"Jangan dekat rawa itu!"
semenjak banyak yang meninggal karena memasang jebakan ikan di malam hari, rawa kecil itu di jauhi oleh banyak orang karena sudah banyak yang meninggal dunia.
Apa yang sudah terjadi?
Siapa penghuni rawa kecil itu?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon novita jungkook, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 15. Mencari Lena
Ani berulang kali melirik tempat bagian Lena berjualan karena sampai saat ini tempat itu masih kosong tidak ada penghuni, Padahal selama ini Lena tidak pernah libur berjualan karena dia mengatakan bahwa bila berjualan sehari makanan yang ada dia tidak bisa makan karena tidak ada penghasilan dari sana saat ini juga.
Tapi sekarang Lena malah memang tidak berjualan seperti itu sehingga mengundang tanda tanya besar di dalam kepala Ani, kemarin dia juga tidak ada memberitahu bahwa akan libur berjualan dan ini kenapa mendadak saja tidak ada barang yang Lena bawah dan dia juga sama sekali tidak menampakkan batang hidung di pasar ini.
''Loh Lena ke mana hari ini kok tidak ada berjualan, Ni?'' Kinan bertanya penasaran karena dia memang hari ini sedang belanja ke pasar.
''Enggak tau juga dia ada di mana karena tidak ada memberitahu aku kalau mau libur jualan.'' jawab Ani.
''Wah Padahal tadi rencana mau membeli Pakis karena dia memang yang sering berjualan Pakis ya.'' Kinan jadi kecewa karena dia tidak bisa menemukan jualan Lena.
''Nanti pulang dari pasar aku mau ke rumah dia untuk melihat apa mungkin dia sedang demam.'' ujar Ani sambil tersenyum.
''Iya, kasihan kalau sampai demam tidak ada teman karena dia hanya hidup sendirian seperti itu.'' Kinan mengangguk kecil.
Ani hanya tersenyum saja karena dia mulai kepikiran apakah mungkin memang terjadi sesuatu pada Lena sehingga dia tidak datang berjualan sampai siang begini, rasa ingin melihat itu semakin besar saja sehingga dia tidak tahu kalau saat ini Lena sudah di dalam perut siluman Berduri yang ada di dalam Rawa itu
Bukan hanya Lena saja yang tidak mengetahui tentang hal tersebut Tapi seluruh para warga juga sama sekali tidak tahu bahwa ada korban lagi yang jatuh karena Rawa itu meminta korban, iblis tersebut begitu pandai menyembunyikan segala sesuatu sehingga mereka sama sekali tidak menyadari bahwa Rawa itu memang sangat mengerikan.
''Apa dia memang sedang sakit ya?'' Ani berbicara sendirian mengingat teman baik dia itu.
''Ah Semoga saja tidak ada kejadian aneh yang menimpa dia, aku harus ke sana nanti kalau dagangan ini sudah habis.'' Ani menepuk labu yang ada di depan dia berulang kali agar laris manis dan dia bisa segera pulang.
Perasaan ini sudah cemas tidak karuan karena dia juga kebingungan dan tidak tahu harus bagaimana untuk menyelidiki masalah itu lebih lanjut, yang lebih pasti lagi saat ini Ani belum mengetahui bahwa Lena sudah meninggal dunia dan tidak mungkin bisa dia temukan hanya dengan kekuatan biasa itu.
''Aku beli jeruk lah, Siapa tahu dia sedang demam sehingga kalau makan jeruk seperti ini akan terasa segar.'' Ani segera bangkit untuk membeli jeruk yang ada di depan mata.
''Mau beli jeruk, An?'' tegur Andro sambil tersenyum.
''Iya, Aku mau melihat Lena nanti setelah pulang jualan jadi akan membawa jeruk untuk dia.'' Ani berkata sembari memilih jeruk.
''Loh apa saat ini Lena sedang sakit?!'' Andro juga agak kaget dengan hal itu.
''Kalau, aku juga masih belum tahu pasti apa dia memang sedang sakit atau tidak.'' ujar Ani.
''Aku tambahi kalau kamu pergi melihat dia ini, tambah juga ini ada semangka biar agak banyak yang kau bawa.'' Andro memang baik selama ini kepada mereka berdua.
Ani tersenyum senang karena dia yakin bahwa nanti Lena pasti akan sangat senang bila dia datang membawa buah sangat banyak seperti ini, mereka sudah selalu bersama sejak dulu hingga sampai sekarang sehingga Ani sendiri sudah begitu hafal dengan tabiat sang sahabat.
aneh betul dia
naferia curiga SMA siapa ya🤔🤔
Nana jg kok bisa masuk lumpur bukan nya td menghajar melda🤔🤔