HELENA KANAYA ATMAJAYA gadis enam belas tahun yang masih duduk di bangku sekolah, sejak kecil Helena sudah di jodohkan dengan anak teman mendiang Ibunya, yang bernama RAVELO TRIAN ADITAMA yang sama sama masih duduk di bangku sekolah, kebetulan Helena dan Velo masih satu sekolah namun beda kelas.
Dari dulu Helena memang sudah menyukai Velo, dan saat tahu kalau keduanya di jodohkan Helena semakin menempel pada Velo, membuat Velo terkadang merasa risih sendiri.
Helena sebenarnya gadis yang baik, hanya saja dia memiliki sifat posesive pada sesuatu yang memang sudah jelas jelas miliknya termasuk pada Velo. Helena tahu kalau Velo dekat dengan gadis satu kelasnya yang bernama HANA LARASATI, jadi Helena selalu berusaha menjauhkan Hana dan Velo.
Dan sikap Helena yang seperti itu, membuat semua murid di sekolahnya mengecap Helena sebagai gadis Antagonist, awalnya Helena tidak terima dirinya di anggap Antagonist, namun pada akhirnya Helan benar benar memerankan sosok Antagonist yang sebenarnya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Zakiya el Fahira, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 16
Velo melalui waktu satu minggunya dengan frustasi, karna Helen terus mengacuhkannya, selama satu minggu ini setiap jam enam pagi Velo sudah berada di halaman kediaman Atmajaya, menjemput Helen untuk berangkat sekolah, walaupun berakhir dengan penolakan mentah dari Helen, namun Velo tidak pernah putus asa.
Seperti pagi ini Velo sudah bersiap untuk berangkat ke kediaman Atmajaya, dia sudah membuka pintu mobilnya dan hendak masuk ke dalam, namun Hana yang baru keluar langsung menahan lengannya.
''Vel, lo masih mau jemput Helen lagi?'' tanya Hana.
Velo menganggukkan kepalanya.
''Astaga Vel, lo gak capek apa, padahal Helen selalu nolak lo mentah mentah?'' tanya Hana tak habis fikir.
''Sampai kapanpun gue gak akan capek'' jawab Velo lalu masuk ke dalam mobil dan menguncinya dari dalam, setelah itu menjalankan mobilnya meninggalkan Hana yang menggerutu kesal.
''Ck, lagian apa sih bagusnya si Helen, kenapa sampai segitunya, untuk dapat maaf dari si Helen'' gerutu Hana.
Velo melajukan mobilnya ke kediaman Atmajaya, dan dia sampai di sana selalu tepat jam enam pagi, namun Velo lagi lagi harus menelan kekecewaannya, karna Helen masih menolak untuk berangkat dengannya.
Akhirnya Velo hanya bisa mengikuti mobil Helen dari belakang, dan saat sampai di HSI Velo memarkirkan mobilnya di samping mobil BMW milik Helen.
Saat Helen hendak melangkah masuk ke dalam gedung sekolah, Velo buru buru menahan lengannya.
''Lepas!'' sentak Helen, cukup dengan sekali hentakan, cekalan Velo langsung terlepas.
''Mau lo apa sih, ha!'' bentak Helen sembari mendorong bahu Velo, tatapannya pun sangat dingin, membuat dada Velo bergemuruh.
''Hel, aku bener bener gak bisa kalau kamu terus diemin aku seperti ini'' ucap Velo.
Tatapan Helen pada Velo semakin tajam.
''Saat lo bicara seperti itu, apa lo gak sadar dengan apa yang lo lakuin ke gue selama ini'' ucap Helen suaranya datar.
Velo seketika menundukkan kepalanya. ''Maaf, aku benar benar menyesal, kamu boleh marah atau pukul aku juga ga papa, tapi tolong jangan diemin aku seperti ini, aku benar benar frustasi'' lirih Velo.
''Cih, bullshit'' decak Helen.
''Ga apa kamu gak percaya dengan apa yang aku katakan, karna aku sadar kalau aku sering membuatmu kecewa'' ucap Velo.
''Bagus deh, kalau lo sadar, jadi sebaiknya jauhi gue sekarang, kalau perlu batalkan saja pertunangan kita'' ketus Helen.
Sontak Velo langsung mengangkat kepalanya dengan expresi kaget.
''Gak, aku gak mau kalau pertunangan kita di batalkan'' ucap Velo menggelengkan kepalanya kuat kuat.
''Terus mau lo apa, ha?, lo gak mau pertunangan kita di batalkan, tapi lo gak pernah nganggep gue, maksud lo apa, lo cuma mau mempermainkan gue, gitu, ha?!'' teriak Helen marah.
Helen tidak perduli jika saat ini dirinya menjadi pusat perhatian para murid yang sedang melintas di halaman gedung sekolah, yang penting dirinya bisa mengungkapkan kemarahan dan kekecewaannya pada Velo yang ia pendam selama ini.
''Hel, lo apa apaan sih, kok bentak bentak Velo di depan umum'' ucap Hana yang tiba tiba muncul entah dari mana.
Hana tidak sendiri di belakangnya juga ad Exel dan Maxim.
''Diem lo, benalu!'' bentak Helen sembari menunjuk Helen tepat di depan wajahnya.
Bukannya diam Hana malah semakin menjadi jadi.
''Hel, lo gak apa ngehina gue, tapi lo jangan marahi Velo, dia gak salah'' ucap Hana sok membela Velo.
''Han, sebaiknya lo diem'' tegur Exel namun tidak di gubris oleh Hana.
''Hel, lo itu,,,'' Hana belum sempat melanjutkan ucapannya, tapi Helen sudah melayangkan tangannya di pipinya.
Plak
Akhh
Hana terisak sembari memegang pipinya, dia fikir Velo akan membelanya seperti waktu itu, begitu juga dengan orang orang yang ada di sana, semuanya berfikir kalau Velo akan kembali membela Hana, tapi dugaan mereka salah, Velo masih tetap berada di posisinya bahkan tidak menoleh pada Hana sama sekali.
''Hiks,,, Hel, kenapa lo nampar gue?'' isak Hana.
Helen yang sudah kehilangan kesabarannya pada Hana, dia langsung menarik rambut Hana dengan keras.
Srettt
''Akhh,, Hel lepas, sakit'' pekik Hana.
''Selama ini gue udah sabar sama lo, ya, jadi sekarang gue gak mau menahannya lagi'' ucap Helen.
Sedangkan Maxim dia berusaha membantu Hana.
''Hel, lepas gue bilang!, kasihan Hana, dia kesakitan'' sentak Maxim, namun Helen malah semakin mengencangkan tarikannya.
''Vel, Xel, bantuin Hana dong, kenapa kalian berdua malah diam saja'' tukas Maxim.
Alih alih membantu Hana, Velo dan Exel malah membiarkan Helen yang sedang melampiaskan amarahnya pada Hana.
Sedangkan Hana tidak percaya melihat Velo dan Exel yang hanya diam saja saat dirinya di serang oleh Helen.
''Vel, tolongin gue'' seru Hana, saat merasakan kulit kepalanya seperti mau lepas.
Helen langsung menatap Velo tajam.
''Kalau lo berani maju untuk membantu Hana, gue benar benar akan membenci lo'' ancam Helen.
Velo menggelengkan kepalanya. ''Enggak, aku gak akan membantu Hana'' ucapnya.
Hana yang mendengarnya sontak membulatkan matanya.
''Vel, kok lo tega sih sama gue'' isak Hana, namun Velo diam saja.
Karna tidak tahan dengan rasa sakit di kepalanya, akhrinya Hana tidak mau berpura pura lagi, dia juga berbalik menarik rambut panjang Helen.
''Akhhh'' Pekik Helen.
Melihat itu Velo dan Exel langsung bergerak untuk membantu Helen, Velo berusaha melepaskan tangan Hana dari rambut Helen, sedangkan Exel dia menarik Hana hingga tarikannya dari rambut Helen terlepas seketika, lalu Exel mendorong Hana untung saja Maxim dengan sigap menahan tubuhnya, kalau tidak sudah pasti Hana akan tersungkur ke tanah.
''Han, lo ga papa?'' tanya Maxim sembari merapikan rambut Hana.
''Gue gak papa'' jawab Hana.
Sedangkan Helen dia masih tantrum di pelukan Velo, dia masih belum puas melampiaskan amarahnya pada Hana.
''Lepas Vel, gue mau hajar benalu itu!'' teriak Helen.
''Helen sudah, rambut kamu sudah banyak yang rontok'' ucap Velo.
Helen langsung teridam, namun dia kini melampiaskan amarahnya dengan menggigit lengan Velo.
''Ishh,,'' desis Velo.
Hana yang melihat itu langsung melepaskan diri dari pelukan Maxim, dan bergegas untuk membantu Velo, namun dengan cepat Exel menghadangnya.
''Lo masih gak kapok di hajar sama Helen, ha'' cetus Exel.
''Xel, lo gak kasihan apa sama Velo, dia di gigit sama Helen'' tukas Hana.
Exel terkekeh. ''Gak sama sekali, karna Velo memang pantas di hajar sama Helen'' ucapnya.
''Xel, lo kok tega sama sahabat lo sendiri, dia kesakitan loh'' cecar Hana.
''Gue gak perduli'' sahut Exel.
Sedangkan Velo dia hanya diam saja, saat Helen menjadikan lengannya untuk pelampiasan amarahnya, Velo menggertakkan giginya untuk menahan rasa sakit di lengannya yang sedang di gigit oleh Helen.
Selang beberapa detik Helen melepaskan gigitannya di lengan Velo, saat hidungnya mencium bau anyir, Helen kaget melihat lengan Velo mengeluarkan darah yang lumayan banyak.
''Vel, tangan lo berdarah'' pekik Helen panik.
Velo tersenyum melihat wajah panik Helen.
coba KLO dicabut apa kamu masih bisa sekolah disitu,
saat kamu dan ibumu di usir dari rumah majikan🤣🤣🤣
kan Hana yg keliling lapangan
bukan Hellen,,
kan malu sendiri udah nantangin masa dibatalin👊👊