NovelToon NovelToon
The CEO'S Secret Architect

The CEO'S Secret Architect

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikah Kontrak
Popularitas:5.6k
Nilai: 5
Nama Author: Blaze Onyx

Aureline Vance mengira pernikahan kontrak dua tahun dengan Zayyan El-Ghazali—sang CEO berdarah dingin penguasa imperium bisnis terbesar—hanya sekadar transaksi demi keselamatan diri. Namun, yang tidak diketahui dunia adalah kehadiran Xavi, putra rahasia mereka yang berusia tujuh tahun dengan kecerdasan siber tingkat genius.
Saat ancaman dari kartel informasi global, *Valerius Syndicate*, dan intrik pengkhianatan dalam keluarga El-Ghazali mulai membidik Xavi sebagai target eliminasi, Zayyan dan Olin terpaksa meruntuhkan dinding pembatas di antara mereka. Di tengah desing peluru dan konspirasi tingkat tinggi, kertas kontrak dua tahun itu akhirnya dibakar menjadi abu. Kini, tidak ada lagi jalan mundur. Zayyan siap mengerahkan seluruh kekuatan imperiumnya demi melindungi takhta, wanita yang dicintainya, dan sang pewaris rahasia yang tak tersentuh.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Blaze Onyx, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 5: Tarikan Benang Takdir

Kata-kata Zayyan menjalar di udara bagai embun beracun yang seketika membekukan gerakan Olin. Tangan wanita itu yang sedang mencengkeram pundak Xavi perlahan melemas, sebelum akhirnya beralih mendekap dada sang putra, melindunginya seolah tubuh rampingnya mampu menahan empasan badai yang dibawa oleh pria di hadapannya.

"Mansion utama?" Olin mengulang kalimat itu dengan tawa hambar yang tercekat di tenggorokan. Matanya yang mulai memerah menatap Zayyan dengan sorot penuh penolakan. "Kau ingin membawa kami ke sangkar emasmu, lalu mengunci kami di sana seperti properti pajangan? Tidak, Zayyan. Aku tidak akan pernah mengizinkanmu menyentuh kehidupan anakku lagi."

Zayyan tidak membalas kilatan amarah itu dengan ledakan emosi yang setara. Dia justru menegakkan punggung, membiarkan kedua tangannya kembali terbenam ke dalam saku celana kain mahalnya. Ketegangan di rahang tegapnya sedikit mengendur, digantikan oleh ekspresi dingin yang teramat datar—sebuah ketenangan absolut yang biasa dia gunakan sebelum mengeksekusi akuisisi perusahaan saingan.

"Aku tidak sedang meminta izinmu, Aureline," ucap Zayyan, nadanya terlampau tenang hingga terdengar mengerikan. Pria itu menoleh sedikit ke arah Malikh yang masih berdiri tegak di ambang batas lampu koridor. "Berapa lama waktu yang dibutuhkan unit taktis untuk membersihkan sisa barang di ruang kerja belakang?"

"Tiga menit, Tuan Besar. Mobil pengangkut logistik dari divisi pengamanan sudah bersiaga di pintu darurat," jawab Malikh tanpa riak.

"Jangan berani-berani kalian menyentuh barang-barang di sana!" pekik Olin, melangkah maju satu tapak, memangkas jarak hingga ujung sepatunya nyaris bersentuhan dengan sepatu Zayyan. Napasnya naik turun dengan cepat, memburu di antara keheningan aula yang kian mencekam. "Zayyan, kau tidak bisa melakukan ini secara ilegal! Aku bisa melaporkan tindakanmu ke kepolisian atas dugaan intimidasi!"

Zayyan menunduk sedikit, menatap lurus ke dalam manik mata Olin yang bergetar hebat. "Laporkan saja. Kepala Kepolisian Daerah malam ini sedang berada di ruang perjamuan hotelku untuk menghadiri gala makan malam. Kau ingin aku menyambungkan panggilannya sekarang?"

Olin bungkam. Lidahnya mendadak kelu, kelu oleh kenyataan pahit bahwa hukum di kota ini selalu bertekuk lutut di bawah bayang-bayang nama besar El-Ghazali. Pria di depannya bukan lagi pemuda yang dulu bisa dia tinggalkan begitu saja di dermaga tua; dia adalah monster korporasi yang memiliki mata dan telinga di setiap sudut kota.

Di tengah keputusasaan yang mulai menggerogoti Olin, sebuah tarikan lembut di ujung gaun kerjanya membuat wanita itu menunduk.

Xavi menarik kain gaun ibunya, lalu melangkah maju hingga posisinya kini berada tepat di antara Zayyan dan Olin. Bocah tujuh tahun itu tidak menampilkan ekspresi panik. Dia justru membuka gawai portabelnya, mengetuk layar sentuhnya sebanyak tiga kali dengan gerakan ketukan yang ritmis.

Bzzzt... Klik.

Lampu-lampu sorot di atas aula barat yang tadinya berpendar kuning hangat, mendadak berkedip dua kali sebelum meremang menjadi warna merah padam yang redup. Di saat yang sama, suara alarm internal galeri mendengung halus—bukan alarm kebakaran yang bising, melainkan alarm sunyi yang biasanya menandakan bahwa seluruh akses keluar-masuk gedung telah terkunci secara otomatis oleh sistem pusat.

Malikh secara refleks menyentuh alat komunikasi di telinganya, alisnya bertaut rapat. "Tuan Besar, gerbang hidrolik di sektor barat menutup sendiri. Unit pengaman di luar melaporkan bahwa sistem perimeter galeri mengalami force majeure."

Zayyan menyipitkan mata elangnya, tatapannya langsung turun mengunci sosok mungil di bawahnya.

Xavi mendongak, menyesuaikan letak kacamata bundarnya yang melorot dengan santai. "Sistem kunci otomatis ini terhubung dengan sensor detak jantungku melalui frekuensi gawai ini, Tuan CEO," cicit Xavi, suaranya terdengar jernih dan datar tanpa nada sombong, murni sebuah penjelasan teknis. "Jika jarak Anda dengan Mommy membuat denyut nadiku meningkat melampaui batas delapan puluh lima bpm, pintu keluar tidak akan terbuka selama dua belas jam ke depan. Pengawal Anda di luar butuh waktu dua jam dengan gergaji mesin untuk memotong baja setebal lima belas sentimeter itu."

Sudut bibir Zayyan berkedut. Bukan karena marah, melainkan oleh kilatan rasa kagum yang samar yang mendadak melintasi sepasang mata elangnya. Anak ini baru berusia tujuh tahun, namun dia sudah tahu cara menahan seorang kaisar bisnis di dalam ruangannya sendiri menggunakan perhitungan matematika siber yang matang.

"Jadi," Xavi melanjutkan, memasukkan kembali gawai portabelnya ke dalam saku jins kodoknya. "Daripada Anda memaksa kami dengan unit lapis baja Anda, bagaimana kalau kita bicarakan ini dengan sebuah kesepakatan tertulis? Bukankah itu cara kerja yang biasa Anda gunakan di menara kaca Anda?"

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!