Bhaskara hanyalah pemuda biasa ... hingga sebuah kecelakaan merenggut hidupnya.
Saat membuka mata, ia telah berada di Jagaddhita—dunia yang perlahan ditelan kegelapan. Sebuah sistem misterius muncul di hadapannya.
《Misi Utama》
-Pulihkan Prisma Kirana.
-Satukan Enam Negeri.
-Selamatkan Jagaddhita.
Untuk menyelesaikan misi itu, Bhaskara harus mencari lima putri pewaris elemen—Anala, Nirmala, Sekar, Samira, dan Vajra.
Namun, menyatukan mereka tidak cukup. Ia harus membentuk Simpul Kirana, ikatan suci yang dapat membangkitkan kembali cahaya dunia.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Noona Y, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 19 : MALAM TERAKHIR DI AGNIVARA
GLEK!
Bhaskara menelan ludah kaku.
"Ekhem..."
Kemudian, ia berdehem pelan untuk menetralkan raut wajahnya yang pucat. Ia mengelus lembut lengan Anala yang memeluknya.
"A-Anala..." panggil Bhaskara pelan, suaranya agak sedikit bergetar ragu. "Kalau... kalau misalkan aku harus pergi demi menyelamatkan Negeri Tirtamaya dan menyatukan energi elemenku dengan Putri Nirmala... lewat... hmm, seperti apa yang kita lakukan sebelum-sebelumnya, dengan 'ikatan suci'... bagaimana menurutmu?"
Anala mengerutkan dahinya. Iris mata merah keemasannya menatap Bhaskara lekat-lekat dengan pandangan yang teramat sulit diartikan. Suasana kamar peraduan seketika hening mencekam.
Keringat dingin membasahi tengkuk Bhaskara. Jantungnya berdegup brutal bagaikan mau melompat keluar. Di dalam hatinya, Bhaskara sudah pasrah setengah mati, bersiap pasang kuda-kuda kalau-kalau Anala mendadak murka dan meletupkan Api Agni untuk membakarnya sampai jadi debu di tempat!
Namun, dugaan konyol Bhaskara meleset total. Sang Ratu mengulurkan kedua tangannya, menggenggam jemari Bhaskara dengan begitu erat dan lembut. Senyum manis nan tulus bertunas anggun di bibir indahnya.
"Aku setuju, suamiku... Aku rela," bisik Anala lembut, matanya berbinar penuh keikhlasan. "Tirtamaya adalah sekutu terdekat Agnivara, dan Nirmala adalah saudariku. Jika Penyatuan Elemen melalui ikatan suci bersamamu adalah satu-satunya cara untuk menyelamatkan negerinya dan menjaga keseimbangan Jagaddhita... maka aku mendukungmu sepenuhnya."
"E-EH...?!" teriak Bhaskara panik dalam hati, otaknya seketika error total.
"T-tunggu dulu! Beneran diizinkan semudah ini?! Tak ada kobaran api?! Tak ada amukan Ratu?! Cuma 'aku rela' begitu saja?!" batin Bhaskara histeris, kebingungan setengah mati dengan logika budaya dunia Jagaddhita tempatnya berada sekarang.
Anala mengusap punggung tangan Bhaskara yang gemetaran, menatap suaminya dengan penuh rasa hormat dan kasih sayang.
"Seorang pahlawan memang ditakdirkan untuk menopang harapan banyak jiwa, Bhaskara," lanjut Anala, "Aku tidak akan pernah menghalangi jalan takdirmu demi keselamatan dan kedamaian Jagaddhita."
> [NOTIFIKASI SISTEM LONTAR EMAS]
> 👑 Persetujuan Ratu: Izin Poligami Diplomatik resmi diperoleh dari Ratu Agung Anala!
> 🕊️ Status Harmonis: Tingkat Keterikatan Emosional Anala (+100% - Setia & Ikhlas).
> 💬 Komentar Sistem: 'Kekhawatiran Pengguna Bhaskara resmi terbukti tidak berguna. Selamat, jalan menuju Penyatuan Elemen Tirta telah terbuka lebar!'
Glek!
Bhaskara menelan ludah dengan sangat susah payah, masih tak percaya dengan apa yang baru saja ia dengar.
"A-Anala... kamu... kamu benar-benar tidak masalah apabila aku... ehem... menikah lagi?" cicit Bhaskara polos, memastikan pendengarannya tidak salah.
Anala terkekeh pelan melihat ekspresi konyol suaminya, lalu menyandarkan jiwanya rapat-rapat ke dada Bhaskara.
"Selama hatimu selalu kembali padaku, aku tidak akan pernah ragu, suamiku," bisik Anala penuh kehangatan. "Besok, bergegaslah. Kau harus menyiapkan diri untuk berangkat ke Tirtamaya besok pagi."
"Ta-tapi... Anala..." cicit Bhaskara gagap, masih membelalak tak percaya dengan segala kemudahan takdir ini.
"Sssshhh..."
Anala memotong ucapan suaminya dengan lembut. Sang Ratu menyentuhkan jemari telunjuknya yang hangat persis di atas bibir Bhaskara, mengunci setiap kata yang hendak keluar dari mulut pria itu.
"Karena ini adalah malam terakhirmu di Agnivara sebelum bertolak ke Negeri Tirtamaya... maka kita harus memanfaatkan setiap detiknya," bisik Anala dengan nada suara yang kian dalam dan menggoda.
Tanpa peringatan, Anala merebahkan dirinya perlahan di atas peraduan empuk. Kain sutra tipis yang mengenakannya menyapu lembut permukaan ranjang pualam, meliuk indah memperlihatkan setiap jengkal kemolekan raganya.
Sang Ratu mengangkat kedua tangannya, menyangkutkannya dengan anggun di atas kepala, sementara iris mata merah keemasannya berkilat manja memikat jiwa.
"Peluklah aku, suamiku... Jadikan malam ini malam panjang kita berdua..."
GLEK!
Suara tegukan ludah Bhaskara terdengar begitu nyaring di dalam aula peraduan yang mendadak hening dan hangat.
Pandangan mata Bhaskara terkunci sepenuhnya pada sosok istrinya. Seluruh teori 'Inisiatif Mandiri', kalkulasi persentase jiwa pejaka, dan rasa takutnya mendadak lebur menjadi satu gelombang gairah serta kehangatan yang tak lagi bisa ia bendung.
[NOTIFIKASI SISTEM LONTAR EMAS]
> 🚨 Peringatan Darurat: Aura Pesona Sang Ratu berada pada Tingkat Maksimal!
> 📉 Prediksi Jiwa Pejaka: Dipastikan anjlok drastis ke angka 40% sebelum fajar menyingsing!
> ⚙️ Status Protokol: Protokol Auto-Pilot Dinonaktifkan. Pengguna Bhaskara memegang kendali penuh atas raganya sendiri.
Bhaskara menghembuskan napas berat yang membara, lalu merayap mendekat di atas peraduan. Ia menggenggam jemari Anala yang terangkat, menatap dalam-dalam ke dalam manik mata wanita yang telah mempercayakan seluruh takdir dan hatinya itu.
"Se-sesuai perintahmu... Ratu-ku," bisik Bhaskara penuh keberanian.
Dengan penuh tekad, ia mendekatkan wajahnya, memangkas habis jarak di antara mereka. Niatnya sudah bulat: malam ini ia tidak boleh hanya menjadi pihak yang pasif, apalagi menyerahkan kendali pada Sistem!
Ia menatap bibir ranum Anala yang merona di bawah pendar redup Api Agni. Perlahan tapi pasti, Bhaskara mendaratkan ciuman hangat nan lembut tepat di atas bibir sang istri.
Anala membelalak pelan, tersentak kecil oleh kejutan manis itu. Namun, seketika matanya terpejam lembut. Jemari tangan Sang Ratu yang tadinya terangkat di atas kepala kini turun melingkari leher Bhaskara, menarik tubuh suaminya lebih dekat untuk membalas ciuman tersebut dengan kehangatan yang amat dalam.
Sensasi lembut dan desir hangat merambat cepat dari rongga dada hingga ke seluruh aliran darah ditubuh Bhaskara. Jantungnya memang masih berdegup kencang, tapi kali ini bukan karena kepanikan—melainkan karena gejolak gairah dan ikatan jiwa yang kian pekat.
> [NOTIFIKASI SISTEM LONTAR EMAS]
> 🎯 Keberhasilan Inisiatif Mandiri: Pengguna Bhaskara berhasil mengambil tindakan intim pertama secara sadar (+100 Karisma Suami).
> 📉 Tingkat Jiwa Pejaka: Merosot drastis dari 85% ➔ 60%!
> 🧠 Kondisi Kesadaran: 100% Sadar Penuh. Protokol Auto-Pilot Resmi Dinonaktifkan.
> 💬 Komentar Sistem: 'Langkah awal yang sangat baik, Pengguna. Nikmatilah ingatan malam ini dengan kesadaran utuh.'
Bhaskara melepaskan tautan bibirnya perlahan, menyisa jarak beberapa sentimeter dari wajah Anala. Napas mereka memburu beradu hangat.
Bhaskara menyunggingkan senyum tipis yang begitu tampan dan percaya diri, menatap dalam ke manik mata merah keemasan istrinya yang berbinar pasrah.
"Malam ini..." bisik Bhaskara serak dan dalam, mengusap lembut pipi Anala dengan ibu jarinya, "...aku tidak akan melupakan satu detik pun darimu, Anala."
Anala tersenyum begitu indah, mempererat pelukannya di tengkuk Bhaskara. "Aku milikmu sepenuhnya malam ini, suamiku..."
Lampu pualam di sudut ruangan meredup sempurna, menyisakan kehangatan malam panjang mereka di peraduan Istana Agnivara sebelum fajar menyingsing.
[TIME-SKIP: KEESOKAN HARINYA]
Sinar fajar menyapu megah pelataran Istana Agnivara. Bhaskara telah berdiri gagah dalam balutan zirah keagungan Agnivara bercorak lidah api, disempurnakan oleh Pedang Agni yang tersengkelit di pinggangnya.
Sorot matanya memancarkan keteguhan tiada tara—melenyapkan sepenuhnya raut pemuda canggung yang mudah panik.
Di hadapannya, ribuan pasukan elit Agnivara telah berbaris rapi dengan panji-panji membara, siap bergerak di bawah komandonya menuju Negeri Tirtamaya.
Anala berdiri di sampingnya, mengusap bahu Bhaskara dengan tatapan penuh kebanggaan dan doa.
"Pasukan sudah siap, suamiku," bisik Anala lembut. "Selamatkan Putri Nirmala, doaku selalu menyertaimu."
Bhaskara mengangguk mantap, menatap lurus ke arah garis cakrawala. "Aku berangkat, Anala."
...****************...