NovelToon NovelToon
CANDU

CANDU

Status: sedang berlangsung
Genre:Obsesi / One Night Stand / CEO / Cintapertama
Popularitas:1.2k
Nilai: 5
Nama Author: Apri Ana

***

Bagi Raka, Naya adalah candunya ...

Berbeda dengan Naya yang menganggap Raka sebagai masa lalu yang menyakitkan..

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Apri Ana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

06

Anak anak kalian masuk dulu." kata Anna pada Anak anak yang masih disekitar sana.

"Oke mbak, yok adik adik kita nyobain sepeda baru mas disebelah sana." ajak Rio yang langsung diangguki oleh Adik adiknya.

Kini tinggalah Anna, Raka dan Nathan masih saling berhadapan dan memandang dengan pandangan tak suka.

"Aku ingin bertemu Naya." kata Raka dingin.

"Tapi Naya tidak ingin bertemu dengan mu." kata Anna tegas.

"Aku tidak peduli, aku harus menemui Naya!" kata Raka hendak menerobos masuk namun dengan sigap Anna menahan nya hingga Tubuh Anna terhuyung hendak jatuh namun segera ditangkap oleh Nathan.

"Brengsek! berhentilah atau kau akan kulaporkan polisi." kata Anna berteriak.

Raka tak peduli ucapan Anna, semakin memasuki panti hingga kini berada didepan kamar Naya.

"Berhenti atau kau akan menyakiti Naya lagi." teriak Anna lagi dan kali ini membuat Raka berhenti lalu menatap Anna tajam.

"Tak sadarkah kau selama ini sudah menyakitinya, dan sekarang disaat semuanya sudah baik baik saja kau datang lagi hingga membuatnya kembali merasakan sakit." kata Anna "Aku mohon jangan ganggu Naya lagi." kata Anna lagi.

Raka yang akan membuka pintu kamar Naya pun mengurungkan niatnya lalu berjalan keluar meninggalkan rumah panti,

"Tuan.." kata Nathan melihat exspresi dingin Raka.

"Kembali kerumah." kata Raka dingin.

Nathan mengangguk dan segera melajukan mobilnya menuju rumah Raka.

Sesampainya dirumah, Raka terlihat membanting pintu kamar saat memasuki kamarnya. Ia melepaskan kancing bajunya hingga tubuh sixpack nya terexspos.

Panas, sesak, itulah yang dirasakan Raka saat ini. Raka menyakiti Naya? Bagaimana itu bisa terjadi, padahal selama ini Naya yang menyakitinya, Naya yang tiba tiba pergi dari hidupnya, Raka benar benar tak paham dengan posisi nya sekarang.

Jika memang benar ada kesalahpahaman diantara hubungannya dulu dengan Naya, Ia harus menemui Naya, ya Ia harus membuat Naya kembali bertekuk lutut padanya

....

Setelah seminggu hanya mengurung diri dirumah akhirnya Naya kembali beraktifitas, Ia sudah bertekad tidak akan kembali jatuh dan terpuruk hanya karena bertemu dengan Raka, tidak lagi, Naya harus melawan semua rasa sakit itu agar dia tidak kembali lemah seperti dulu.

"Mbak Naya yakin udah mau pergi kerja?" tanya Anna yang kini berada dikamar Naya.

"Iya An, lagian kalau libur lama lama kasian sama anak anak diresto, takut kewalahan." kata Naya yang kini sudah selesai merias wajahnya dengan make up natural.

"Iya udah mbak, nanti kalau ada apa apa hubungi aku aja." kata Anna terlihat khawatir.

"Apa kemarin dia kesini?" tanya Naya melihat kekhawatiran Anna.

"Iya mbak, ganti sepeda Rio, tapi langsung aku usir kok." kata Anna.

"Hmm ya sudah." Naya hanya tersenyum.

"Aku berangkat dulu An, nitip anak anak ya." pamit Naya pada Anna.

"Siap mbak, hati hati dijalan." kata Anna.

Naya segera memasuki mobilnya dan melajukan mobilnya direstoran miliknya.

Sesampainya direstoran, Naya disibukan dengan laba pendapatan selama seminggu yang belum Ia urus karena Naya tidak berangkat.

Hingga siang hari barulah Naya selesai, Naya hendak keluar makan siang namun tiba tiba ada yang mendobrak pintu ruangan memaksa masuk.

"Saya sudah melarang masuk bu, tapi Bapak ini memaksa." kata salah satu pelayan.

Naya menatap jengah kearah Raka, ya siapa lagi pria tidak sopan yang berani menerobos memasuki ruangan nya jika bukan Raka.

"Ya sudah tak apa, kau keluarlah." kata Naya yang langsung diangguki oleh pelayan itu lalu menutup pintu ruangan Naya.

"Ada apa?" tanya Naya dingin.

"Apa kau begitu membenciku hingga tak mau bertemu dengan ku?" tanya Raka menatap Naya tajam membuat Naya menunduk takut.

"Untuk apa aku harus menemui suami orang?" tanya Naya santai melihat cincin yang melingkar dijari manis Raka terlihat seperti cincin pernikahan.

"Jadi jika aku sudah bukan suami orang apa kau mau menemuiku lagi seperti dulu?" tanya Raka dan entah sejak kapan Raka sudah berada didepan Naya membuat Naya semakin gugup.

"Pergilah, jika memang kedatangan mu bukanlah hal yang penting, aku sangat sibuk." kata Naya berjalan mundur menghindari Raka.

"Jadi jika aku kesini membahas masalah bisnis apa kau akan menemuiku?" tanya Raka terus mendekati Naya yang berjalan mundur menghindari Raka.

"Ya tentu saja." suara Naya sudah terdengar gugup.

"Baiklah, aku ingin kau memasak untukku diacara pesta kemenangan tenderku, aku harap kau bersedia?" tanya Raka yang kini sudah mengurung Naya yang sudah menempel tembok.

"Kau bercanda? aku bahkan bukan chef, kenapa kau tidak memanggil chef saja?" kata Naya ketus.

"Apa kau lupa? dulu setiap hari kau selalu membuatkan masakan spesial untukku dan rasanya melebihi dari masakan Chef, aku ingin kau melakukan lagi." Bisik Raka ditelinga Naya membuat Naya merasakan sakit kembali mengingat Naya dulu memang sering memasak untuk Raka.

"Maaf aku tidak bisa." balas Naya.

"Kenapa? bukankah kau tadi bilang tidak masalah jika tentang pekerjaan?" tanya Raka sinis.

"Tapi ini bukan bagian dari pekerjaanku, aku tidak bisa, cari saja chef lain yang lebih layak.'' kata Naya mencoba keluar dari kungkungan Raka namun masih saja gagal.

"Aku tidak peduli kau harus datang," kata Raka terlihat marah.

"Kenapa? kenapa kau menganggu hidupku lagi? disaat aku sudah baik baik saja tanpamu, kenapa kau harus datang lagi?" tanya Naya dengan mata memerah akan menangis.

"Kenapa kau meninggalkanku?" tanya Raka membuat Naya tak percaya Raka akan menanyakan itu. memangnya siapa yang meninggalkan siapa, bisa bisanya Raka menanyakan itu pada Naya.

Naya terkekeh, membuat Raka heran, dan disaat Raka mengendurkan kungkunganya Naya segera keluar dari kungkungan Raka.

"Pergilah, atau aku yang akan pergi." usir Naya.

"Tidak, sebelum urusan kita selesai." balas Raka kekeh.

"Sudah tidak ada yang kita bicarakan lagi karena aku menolak tawaranmu, jadi lebih baik pergilah." kata Naya pelan.

"Kau tau Naya, semua property direstoran serta cabangnya ini adalah milik perusahaanku, jika kau menolak tawaranku aku bisa saja menarik semua property ini.'' kata Raka santai membuat Naya terkejut bukan main.

"Kau pasti bercanda? tidak mungkin ini milikmu karena aku bahkan kenal dengan pemiliknya." kata Naya dengan nada tak percaya.

"Tentu saja tidak sayang, coba saja kau hubungi pemiliknya dan tanyakan padanya." kata Raka.

Segera Naya mengambil ponselnya dan menghubungi Mr Han, pemilik ruko yang kini ia sewa untuk restoran nya.

Selesai menghubungi Mr Han, Naya terlihat lemas karena Mr Han membenarkan ucapan Raka.

"Aku tunggu besok malam di villa sayang, tenang saja besok malam akan ada mobil yang menjemputmu, kau hanya tinggal bersiap dan pergi menemuiku, aku menunggumu." bisik Raka ditelingga Naya lalu Raka keluar dari ruangan Naya.

Naya ambruk dilantai,

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!