Namaku adalah Rida,usiaku 21 tahun.
hidupku selalu penuh dengan cerita yang tak terbaca, penuh kejutan dan misteri yang harus aku jalani.
hingga aku harus tersesat di sebuah dimensi lain dan bertemu dengan beberapa orang asing di sana.
namun yang membuatku merasa debaran aneh adalah sang kaisar yang selalu membuatku menjadi seorang yang acuh karena sikapnya.
mohon bijaksana dalam membaca, karena ini hanyalah cerita fiksi belaka.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon shafrilla, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
6.MENINGGALKAN AKU
"kak, siapa yang sakit." tanyaku pada kak wawan.karena kami berada d rumah sakit.
" kita ngapain d rumah sakit wan?." tanya kak Rifky pada kak wawan.setelah itu aku dan kak Rifky keluar dari mobil yang d bawa kak wawan.dan mengikuti kak Wawan.
" pokoknya kalian ikut saja." seru kak Wawan sambil mbawa kami ke suatu tempat d rumah sakit itu.
Nampak dari kejauha,Bu Marwah bersimpuh d lantai sambil menangis histeris.
hatiku berfikir tak menentu, tiba- tiba dadaku terasa sesak.entahlah...aku merasa ketakutan.
ibu!.seruku pada Bu Marwah ibu dari mas Roni calon suamiku.
" Rida...Rida." guman Bu Marwah sambil menoleh padaku.
fikiranku bertambah bingung.aku tak tau, aku tak bisa berfikir...
" Bu..." dengan tubuhku yang gemetaran..aku tak tau lagi.
" Rida..Rida.roni..rid."guman ibu Marwah sambil menangis dengan tubuh yang bergetar. fikiranku melayang tak menentu dan badan yang seperti kehilangan raga. saat bu Marwah menyebut nama mas Roni dengan berderai air mata.
Tiba- tida dari dalam ruangan seorang dokter keluar.
" tolong keluarga pasien tolong masuk." seru sang dokter yang menghampiri kami.
" bagaimana anak saya dok." kata b Marwah sambil berderai air mata.
namun,sang dokter hanya menghela nafasnya dan meminta kami harus ikhlas.
hatiku seperti terjun dari ketinggian yang tak terkata.ragaku seperti tak bertulang, nafasku seperti tercekat d tenggorokan.
deg
deg
deg
jantungku serasa mau berhenti saat aku masuk d ruangan itu, hatiku ingin berteriak..namun suaraku tak mampu untuk keluar. aku rapuh..aku runtuh..kulihat raga itu yang penuh dengan darah d dadanya. kutatap wajah itu yang menahan rasa sakit.
aku tak mampu, kututup mulutku seraya mataku mengeluarkan tetesan yang terbendung. aku mau menjerit..namun kenapa rasanya tak mampu.
kulihat mata itu yang menoleh padaku, memberikan isyarat padaku untuk mendekat.
aku..aku tak kuasa melihat calon suamiku yang begitu mengenaskan.
ku angkat kaki ini tuk mendekat padanya, walau terasa sangat berat. kuraih jemarinya, kugenggam dengan penuh kasih.
kutatap wajah calon suamiku yang tersenyum penuh kesakitan yang tertahan.
"Ya Tuhan..." gumanku dalam hati yang sudah tak kuasa melihatnya. kulihat bibir itu yang hendak mengatakan sesuatu.
" maafkan mas rid, iklaskan lah kan mas, maafkan mas yang..ya..Ng yang tak bisa memenuhi janji mas..mas." guman mas Roni
" Bun..bu.bunn. maaf kan ak..akuuu Bun." setelah itu kulihat mas Roni melafatkan syahadat...dan..dan tiba- tiba tangan itu terlepas dariku..
...Nex. ..
" ri..bibi berharap kita berdua menjadi wanita yang tegar ya." guman bibi padaku sambil menepuk nepuk pundakku.
" iya bi, kita pasti kuat." seruku pada bibi
" mas Roni, aku akan menjadi wanita yang tangguh dan aku akan mencapai cita- citaku." kusemangati diriku sendiri d Bali pelukan bibi.
hari berganti hari, bahkan Minggu dan bulan pun berganti.kini aku sudah berada d tempat bibiku 8 bulan.
..🍀rumah makan..
" rid, katanya adik pak Yusuf akan kemari lho." guman Lala dan MBK Nana.
" memang kenapa MBK."tanyaku pada mbk Nana.
" adiknya pak Yusuf tu, orangnya cakep lho..apalagi dia juga punya beberap cofee shop dan tempat rekreasi lho." guman mbk Nana
" lha terus..?" tanyaku pada mbk Nana
" Ais rid, kamu tau g. mas Malik adiknya pak Yusuf tu walaupun ramah..tapi dia itu suka pilih - pilih jodoh" guman Lala..
akhirnya kami saat istirahat kerja, yang kami obrolkan hanya orang yang bernama Malik.
biar ceritanya bedah dr yg sudah"
kosa katanya kayak terjemahan bahasa Inggris