya mendengar rencana serakah dari para penyelundup tanaman langka tersebut.

"Sayang sekali kalian tidak akan pernah melihat matahari terbit besok pagi Tuan-tuan," bisik Rizky sangat pelan.

Rizky mengambil segenggam serbuk kecubung halusinasi dari botol kacanya dan menimbang arah hembusan angin malam.

Angin kebetulan sedang bertiup cukup kencang ke arah tengah perkemahan yang dipenuhi tenda-tenda logistik besar.

SYUUT.

Rizky melemparkan serbuk hijau itu dengan lemparan melengkung yang sangat akurat tepat ke tengah kobaran api unggun utama.

BLAR.

Api unggun itu mendadak membesar dan warna apinya berubah menjadi hijau kekuningan yang sangat menyilaukan mata.

Asap pekat berbau manis langsung mengepul tebal dan tersapu angin menyebar ke seluruh penjuru kamp militer darurat tersebut.

"Uhuk uhuk, kayu bakar apa yang kalian masukkan ke dalam api itu bodoh? Baunya aneh sekali," tegur komandan kartel yang baru keluar dari tendanya.

"Kami tidak memasukkan apa-apa Komandan, apinya tiba-tiba berubah warna sendiri," jawab tentara kekar itu sambil terbatuk-batuk.

Asap berbau manis itu dengan cepat dihirup oleh puluhan tentara bayaran yang sedang bersantai maupun berjaga di sekitar kamp.

Hanya dalam hitungan tiga puluh detik, efek mematikan dari racun halusinasi itu mulai bekerja menyerang sistem saraf otak mereka.

Mata para tentara itu seketika memerah darah dengan urat-urat nadi yang menonjol keluar di pelipis dan dahi mereka.

"Aaaargh, mundur semuanya, tanaman monster itu datang lagi menyerang kamp kita," teriak tentara berwajah codet tiba-tiba menunjuk ke arah temannya sendiri.

"Apa yang kau bicarakan? Aku ini temanmu bodoh, turunkan moncong senjatamu sekarang," bentak tentara kekar yang ditunjuk tersebut.

Namun di mata tentara codet yang sudah terkena halusinasi parah, temannya itu terlihat seperti sulur berduri raksasa yang siap menelannya hidup-hidup.

DOR DOR DOR.

Rentetan tembakan senapan serbu langsung memecah keheningan malam pegunungan saat tentara codet itu menarik pelatuknya dengan kalap.

Tentara kekar itu tewas seketika dengan dada berlubang diterjang timah panas dari senjata temannya sendiri.

Suara tembakan itu langsung memicu reaksi berantai yang sangat mengerikan di seluruh penjuru perkemahan.

Semua tentara bayaran yang menghirup asap itu mulai melihat rekan-rekan mereka sebagai monster Kantong Semar pemakan manusia yang sangat mengerikan.

"Mati kau monster sialan, jangan berani mendekat ke arahku," raung komandan kartel sambil menembaki tendanya sendiri secara membabi buta.

DOR DOR DOR.

BAM BAM BAM.

Suara tembakan peluru tajam dan ledakan granat saling bersahutan mengubah markas rapi itu menjadi zona perang neraka dalam hitungan menit.

Para penyelundup elit itu saling membunuh dan membantai teman satu regu mereka sendiri tanpa ampun akibat rasa takut yang sama sekali tidak nyata.

Rizky berjalan keluar dari balik semak belukar dengan langkah santai dan melenggang tenang masuk ke tengah medan pertempuran berdarah tersebut.

Peluru-peluru nyasar berterbangan melewatinya, namun tak ada satu pun yang mengenainya berkat perhitungan langkah otaknya yang super presisi.

"Inilah kenapa orang serakah sangat mudah dihancurkan, ketakutan terbesar mereka selalu bersembunyi di dalam pikiran mereka sendiri," gumam Rizky menatap kekacauan itu dengan datar.

Ia berjalan lurus menuju mulut gua batu raksasa yang kini tidak lagi dijaga karena lampu sorotnya sudah pecah terkena peluru nyasar.

Pintu masuk gua itu ternyata tertutup oleh sebuah lempengan batu besar yang dipenuhi ukiran kuno yang tidak bisa dibaca oleh orang awam.

Rizky mengabaikan suara jeritan kematian para kartel di belakangnya dan menempelkan telapak tangannya ke permukaan batu ukir tersebut.

Tato liontin dewi di dadanya berdenyut sangat kencang, seolah memanggil pasangan sejatinya yang berada di balik batu tebal itu.

KREEEK.

Batu raksasa seberat puluhan ton itu tiba-tiba bergeser terbuka dengan sendirinya, memberikan jalan masuk eksklusif bagi sang pemilik energi sejati.

Rizky melangkah masuk ke dalam lorong gua yang gelap dan udara di sekitarnya seketika terasa sangat murni dan menyegarkan paru-paru.

Lorong gua itu dipenuhi oleh hamparan lumut bercahaya biru yang menempel di dinding, memberikan penerangan alami yang sangat indah.

"Aura energi di tempat ini jauh lebih padat dan tua daripada tanah spiritual di kebunku," batin Rizky kagum sambil terus berjalan menyusuri lorong panjang.

Di ujung lorong, terdapat sebuah ruangan gua raksasa yang sangat luas dengan sebuah kolam air jernih yang tenang di bagian tengahnya.

Di atas sebuah altar batu pualam putih di tengah kolam, melayang sebuah serpihan batu hitam yang memancarkan cahaya keemasan terang.

"Itu dia, pecahan liontin kedua yang memegang kunci untuk membuka ilmu alkimia tingkat dewa," ucap Rizky dengan mata berbinar-binar penuh ambisi.

Ia bersiap untuk melompat ke atas batu pualam itu, namun telinganya tiba-tiba menangkap suara dengusan napas yang sangat berat dari kegelapan.

GROAAAR.

Sebuah raungan keras yang menggetarkan seluruh dinding gua tiba-tiba meledak memekakkan telinga dari sudut ruangan yang gelap.

Rizky langsung melompat mundur secara refleks saat sebuah bayangan raksasa setinggi tiga meter melangkah keluar mendekati kolam air.

Itu bukanlah manusia atau hewan biasa yang berevolusi, melainkan seekor gorila raksasa yang seluruh tubuhnya terbuat dari anyaman akar pohon dan batu alam.

Mata gorila akar itu menyala merah menyala di dalam gua gelap, menatap tajam ke arah Rizky dengan penuh kebencian dan insting membunuh yang kental.

TING.

Kotak teks sistem holografis berwarna merah darah langsung muncul berkedip di depan wajah Rizky untuk memberikan identifikasi.

[Peringatan Sistem: Penjaga Gaib Hutan Larangan telah terbangun dari tidurnya.]

[Nama: Golem Akar Penjaga Suci. Tingkat Ancaman: Kematian Instan.]

[Catatan: Makhluk ini kebal terhadap semua jenis racun halusinasi biologis dan hanya bisa dikalahkan dengan kekuatan fisik serta kelicikan murni.]

Rizky tersenyum getir membaca deskripsi kebal racun tersebut, menyadari bahwa senjata andalan serbuk kecubungnya tidak akan berguna sama sekali di sini.

"Sistem ini benar-benar pandai membuat lelucon, menyuruhku adu jotos secara fisik melawan gorila batu sebesar ini?" rutuk Rizky mulai bersiap dalam posisi kuda-kuda bela diri.

Gorila raksasa itu memukul dadanya sendiri yang terbuat dari bongkahan kayu keras hingga menimbulkan suara dentuman seperti bedug perang.

BUM BUM BUM.

"Baiklah monyet akar raksasa, mari kita buktikan malam ini apakah otak manusia bisa mengalahkan otot gaibmu," tantang Rizky tanpa menunjukkan rasa takut sedikit pun.

1
Abady Ehm
cerita sampah, seharusnya dia obati dulu ibunya yg sakit2an, habis beli lahan, carilah pekerja untuk dibersihkan dan dipagar keliling, lalu dibuatkan pondok untuk preman penjaga lahan tuh, jgn ngsal gitu ceritanya, baru bab 11 udah bosan bacanya,.....
Nissa Safira: Terima kasih atas kritiknya kak😅
Saya paham concern-nya soal ibu Rizky dan pengelolaan lahan.
Semua itu sengaja belum dieksekusi sekarang karena ada konflik dan konsekuensi yang mau saya bangun di bab-bab selanjutnya.
Kalau Rizky langsung "sempurna" dari awal, cerita dan pertumbuhannya jadi kurang greget.
Mohon bersabar ya, saya janji bakal dijawab semua di bab bab berikutnya 🙏😅
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!