Griss yang mendapat permintaan menikah atas perjodohan, menolak hal konyol tersebut. Griss tidak setuju dijodohkan saat tahu gadisnya adalah Kayla yang pernah membuatnya kesal, dan memiliki pilihannya sendiri. Kayla pun sebaliknya, saat mengetahui calon suaminya adalah Griss, dirinya menolak dengan keras perjodohan itu.
Sampai dimana mereka setuju dengan perjodohan itu, sebabnya adalah kekasih rahasia Griss yang menolak lamarannya. Hal itu membuat Griss sakit hati dan juga kecewa, karena sang kekasih lebih memilih karirnya sebagai seorang aktris dari pada menjadi istrinya. Dan Kayla sendiri sudah menyerah dan putus asa, lebih memilih permintaan orang tuanya.
Seiring waktu berjalan, kebersamaan Gris dan Kayla sehari hari membuat mereka dekat. Griss mulai menyatakan atas kepemilikkan Kayla, karena tidak ingin Kayla direbut oleh siapapun. Bagi Griss yang menjadi miliknya, akan tetap menjadi miliknya. Begitupun sebaliknya dengan Kayla, yang juga seperti Griss.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dinda Angel, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
penolakan.
Kayla pulang di sore hari, ia merasa lesuh seharian. pagi hingga siang bertemu Griss yang membuatnya kesal, dan diaore hari ia mendapat kabar sepadanya sudah rusak dan tidak bisa diperbaiki. ingin rasanya Kayla menangis, tapi apa daya tidak ada yang perlu ditangisi.
"gara gara pria itu, siapa namanya?. oh Griss, gara gara dia sepedaku jadi rusak. kesalnya aku !!" ucap Kayla memasuki rumahnya, ia menghentakkan kakinya dan meminum air dalam gelas dengan satu tegukan.
"nona hati hati, jika minum lebih baik anda duduk!"
"aku sedang kesal sekarang, aku ingin makan yang banyak!" ucap Kayla, pelayan itu mengangguk dan tersenyum. "hanya makan yang dapat menyembuhkan kekesalanku!"
"nona ingin makan apa, saya akan siapkan sekarang!"
"terserah saja kakak pelayan, yang penting aku ingin kesal ku ini hilang!" ucap Kayla melemah, ia hanya lesuh dan tidak bertenaga.
"siapa yang membuat putriku kesal?" suara yang dikenali Kayla, membuatnya berdiri dan mencari asal suara itu. "katakan pada ayah, maka ayah akan mengurusnya!"
"ayah !" ucap Kayla kemudian berlari, terlihat ayah Kayla berdiri danerentangkan kedua tangannya, siap untuk memeluk putrinya. "aku merindukan ayah, kapan ayah pulang?" ujar Kayla ketika dalam pelukan ayahnya, dengan tersenyum ibu Kayla menghampiri nya.
"apa kamu tidak merindukan ibu?" ucap ibunya, Kayla tersenyum dan memeluk ibunya bergantian.
"aku juga merindukanmu, lebih besar!"
"maafkan kami ya, gara gara bisnis dikorea kami jadi meninggalkanmu!" ucap ayah Kayla, dengan senang Kayla mengangguk.
"tidak masalah, oh iya kapan kalian pulang?" tanya Kayla, mereka berjalan kearah meja makan yang sudah dipersiapkan untuk mereka.
"sebenarnya siang tadi, tapi kami kerumah teman dulu!" saut ayahnya, Kayla mengangguk mengerti.
"kalian nggak akan pergi lagi kan?" tanya Kayla, ibunya pun tersenyum dan mengusap rambut putrinya.
"kami tidak akan meninggalkanmu lagi, kamu tenang saja!" ucapnya, Kayla senang dan mengangguk dengan itu.
"hei ingat kalian masih memilikiku!" ucap seseorang, Kayla dan orang taunya menoleh secara bersamaan. terlihat seorang anak laki laki berdiri, anak laki laki itu adalah Kenzo adik dari Kayla.
"hei Kenzo kemarilah, peluk ayahmu!" ucap ayahnya, Kenzo berlari dan memeluk Kenzo dengan erat.
"apa ayah membawa pesananku?" tanya Kenzo, ayahnya mengangguk kuat.
"tentu, itu akan disiapkan dikamarmu nanti!"
"apa, apa yang dia minta ayah!" tanya Kayla mendekat, Kenzo meledek Kayla dengan menjulurkan lidahnya.
"adikmu meminta komputer dan video game, karena prestasinya. dan ayah sudah membelikan nya, Kenzo jangan meledek kakakmu!" saut ayah mereka, Kayla terkejut dan melihat ayahnya.
"ayah tidak membelikan aku sesuatu?"
"apa yang kamu minta, katakan?" ucap ayahnya, Kayla tersenyum dan ingin mengambil kesempatan itu meminta sepeda.
"aku ingin sepeda baru, sepeda lama ku sudah rusak!" ucap Kayla berharap, ayahnya menatapnya dengan tatapan sit diartikan.
"tidak perlu membeli sepeda lagi, ayah akan membeli mobil baru untukmu!" ucap ayahnya, Kayla terkejut dengan itu.
"ayah mobilku banyak, kenapa harus mobil lagi. aku ingin sepeda, oke jangan sepeda. bagaimana dengan motor?" ucap Kayla berhasil membuat ayahnya terkejut, jika sepeda dilarang apalagi motor.
"pelayan Sue!"
"iya tuan besar?"
"jual semua mobil miliknya, dan mulai sekarang Kayla akan kemana kemana dengan mobil bodyguard!" perintah ayahnya, hal itu membuat Kayla terkejut dan melarang palayan yang diperintahkan itu.
"eh jangan paman pelayan, ayah ini pelit sekali. oke oke aku tidak minta lagi, jangan jual mobilku itu edisi terbaru semuanya!" ucap Kayla, ayahnya tersenyum puas dan berhasil membuat Kayla mengalah. Kenzo menertawakan Kayla disamping ibunya, Kayla yang melihat itu langsung marah dan mengejar adiknya.
"kasian deh lo, gak di turuti ayah!"
"Kenzo kurang ajar, sini kamu! kakak akan memberimu pelajaran!" teriak Kayla mengejar Kenzo, dengan kekesalan yang sudah melampaui batasnya. entah apa yang terjadi pada Kayla hari ini, ia merasa tidak beruntung hari ini.
****
malam harinya Griss menemui Viona dirumahnya, ia berpikir moodnya akan kembali jika menemui kekasihnya, tapi ia tetap merasa tidak mood dengan itu. Griss memikirkan tentang keluarganya kemarin, ia terus diam dan melamun. Griss takut keluarganya akan terus mendesaknya dalam perjodohan itu, dan tidak mungkin Griss menentang keinginan neneknya untuk kedua kalinya. Griss sangat anti menolak keinginan neneknya, karena nenek Griss adalah yang segalanya bagi Griss. Viona yang melihat Griss melamun, mencoba untuk menghiburnya.
"apa ada yang membuat Princeku kesal?" ucap Viona, Griss menoleh dan tersenyum.
"tidak ada, maaf aku melamun tadi!" saut Griss, Viona tersenyum dan menggandeng lengan Griss.
"aku ada kabar baik untukmu!"
"apa?" tanya Griss, Viona mengeluarkan sesuatu dari dalam tasnya. sebuah amplop, Griss membuka amplop itu dan memulai membacanya.
"lihatlah, aku dipanggil dalam acara sponsor dan juga film itu. aku lulus tes Prince mereka memuji kecantikan dan kepintaranku, akhirnya keinginanku akan terwujud!" ucap Viona memeluk Griss senang, Griss tersenyum dan memudar setelahnya.
"Viona ..."
"iya?" ucap Viona melepas pelukannya, Viona melihat wajah Griss yang terlihat bingung. "Prince apa yang terjadi padamu, apakah kamu tidak senang?"
"aku senang, aku ikut senang dengan ini!" ucap Griss meyakinkan, Viona memegang dahi Griss dengan perasaan khawatir kalau Griss sakit.
"lalu kenapa kamu sangat pucat, apakah kamu sakit?" tanya Viona lagi, Griss menggelengkan kepalanya.
"mari kita menikah!" ucap Griss tiba tiba, hal itu membuat Viona terkejut dan terdiam.
"apa yang kamu katakan?" ucap Viona heran, Griss menggenggam kedua tangan Viona dengan lembut.
" ikut aku kerumah, aku akan memperkenalkanmu pada keluargaku. aku akan mengatakan pada mereka, kalau aku akan menikah denganmu.!" ucap Gris, Viona melepas tangan Griss dengan perlahan.
"itu tidak mungkin Griss, kita ini masih remaja. bahkan kita masih sekolah, setidaknya membutuhkan waktu tiga tahun untuk lulus. aku belum mewujudkan impianku, bagaimana bisa aku datang dengan status bukan siapa siapa. jika keinginanku tercapai, aku akan bangga jika bertemu keluarga besarmu. mereka juga akan mengenalku sebagai seorang aktris, seorang aktris film terbaik tahun ini setidaknya mungkin tahun depan."
"tapi kita bisa menikah dulu, lagi pula sekolah ini milik keluargaku. kita bisa melanjutkan sekolah, dan ..."
"bagaimana dengan impianku, impianku tidak mengijinkan jika aku menikah. Prince, jika aku menikah sekarang semuanya akan hancur. mereka akan menolak ku ketika mereka tahu aku sudah menikah, dan impianku akan lenyap dalam sekejap!" ucap Viona merasa khawatir, Griss memegang kedua bahu Viona dengan menggelengkan kepala.
"tidak, aku tidak ingin itu terjadi padamu!"
"karena itu jangan membuat keputusan tentang menikah, aku belum siap dan tidak bisa menikah denganmu!" ucap Viona, ia memeluk Griss dengan erat.
"siapa yang kau pilih, aku atau karirmu?" ucap Griss, Viona menatap Griss dengan tajam.
"aku memilih karirku untuk saat ini, setelah itu kamu!" ucap Viona, Griss terdiam dan bingung harus mengatakan apa. Viona berpikir jika dirinya memilih Griss, impiannya akan musnah dan hilang. tapi jika Viona memilih karirnya, semua keinginan nya akan terwujud. bahkan ia akan mendapat nama baiknya untuk Griss dan juga keluarga Griss, Viona yakin Griss bisa mengerti itu. "aku menolak lamaranmu, maafkan aku!" ucap Viona memeluk Griss, dengan kecewa Griss hanya terdiam. "tunggu aku Prince, hanya sebentar saja!" ucap Viona lagi, Griss tidak menjawab apapun dan lebih memilih diam.
setelah mengantar Viona pulang, Griss kembali kerumahnya. rasa sakit hati dan kecewanya membuatnya kesal, ia melampiaskan kemarahannya pada sebuah barang dikamarnya. Griss membuang semua barang yang ada dihadapannya, dan terdiam menatap dirinya didepan cermin. Griss teringat perkataan Viona, yang terus terang memilih Karir dari pada dirinya. bahkan terus terang menolak lamaran itu, tanpa menunggu waktu yang tepat.
"bagaimana jika aku tidak bisa menunggumu Viona?" gumam Griss, ia mengacak rambutnya sendiri dengan kesal. tiba tiba saja suara ketukan pintu mengetuk pintu kamarnya, Griss marah ketika ketukan itu sangat tidak sopan.
"maaf tuan muda atas ketidak sopanan saya!" ucap seorang pelayan setelah Griss membuka pintu, Gris menatap mereka yang menunduk dihadapannya.
"setidaknya ini penting, katakan!" ketus Griss, pelayan itu panik dan ragu mengatakan pada Griss. secara bersamaan pelayan pribadi Griss datang, dengan wajah panik dan juga berkeringat.
"tuan muda, nyonya tetua jatuh pingsan. beliau sedang diperiksa oleh dokter, katanya gula darah nya sedang menurun.!" ucapnya, Griss terkejut dan membalakkan matanya.
"kenapa kalian malah diam, dan tidak mengatakan nya dari tadi. pergi dari hadapanku, kuharap aku tidak melihat kalian untuk kedepannya!" teriak Griss kemudian berlari dari sana, kedua pelayan sebelumnya merasa lemas karena Griss sudah memecat mereka. Griss berlari untuk menemui neneknya, neneknya adalah orang pertama yang paling disayangi Griss.
"maaf nenek, aku janji akan mematuhi keinginanmu nantinya!"
****
note: maaf jika ada typo bertebaran, hehe.
jangan lupa like, komen dan vote kalian😍
bgus ceritanya
sukses
semangat