NovelToon NovelToon
Perjalanan Sang Alkemis Abadi

Perjalanan Sang Alkemis Abadi

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi Timur / Kultivasi
Popularitas:11.3k
Nilai: 5
Nama Author: En zz

Shen yifan adalah seorang pemuda yang terobsesi dengan pembuatan pil, namun sayangnya, ia tidak bisa menjadi alkemis di dunia ini hanya karena menjadi manuisa cacat.

Banyak sekali kultivator. Namun orang-orang untuk menjadi seorang alkemis di dunia ini sudah sangat jarang di temukan, bahkan menjadi salah satu kemunduran mutlak.

Salah satunya, hampir di seluruh dunia ini hanya 000,1% para kultivator yang mempunyai element api.

Salah satunya adalah kakek Shen yifan.

Apakah Shen yifan bisa menggapai cita-citanya untuk menjadi alkemis? Atau dia akan mengubah takdir secara tidak langsung, untuk menjadi alkemis sejati?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon En zz, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 20 : Evolusi Gerbang Misterius

Setelah Nangong Yue meminjamkan seribu batu spiritual tingkat tinggi, Shen Yifan mulai duduk bermeditasi. Ia mengeluarkan seluruh batu spiritual tingkat tinggi tersebut, lalu berfokus dan menutup matanya.

​Saat membuka matanya kembali, Shen Yifan sudah berdiri di dalam Gerbang Misterius.

​Kolam energi murni hampir kosong. Shen Yifan menarik napas panjang. "Sudah waktunya memperluas kolam ini."

​Batu-batu spiritual mulai melayang dan langsung menembus tubuh Shen Yifan. Hal itu membuatnya meringis kesakitan. "Urgh..." Rasa sakit langsung menjalar ke seluruh meridiannya. Namun, Shen Yifan tetap memaksa dirinya untuk bertahan. Sedikit saja kehilangan kendali, tubuhnya bisa meledak akibat energi yang terlalu padat.

​Sekitar lima ratus batu spiritual masuk ke dalam dantian Shen Yifan. Di dalam dantian tersebut, batu-batu spiritual mulai berputar cepat hingga dalam waktu singkat, satu per satu batu itu meledak dan berubah menjadi jutaan partikel cahaya.

​"Ini yang paling menyakitkan!" Tubuh fisik Shen Yifan masih tetap duduk bermeditasi. Sementara itu, tubuh jiwanya melihat Gerbang Misterius menyerap jutaan partikel bercahaya tersebut.

​"Urghh... Ini sangat sakit!" Tubuh Shen Yifan mulai goyah. Darah segar keluar dari mulutnya saat ia menahan rasa sakit luar biasa. Gerbang Misterius mulai berevolusi, diselimuti cahaya keemasan yang begitu terang.

​Perlahan, gerbang itu bergetar, lalu membesar. Tingginya bertambah beberapa meter dibanding sebelumnya.

​Melihat hal itu, Shen Yifan menghela napas lega. "Ah, akhirnya selesai!" Tubuh jiwa Shen Yifan langsung melangkah masuk ke dalam Gerbang Misterius.

​"Ini..."

​"Luas sekali!"

​Kolam yang sebelumnya hanya sebesar danau kecil kini telah meluas hampir tiga kali lipat. Energi spiritual murni di dalamnya pun mulai memenuhi dasar kolam sedikit demi sedikit.

​"Urusan di sini sudah selesai."

​Kesadarannya kembali ke tubuh asli. Shen Yifan perlahan membuka matanya. Dalam sekejap, ia dapat merasakan aliran energi spiritual mengalir jauh lebih deras dibanding sebelumnya. Seluruh tubuhnya dipenuhi kekuatan baru.

​"Condensation Qi tahap akhir." Sudut bibirnya perlahan terangkat.

​Ia kemudian memeriksa kondisi dantiannya.

​"Lautan energi spiritualku juga ikut membesar..."

​Shen Yifan sedikit mengernyit.

​"Apa evolusi Gerbang Misterius juga memengaruhi ukuran dantianku?"

​Ia sendiri belum mengetahui jawabannya. Namun, satu hal yang pasti: energi spiritual di dalam tubuhnya kini meningkat hampir dua kali lipat dibanding sebelumnya.

​"Maaf, Tuan, kami kehilangan jejak dua orang itu!" sahut seseorang yang sedang berlutut.

​"Tidak perlu buru-buru, mereka tidak akan ke mana-mana... Lebih baik memanen ketika sudah matang!" jawab orang yang dipanggil Tuan itu seraya memalingkan tubuh ke arah anak buahnya.

​Aura yang dipancarkannya begitu berat hingga udara di sekelilingnya terasa membeku. Rambut hitam panjangnya terurai seperti malam tanpa cahaya, sementara sorot matanya sedalam jurang kematian yang seolah mampu menelan siapa pun yang berani menatapnya.

​Dialah Ketua Flame Seekers Society, Lin Hai.

​"Bagaimana menurutmu... Gu Lie?" Lin Hai mengalihkan pandangannya ke arah mantan pemimpin kota yang kejam itu. Dia sedang duduk santai bersama beberapa wanita di sampingnya.

​"Tentu saja, aku akan ikut bersamamu dalam rencana ini. Walau menangkap dua ikan dengan satu jala kemarin gagal, tidak ada salahnya kita mencoba menangkapnya satu per satu ketika padi itu siap panen," jawab Gu Lie.

​Malam hari mulai melebarkan kegelapannya, disinari oleh bulan purnama yang sempurna. Shen Yifan menyantap dengan lahap makanan yang telah disiapkan Nangong Yue.

​"Yi Fan, hati-hati." Tanpa sadar, Nangong Yue mengangkat sapu tangannya lalu mengusap sisa makanan di sudut bibir Shen Yifan.

​Melihat hal itu, Jian Chen dan Nangong Bingxue berhenti makan. Mereka berdua melirik sepasang anak muda itu yang tampak begitu mesra.

​"Nah, Jian, sejak kapan mereka sampai sejauh ini?" Bingxue berbisik ke arah Jian Chen.

​"Mending Nona Bing lanjut makan saja."

​"Biarkan mereka berdua romantis."

​Jian Chen menghela napas. "Sial... aku jadi kehilangan nafsu makan."

​Mereka berempat pun melanjutkan makan.

​"Yi Fan!" panggil Bingxue.

​"Hmm?" Shen Yifan mengunyah makanannya.

​"Sebenarnya aku merasakan energi aneh darimu!" sahut Bingxue.

​"Nah, Kak... aku juga merasakannya. Sama sekali bukan energi spiritual biasa," sela Nangong Yue. "Energi aneh itu terasa sangat hangat di dalam tubuhku!"

​"Hangat?" sahut Jian Chen sambil menatap Nangong Yue dengan penuh tanda tanya.

​"Eeee, maksudnya bukan hangat yang seperti Kak Jian maksud!" Rona merah kembali melapisi pipi indah Yue.

​"Hmmm... Ya sudahlah, aku juga penasaran!" ujar Jian Chen.

​"Yi Fan, jawab!" Bingxue menatap ke arah Yi Fan yang sudah selesai makan.

​"Soal itu... kita pernah membicarakannya, Kak Bing," jawab Yi Fan.

​"Sejak kapan kalian melakukan pembicaraan rahasia di belakangku, Kak?" gerutu Nangong Yue sedikit kesal.

​"Iya, tuh! Kapan coba?" lanjut Jian Chen penasaran.

​"Soal itu pas aku melihat keadaan Yi Fan. Benar, kan, Yi Fan?" sahut Bingxue agar tidak ada yang salah paham.

​Shen Yifan mengangguk. "Iya, itu tentang akar spiritualku yang berbeda dengan orang lain."

​"Beda?" Nangong Yue mulai penasaran. Ia semakin mendekat ke arah Shen Yifan.

​"Iya... Kalau kalian penasaran, aku akan menceritakannya!"

​Mereka bertiga mengangguk, lalu menyorongkan pendengaran ke arah Shen Yifan.

​Shen Yifan mulai menceritakan semuanya, mulai dari Gerbang Misterius, energi spiritual murni, hingga kolam energi spiritual murni di dalam Gerbang Misterius. Ia juga menjelaskan cara kerja energi spiritual di dalam dantiannya.

​"Jadi, energi spiritual di dantianmu diekstrak ke dalam Gerbang Misterius itu?" tanya Jian Chen yang mulai mengerti sambil menopang dagunya.

​"Iya. Walau aku tidak punya akar spiritual, bukan berarti energi spiritualku tidak berguna... hmmm..." Shen Yifan mulai memikirkan contoh.

​"Nah... misalnya saja...!" Shen Yifan mengangkat sendok di atas meja menggunakan energi spiritual.

​"Hmmm!" Jian Chen meneliti sendok melayang itu dengan hati-hati. "Ini benar-benar energi spiritual."

​"Nah, kalau yang ini baru energi spiritual murni!" Shen Yifan mengalirkan energi murni itu ke tangan Jian Chen dan Bingxue.

​"Sangat hangat dan halus. Energi apaan ini? Aku juga mau!" sahut Jian Chen, matanya berbinar di depan Shen Yifan.

​"Benar, ini sangat halus!" Bingxue merasakan ketenangan setelah dialiri oleh energi spiritual murni.

​"Yi Fan, aku juga mau!!" gerutu Nangong Yue sambil melipat tangan di dada dengan bibir cemberut.

​Shen Yifan tersenyum kecut. Ia mengalirkan energi murni itu ke dalam dantian Nangong Yue. Gadis itu langsung merasa rileks, memejamkan mata, dan menikmati sensasi tenang yang menjalar ke seluruh tubuhnya.

​"Nah, Yi Fan... Apakah manusia biasa seperti kita tidak mempunyai hal aneh seperti ini?" tanya Bingxue.

​Shen Yifan menggelengkan kepala. "Sayangnya, aku tidak tahu."

​"Yi Fan, aku kepikiran sesuatu!" ujar Jian Chen.

​"Apa itu?"

​"Jika kamu tidak memiliki akar spiritual, otomatis kamu tidak punya elemen apa pun, kan? Jangan masukkan Flame Devouring ke dalam pertanyaan ini!" tegas Jian Chen.

​"Memang benar, aku tidak punya elemen apa pun karena tidak memiliki akar spiritual sama sekali. Tapi..." jawab Shen Yifan.

​"Tapi?" desak Jian Chen.

​"Tapi aku punya kekuatan lain yang tidak masuk akal juga. Aku pun tidak mengerti!"

​"Oh iya, waktu itu kamu juga mengeluarkan kombinasi antara Ember Burst dan... eh, apa namanya?" sela Nangong Yue.

​"Distorsi ruang!"

​"Nah, itu!"

​"Apa? Distorsi ruang?!" Sontak Jian Chen dan Bingxue terkejut.

​"Eh, kalian kenapa? Ada yang aneh?" tanya Shen Yifan bingung.

​"T-tidak aneh... tapi distorsi ruang?!" Bingxue sedikit gugup.

​"Distorsi ruang biasanya adalah kekuatan utama kultivator ranah Core Formation sempurna. Walau hanya beberapa senti, itu bisa merobek ruang!" sambung Jian Chen.

​"Apa?!" Nangong Yue dan Shen Yifan kaget. Mereka menatap ke arah Bingxue, yang juga mengangguk mengonfirmasi ucapan Jian Chen.

​"Tapi kamu... ranah Condensation Qi tahap akhir bisa merobek ruang... Sangat menakutkan!" Jian Chen merasa merinding.

​"Tapi aku sungguh tidak tahu... eh, aku harus menjelaskan bagaimana, ya? Pokoknya, kekuatan ruang itu seolah-olah sudah ada di dalam pikiranku!" tegas Shen Yifan.

​"Seperti dua kepribadian?" sahut Bingxue.

​"Tidak, Kak Bing. Aku hanya punya satu kepribadian... tapi entahlah, seperti pemahamanku yang tumpang tindih!" Shen Yifan menunduk.

​"Ah, sudahlah. Aku juga pusing kalau harus berteori. Benar, kan, Jian?" Bingxue menoleh ke arah Jian Chen, tetapi pemuda itu hanya terdiam sambil memegang dagunya, tampak memikirkan sesuatu.

​"Jian?" panggil Bingxue.

​"Ah, maaf. Kebiasaan melamun sendiri... Haha, iya, teori atau apa lah itu, aku sungguh tidak mengerti!" Jian Chen tersenyum kecut sambil menggaruk bagian belakang kepalanya.

​"Ah, sudahlah. Nah, Yue, kamu sudah bersiap-siap?" sahut Bingxue melihat Yue yang tampak agak ragu.

​"Eh? Kak Bing dan Yue mau ke mana?" tanya Shen Yifan penasaran.

​"Itu, beberapa waktu lalu Ayah menyuruhku dan Yue untuk pulang sementara setelah mata-mata Ayah tahu bahwa Yue sudah bisa membuat pil grade tiga," jawab Bingxue.

​"Jadi... kenapa harus pulang besok?" tanya Shen Yifan masih penasaran.

​"Ayahku sangat senang. Bahkan leluhur keluarga Nangong sampai keluar dari tempat pengasingan setelah mendengar berita ini, jadi..." sela Nangong Yue, wajahnya diselimuti keraguan.

​"Hmmm. Aku mengerti..."

​"...Tapi kenapa Yue terlihat ragu?" Shen Yifan menatap wajah Yue.

​"Aku..." Seolah kata-kata tertahan di tenggorokannya, Yue tak mampu menjawab.

​"Hah... Nona Yue ragu karena kamu bakal sendirian, Yi Fan!" sahut Jian Chen memecah kecanggungan.

​"Ragu? Benarkah kamu khawatir kepadaku?" tanya Yi Fan menatap Yue.

​Nangong Yue hanya mengangguk pelan.

​"Dasar kamu..." Shen Yifan tersenyum kecil sebelum mengacak rambut Yue.

​"Yi Fan, apa yang kamu lakukan?" Nangong Yue kaget, tetapi tidak menepis tangan Yi Fan.

​"Pergilah, Yue. Aku baik-baik saja sendirian!" Shen Yifan tetap tersenyum.

​"Tapi bagaimana dengan pemburu it—" Nangong Yue mendongak menatap Shen Yifan.

​"Soal itu... aku akan memikirkannya!" sela Shen Yifan tenang, seolah memiliki rencana tersendiri.

​"Benarkah kamu tidak apa-apa?" tanya Nangong Yue.

​"Benar. Lagipula aku punya puluhan jimat penyamaran yang diberikan Kak Bing!" Shen Yifan menyudahi elusannya di rambut Yue.

​Melihat tekad yang kuat di mata Shen Yifan, Nangong Yue tidak lagi mendebat. "Baiklah, aku percaya!" Nangong Yue tersenyum.

​"Nah, sebelum kalian berangkat besok... jangan buru-buru. Aku akan memberikan kalian masing-masing hadiah!" sahut Shen Yifan.

​"Hadiah?" tanya Bingxue.

​"Iya... Eh, Yue, aku pinjam tungku kecilmu. Punya, kan?" tanya Shen Yifan.

​Nangong Yue mengangguk, lalu mengeluarkan tungku kecil berwarna emas bercorak naga lengkap dengan beberapa segel.

​"Nah, kalau bisa sekalian dengan tanaman herbal ini!" Shen Yifan menyerahkan secarik kertas berisi daftar bahan kepada Jian Chen.

​"Hoho, cukup langka... Tapi baiklah!" ujar Jian Chen sambil mengangguk.

​Malam itu pun mereka lewatkan bersama dengan penuh cerita.

​Catatan Sistem Kultivasi & Alchemia

​Ranah Kultivasi:

​Condensation Qi

​Foundation Establishment

​Core Formation / Golden Core

​(Masing-masing memiliki sub-tahap: Awal, Menengah, dan Akhir. Khusus ranah Core Formation memiliki tahap tambahan, yaitu Sempurna. Perbedaan satu sub-tahap saja memancarkan kekuatan yang bagaikan langit dan bumi.)

​Tingkatan (Grade) Pil:

​Pil Grade 1: Mortal

​Pil Grade 2: Spiritual

​Pil Grade 3: Earth

​(Masing-masing memiliki sub-tahap: Awal, Menengah, dan Akhir/Tinggi.)

​Catatan Tambahan:

Alkemis dengan tingkat kultivasi yang rendah umumnya tidak mampu membuat pil berkualitas tinggi. Namun, Shen Yifan menjadi pengecualian karena memiliki Energi Spiritual Murni serta Flame Devouring.

​Sementara itu, penggunaan Temporary Flame Pill memang dapat meningkatkan kemampuan pembuatan pil secara sementara, tetapi kualitas pil yang dihasilkan akan menurun satu tingkat.

​Penjelasan mengenai sistem kultivasi dan alchemia akan dibahas lebih mendalam pada bab-bab berikutnya.

​Selamat membaca!

1
obeng min
lanjut ketua
obeng min
mantap
sitanggang
hadeuhhh lemah bgt🙄
obeng min
lanjut💪💪💪💪💪
obeng min
💪💪💪👍👍👍👍
obeng min
upnya lama
obeng min
👍👍👍👍💪
obeng min
lanjut 💪💪💪💪💪
obeng min
manatap perbanyak upnya 🤣🤣💪💪👍👍👍
Jhon Saanz
up bang
obeng min
josss👍👍👍👍👍
Andi Akhasay: Liat ceritaku kak
total 1 replies
obeng min
lanjut👍👍👍👍👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!