Lin Ye terbatuk memuntahkan darah hitam dan terbangun di tanah pemakaman Sekte Pedang Surgawi.
Dantiannya telah hancur lebur, menjadikannya tumpukan sampah yang selalu dihina oleh para kultivator lain.
Angin malam yang dingin berhembus membawa aroma dupa busuk dan aura kematian yang sangat pekat di sekitarnya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ikyar, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 6
Mata Lin Ye memancarkan ambisi gelap yang tak terbendung saat mendengar saran langsung dari sistem.
Ia melangkah perlahan namun pasti menaiki anak tangga altar batu yang sedingin balok es.
Setiap langkah kakinya meninggalkan jejak kaki berwarna hitam karena energi kematian yang memancar dari tubuhnya.
Ia berdiri tepat di hadapan peti mati raksasa itu sambil menatap dingin ratusan jimat segel yang menempel.
Ia bisa merasakan detak jantung dari entitas mengerikan yang terus bergetar marah di dalam kegelapan peti mati.
Tanpa ragu sedikit pun, Lin Ye mengangkat tangan kanannya yang mulai memancarkan kabut pusaran hisapan yang ganas.
Ia menempelkan telapak tangannya tepat ke atas kumpulan kertas jimat kuning yang paling besar di tengah peti.
"Hancurkan," bisik Lin Ye dengan suara yang sangat dingin dan mematikan.
Pusaran energi Yin dari telapak tangannya langsung menelan cahaya keemasan dari jimat tersebut.
Kertas-kertas jimat itu seketika berubah warna menjadi hitam legam dan hancur menjadi debu yang beterbangan tertiup angin.
Sembilan rantai besi merah menyala yang mengikat peti mati langsung kehilangan kekuatan gaibnya.
Rantai-rantai itu berderit keras sebelum akhirnya putus dan jatuh menghantam lantai batu dengan suara dentuman yang memekakkan telinga.
Segel seribu tahun yang mengurung eksistensi kuno itu kini telah benar-benar hancur lebur tanpa sisa.
Keheningan yang mencekam tiba-tiba menyelimuti seluruh ruangan bawah tanah tersebut selama beberapa detik.
Bahkan kabut hitam yang berputar liar seketika berhenti bergerak seolah sedang menunggu sesuatu yang mengerikan terjadi.
Tiba-tiba, suara ledakan yang sangat dahsyat menggelegar dari dalam peti mati logam es hitam tersebut.
Tutup peti raksasa itu terlempar tinggi ke udara hingga menabrak dan menghancurkan langit-langit kristal ruangan bawah tanah.
Pilar energi hitam pekat yang menjulang tinggi langsung meledak keluar dari dalam peti mati tersebut.
Gelombang kejut yang dihasilkan membuat Lin Ye harus melangkah mundur dan menyilangkan kedua tangannya di depan wajah.
Angin kencang yang membawa bau karat darah kuno menerbangkan jubah compang-campingnya dengan sangat kasar.
Dari balik pilar energi hitam tersebut, perlahan muncul sesosok bayangan raksasa yang melayang di udara.
Sosok itu adalah seorang pria bertubuh kekar setinggi tiga meter yang mengenakan baju zirah kuno berwarna perunggu berkarat.
Wajahnya tertutup oleh topeng iblis yang mengerikan dengan sepasang mata merah menyala yang memancarkan aura kezaliman murni.
Di tangan kanannya, ia menggenggam sebuah tombak panjang bergerigi yang ujungnya terus meneteskan darah ilusi.
"Hahahaha! Setelah seribu tahun lamanya, Jenderal Wu An akhirnya kembali melihat dunia!"
Suara tawa jenderal kuno itu menggelegar bagaikan guntur yang menggetarkan seluruh bebatuan di ruangan bawah tanah.
Tekanan aura yang dipancarkannya berada di tingkat puncak Alam Pembentukan Inti, membuat udara di sekitarnya terasa sangat berat.
Jika kultivator Alam Pengumpulan Qi biasa berada di sini, mereka pasti sudah memuntahkan darah dan hancur berkeping-keping.
Jenderal Wu An menundukkan kepalanya yang arogan dan menatap tajam ke arah Lin Ye yang berdiri mungil di bawahnya.
"Bocah kecil beraura kematian, apakah kau yang baru saja menghancurkan segel keparat ini?" tanya jenderal itu dengan nada merendahkan.
Lin Ye menurunkan kedua tangannya dan menatap balik jenderal raksasa itu dengan wajah datar tanpa ekspresi.
"Benar, aku yang membebaskanmu dari kurungan menyedihkan itu," jawab Lin Ye dengan suara yang tenang dan dingin.
Jenderal Wu An kembali tertawa keras hingga membuat bebatuan dari langit-langit gua berjatuhan.
"Bagus! Sebagai ucapan terima kasih, aku akan mengambil alih tubuh fisikmu untuk menjadi wadah baruku!"
Tanpa memberikan kesempatan untuk membalas, Jenderal Wu An langsung menukik turun dengan tombaknya yang diarahkan tepat ke kepala Lin Ye.
Aura membunuh yang sangat pekat langsung mengunci pergerakan Lin Ye dari segala arah.
Kecepatan serangan jenderal kuno itu sangat mengerikan hingga menciptakan suara ledakan sonik di udara.
Namun, di saat ujung tombak itu hampir menyentuh dahi Lin Ye, pemuda itu sama sekali tidak berkedip sedikit pun.
Ujung bibir Lin Ye justru melengkung ke atas membentuk seringai sinis yang membuat bulu kuduk jenderal itu tiba-tiba merinding.
"Sistem, aktifkan Penekanan Jiwa Mutlak," perintah Lin Ye di dalam benaknya dengan sangat tegas.
Seketika itu juga, layar panel biru di hadapan Lin Ye berubah warna menjadi merah darah yang sangat menyilaukan.
Sebuah gelombang energi transparan yang mengandung hukum langit dan bumi langsung meledak dari dahi Lin Ye.
Gelombang energi itu menabrak tubuh bayangan Jenderal Wu An dengan kekuatan yang tidak bisa dijelaskan oleh akal sehat.
Jenderal kuno yang tadinya sangat arogan itu tiba-tiba membelalakkan matanya di balik topeng iblisnya.
Tubuh raksasanya langsung terhempas ke belakang seolah baru saja ditabrak oleh sebuah gunung raksasa.
Ia menjerit kesakitan saat tombak ilusi di tangannya hancur berkeping-keping menjadi debu hitam.
Jenderal Wu An jatuh berlutut dengan keras di atas lantai batu hingga membuat kawah cekung yang cukup dalam.
Tekanan gaib yang tak terlihat terus menekan tubuhnya hingga ia tidak bisa mengangkat kepalanya sama sekali.
"A-apa ini?! Kekuatan hukum macam apa yang bisa menekan jiwa suci milikku?!" teriak jenderal itu dengan panik.
Lin Ye melangkah maju perlahan dengan kedua tangan terlipat santai di belakang punggungnya.
Aura dominasinya terpancar keluar, seolah ia adalah satu-satunya penguasa tunggal di seluruh alam semesta.
Ia berdiri tepat di hadapan jenderal kuno yang sedang meronta-ronta kesakitan di bawah kakinya.
"Kau hanyalah jiwa sisa yang kebetulan memiliki sedikit energi kultivasi murni," ucap Lin Ye dengan nada dingin yang mengiris hati.
"Di hadapanku, kau tidak lebih dari sekadar budak rendahan yang harus mematuhi setiap perintahku."
Lin Ye mengangkat tangan kanannya tinggi-tinggi dan membentuk sebuah segel tangan yang rumit.
Pusaran hisapan energi Yin segera terbentuk di telapak tangannya, namun kali ini pusaran itu berwarna merah darah.
"Tunduk dan jadilah Jenderal Yin pertamaku, atau rasakan penderitaan jiwamu dihancurkan sedikit demi sedikit untuk selamanya!"
Ancaman Lin Ye bukan sekadar gertakan kosong belaka.
Sistem langsung meningkatkan tekanan hukuman yang membuat Jenderal Wu An melolong panjang dengan sangat menyedihkan.
Rasa sakit yang dirasakannya jauh lebih mengerikan daripada saat ia disegel hidup-hidup oleh para tetua aliran lurus seribu tahun yang lalu.
Keangkuhan yang telah ia pertahankan selama ribuan tahun akhirnya runtuh di hadapan siksaan mutlak dari sistem.
"Aku menyerah! Ampuni aku! Aku bersedia tunduk padamu, Tuanku!" jerit Jenderal Wu An dengan suara gemetar.
Seketika itu juga, tekanan gaib yang menindasnya menghilang tanpa bekas.
Sebuah jejak kontrak berwarna merah darah tiba-tiba muncul dari dahi jenderal itu dan melayang masuk ke dalam lautan kesadaran Lin Ye.
"Sistem melaporkan: Penaklukan berhasil."
"Jiwa Jenderal Kuno telah diikat secara permanen sebagai Jenderal Yin Pertama."
"Loyalitas terkunci pada tingkat absolut, pengkhianatan tidak dimungkinkan."
Bersamaan dengan laporan tersebut, energi timbal balik yang sangat masif mengalir deras dari jiwa sang jenderal masuk ke dalam dantian Lin Ye.
Danau spiritual Lin Ye bergejolak hebat bagaikan lautan yang sedang dilanda badai topan.
Aura di tubuh Lin Ye meledak dan terus menanjak dengan kecepatan yang sangat tidak masuk akal.
Dari tahap pertama Alam Pengumpulan Qi, ia langsung melesat menuju tahap kedua, lalu tahap ketiga.
Energi itu akhirnya berhenti melonjak setelah Lin Ye berhasil menembus tahap keempat Alam Pengumpulan Qi, menjadikannya seorang kultivator tingkat menengah dalam sekejap mata.
Lin Ye menghembuskan napas keruh berwarna keabuan sambil merasakan kekuatan ledakan di setiap serat ototnya.
Ia menundukkan kepalanya menatap Jenderal Wu An yang kini sedang bersujud dengan sangat hormat di ujung kakinya.
"Sangat bagus, kekuatanmu tidak mengecewakan sama sekali," ucap Lin Ye sambil tersenyum tipis.
Jenderal Yin itu menempelkan dahinya ke lantai batu yang dingin.
"Mulai hari ini, pedangku dan jiwaku adalah milikmu, Tuanku."
Lin Ye membalikkan badannya dan menatap tajam ke arah lorong gua yang mengarah kembali ke dunia luar.
Waktu untuk bersembunyi di dasar jurang ini sudah hampir berakhir.
Ia bersiap untuk kembali ke permukaan dan memberikan kejutan berdarah yang tidak akan pernah dilupakan oleh Sekte Pedang Surgawi.