NovelToon NovelToon
Karma Suami Durhaka

Karma Suami Durhaka

Status: tamat
Genre:Pelakor / Keluarga & Kasih Sayang / Selingkuh / Tamat
Popularitas:1.2M
Nilai: 4.9
Nama Author: Miss Ra

​"Aku menceraikanmu, Hana. Hari ini, detik ini, saat ini juga."

​Hana Anindita terpaku, tangannya yang gemetar mengusap perutnya yang sudah memasuki bulan ketujuh.

Di hadapannya, Bima Erlangga - pria yang berjanji akan menjaganya sehidup semati - menatapnya dengan sorot mata penuh kebencian.

Demi mengejar cinta masa lalunya yang kembali, Bima tega membuang belahan jiwanya sendiri. Bima mengira Hana akan bersimpuh di kakinya, memohon agar tidak ditinggalkan demi janin di rahimnya.

Namun, dugaannya salah besar. Hana hanya tersenyum tipis, mengemasi barang-barangnya, dan pergi tanpa menoleh lagi.

​Saat Bima mulai menyadari bahwa Clarissa tidak sesempurna bayangannya, dan saat Hana mulai bersinar di tangan pria lain, sanggupkah Bima menjilat kembali ludah yang telah ia buang?

Atau selamanya ia hanya akan menjadi orang asing bagi anak yang dulu ia tolak kehadirannya?

Kita simak cerita selanjutnya yuk di karya Novel => Karma Suami Durhaka.
By: Miss Ra.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Miss Ra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 23

"Penyesalan selalu datang mengetuk saat pintu kebahagiaan telah terkunci rapat. Di episode ini, Bima akan menyadari bahwa wanita yang ia anggap sebagai pelipur lara hanyalah seekor benalu yang mengincar sisa-sisa kejayaannya. Saat angka-angka di atas kertas mulai bicara, barulah ia sadar betapa mahalnya harga sebuah pengkhianatan. Mari kita saksikan bagaimana sang parasit mulai menunjukkan taringnya."

.

.

Matahari pagi menembus jendela apartemen yang kini telah kembali rapi dan harum, berkat tangan dingin pelayan yang dibawa Bu Sarah.

Namun, bagi Bima, kebersihan fisik rumahnya tidak mampu menyeka kekotoran yang mengendap di hatinya. Ia duduk di meja kerja dengan tumpukan dokumen yang selama ini ia abaikan.

Di sampingnya, Bu Sarah berdiri kaku, menatap layar laptop yang menampilkan grafik penurunan saham Erlangga Group.

"Mama akan ke kantor hari ini. Mama ingin melihat langsung laporan keuangan semester terakhir," ucap Bu Sarah dingin tanpa menatap anaknya. "Dan kau, selesaikan urusan pribadimu sebelum kau benar-benar kehilangan hak waris."

Bima hanya mengangguk lemah. Saat Bu Sarah melangkah keluar, seorang asisten keuangan masuk dengan wajah pucat. Ia meletakkan sebuah map tebal di depan Bima.

"Pak Bima... ini adalah rincian tagihan kartu kredit infinite Anda untuk bulan ini. Pihak bank sudah menelepon tiga kali pagi ini karena limitnya sudah terlampaui jauh melampaui batas toleransi," lapor asisten itu dengan suara bergetar.

Bima mengerutkan kening. "Limitnya miliaran. Bagaimana mungkin bisa terlampaui dalam sebulan?"

Ia membuka map itu. Matanya membelalak. Barisan angka yang tertera di sana seolah menampar wajahnya berulang kali.

***Butik Perancis - 450 Juta. Tas Kulit Eksotis - 320 Juta. Perawatan Klinik Kecantikan VVIP - 150 Juta. Perhiasan Berlian - 600 Juta***.

Semua transaksi dilakukan dalam kurun waktu tiga minggu terakhir. Semuanya atas nama Clarissa.

Baru saja Bima akan menelepon Clarissa, pintu rumah itu terbuka. Clarissa masuk dengan wajah cemberut, menenteng tas belanjaan dari merek ternama.

Ia tampak tidak peduli bahwa semalam ia baru saja diusir secara hina oleh Bu Sarah. Ia kembali seolah-olah memiliki hak atas tempat itu.

"Bima! Kenapa kartuku ditolak di butik tadi? Memalukan sekali! Teman-temanku melihatnya!" pekik Clarissa sambil membanting tasnya ke sofa.

Bima berdiri, tangannya mencengkeram map tagihan itu hingga kertasnya lecek. "Kau masih berani bertanya kenapa? Lihat ini, Clarissa! Satu setengah miliar dalam satu bulan? Kau pikir aku ini mesin pencetak uang?"

Clarissa mendengus, ia duduk di sofa sambil menyilangkan kaki, menatap kukunya yang baru dipoles.

"Hanya segitu? Bima, kau itu CEO Erlangga Group. Masa uang segitu saja dipermasalahkan? Aku butuh menjaga penampilanku sebagai calon istrimu. Kau tidak mau kan aku terlihat kusam seperti Hana?"

"Jangan sebut nama Hana dengan mulutmu itu!" bentak Bima. "Hana tidak pernah meminta tas ratusan juta. Selama bertahun-tahun bersamaku, dia bahkan lebih sering menabung untuk masa depan kita! Sedangkan kau? Kau menghabiskan uang perusahaanku saat sahamnya sedang merosot!"

Clarissa berdiri, matanya berkilat penuh amarah. "Oh, jadi sekarang kau membanding-bandingkan aku dengan wanita kampung itu lagi? Dengar, Bima! Aku kembali padamu karena kau berjanji akan memberiku kehidupan yang layak! Kalau kau ingin menjadi pelit, lebih baik aku pergi sekarang juga!"

Kalimat '*Aku pergi sekarang juga*' biasanya akan membuat Bima berlutut memohon.

Selama ini, Bima merasa Clarissa adalah satu-satunya orang yang memahaminya di tengah tekanan dunia bisnis. Ia takut kesepian. Ia takut kehilangan cinta masa lalunya.

Namun kali ini, suasana hatinya berbeda. Tamparan ibunya semalam masih terasa panas, dan bayangan Hana yang mandiri di Sukamaju membuatnya tersadar.

"Pergilah," ucap Bima lirih namun tegas. "Pergilah kalau itu yang kau inginkan."

Clarissa tertegun. Ia tidak menyangka Bima akan menjawab seperti itu. Wajahnya yang cantik berubah menjadi sinis.

"Kau serius? Kau pikir kau bisa bertahan tanpaku? Siapa yang akan menemanimu saat ibumu yang otoriter itu menekannya? Siapa yang akan menghiburmu?"

Clarissa melangkah mendekat, jarinya yang lentik menyentuh dada Bima. "Ingat, Bima... aku memegang banyak rahasiamu. Aku tahu beberapa transaksi abu-abu yang kau lakukan untuk menutupi kerugian perusahaan bulan lalu. Jika aku pergi, aku tidak akan pergi dengan tangan kosong. Aku akan memastikan nama Erlangga Group makin hancur di mata media."

Bima tersentak. Ia menatap Clarissa dengan rasa ngeri. Wanita yang ia puja ternyata bukan hanya parasit, tapi juga ular berbisa yang siap mematuknya saat ia lemah.

"Kau... kau mengancamku?"

"Aku hanya menegosiasikan hakku, Sayang," bisik Clarissa dengan senyum licik. "Aktifkan kembali kartuku, beri aku apartemenmu atas namaku, dan aku akan diam. Jika tidak, foto-foto pesta kita dan laporan internal yang sempat aku salin akan sampai ke tangan kompetitormu sore ini."

Bima merasa dunianya runtuh. Ia terjepit di antara harga dirinya yang hancur dan kebutuhan akan keamanan perusahaannya. Di saat yang sama, ia merasa sangat merindukan Hana.

Jika Hana ada di sini, Hana akan memberinya ketenangan, bukan ancaman. Hana akan menjaganya, bukan memerasnya.

Bima terduduk di kursi kerjanya, menutupi wajah dengan kedua telapak tangan. Suara tawa kecil Clarissa terdengar sangat memuakkan di telinganya.

"Pilihan ada di tanganmu, Bima. Jadi pria penurut, atau hancur bersama kenanganmu tentang Hana," ucap Clarissa sambil melangkah menuju kamar, seolah-olah ancaman pengusiran Bu Sarah semalam hanyalah angin lalu baginya.

Di luar pintu, tanpa mereka sadari, Bu Sarah berdiri mematung. Ia sengaja kembali karena tertinggal ponselnya. Ia mendengar setiap kata, setiap ancaman, dan setiap desahan frustrasi anaknya.

Mata Bu Sarah memicing tajam. "Parasit ini benar-benar harus dibasmi sampai ke akarnya," gumamnya pelan.

Apakah Bima akan menyerah pada ancaman Clarissa demi menyelamatkan perusahaan?

...----------------...

**To Be Continue** ....

1
Maria Magdalena Indarti
Rasakan neraka dunia krn zolim sm istri
Maria Magdalena Indarti
Bima ngapain msh kepo sm Hana. sdh cerai bok
Maria Magdalena Indarti
wah dr Adrian jodo sm Hana
Niza Neza
di apusi maneh n seng tuku mobile . berarti memang si bima ini hanya mengandalkn warisan ortu belaka dirinya memang bodoh teramat bodoh
Niza Neza
mobil laku 2m. itu sabgat banyak bisa buat modal usaha lg. itu pun kalau sibima berotak pinter. tp sayang dia ini kan pria yg sangat bodoh tp sombongnya selangit. jd gak mungkin bisa buka usaha lg. usaha dulu kn warisan dr ortunya
Maria Magdalena Indarti
ngapain cari Hana
Maria Magdalena Indarti
Bima karna mendekat
Maria Magdalena Indarti
congrats Hana welcome Aditya Saka
Maria Magdalena Indarti
suka Hana punya harga diri
Maria Magdalena Indarti
semangat Hana
Niza Neza
bima ini bener2 bodoh kelewat goblog. akar masalahnya ada pd clarisa. hrsnya beresin clarisa dulu trs diri sendiri eeehh ini malah mau cari yg tdk mungkin sesuayu yg sdh di buang dn di hina serta di injak2 harga dirinya mau dia pungut krmbali ..wees ra sudiiii...
Maria Magdalena Indarti
dasar laki-laki ga waras
Niza Neza
laki2 macam bima ini menang gak ada obatnya. semua hal tentang keburukan manusia ada dlm diri bima. obatnya hanya 1 mati
Maria Magdalena Indarti
suami durhaka. ga waras
Suryany Yany
thor kasih hana laku jualan nya thor.
Suryany Yany
jgn mau hana di injak² sama laki²kaya bima.jd lah wanita tangguh💪tunjukan jati dirimu yg sebenar nya.jadi lah wanita karir dn sukses demi anak mu akan lahir.😍
Kembarr Kembaarr
sopo seng sudi balen kr lanangan goblog. katanya berharga diri tinggi. ko mau njilat ludah yg sdh sampek tanah
Kembarr Kembaarr
cerita ini isinya manusia2 berotak gila. gila kemewahan .gila kehormatan dn lbh parahnya perasa'annya.
Kembarr Kembaarr
sisa harta yg diperas jd nya ampas. perasa'an tdk mau sedikitpun hata dr mantan suami begok nya
Kembarr Kembaarr
tenyata pelakor lbh hebat dr laki2 yg di incarnya dn si laki hrs bener2 berlutut di bawah kakinya sambil mengndus2 ampem busuknya. sesuai dngn kebusukan hati si lakor. apakah di dunia nyata memang bgt sifat lakor yg sesungguhnya....?
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!