NovelToon NovelToon
Kisah Arga Season 2

Kisah Arga Season 2

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Cintapertama / Perjodohan / Tamat
Popularitas:200.9k
Nilai: 4.9
Nama Author: Yuli sumarni

Nama gue Zahra pindahan dari Jakarta ke Bandung, semenjak perusahaan Bokap gue bangkrut akhirnya gue dan keluarga putuskan sekolah di Bandung dan menemukan cinta sejati gue di Bandung. yang susah banget meluluhkan hati pria ini sampai gue bisa mendapatkan hatinya. cinta gue penuh rintangan yang harus kita berdua hadapi.. mau tau lanjut ceritanya mampir dulu yuk ke cerita yuli cinta cowok dingin.
happy reading ya!!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yuli sumarni, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Part 7

Saat di Angkot gue bertemu Bima, gue pun tidak ngomong sedikitpun. Bima hanya melirik ke Arah gue. Akhirnya gue turun pas arah danau. Entah kenapa Bima ngikutin gue.

"Lo ngapain turun juga!" sambil membayar ongkos angkot.

"Suka-suka gue!" Bima menjawab singkat gue pun berjalan saat menengok ke belakang Bima ada di belakang gue.

"Tuh namanya lo ikutin gue, ngapain gue jalan ke sini lo juga ke sini. Lo bisa kan jalan ke sana!" gue cemberut sambil berjalan.

"Zahra, gue mau tanya sama lo! kenapa sih lo cuekin gue?" Bima menarik tangan gue.

"Lo pikir aja sendiri!" gue melepaskan tarikan Bima sambil menunjuk telunjuk gue ke dada Bima dan mendorongnya.

Ini buat pelajaran lo Bim, jadi cowok tuh boleh dingin tapi mulut juga harus di jaga. *K*alau lo gak suka, lo gak usah bilang gak peduli sama gue.

Gue duduk di pinggiran danau, sambil memandangi kerasnya ombak. Bima pun menghampiri gue dan duduk di samping gue.

"Lo liat batu itu! meski dia lumutan, dia tetap kokoh, sama halnya dengan cinta." Bima menunjuk batu itu.

"Maksud lo apa? lo dari tadi ikutin gue terus, maksud lo apa sih?" gue menengok ke arah Bima.

"Nanti juga lo tahu sendiri." Bima tersenyum ke arah gue.

"Akh... gak jelas lo!" gue bangun dan berdiri sambil meninggalkan Bima, tapi tiba-tiba Bima menarik tangan gue.

"Bima, lepasin gak!" gue membentak Bima tapi Bima tidak mau melepaskan.

"Seperti halnya cinta Ra, gak akan pernah terlepas sampai kapan pun, lo duduk sini! baru gue lepasin!" Bima tersenyum.

"Ha-ha, lo kesambet setan apa sih? lo itu dingin, cuek, sombong dan gak pernah mau terbuka sama orang. ngapain nyuruh gue duduk?" gue tertawa seakan gak percaya.

"Sssttt.... lo itu udah banyak bicara, kasih kesempatan gue buat bicara, boleh!" telunjuk Bima menutup Bibir gue.

Di situ dada gue berdetak kencang dan berdenyut keras, rasanya gak mungkin Bima seperti itu, seperti kemasukan setan.

Ya Allah, gue gak percaya, gak percaya. Pasti Bima kemasukan setan ini.

"Ra, gue Cinta sama lo! apa lo mau terima gue?" Bima tersenyum ke gue.

"Lo serius Bim?" gue bertanya dengan serius.

"Hmmm.... tapi bohong ha-ha-ha..... kena tipu." Bima tertawa lepas dan meledek gue.

"Ikhh... lo jahat banget, jahat, minggir!" gue langsung berlari dan menangis.

"Zahra! tunggu Zahra!" Bima memanggil gue.

Saat gue berlari, gue nyusruk di batuan. Ternyata di dekat batuan ada pecahan beling sampai tangan gue berdarah dan terluka.

"Aduh...ikh- ikh-ikh... gue manangis menahan perih dan darah yang menetes.

"Lo kenapa? sini gue bantu!" Bima merangkul gue dan membawa gue ke tepian dekat danau dan Bima berlari mencari alkohol.

"Lo tunggu sini yah! gue cari obat dulu buat nyembuhin lo!" Bima menatap gue dengan sendu.

Lalu Bima datang, dan merobek slayernya untuk mengobati gue. Gue semakin bersalah sama dia. Dia itu baik peduli sama orang lain.

"Sekarang udah di obatin, perbannya jangan di buka dulu yah!" Bima tersenyum melihat gue.

"Bima, makasih yah udah mau bantu gue, oh iya, nanti slayer lo gue ganti yah!" gue memegang tangan Bima.

"Gak usah di pikirin, lain kali jangan gegabah! sekarang lo pulang nanti nyokap-bokap lo nyariin lagi." Bima berjalan dan meninggalkan gue.

Kirain mau anterin gue, hmmm.

****

Akhirnya, gue sampai rumah dan nyokap gue terkejut apa lagi bokap gue baru pulang dari luar kota.

"Aduh, duh kenapa ini? Mah! Mah! anak kamu ini lho tangannya luka." Papah terkejut dan memanggil Mamah.

"Ya Allah sayang, kenapa tangan kamu nak! baju kamu kotor ada noda kopi juga lagi, setiap pulang sekolah ada aja deh anak ini." Mamah langsung memegang tangan gue dan membelai rambut gue.

"Gue bercerita bohong lagi ke kedua orang tua gue. Bokap gue bilang kalau sekolahnya jelek atau tidak bagus gue di pindahin lagi. Gue berbohong supaya gue gak di pindahkan sekolah.

****

"Bima, kamu sudah pulang nak! tadi yang punya kontrakan nagih nak, Ibu bingung cari uang kemana lagi." Ibunya Bima sambil mengeluh.

"Ibu, tenang saja Bima sudah dapat uangnya, hasil manggul dan jual lukisan. Kebetulan ada yang suka bu." Bima tersenyum dan mencium tangan Ibunya.

"Alhamdulillah." Tersenyum dan mengusap dada.

"Nak, Ibu mau tanya?" Ibunya memegang pipi Bima.

"Mau tanya apa Bu?" Bima menatap mata Ibunya tajam.

"Kamu masih inget Dwi yah? Ibu mohon lupakan Dwi, tata masa depanmu nak, kamu juga harus punya lembaran baru, tidak seperti ini terus! ikhlaskan yah nak!" Ibunya tersenyum haru.

"Hiks-hiks-hiks... iya Bu." Bima menghapus air matanya.

Benar Ibu, gue harus menghapus masa lalu dan menguburnya. Gue harus bisa lebih baik menata masa depan demi Ibu. Dan gue harus bisa membuka hati gue buat orang lain. Kalau gue begini terus hanya menyiksa batin gue. Tapi, gue menyimpan perasaan sama Zahra, entah kenapa kalau dekat dia gue pengen banget nyatain cinta. dia itu seperti burung kakak tua, bawel, rese, nyebelin ha-ha-ha....

****

"Tok-tok-tok. Assalamualaikum?" Hendra teman dekat bokap gue datang, ternyata dia bokapnya Tio.

"Wa'alaikum salam." Sahut bokap-nyokap gue sambil membuka pintu.

"Hendra? ha-ha...apa kabar hend? mari-mari masuk! ini anakmu?" bokap Sambil menunjuk ke arah Tio.

Gue terkejut ternyata bokap bersahabat dengan bokapnya Tio. Tio pun kaget.

"Pih, aku sudah kenal sama Zahra, kita satu sekolah tapi beda kelas." Tio tersenyum ke arah gue.

"Oh, rupanya sudah kenal ya anak kita, Zahra ajak Tio dong! masa diam aja!" Bokap gue menyuruh gue berbicara dengan Tio tapi gue menolak.

"Maaf Pah, om, Tio, Zahra harus menyelesaikan tugas pr sekolah dulu! gak bisa di tunda-tunda." Gue langsung mengarah ke kamar dan mendengar Om Hendra berkata kalau lulus kuliah Tio bakal kita jodohkan saja, mereka pun sudah saling kenal.

Ikhh....sebal gue kenapa harus ngomong gitu sih? gue gak mau di jodohkan karena gue berhak memilih pilihan gue.

Tut-tut-tut..." suara bergetar handphone gue.

"Hallo? siapa nih!" gue mengangkat telepon yang gak gue kenal.

"Tio, gue Tio dapat nomor lo dari Bokap lo! sudah selesai tugasnya?" Tio meledek gue di telepon.

Ikh, sebal gue kenapa nomor gue di kasih dia sih? aduh mati gue.

"Oh dari Bokap, tolong yah jangan ganggu gue lagi! banyak tugas!" gue langsung matikan handphonenya.

Lalu Tio whatsapp gue

lo bohong sama gue! pokoknya lulus kuliah, kita nikah titik.

Gila-gila-gila... gue nikah sama dia gue gak mau! Ya Allah jauhkan hamba dari dia.

Di kamar gue guling-guling gak jelas ngerasain kaya di kejar-kejar Macan rasanya. Hati gak karuan jadi serba salah.

*BERSAMBUNG*

1
🐧ᵉᶜ✿Bunda Elsha Chacha🐧
lah koq udah tamat KK yul
yuli novelis🕊🕊: Iya bunda tamat hehe🥰🥰
total 1 replies
TereLea(♥ω♥ ) ~♪
dobel like kaka
V᭄ᭃ͢dєͮvͥiͤl₲₲»̶̳͓✧ᴾᴳ ⃫⃟ ⃟⅌
next
Dodi Fernando
Semangat terus gak bosan💪❤️❤️❤️
yuli novelis🕊🕊: makasih semangatnya 🙂🙏
total 1 replies
Bima
Tamat? semangat terus ya keren abis ceritanye👍👍👍
yuli novelis🕊🕊: Makasih semangatnya 🙂🙏
total 1 replies
Mulyati Yati
Endingnya bagus keren👍👍👍

tetap semangat ya neng💪💪
yuli novelis🕊🕊: Iya mah makasih udah ikutin terus kelanjutannya ya Mah, makasih juga semangatnya 🙂
total 1 replies
nda suryadi
ditunggu kelanjutannya kak Yuli...💪💪💪💪🥰🥰🥰
yuli novelis🕊🕊: Makasih nda, di tunggu kelanjutannya ya nda semoga gak bosan🙂🙏
total 1 replies
Bima
Semangat terus di tunggu lanjutnye 👍👍👍
yuli novelis🕊🕊: Makasih semangatnya ya, jangan bosan🥰🙏
total 1 replies
ig@imaaa_ayuuu
Ceritanya seru, keren 👍 Semangat trs Kak🥰💪
yuli novelis🕊🕊: Semangat juga buat karya kamu ya💪💪
total 1 replies
Mulyati Yati
Semoga terbongkar kebusukan Rani, semangat ya neng keren saya suka💪👍
yuli novelis🕊🕊: Makasih semangatnya mah semoga gak bosan🥰🙏
total 1 replies
Dodi Fernando
Semangat terus keren banget gak bosen ❤️❤️❤️❤️
yuli novelis🕊🕊: Makasih semangatnya semoga gak bosan 🥰🙏
total 1 replies
V᭄ᭃ͢dєͮvͥiͤl₲₲»̶̳͓✧ᴾᴳ ⃫⃟ ⃟⅌
titip jempol
yuli novelis🕊🕊: Makasih ya
total 1 replies
Aldekha Depe
yuhuuuu depe kembali berisik. semangat semangat semangat💪💪💪
yuli novelis🕊🕊: Makasih semangatnya kak, semangat juga buat karyanya 💪💪
total 1 replies
ig@imaaa_ayuuu
Lanjut Kak Yul, semangat trs 🥰💪
yuli novelis🕊🕊: Semangat juga buat karyanya ya💪💪
total 1 replies
ig@imaaa_ayuuu
Keren 👍👍
yuli novelis🕊🕊: Makasih Risma🥰
total 1 replies
Bang Regar
like 👍 next kak
Bima
Semangat keren👍👍👍
yuli novelis🕊🕊: makasih semangat nya Semoga gak bosan ya🥰🙏
total 1 replies
Dodi Fernando
Semangat terus aku gak bosan ceritanya 👍💪🥰💪
yuli novelis🕊🕊: Alhamdulillah makasih semangatnya semoga gak bosan🥰🙏
total 1 replies
Mulyati Yati
lanjut neng, gregetan dengan Rani kapan kebongkarnya semoga cepat terbongkar kasihan Askia. semangat neng lanjut👍👍👍
yuli novelis🕊🕊: Ikutin terus kelanjutannya ya mah semoga gak bosan makasih semangatnya 🥰🙏
total 1 replies
TereLea(♥ω♥ ) ~♪
semangat kak yul sayang
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!