King Narendra Richard tumbuh menjadi cowok tampan. Ia juga menjadi idola semua cewek-cewek yang ada di sekolahnya. Bukan hanya tampan, putra dari Kenan dan Alexa itu juga pintar.
Sama dengan saudara kembarnya, Queenza Narendra Richard tumbuh menjadi gadis yang cantik. Walaupun kembar, tapi sifat keduanya jauh berbeda. Yang satu lebih kalem, dan yang satunya lagi lebih banyak aksi.
Bagaimana keseruan kisah mereka, yuk kepoin. Jangan lupa tinggalkan jejak cinta kalian untuk King dan Queenza.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon feby_mb, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Tugas kelompok
Di kelas sepuluh A, guru sedang membagi murid ke dalam beberapa kelompok. Untungnya King dan kedua sahabatnya satu kelompok. Jadi mereka tidak akan susah untuk menentukan tempat mengerjakan tugas.
" Buk nggak adil dong"
" Nggak adil kenapa?"
" Masa di kelompok King isinya cowok-cowok semua"
" Iya Buk, seharusnya di campur dengan perempuan"
Murid perempuan protes karena tidak satu tim dengan King dan kedua sahabatnya. Mereka ingin satu tim dengan King, atau salah satu dari ketiga cowok tampan itu.
" Baiklah, ibuk akan ulang lagi membagi kelompoknya. Maaf ya King, timnya harus ibuk bagi lagi"
" Nggak apa-apa Buk"
Akhirnya King tidak satu kelompok dengan kedua sahabatnya. Begitu juga dengan Aaron dan Bagas, mereka berdua juga tidak satu kelompok.
Murid perempuan sangat senang karena satu kelompok dengan salah satu dari ketiga cowok tampan itu. Jadi mereka lebih semangat mengerjakan tugasnya. Satu kelompok berjumlah lima orang.
" Sekarang sudah tidak ada yang protes lagi ya"
" Nggak Buk"
" Terserah kalian mau belajar kelompok dimana. Yang penting kalian mengumpulkan tugasnya tepat waktu. Ibuk kasih kalian waktu dua hari untuk mengerjakan tugas ini. Nanti ibuk tidak mau mendengar alasan tugasnya belum selesai, mengerti "
" Mengerti Buk"
" Sekarang duduk dengan kelompoknya masing-masing"
Murid-murid pun mencari teman sekelompok mereka. Setelah dapat guru pun memberikan tugas untuk di kerjakan.
Baru saja mau mengerjakan tugas, bel istirahat berbunyi. Murid-murid pun senang, itu tandanya tugas akan dikerjakan di rumah.
" Baiklah anak-anak tugasnya kalian bawa pulang. Besok jam pelajaran sama ibuk dikumpulkan "
" Baik Buk"
Buk guru keluar dari kelas sepuluh A.
" King, ngerjain tugasnya di rumah aku yuk"
" Jangan, di rumah aku aja"
" Apaan sih Lo, kan gue duluan yang ngajak King"
Inilah yang paling membuat King kesal. Cewek-cewek yang berdebat karena ingin mengerjakan tugas di rumah mereka.
" Biar adil, kita kerjakan di sekolah aja. Setelah bel pulang" kata Danu yang satu kelompok dengan King.
" Setuju" kata King.
" Ih nggak asik banget sih kamu Danu"
" Tau nih"
" Daripada kalian berdua berantem karena memperebutkan King. Liat, King aja males satu kelompok sama kalian berdua"
" Mana ada, itu cuma akal-akalan Lo doang "
" Gini aja, gimana kalau kita mengerjakan tugas kelompoknya di cafe. Sekalian ganti suasana. Gimana?"
" Setuju, jadi kalau haus sama lapar bisa pesan minuman dan makanan "
" Gimana dengan King sama Danu"
" Gue sama King ngikut aja, iya kan King"
" Hhmmm"
" Jadi semuanya setuju ya. Kita kumpul jam tiga di cafe yang di jalan anggrek "
" Jam empat aja"
" Nanti selesainya magrib. Lo pikir ngerjain tugasnya cukup dengan waktu satu jam"
" Ya udah, jam tiga sore kita ngumpul di cafe anggrek. Nggak boleh ada yang telat datangnya. Kalau telat kita buat absen aja"
" Nggak gitu juga dong, masa telat lima menit di nyatakan absen "
" Kalau telat lima menit nggak apa-apa "
" Lebih dari itu kita anggap absen. Selesai masalah tugas kelompok, sekarang gue mau ke kantin dulu. Laper "
Akhirnya kesepakatan bersama mereka akan mengeluarkan tugas kelompok jam tiga sore di cafe Anggrek.
" Bro, kantin yuk" ajak Danu.
" Duluan deh, gue bareng Aaron sama Bagas "
" Kalian bertiga terus, ajak-ajak gue gabung napa"
" Ya udah kalau Lo mau bareng kita ke kantin " kata Bagas.
" Nah gitu dong"
King dan Aaron tidak masalah Danu ikut dengan mereka. Toh Danu anaknya juga baik dan asik untuk di ajak ngobrol. Apalagi Bagas juga suka ngobrol. Berbeda dengan King dan Aaron yang tidak banyak bicara.
Mereka berempat pun pergi ke kantin untuk makan siang. Bukan cuma mereka berempat, murid-murid yang lain juga sudah pergi ke kantin.
Suasana kantin sudah mulai ramai, mungkin karena jam istirahat.
" Liat siapa yang datang "
" Tampan banget sih mereka "
" Iya, anak-anak cowok kelas satu sekarang ganteng-ganteng "
" Bener banget, apalagi yang tiga itu"
" Kalau mereka bertiga mah idola satu sekolah "
" Beruntung banget sih yang jadi pacar mereka"
King dan kedua sahabatnya mencari tempat duduk. Mereka mencari tempat duduk yang paling belakang. Soalnya King tidak suka jadi pusat perhatian, terutama sama cewek-cewek.
" Kaya gini rasanya jalan sama idola satu sekolah" kata Danu.
" Biasa aja Dan, mereka aja yang pada lebay" kata Bagas.
Sekarang suara cowok yang mulai riuh karena kedatangan Queenza. Mereka terpesona dengan kecantikan Queenza.
" Gila, nih cewek cantik banget sih"
" Auranya itu lho, mahal banget "
" Dia kelas berapa sih"
" Gue denger-denger sih kelas sepuluh B "
" Menurut gue dia yang paling cantik di sekolah kita "
" Setuju bro"
Memang banyak lagi yang cantik di sekolah mereka. Tapi bagi cowok-cowok, kecantikan Queenza berbeda dengan murid yang lain. Queenza itu nggak bosen dipandang.
" Gila, cantik banget tuh cewek " kata Danu.
" Jangan lama-lama memandangnya " kata King.
" Kenapa bro?. Apakah dia cewek incaran Lo"
Lo nggak tau aja kalau dia itu tukang makan.
" Kalau iya kenapa?"
" Kalau iya, gue mundur. Karena sudah pasti gue kalah sebelum berperang"
" Cepet amat menyerah " kata Bagas.
" Ya, gue sadar diri aja bro"
" Siapa tau tuh cewek sukanya sama Lo, bukan sama King"
" Ngaco Lo, mana mungkin tuh cewek milih gue"
" Sudah-sudah mending pesan makanan aja" kata Aaron.
" Ide bagus, gue juga udah lapar" kata Bagas.
Mereka pun memesan makanan yang akan mereka makan. Menu di kantin lumayan banyak.
King masih memperhatikan saudara kembarnya. Ia melihat Queenza tidak duduk, tapi pergi ke kulkas.
Apa dia nggak makan siang.
King mengambil ponselnya, kemudian ia mengirim pesan pada saudara kembarnya.
Kamu nggak makan siang.
Tidak butuh waktu lama, pesan King pun dibalas.
Makan siang di taman.
Sama siapa?.
Sama teman aku.
Ya udah selamat makan siang. Kalau ada yang ganggu kamu lagi bilang sama aku.
Tenang aja, aku bisa mengatasinya. Kamu juga makan yang banyak.
Aku makan secukupnya.
King menyimpan kembali ponselnya. King lupa kalau Queenza bawa bekal, mungkin dia sudah janjian sama temannya untuk makan di taman.
...***...
Queenza menyusul Amelia ke taman. Tadi dia pergi ke kantin untuk membeli minuman. Tadi Queenza lupa membawa air minum dari rumah.
" Ini untuk kamu"
" Aku kan bawa minum Queen"
" Ambil aja, mana tau minum kamu kurang"
" Makasih ya. Oh iya, ini nasi uduk pesanan kamu"
" Wah, makasih "
Queenza memberikan uang pada Amelia. Karena mereka sudah sepakat kalau nasi uduk itu harus dibayar.
" Kembaliannya buat kamu aja"
" Kenapa gitu"
" Itu rezeki kamu, jadi nggak boleh ditolak"
" Ini kebanyakan Queen"
" Nggak apa-apa, simpan aja untuk kamu"
Amelia tidak bisa berkata-kata lagi.
" Makasih ya Queen"
" Sama-sama Mel. Ayo makan, nanti keburu bel masuk"
Queenza membagi lauk yang ia bawa dari rumah tadi. Ia ingin Amelia mencicipi masakan mommy-nya. Queenza senang karena Amelia suka masakan mommy-nya.
To be continued.
Happy reading guys 🤗🤗
lagi seru😁🙏🤭
𝚕𝚊𝚐𝚒 𝚜𝚎𝚛𝚞😁🙏
lanjut thor....