Dayuh sigadis Indigo atau supranatural, dia memiliki kelebihan itu semenjak umur batita, Yang diturunkan oleh kedua orang tuanya. Terutama Ibu Dayuh yang memiliki kelebihan yang cukup istimewa itu dari keturunan sebelumnya. Jika Ibunya memiliki anak atau keturunan, dengan berjalannya waktu dan bertambahnya umur anak tersebut maka kelebihan Ibunya akan berkurang. Maka tugas selanjutnya adalah anaknya yang melanjutkan. Jika tidak memiliki penerusnya maka kelebihan tersebut akan terus dimilikinya dan berkembang.
.
Ibu ingin menceritakan pengalaman yang Ibunya alami selama ini. Mungkin nanti Ibunya akan menceritakan secara pelan-pelan.
Akan kah Dayuh menerima semua kelebihan nya atau sebaliknya melepaskannya?
Yuk simak cerita nya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mawarhirang94, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 6
Dayuh beserta Sitara dan keluarga pun sudah berangkat untuk kepondok yang biasa Dayuh datangin waktu dia kecil. Tak terasa selama perjalanan cukup lama Sitara dan Dayuh sedang tertidur pulas didalam mobil sedang Ibu Dayuh seperti biasa berdzikir. Akhirnya mereka sampai ditempat tujuan mereka tak lupa Ibu pun membangun anak-anak mereka.
"Nak bangun" Ucap Ibu Dayuh membangun Sitara.
"Iya bu." Sahut Sitara sambil mengucek matanya.
Dayuh yang berada dibelakang masih tertidur pulas.
"Dek bangun sudah sampai." Ucap Sitara sambil menggoyangkan badan Dayuh.
"Hemmmm...Hhhoooaaammm." Sahut Dayuh dengan wajah bantalnya.
" Ya sudah kalian nyusul ya Ibu sama Bibi mau duluan."Ucap Ibu Dayuh.
"Ya Buk." Sahut mereka bersamaan.
Mereka berdua pun membantu Pak Jayadi untuk membawa barang-barang bawakan mereka.
"Kak enak ya sejuk gini." Ucap Dayuh dengan wajah bahagia.
Sesampainya mereka diruangan yang sudah disediakan oleh orang pondok. Mereka berdua pun menyusul ibunya untuk izin pamit berkeliling.
"Assalamualaikum.." Ucap mereka berdua.
"Waalaikumsalam.." Kata semua orang yang berada dalam ruangan tersebut.
"Eh nak Dayuh dan Sitara sudah besar saja mereka berdua ya, terakhir kesini waktu masih kecil banget.
"Heheheh... Ya bu." Sahut Dayuh dan Sitara sambil tertawa kecil.
"Ya sudah kalian keliling saja dulu ditemani anak ibu ya." Sahut Ibu Fita dengan ramah.
"Ya keliling dulu nak." Sambung kiyai dengan ramah.
Mereka pun bersaliman dan saling sapa. Tak lupa Pak kiyai menyuruh anaknya untuk menemani mereka berdua untuk berkeliling.
"Ya sudah kami keluar dulu Buk, Kiyai." Ucap Dayuh sambil tersenyum.
.
Mereka bertiga pun keluar dan berkeliling-keliling, Fita yang mengarahkan pun membuat Dayuh dan Sitara takjub dengan suasana pondok yang sekarang. Lebih asri dan modern banyak taman bunga yang indah. Dan juga cafe diluar pondok mereka. Tak lupa fita pun mengajak mereka kesana untuk mencoba cemilannya dan minumannya.
"Dek, Mba cobai deh ini pasti kalian suka." Ucap Fita sambil menyodorkan minuman.
"Hemmmm.... Enak kak.." Sahut Dayuh dengan wajah bahagianya.
"Iya enak mba Fit." Sahut Sitara.
"Ya sudah kita cobai cemilan ini ya, kita bawak ketaman bunga nyatai disana." Sahut Fita lagi.
Tak terasa mereka pun membawa banyak makanan enak dan minuman untuk mereka santap bersama-sama.
"Akhirnya sampai sejuk ya disini Dek." Ucap Sitara.
"Ya kak enak disini damai, Tenang gitu loh kak." Sahut Dayuh sambil menyantap cemilannya.
Fita yang mendengarnya tersenyum bahagia.
"Besok disini ada acara satu Muharram lebih rapi lagi, Nanti sebentar lagi orang-orang sibuk buat dekor siapin buat menyambut satu Muharram besok, Malam ini kita sholatnya.
Fita pun dengan senang hati memberi tahu mereka kabar baik tersebut. Mereka yang mendengarnya pun sangat senang.
"Wah pas banget ya kak, Liburan kita kesini ada acara begini. Pasti meriah banget nanti malam kak." Sahut Dayuh dengan girangnya.
"Kak Sit, Fit aku kesana ya." Ucap sambil menunjuk ayunan yang tak jauh dari tempat mereka duduk.
"Oh.. Ya dek silahkan saja." Sahut Mereka berdua.
Fita dan Sitara pun berbincang-bicang mengenai Dayuh.
"Mba bagaimana keadaan Dayuh?" Tanya Fita dengan nada cemas.
"Ya begitu mba, Tadi malam pingsan makanya kami kesini.
Sitara pun menjelaskan yang terjadi tadi malam kepada Dayuh.
"Mudahan saja Dayuh bisa menerima kelebihannya Mba." Sahut Fita dengan ramah.
"Iya Mba mudahan saja." Sahut Sitara kembali.
Dayuh yang melihat mereka berdua yang asyik mengobrol dia pun menghampirinya.
"Hayokkk.. Gosip kan aku ya." Ucap Dayuh sambil tersenyum dan tertawa.
"Apaan sih Dek, Kepedan kamu ini. Mendingan kamu makan ini habisin siapa coba yang mau ini tadi hayok."
Sitara pun menjawab Ucapan Dayuh sambil menyodorkan makanan ke mulut Dayuh.
"Ya ya ini dihabisin kok kak." Sahut Dayuh kembali dengan mulut penuh makanan.
"Hehehhhhhee..ada-ada saja kamu Dayuh pelan-pelan makannya." Sambung Fita kembali sambil tertawa.
.
Didalam ruangan khusus para keluarga Bu Dayuh dan Pak Jayadi berserta istrinya pun ikut untuk mendengarkan penjelasan kiyai. Kiyai bertanya dengan wajah santai tapi serius." Bagaimana keadaan Dayuh setelah kejadian malam itu Bu?"
Ibu Dayuh pun menjelaskan secara detail kejadian malam itu kepada Kiyai dan istri." Seperti itu Kiyai sampai sekarang dia lupa kejadian malam itu."
.
Tak terasa waktu pun sudah menunjukkan jam makan siang dan sholat Dzuhur. Mereka bertiga pun dipanggil oleh Bi Mirah Ibu Sitara. Bi Mirah Berkata." Nak Ayok kita sholat Dzuhur dulu sekalian makan siang."
Sitara, Dayuh dan Fita pun berdiri dan segera menyusul Bi Mirah Ibu Sitara.
Lima menit kemudian Dzuhur pun tiba, Sitara dan Dayuh pun bersiap-siap untuk pergi sholat bersama Fita dan yang lainnya.
Suasana masjid pun sangat ramai penuh dengan para tetangga dan para santri-santri lainnya yang hendak sholat berjamaah.
Sampai tibanya diwaktu makan siang, Mereka berdua pun segera menyusul Fita. Dengan suasana yang tenang dan sederhana terasa sangat kehangatan keluarga Mereka. Setelah makan siang mereka pun dipersilahkan untuk istirahat diruangan yang sudah disediakan oleh Bu Fita sedari tadi pagi.
.
Malam pun tiba suasana nya semakin meriah dengan aneka ragam hiasan untuk menyambut hari esok.
Disaat itu juga Dayuh melihat seorang wanita yang ada dimimpinya. Dalam hati Dayuh pun berkata sambil memasang wajah kesal." Itu Hantu ngapain coba sampai kesini aneh banget dah."
Sitara yang melihatnya pun menempuk pundaknya Dayuh." Dek, Melamun aja kesambet loh nanti."
Dayuh pun terkejut karna ulah Sitara." Astaghfirullah Kak, Kaget aku loh."
" Habis kamu melamun aja dari tadi loh, Dipanggil-panggil gak nyaut ih." Sahut Sitara dengan wajah sedikit penasaran.
Sitara pun mengajak Dayuh untuk duduk dikajebo disana. Sitara ingin tanya mengenai yang dia alami selama ini." Dek gimana perasaan mu setelah kejadian malam kemarin."
Dayuh pun lupa-lupa ingat, Dengan santai dia pun menjawab pertanyaan Sitara." Lupa-lupa ingat kak, Eh tapi kok dia ikut kita kesini ya kak."
Sitara yang mendengarnya pun ikut terkejut dan memasang wajah sedikit takut." Dia siapa dek, orang dari tadi kita disini berduaan aja kok."
Dayuh pun berusaha menjelaskan kepada Sitara yang dia lihat tadi. Dayuh pun berkata dengan nada serius dan santai kepada Sitara." Ya dia yang selama ini ada dimimpi aku kak, Tadi sebelum kakak mengejutkan aku. Dia muncul kak sambil tersenyum gitu."
Sitara pun menjadi merinding saat mendengar penjelasannya Dayuh." Ya sudah kita masuk masuk kedalam yuk, lanjut didalam saja. Hehehehehe...."
Dayuh pun tak menolak dan meinyakan ajakan Sitara, Dayuh tau Sitara Dia tidak pernah takut dengan hal-hal gaib sekali pun. Sitara dengan senang hati mendengarkannya. Mereka berdua pun melanjutkan ceritanya didalam kamar sampai akhirnya mereka berdua ketiduran.
Malam ini Dayuh tidak akan diganggu oleh jin itu, Karna jin tersebut memang kesusahan untuk masuk. Disebabkan oleh pelindung dari pondok tersebut, banyak perisai yang melindungi pondok itu. Dan lagi-lagi Dayuh pun dilindungi oleh doa Ibunya dan pelindung dari keturunan nya Dayuh.
.
Keesokan harinya disore hari.
Akhirnya sore pun tiba suasana dipondok pun sudah mulai ramai dengan para tamu undangan yang ingin membantu mempersiapan malam 1 Muharram ada yang membawa makan aneka ragam dan minuman yang begitu enak dan menarik dimata. Mereka datang dari berbagai kota karna ingin memeriahkan acara malam nanti.
Fita, Sitara dan Dayuh pun akhirnya sudah bersiap-siap untuk menyambut para tamu undangan bersama keluarganya. Sambil menunggu yang lain datang mereka bertiga membantu yang lain untuk menata makanan dan minuman untuk para tamu undangan nanti.
Saat itu juga Sitara tak menyangka akan pertemu teman sekantornya yaitu Leo, Leo datang bersama keluarga besarnya. Leo anak tunggal dikeluarganya sangat menyenangkan bukan jadi anak satu-satunya dan disayang kedua orang tuanya.
Ketika itu juga Leo yang melihat Dayuh, Tak menunggu lama dia pun menyapanya." Assalamualaikum dek Dayuh."
Dayuh yang sedang asyik menata bingkisan untuk dibagikan keanak yatim piatu yang datang nanti.
Dengan wajah terkejut Dayuh pun bertanya ketika melihat Leo." Walaikumsalam.. Lohh! Kak Leo kok ada disini?"
" Iya biasalah ngikutin orang tua, Kan dapat undangannya Dek." Balas Leo sambil bertanya." Mana Kakak mu Sitara Dek?"
Dayuh pun menjawab." Oh...ngikuti orang tua pantesan aja ketemu disini. Dayuh pun menunjuk kearah Sitara diseberang sambil bercanda sedikit ke Leo." Itu Kak Sitara lagi, Bantuin sana Kak. Hehehehehehe....."
" Ya sudah Kak Leo kesana dulu ya, Mau bantui dia." Sahut Leo dengan ramah.
Dayuh pun mempersilahkan Leo untuk menghampiri Sitara yang sedang sibuk menata kue-kue seberang sana. Dayuh berkata." Iya Kak silahkan. "
Dayuh pun melajutkan pekerjaanya. Tak lama kemudian Leo mengejutkan Sitara seperti biasa mencubit pipi gemes Sitara." Hai....Cantikku." Sitara pun terkejut dan mengomeli Leo sambil mengusap-usap wajahnya yang kesakitan ulah Leo." Aaawww... Sakit! Leo kamu ya bener-bener, Sakit tau!
Sitara pun membalas dan mencubit perut Leo tanpa ampun, Sampai Leo menjerit kesakitan!" Ampun-ampun sakit Sit, Beneran sakit sumpah."
" Makanya jangan suka jahil dong, Ini rasakan cubitan maut aku, hihihi..." Sahut Sitara sambil tertawa lepas dan bahagia telah membalas kejahilan Leo padanya.
Leo pun tidak mau kalah, Dia pun membalas dengan cara yang sama menyentuh wajah Sitara sampai Sitara kesal.
Dayuh dan Fita yang melihat nya pun mengejek mereka berdua. " Cie cie cie... Ehem... Ayok sudah cepat halalin."
Disaat itu juga orang tua Leo melihat dan tertawa dan tersenyum melihat tingkah laku anaknya.
" Lucu ya mereka berdua mi, Cocok deh jadi mantu kita nanti. Kayaknya Leo suka sama Sitara sejak lama." Ucap Papi Leo seolah-olah memberikan kode kepada istrinya.
" Iya pi, Naksirnya sudah lama sejak SMA. Tapi Leonya takut ditolak pi. Padahal Sitaranya sampai sekarang mana pernah pacaran pi. Entar kalau diambil orang baru deh nyesel sendirikan, Ya gak pi." Sahut Mami Leo sambil menjelakan kepada Papi Leo.
" Hem.. Anak itu betah ya diam-diam gitu, Gak mau jujur sama perasaanya sendiri. Padahal Sitara anaknya cantik, baik dan pintar. Kan belum tentu juga Sitara nolak kalau belum dicoba ya Mi." Balas Papi Leo dengan wajah heran dengan sikap anaknya.
Sitara dan Leo pun salah tingkah karna ejekan mereka berdua. Disaat itu juga kedua orang tua menghampiri mereka.
" Eh.. Papi mami. Hehehehehehe.. " Ucap Leo dengan wajah malu-malu sambil mengaruk kepala padahal tidak gatal.
Sitara yang menyadari kehadiran kedua orang tua Leo pun dia segera bersaliman. Sitara pun bertanya." Om, Tante Apa kabarnya?"
" Baik nak, Lama gak lihat kamu loh, Terakhir pas kamu SMA aja dulukan, Makin cantik aja kamu nak. " Sahut Mami Loe sambil cipika cipiki.
" Mami bisa aja, Nak sitara sibuk kan sekarang kerja mam. " Balas Papi Leo dengan ramah.
Dayuh dan Fita pun ikut bersalaman bersama kedua orang tua Leo satu sama lain.
" Apa kabar Ibu mu Dayuh.?" Tanya Mami Leo dengan ramahnya.
" Baik-baik saja Bu, Itu Ibu diruangan sebelah tante, Ayok kesana tante saya antarkan. " Balas Dayuh sambil mengandeng tangan Mami Leo.
" Kak, Saya kesana ya dulu mau antar tante dulu." Ucapnya pada Fita.
" Oke Dek." Balas Fita dengan santai.
Papi Leo pun langsung bertanya kepada Sitara kabar kedua orang tuanya." Gimana kabar kedua orang tua mu Sit?"
"Alhamdulillah baik-baik saja om." Sahut Sitara dengan ramah.
" Alhamdulillah kalau baik semuanya nak." Balas Papi Leo.
Papi Leo pun menyuruh Leo untuk keruangan yang sudah disediakan khusus para tamu undangan laki-laki.
" Leo ayok kita bantu-bantu disana." Ucap Papi Leo sambil menjukkan ruangan diseberang sana kepada Leo.
" Iya Pi, Ayok kita kesana." Balas Leo dengan sangat senang.
" Nak Sitara, Fita kami kesana dulu ya." Ucap Papi Leo kepada Fita dan Sitara.
Fita dan Sitara yang mendengarnya pun mempersilahkan." Silahkan Om."
Leo pun tersenyum nakal kepada Sitara." Sit, Fit kesana dulu ya."
Sitara yang melihatnya pun memasang wajah kesal dan menjawab dengan singkat." Hemmm.." Fita pun menjawab dengan ramah." Iya mas silahkan."
Mereka berdua pun berbincang-bincang random sambil menata kue-kue dan minuman lainnya.
" Sepertinya dia suka kamu ya Sit. Dari tatapan wajahnya sama perilakunya keliatan banget." Ucap Fita yang asyik menata minuman.
Sitara pun menjawab dengan santai dan tidak yakin kalau Leo menyukainya, Sitara pun menceritakan semua tentang keluarga Leo dan kenapa dia bisa seakrab itu. Sitara berkata." Suka apanya mba, Mode-mode gak meyakinkan gitu gayanya mba. Kami sabahatan dari dulu mba, Keluarganya juga gak sombong mba gak pernah merendahkan orang walaupun dari kalangan bawah. Mami Leo baik banget suka cerita orang, Dia pernah cerita sih dulu pernah hidup enak terus susah. Pokoknya pernah melewati masa-masa naik terus turun terus sekarang sederhana.
Fita yang mendengarkan semua cerita Sitara pun terheran-heran dan kagum terhadap keluarga Leo." Mereka itu donatur juga loh disni Sit, Biasa tiap sebulan sekali ada aja tu bingkisan berbagaimana macam. Bingkisan yang banyak banget itu yang ada disana itu dari mereka juga."
" Hhheemmm.. Gitu ya mba mereka tu baik. Aku aja gak tau mereka sering kesini juga." Balas Sitara dengan santai.
" Sering mba dulu waktu aku kecil mba mau tiap minggu kesini mba." Balas Fita kembali yang lagi asyik membuka kotak-kotak kue.
" Oh..baru tau aku mba.." Hehehehehe..." Ucap Sitara dengan santai sambil tersenyum malu.