Bukan cerita tentang percintaan... Ini cerita tentang seorang wanita narapidana yang membalaskan dendamnya termasuk dendam teman satu sel-nya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rere ernie, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab - 7
Annora sedang berada di ruangan Ariana, memeriksa laporan pekerjaan. Untung saja dia dulu kuliah bisnis dan pernah membantu bekerja di Perusahaan suaminya, Damian Reiner. Ia menikah hampir dua tahun, saat memasuki pernikahan tahun ketiga akhirnya dia hamil. Namun, baru saja usia kandungannya berusia 4 bulan sebuah insenden membunuh janin dalam kandungannya. Yang lebih membuatnya trauma baru saja menguburkan janin yang gugur, suaminya malah ditemukan tewas diracun dan terbukti dia lah pelakunya.
"Sadar Nora! Jangan memikirkan tragedi itu terus, aku harus membalas Jerome dan seluruh keluarganya... hhh..." Nora memijit kepalanya yang sakit. Kejadian itu sudah tiga tahun lalu, ia divonis hukuman gantung atas kejahatan yang tidak ia perbuat. Namun kini, Ariana meninggal untuk menggantikan dirinya dan dia tak perlu dihukum lagi dengan merubah identitas sebagai Ariana.
Tok Tok Tok.
Ceklek.
"Sayang, mau makan siang barsama?" tawar Brox dari ambang pintu yang terbuka.
"Boleh, reservasi-lah. Aku ingin makanan chinese."
"Selera makanmu berubah?"
"Aku hanya ingin menjadi orang baru setelah keluar dari penjara, kamu keberatan kalau aku banyak berubah?" Nora menyatukan kedua tangannya di atas meja, menatap penuh teka - teki ke arah Brox.
Kening Brox mengerut namun hanya sebentar, dia tersenyum, "Untukmu, aku akan menerima apapun. Dan sayang, aku menyukai perubahanmu. Sungguh..."
Brox memang merasa senang dengan perubahan istrinya, sifat Ariana kini sangat mendominasi selalu menggodanya di setiap kesempatan. Perubahan Ariana sangat memancing kelelakiannya, ia semakin tertarik pada istrinya.
"Oke, sayang. Aku harus menyelesaikan pekerjaanku, pergilah."
"Aku akan segera memesan meja di restoran sesuai keinginanmu."
"Ah, aku hampir lupa..." ujar Nora.
"Lupa?"
"Aku sudah memesan hotel untuk kita nanti malam, aku ingin malam ini seperti bulan madu kita yang ke -2. Kamu nggak akan menolaknya 'kan?"
"Aku tidak mungkin menolak, ah Ariana... kenapa jantungku tiba - tiba berdebar."
"Jadi selama ini kamu nggak berdebar di dekatku?" Nora menaikkan sebelah alisnya.
"Bukan begitu, jantungku berdebar menunggu nanti malam," Brox gugup.
Nora tersenyum melihat kegugupan suami Ariana, permainan akan segera dimulai. "Kau begitu manis, sayang. I love you..."
Brox semakin salah tingkah, dia mengusap keringat di telapak tangannya di celanannya. Menggosok - gosok tangannya.
"Kalau begitu, sampai nanti. Jemput aku saat akan makan siang."
Setelah Brox menutup pintu, mata Nora menajam. Dia mengambil ponselnya, "Halo, persiapkan sesuai rencana. Ah, apakah bodyguard untukku sudah kamu temukan?"
"Sudah, Nyonya. Datanya akan saya kirimkan sekarang pada Anda."
"Oke, nanti malam jangan sampai ada kesalahan."
"Baik, Nyonya."
Nora menutup telepon, dia mendapat email masuk. Membuka data di iPad-nya, seorang lelaki berperawakan tinggi dan kekar juga tentunya sangat tampan.
"Hm, namanya Rafael. Kenapa aku merasa pernah mengenalnya? Dimana?"
Nora tak mendapatkan jawaban, mungkin itu hanya perasaannya saja.
Setelah makan siang romantis selesai, Nora tidak kembali ke Perusahaan. "Kamu pergilah, aku harus ke salon untuk mempercantik diri. Aku ingin membahagiakanmu nanti malam, sayang. Aku kirim alamat hotel dan kamarnya, bye."
"Oke, sayang. Hati - hati." Brox melambaikan tangannya.
Nora membawa mobilnya pergi dari restoran menuju Apartemen-nya, pemberian Ariana atas namanya.
Nora menekan serangkaian kode, pintu terbuka. Di dalam sudah ada orang suruhannya dan seorang lelaki calon bodyguard-nya. Kini saat bertemu langsung, seketika ingatan masa lalu membanjiri Nora. Akhirnya dia mengingatnya, Rafael Dimitri, cinta pertamanya.
"Uhuk!" Nora tersedak, matanya seketika berair.
"Nyonya!" sang bodyguard dengan gesit berlari mencari air minum.
Bodyguard itu menyodorkan gelas berisi air, Nora dengan cepat menghabiskan minumannya dengan sekali teguk.
kwkwkkw