NovelToon NovelToon
Li Zie Sang Penawaran Racun Kaisar

Li Zie Sang Penawaran Racun Kaisar

Status: tamat
Genre:Romansa Fantasi / Ruang Ajaib / Balas Dendam / Tamat
Popularitas:508.3k
Nilai: 4.9
Nama Author: Queen Fitria

Li Zie seorang dokter dari abad 21 justru mengalami kecelakaan, dan jiwanya justru berteransmigrasi ke tubuh seorang wanita lemah di jaman kuno.

Li Zie pun berniat membalas penderitaan wanita yang namanya juga sama, Li Zie. Ia pun menjadi tabib di sana dan fokusnya hanya mengumpulkan harta, ia juga memiliki ruang dimensi, Li Zie menyembunyikan identitasnya dengan sangat rapi.

Tapi bagai mana jadinya jika ketenangan itu hanya sesaat, karena pria yang berkuasa di dinasti Xuan. Yaitu Kaisar Xuan Long justru mengetahui identitas aslinya.

Seperti apa kelanjutannya? yuk mampir!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Queen Fitria, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 16

Dengan gerakan seringan kucing, kedua bayangan itu melompat melewati jendela paviliun, menghilang di balik bayang-bayang kediaman Menteri Li yang megah, menuju ke arah Pasar Gelap.

Paviliun Pasar Gelap malam ini terasa berbeda. Suasana jauh lebih tegang. Begitu sosok kakek tua berjubah hitam dengan langkah berwibawa itu muncul di pintu masuk, bisik-bisik seketika berhenti. Orang-orang yang biasanya sibuk bertransaksi barang haram kini menepi, memberi jalan dengan hormat atau ketakutan.

"Tabib Agung sudah datang!" desas-desus itu menjalar secepat api.

Li Zie berjalan dengan tangan terlipat di belakang punggung, wajahnya yang tertutup arang nampak datar dan misterius. Ji Yu, yang berjalan di sampingnya dengan Hanfu bersih hasil curian, kini benar-benar menghayati perannya sebagai pengawal sombong. Ji Yu menepis siapa pun yang mencoba mendekat terlalu dekat.

Di tengah aula paviliun, seorang pria bertubuh besar dengan zirah yang retak-retak sudah duduk menunggu di kursi kayu. Lengannya terbalut kain yang bersimbah darah hitam, dan bau busuk mulai tercium, tanda racun mayat yang sudah parah.

Di sampingnya, terdapat sebuah peti kayu kecil yang sengaja dibuka, menampakkan deretan batangan emas yang berkilau di bawah cahaya obor.

Li Zie berhenti tepat di depan pria itu. Mata Dewanya berputar secara otomatis. Li Zie melihat pembuluh darah pria itu sudah mulai menghijau karena racun, hampir mencapai jantung.

"Tabib Agung... tolong saya," geram pria itu menahan sakit. "Banyak tabib bilang lenganku harus dipotong, tapi aku seorang jenderal tentara bayaran! Tanpa lengan, aku lebih baik mati!"

Li Zie hanya diam, menatap emas di peti itu dengan tatapan dingin, padahal di dalam hati ia sedang bersorak gembira. Li Zie kemudian mengeluarkan suara serak saktinya.

"Memotong lengan adalah cara orang bodoh," ujar Li Zie tenang. "Aku bisa menyelamatkan lenganmu, tapi kau harus membayar harga yang pantas untuk kesombonganmu menantang racun mayat ini."

Pria itu menunjuk peti emasnya. "Ambil semuanya! Tambah lagi jika perlu, asal lenganku kembali!"

Li Zie memberi kode pada Ji Yu. Dengan gerakan cepat, Ji Yu segera menutup peti emas itu dan menariknya ke belakang Li Zie, memastikannya aman sebelum operasi dimulai.

"Ji Yu, siapkan air perasan jeruk nipis dan garam gunung," perintah Li Zie.

Orang-orang di sekitar terkejut. Garam dan jeruk? Itu terdengar seperti bumbu masakan daripada obat. Namun Li Zie tidak peduli. Ia mengeluarkan jarum peraknya, mengaliri jarum itu dengan qi panas, lalu dengan gerakan karate yang presisi, ia menghantam titik saraf di bahu pria itu agar dia tidak merasakan sakit.

Zat!

Jarum tertancap. Li Zie mulai bekerja dengan kecepatan yang tidak masuk akal, membedah sedikit bagian yang membusuk dan mengeluarkan cairan hitam kental hanya dengan tekanan jarinya yang dialiri energi spiritual.

"Tahan napasmu, Jenderal. Ini akan terasa sedikit... hangat," bisik Li Zie dengan suara yang di buat se berwibawa mungkin.

Uap putih keluar dari luka pria itu saat energi Li Zie menghancurkan sisa-sisa racun. Dalam hitungan menit, warna kulit yang tadinya hijau busuk perlahan kembali memerah sehat. Penonton di paviliun itu menahan napas, takjub melihat keajaiban medis di depan mata mereka.

Li Zie menyeka keringat di dahinya, lalu berdiri dengan anggun dan berkata, "Dua hari lagi kau bisa mengangkat pedangmu lagi. Tapi jangan coba-coba menyentuh mayat beracun sebelum kau mandi di air garam."

Pria itu melihat lengannya dengan tidak percaya. Ia langsung berlutut di depan Li Zie dan berkata dengan bersungguh-sunguh, "Terima kasih, Tabib Agung! Anda benar-benar titisan Dewa!"

Li Zie hanya mendengus, matanya justru melirik ke arah pintu keluar pasar gelap. Emas sudah dapat, sekarang perutku mulai memberi sinyal lagi, batinnya waspada.

Li Zie melangkah dengan santai sambil mengelus-elus kantung emas di balik lengan bajunya. Wajahnya yang cemong arang nampak berseri-seri dalam kegelapan. Di sampingnya, Ji Yu sudah mulai menghitung-hitung berapa banyak kedai makanan yang bisa mereka sewa bulan depan.

Namun, baru saja mereka memasuki gang sempit yang menuju ke arah kediaman Menteri Li, sebuah bayangan hitam melesat dari atas atap dan mendarat tepat di depan mereka.

Srekk!

Yan berdiri tegak, tangannya terkepal di depan dada sebagai tanda hormat, namun matanya memancarkan kegelisahan yang luar biasa. Yan berkata dengan penuh rasa hormat, "Tabib Agung, mohon maaf atas kelancangan saya menghadang jalan Anda."

Li Zie berhenti mendadak. Ia kembali memasang suara serak-berat kakek-kakeknya dan berkata "Yan? ada apa? tidak mungkin jika ini tentang Tuan mu, karena belum waktunya untuk berobat padaku. "

Besok Author lanjut lagi.

1
Linda Nadi
Pengobatanya cuman akupuntur doang ya,tanpa disertai ramuan,bener"baru nemu cerita kaya gini...lain x sediakan makanan dulu sebelum mlakukan akupuntur
Linda Nadi
Baru x ini q baca cerita berbeda dari yg lain,kebanyakan cerita kultivasi tu makin kuat smakin bisa berhari"tak merasa lapar,begitu juga ilmu pengobatanya smakin lama smakin kuat smakin bisa mengendalikanya,begitu juga ruang dimensinya makin kuat orangnya smakin bertambah luas&lengkap pula isinya &takan ada habisnya juga 🤭🤣🤣🤣 ini mah ngocak perut mulu
Tri Haryanto
baguuuuuuus bangeeeet ya ampuuun
Heny Shae
zie dimana semua sikap sombong dan sok wibawamu 🤣🤣
Heny Shae
🤣🤣🤣
Sri rahayu
ternyata di dunia novel pun sama ya kalau istri kurang duit suka marah melulu 🤣🤣🤣🤣
Sri rahayu
Thor ceritamu Bagus dan di selingi kekonyolan pasti orang suka
Sri rahayu
Thor terimakasih ya sudah bikin sy tertawa terus .semoga amal ibadah author di terima karena sudah membuat banyak orang tertawa 😁😁🫰🫰
Fitria: Sama-sama, Kak.
total 1 replies
Sri rahayu
🤣🤣🤣🤣🤣 pasti terkenving kencing tuh
Sri rahayu
guru hentikan guru
Fitria: Kok author jadi ngakak ya, keinget nadanya🤣
total 1 replies
𝓬𝓱𝓪𝓵
🤣🤣🤣 bisa bisanya harga diri nmr 2
miss blue 💙💙💙
🤣🤣🤣🤣🤣 ngakak banget ya allah 🤣🤣🤣
Hua Hua
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Hua Hua
aduh terlalu cantik 🤣🤣🤣🤣🤣🤣
miow 🐈🐈🐈
ini kenapa seolah2 yan bru liat kecantikan nya.... kan pas mergokin di paviliun reot pas muka nya dilap pke air spritual kasiar, yan dan feng liat terus terpesona... knp skrg yan malah kya bru pertama liat 🤭🤭🤭
Julia thaleb
Thor..
di dalam ruang dimensi simpan makanan yg banyak, saat lapeeer tinggal makan, tidak perlu bingung cari kedai nasi or restoran.
Lina Sofi
lucu bgt 🤣🤣🤣
tudehun
/Ok/
༻♛A̷͙ͭͫ̕ḑ̴̞͛̒ỉ͔͖̜͌r̴̨̦͕̝a̤♛༺
seru 🙂
Alisya Dilla
ya allah apa kh ada part yg lebih ngakak ketimbang part ini? astga ngga lemes besty 😭😭🤣🤣🤣💪
Fitria: Mungkin masih banyak sih, kk. 😄
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!