NovelToon NovelToon
Identitas Yang Tertukar

Identitas Yang Tertukar

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Perjodohan / Anak Genius
Popularitas:10.1k
Nilai: 5
Nama Author: Siti Marina

Taniza dan Tania.
Saudara kembar yang terpisah sejak kecil.
Taniza dan Tania merupakan kembar identik, hanya saja sifat mereka bertolak belakang.
Taniza adalah sosok anak yang lemah lembut, baik hati, tidak pernah menyakiti siapapun, ia gadis yang sangat penurut.
sedangkan Tania , ia gadis yang lebih liar, tidak mau di atur, suka seenaknya,dan lebih suka hidup semaunya..
namun di balik sifat keduanya yang sangat bertolak belakang, mereka sama-sama saling menyayangi, namun takdir berkata lain, mereka mengalami kecelakaan dan membuat nya terpisah,namun sebelum kecelakaan itu terjadi, mereka iseng-iseng bertukar nama, tapi ternyata pertukaran identitas itu terbawa sampai dewasa.

Bismillahirrahmanirrahim....
Yuk ikuti kisahnya....
kawal mereka sampai tuntas...
jangan lupa beri dukungan ya ...
salam sehat semua.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Siti Marina, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 14

Tania menghela napas lega, berdiri sendirian di sudut peron halte yang mendadak sepi karena sebagian besar penumpang sudah terangkut. Ia merapikan tas dan gamis serta jilbabnya yang sedikit berantakan karena berdesakan, bersiap menunggu armada bus berikutnya.

Tiba-tiba, dari arah belakang, seorang pria bertubuh tegap yang mengenakan topi, jaket tebal, dan masker medis hitam melangkah cepat mendekatinya.

Sebelum Tania sempat menoleh, pria itu membekap mulut Tania dengan saputangan yang sudah di bius.

"Mmmph! Mm-mmph?!"

Tania terbelalak kaget. Ia mencoba memberontak dengan sisa tenaganya, namun racun pembius itu bekerja sangat cepat. Pandangan matanya mendadak kabur, kekuatannya melayang, dan dalam hitungan detik tubuh kurusnya ambruk lemas ke dalam pelukan pria bermasker tersebut.

Pada saat yang sama, seorang wanita setengah baya yang juga memakai masker medis berlari mendekat sambil berteriak dengan raut wajah panik yang dibuat-buat, memancing perhatian beberapa orang di halte.

"Tolong! Tolong! Adik saya pingsan! Riwayat penyakit jantungnya kumat!" teriak wanita itu dramatis.

Pria bermasker itu dengan cekatan menggendong tubuh pingsan Tania di tangannya, sementara si wanita sibuk berpura-pura mengusap wajah Tania dan meratapi keadaannya. Orang-orang di sekitar halte yang kasihan langsung memberi jalan tanpa menaruh curiga sedikit pun, mengira itu adalah musibah keluarga.

Dengan sangat tenang dan rapi, kedua orang suruhan Chana itu membawa Tania turun dari halte menuju tepi jalan raya, lalu menyetop sebuah taksi yang sudah menunggu di pinggir jalan. Tubuh Tania dimasukkan ke dalam kabin belakang, dan taksi itu langsung melaju kencang menyusup di tengah kemacetan ibukota.

Sementara itu, di dalam Bus TransJakarta yang sedang melaju menuju halte berikutnya, kedua pengawal Ameer berjuang berdesakan dari area belakang menuju area depan khusus wanita.

Namun, begitu mereka sampai di bagian depan dan menyapu pandangan ke seluruh sudut bus... jantung mereka seketika berdesir hebat.

Tidak ada sosok Tania di sana.

"Mana dia?! Bukannya tadi kamu lihat dia masuk?!" desis pengawal pertama dengan raut wajah pucat pasi.

"Aku yakin lihat hijabnya tadi masuk!" balas pengawal kedua gemetar.

Sadar ada yang tidak beres, mereka langsung menekan tombol darurat bus dan memaksa pengemudi berhenti di koridor halte selanjutnya. Kedua pengawal itu melompat keluar dari bus, lalu bergegas menghubungi tim keamanan rahasia Ameer yang lain melalui saluran telepon terenkripsi.

"Panggilan darurat! Nona Tania hilang dari jangkauan di Halte Utama! Lakukan pelacakan sinyal ponsel dan panggil seluruh tim di lapangan sekarang!"

Sinyal radio dan pelacakan GPS langsung diaktifkan. Namun, Chana dan kelompok eksekutornya sudah memperhitungkan hal itu. Ponsel Tania sudah dimatikan total dan baterainya dicabut begitu ia dimasukkan ke dalam taksi.

Hanya dalam waktu kurang dari lima belas menit, rencana penculikan yang disusun amat rapi oleh Chana berhasil sempurna. Tania lenyap tanpa meninggalkan jejak sama sekali di tengah riuk pikuk Jakarta, membawa gadis malang itu makin dekat ke dalam jurang bahaya... tepat saat Niza dan rombongannya mulai melangkah turun dari Pos 2 Gunung Salak dengan energi perisai yang siap meledak.

Taksi warna biru itu melaju pelan dan berhenti tepat di area penurunan penumpang Lobi IGD sebuah rumah sakit swasta di Jakarta Pusat. Lampu darurat rumah sakit berkerlap-kerlip memantulkan cahaya pada kaca mobil.

Pria bermasker dengan cekatan menggendong tubuh Tania yang masih terkulai lemas tak sadarkan diri, sementara wanita paruh baya di sampingnya berpura-pura menangis histeris.

"Pak Driver, terima kasih ya! Suster! Tolong adik saya!" teriak wanita itu panik, memainkan peran keluarga terpukul dengan sangat sempurna di hadapan pengemudi taksi yang mengangguk prihatin.

Namun, begitu taksi biru itu melaju meninggalkan pelataran rumah sakit dan menyatu dengan kemacetan jalan raya, sandiwara manis itu seketika runtuh.

Wanita dan pria bermasker itu tidak membawa Tania masuk ke dalam ruang IGD. Dengan langkah cepat dan hati-hati, mereka membawa tubuh Tania memutari bangunan rumah sakit menuju area parkir belakang yang sepi dan remang-remang.

Di sana, sebuah minibus hitam ber-Kaca film sangat gelap dengan pelat nomor palsu sudah menyala mesinnya dalam posisi siap meluncur.

Pintu geser minibus itu terbuka otomatis. Dua orang pria bertubuh tegap dan berpakaian serba hitam keluar dari dalam mobil. Tanpa banyak bicara, mereka mengambil alih tubuh Tania dan memindahkannya ke jok belakang minibus.

Pria kekar dari dalam minibus menyerahkan sebuah amplop cokelat tebal yang sangat berat kepada wanita paruh baya dan rekannya.

"Ini jatah kalian. Sesuai perjanjian, tutup mulut rapat-rapat atau kalian tahu konsekuensinya," desis pria bertubuh kekar itu dengan suara dingin yang mengancam.

Wanita itu membuka sedikit isi amplop cokelat tersebut. Matanya berbinar melihat gepokan uang lembaran seratus ribuan dalam jumlah yang sangat besar, cukup untuk mengubah hidup mereka dalam semalam.

"Tenang, Bos... Kami tidak kenal siapa-siapa dan tidak tahu apa-apa," sahut wanita itu cepat sambil menyembunyikan amplop ke dalam tasnya.

Brakkkk!.

Pintu geser minibus ditutup rapat. Mesin mobil meraung halus, lalu kendaraan serba gelap itu melaju meninggalkan area parkir rumah sakit lewat pintu belakang, sama sekali tak menyentuh kamera pengawas utama.

Minibus hitam itu bergerak lincah menyusup di antara gang-gang sempit untuk menghindari pos polisi dan jalan-jalan protokol yang dipenuhi kamera CCTV lalu lintas. Setelah berhasil menembus batas luar Jakarta Pusat, mobil itu menginjak pedal gas lebih dalam, melesat kencang meninggalkan riuk-pikuk pusat kota.

Pemandangan gedung-gedung pencakar langit perlahan berganti menjadi pepohonan rimbun, semak belukar, dan hamparan tanah kosong di pinggiran kota yang sepi dan membisu. Udara di dalam mobil terasa begitu dingin dan mencekam.

Di jok belakang, Tania terbaring pasrah dengan wajah yang sangat pucat. Obat pembius yang dosisnya cukup kuat membuat jiwa halusnya terperangkap dalam ketidaksadaran yang dalam. Derita fisik dan batin yang dialaminya selama beberapa bulan terakhir membuat tubuh Tania begitu rapuh, tak berdaya menghadapi takdir kelam yang disiapkan oleh Bibi Chana dan Filio.

Di jok depan, salah satu eksekutor menyalakan rokoknya, menatap ke arah kaca spion tengah yang memantulkan wajah pingsan Tania.

"Bocah ini mau dibuang ke mana, Bang?" tanya pengemudi sambil menginjak gas menyusuri jalanan tanah yang berdebu.

"Tuanku berpesan sangat jelas," jawab pria di sebelahnya dingin. "Bawa dia ke rumah tua di tengah hutan pinggiran kota. Biarkan dia di sana tanpa makanan dan air. Setelah itu... kita buat seolah-olah dia hilang ditelan bumi."

*

*

*

Keesokan harinya, puluhan kilometer dari lokasi Tania di culik...

Di Pos 2 Gunung Salak, matahari pagi baru saja muncul menyinari jalur pendakian yang basah oleh embun. Rombongan Niza sedang mengemas tenda dan perlengkapan untuk melanjutkan perjalanan turun menuju area parkir Van.

Niza, yang sedang mengikat tali sepatu boots-nya, mendadak menghentikan gerakannya.

DEG!....

Dada Niza mendadak berdenyut kencang. Sebuah rasa sesak yang sangat dingin dan gundah tiba-tiba menyergap ulu hatinya tanpa alasan yang jelas, rasa cemas yang begitu hebat, seolah-olah ada jemari tak terlihat yang sedang mencengkeram lehernya.

"Niza? Kamu kenapa?" tanya Dias khawatir, menyadari perubahan raut wajah adik angkatnya yang mendadak pucat.

Niza memegang erat liontin patah berukir Niza di dadanya. Matanya menatap tajam ke arah utara, ke arah hamparan Kota Jakarta yang tertutup kabut tipis dari kejauhan.

"Mas Dias..." bisik Niza dengan suara bergetar, jiwanya yang bertindak sebagai perisai mendadak bergejolak hebat. "Niza merasa... ada hal yang sangat buruk sedang terjadi. Kita harus turun dari gunung ini sekarang juga!"

1
Sri Supriatin
g sabar nunggu lanjutannya🤭👍👍👍
M⃟3💋AisyahRendra
Lihatlah Chana... Lihatlah Filio....
sebentar lagii, Ameer dan Tania akan Sah menjadi pasangan suami isteri, mungkin ya..kmu akan menghadirkan sosok Venera dihari yg sakral ini, tapiiii semua itu tidak akan membuat Ameer dan Tania goyah akan keputusan mutlak dr sesepuh Hasanuddin 😁 gaskuyyyy kakk, up lagiii yaaa.. krn kemarin aku tunggu dan bolak balik kesini ga ada muncul² 😆
Sri Supriatin
Tks thor upnya🙏🙏🙏
Sri Supriatin
Bravo Tania sy support mendekati 17 aug. Merdeka😍😍😍
Sri Supriatin
akhirnya menuju bahagia n cepat sehat Tanisa 🙏🙏🙏
suti markonah
suatu saat kakek akan mendapatkan dua tania yg sm persis kek..yg 1 nya lg ngungsi di desa kaki gunung
Sri Supriatin
tks upnya Thor semangat Agustus n mereka /Heart//Heart/
Sri Supriatin
lanjut thor dimulai dgn bau2 cinta di desa n masion 🤣🤣🤣
suti markonah
tania jangan lupa stempel setrika panas di tubuh filio ya..klo bisa di muka nya..klo yg di siksa filio aku rela..tp klo yg di siksa taniza hatiku sebagai pembaca mendidih..
Sastri Dalila
😅😅😅
Sastri Dalila
🤭🤭
suti markonah
bab nya salah ketik ya thor?.harus bab 22
Meiny Gunawan
selamat pagi othor semangaatt ya💪 semoga sehat selalu😍
M⃟3💋AisyahRendra
jadi kalau Tania asli nikah sm Ameer kuat plus kuat 🤭 dan Dias sm Taniza 😅 tapi klo kebalik yaa gapapalah krn jodoh ga akan lari kemana.. gaskuy lanjut lagi kak, baca beberapa bab ini bikin aku tegang tahan napas krn dag dig dug hmm 🤣🤣
Anonim
lanjuuutt thor
Sri Supriatin
lanjuuut thoor😍😍😍
Sri Supriatin
cerita dong Taniza...please👍👍
Sri Supriatin
kasian Ameer...Tanianya sdh slmt...semoga cepat dipertemukan 🙏🙏
Meiny Gunawan
semangaattt othor..lanjoottt trsss😍😍
suti markonah
nanti yg jd pasangan ameer jd tania asli dong thorr?.klo aku maunya pasangan ameer nantinya tetep taniza..
suti markonah: terserah yg punya lapak dan cerita dehhh💪💪💪
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!