NovelToon NovelToon
Pencuri Kepala

Pencuri Kepala

Status: sedang berlangsung
Genre:Horor / Iblis / Misteri
Popularitas:50.9k
Nilai: 5
Nama Author: novita jungkook

"Huaaaaaa kenapa kepala suami ku hilang? "

Jeritan melengking di sebuah rumah karena ia telah kehilangan sosok suami tercinta, kapan itu terjadi diri nya sama sekali tidak tau

Kampung menjadi heboh karena mereka sama sekali tidak menyangka bahwa kepala manusia bisa hilang dari tubuh nya dan tidak tau kemana.

Siapa pelaku itu?
kenapa ia mencuri kepala di setiap malam bulan purnama?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon novita jungkook, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 03. Hilang kemana?

Sebulan berlalu dengan cepat namun para warga masih sibuk membicarakan tentang kepala Auzar yang sampai saat ini masih belum juga ketemu, Ulya sudah tidak menjadi tersangka lagi karena membuktikan bahwa dirinya memang sama sekali tidak bersalah Dan ini semua menjadi misteri yang begitu sulit untuk dipecahkan karena pelaku juga belum di ketahui sampai saat ini.

Para warga sibuk membayangkan bagaimana bisa orang yang sedang tertidur namun mendadak saja hilang kepala seperti itu, akibat dari masalah tersebut maka kini banyak yang merasa cemas namun mereka beranggapan bahwa mungkin saja itu adalah ulah salah satu musuh dari keluarga tersebut sehingga tega melakukan hal seperti itu.

''Kau mau ke mana malam-malam begini?'' tegur Revan ketika melihat Taufik akan keluar dari rumah.

''Aisyah mengajak aku bertemu jadi mau keluar dulu menemui dia.'' ujar Taufik.

''Jangan terlalu malam kau pulang karena Ibu pasti akan cemas.'' Revan memberi pesan kepada sang adik dan dia kembali fokus menonton televisi.

Taufik hanya mengangguk pelan dan dia segera berjalan pergi meninggalkan rumah untuk mengambil motor yang ada di sebelah, Aisyah memang mendadak saja mengajak dia bertemu karena ingin membicarakan sesuatu sehingga Taufik pun memutuskan untuk bertemu dengan sang kekasih, meski dalam hati dia sudah menebak bahwa itu tidak seberapa penting.

Motor Taufik segera meninggalkan rumah dan membelah kegelapan malam karena sekarang memang sudah cukup malam, warga juga agak jarang keluar setelah kejadian yang menimpa keluarga Ulya karena mereka takut nanti akan terjadi sesuatu seperti itu terhadap diri mereka juga, sehingga banyak yang mengurung diri di dalam rumah bila sudah malam.

Terlebih lagi para polisi juga masih belum berhasil menangkap pelaku itu sehingga mereka sangat yakin bahwa pelaku masih berkeliaran kesana kemari dengan hati bahagia, lebih baik mereka menjaga diri agar jangan sampai bertemu dengan pelaku seperti itu sehingga nyawa mereka pasti akan selamat dan tidak terancam bila ada di dalam rumah seperti sekarang.

"Kemana tadi Taufik?" tanya Bu Warti setelah keluar dari kamar.

"Paling ketemu Aisyah, Bu." Revan menjawab cepat.

''Lagi kondisi begini tapi dia malah keluar malam saja, Padahal kalau ketemu bisa masih agak sore.'' keluh Bu Warti sambil menatap jendela rumah.

''Mungkin ini agak penting dan mungkin saja soal pekerjaan jadi tidak bisa ditunda lagi.'' Revan masih berusaha untuk membela sang adik.

''Kadang Aisyah itu kalau punya kehendak tidak bisa ditolak sehingga Taufik terus saja menuruti dan seperti sekarang.'' Bu Warti memang sudah hafal dengan tabiat sang calon menantu.

''Tidak apa apa, selagi Taufik mampu maka Biarkan saja karena kita juga tidak tahu nanti ke depan akan bagaimana.'' Revan tersenyum manis

Bu Warti mengangguk kecil dan dia segera masuk ke dalam kamar lagi meski perasaannya juga agak cemas karena takut nanti terjadi sesuatu yang tidak baik kepada Taufik, sebagai orang tua tentu saja dia tidak bisa tenang kalau anak keluar malam seperti sekarang ini.

Namun bila terlalu mengekang nanti malah yang ada justru akan membuat Taufik berontak dan mereka akan bertengkar satu sama lain, jadi lebih baik bila Bu Warti memilih diam dan menasehati secara perlahan saja agar Taufik sadar bahwa segala sesuatu dari sang kekasih bisa dia tolak secara perlahan.

''Taufik kalau sudah kenal cinta dia memang sangat bodoh sekali.'' Revan menggerutu sendirian.

''Sambil kamu chat dia biar tahu kalau ini sudah malam dan jangan terlalu lama.'' Bu Warti berteriak dari dalam kamar.

''Iyaaaa!'' teriak Revan juga sambil meraih ponsel yang ada di dekat nya.

Segera dia chat sang adik agar Jangan pulang terlalu malam karena nanti justru akan menimbulkan pertengkaran di rumah ini, Bu Warti adalah orang yang cukup ketat sehingga bila Dia memberikan waktu maka harus pulang di waktu yang itu juga dan tidak ada negosiasi sama sekali, entah itu untuk Revan atau untuk Taufik.

...****************...

''Eh astaga!'' Revan membuka mata karena dia memang tertidur di depan televisi.

''Huaaaaam, sudah pulang apa belum Taufik ini ya?'' Revan segera bangkit untuk melihat keadaan karena tadi dia memang tertidur sehingga tidak tahu apa sang adik sudah pulang atau belum.

''Fik! sudah pulang kau?'' Revan membuka pintu kamar.

Namun ternyata memang kamar itu masih kosong sehingga menandakan bahwa Taufik belum pulang ke rumah malam ini, Revan melihat jam pada ponsel yang menunjukkan sudah pukul tiga pagi, namun kenapa sampai saat ini Taufik masih belum juga pulang ke rumah sehingga Revan mendadak saja merasa cemas dan takut bila nanti Ibu mereka akan tahu.

''Aih bocah sialan ini, buat masalah saja!'' kesal Revan keluar dari rumah.

''Ha motor dia memang belum ada, belum pulang dia!'' Revan segera menghubungi nomor Taufik.

Lama Revan menunggu agar segera diangkat oleh Taufik namun ternyata sama sekali tidak dijawab, tentu itu semakin membuat emosi Revan menyala-nyala karena ini sudah sangat malam dan dia berpesan agar jangan pulang terlalu malam namun ternyata Taufik sampai sekarang tak kunjung pulang.

''Aisyah!'' Revan agak membentak pada kekasih adik dia.

''Iya, Bang?'' Aisyah menjawab dengan suara mengantuk.

''Mana Taufik? suruh dia pulang sekarang!'' titah Revan berusaha mengendalikan emosi juga.

''Taufik tidak ada ketemu sama aku, Bang.'' jelas Aisyah mulai bingung juga.

''Kau serius, sejak tadi sore kau tidak ketemu dia?!'' kaget Revan.

''Demi allah aku tidak bertemu dengan Taufik, emang dia kemana sekarang, Bang?!'' Aisyah mulai panik juga.

''Tadi dia pergi dari rumah dan malah mengatakan kalau mau bertemu dengan kamu.'' jelas Revan.

Aisyah yang Mendengar hal itu tentu saja menjadi terbakar oleh api cemburu karena dia beranggapan bahwa mungkin saja Taufik bertemu dengan wanita lain, namun dia berbohong kepada Revan karena keluarga Taufik hanya tahu bahwa pria itu menjalin hubungan dengan Aisyah saja dan mereka memang sudah di tahap yang mulai serius.

''Berarti benar tentang dugaan ku itu, kami bertengkar karena aku menuduh Dia sedang sibuk chat dengan wanita lain dan mungkin dia bertemu dengan wanita itu.'' Aisyah berkata dengan suara gemetar.

''Ya sudah kalau memang begitu maka aku akan mencari Taufik terlebih dahulu.'' Revan memutuskan sambungan.

''Ya allah jadi benar kalau dia memang selingkuh!'' Aisyah menangis pilu.

Mereka memang bertengkar tadi siang hanya karena Aisyah memang telah menemukan chat yang menurut dia sama sekali tidak pantas, sebagai seorang wanita maka dia sudah mengerti kemana arah pembicaraan itu dan dia malah bertengkar dengan Taufik karena pria itu kekeh mengatakan bahwa orang yang ada di dalam chat tersebut hanya teman biasa.

Selamat pagi besti, jangan lupa like dan komentar kalian semua buat cerita autor Novita Jungkook ya.

1
putri wahyu
siang jg Bess...
ada yg sama ga ya,yg judul sebelah kok di aku ilang ya,yg pembunuh bayaran itu Zora/zena🤔
teman2 gimana?
Yeyet Rohaeti
siang' juga , baru buka hp thor 😄
vania larasati
lanjut kak
Ass Yfa
cinta Xavier...bertepuk sebelah tangan dong...kasihan dia..ntar patah hati,jadi jahat lagi...
Ela Jutek
widih cinta
Apriyanti
lanjut thor 🙏
ismi
yg sebelah kok dihapus thhor
༶•┈┈⛧┈♛ 𝑅𝑖𝑠𝑘𝑎𝑎𝑎 ♛┈⛧┈┈•༶
selamat siang juga kak thor, panas sekali kak siang ini 🤣🤣
Ayuk Witanto
punya malu juga
Ayuk Witanto
bukanya tadi aksara sama jalak ya
Ayuk Witanto
emang minta di bantai nih pur
Ayuk Witanto
emang kau siapa nyuruh purnama stay disitu...lagian dari kemarin kan kau tak percaya 😒
Ayuk Witanto
biar tau rasa si iis
Nurr Tika
lanjut
Ayuk Witanto
kok jadi curiga ya sama Iis...kayak Melda kemarin.sok sok an gak percaya setan ternyata dia punya andk setan
Ayuk Witanto
waduh mana aksara pula kena fitnah
Ayuk Witanto
siapa ya
Fiyan Ayu
tolong mba Pur..banting lah si iis tuh..kesel q..🤣🤣
Wiwit
ii SMA Melda, jgn2.....
Kinnaaa
banting ajala itu iis
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!