NovelToon NovelToon
Apotheosis Of The Solitary Hunter: Highschool Of The Dead

Apotheosis Of The Solitary Hunter: Highschool Of The Dead

Status: tamat
Genre:Evolusi dan Mutasi / Reinkarnasi / Action / Zombie / Hari Kiamat / Antagonis / Tamat
Popularitas:861
Nilai: 5
Nama Author: mamang to get her....

"Kecantikan tak bisa memakan racun kiamat, dan jabatan tak bisa membendung gigitan mayat."

Bereinkarnasi satu tahun sebelum bencana wabah The Them pecah, Thomas—seorang pria asal Indonesia—memilih jalan kelam demi bertahan hidup. Bergabung dengan sindikat perdagangan manusia, ia membiarkan tangannya berlumuran darah, memburu wanita-wanita Jepang untuk dijual kepada para pejabat demi satu tujuan: mengumpulkan modal tanpa batas.

Seluruh uang haram itu ia sulap menjadi sebuah Fortress Mansion bernilai miliaran yen di puncak pegunungan dekat SMA Fujimi—benteng pertahanan baja mandiri yang dilengkapi teknologi tinggi, stok logistik melimpah, dan persenjataan lengkap yang dapat dioperasikan seorang diri.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon mamang to get her...., isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 3: Pembantaian di Gerbang Sekolah

Empat zombie mengelilingi Thomas dengan langkah kaku dan geraman lapar. Thomas tidak menunggu mereka menyergap. Bagi seorang pemburu yang sudah terbiasa bergerak di bayang-bayang kejahatan, mengambil inisiatif adalah kunci utama keselamatan.

TAP!

Thomas melesat maju menuju zombie terdekat—zombi tersebut adalah seorang wanita bergaun merah yang lehernya sudah koyak. Dengan kecepatan refleks yang terlatih, ia mengayunkan machete-nya secara horisontal.

CRAAK!

Bilah baja tebal itu menebas leher sang zombie wanita bergaun merah itu hingga putus total. Kepala mayat hidup itu melayang di udara sebelum terjun bebas ke tanah, sementara tubuhnya tumbang tanpa daya ke tanah setelah Thomas tendang.

Tanpa menghentikan momentum, Thomas memutar tubuhnya 180 derajat. Zombie kedua—seorang pria berbadan besar mengenakan kemeja lengan panjang yang sudah robek di beberapa tempat dan banyak bekas gigitan berusaha menerkam punggungnya dari belakang. Thomas menebas diagonal dari bahu kiri hingga menembus rusuk kanan. Darah hitam pekat membuncah, membasahi rompi taktis Thomas, namun langkahnya tak terhentikan.

Dua zombie tersisa mencoba maju bersamaan. Thomas melangkah mundur setengah tindak, membiarkan jemari kaku mereka menggapai angin hampa, lalu dengan dua tebasan cepat secara bergantian sehingga jika orang lain melihat tebasannya akan berbentuk seperti huruf 'X', ia membelah kedua tengkorak monster itu hingga hancur.

THUD! THUD!

Dalam waktu kurang dari sepuluh detik, empat mayat hidup tergeletak tak bernyawa di sekitar kaki Thomas.

Ia berdiri tegak di tengah genangan darah hitam yang berbau busuk. Napasnya tetap teratur, jantungnya berdetak tenang. Thomas menyapu pandangan ke sekeliling. Jalanan di luar SMA Fujimi kini telah berubah menjadi neraka kecil. Mobil-mobil saling bertabrakan, kepulan asap membumbung tinggi, dan suara jeritan manusia yang dikoyak hidup-hidup oleh para zombie menggema dari segala penjuru.

KRRRIIIINGGG!

Lonceng darurat SMA Fujimi berbunyi nyaring, disusul oleh suara teriakan histeris dari balik pagar beton sekolah. Thomas melirik ke arah gedung utama. Dari jendela-jendela lantai atas, ia bisa melihat para siswa siswi berlarian panik di koridor, saling dorong dan menumbalkan teman mereka sendiri demi menyelamatkan diri.

"Aplikasi nyata dari sifat alami manusia," gumam Thomas dingin.

Ia tahu betul bahwa di dalam gedung itu, alur cerita utama Highschool of the Dead sedang berjalan. Komplotan karakter utama—Takashi Komuro, Rei Miyamoto, Saeko Busujima, Saya Takagi, Kohta Hirano, dan suster Shizuka Marikawa—pasti sedang berjuang menerobos kepungan mayat hidup di koridor sekolah.

Thomas melangkah menuju pintu gerbang besi SMA Fujimi yang terbuka lebar. Ia memegang machete-nya erat-erat, membiarkan tetesan darah busuk menetes dari ujung bilahnya.

Ia tidak melangkah masuk ke sekolah itu untuk menjadi pahlawan yang disanjung, ataupun penyelamat yang mengharapkan ucapan terima kasih. Thomas masuk karena ia membutuhkan kendaraan besar—seperti bus sekolah yang ada di parkiran meskipun itu cuma alasan—alasan sebenarnya adalah Thomas ingin memastikan bahwa semua 'pemeran utama' keluar dari sekolah sesuai jalurnya sebelum ia memisahkan diri.

GGRRR...

Tiga zombie berpakaian seragam siswa SMA Fujimi menghadang di pintu masuk gedung utama. Thomas menatap mata mereka yang mati tanpa rasa gentar sedikit pun.

"Penghalang kecil," bisik Thomas.

Dengan satu gerakan mantap, ia menerjang masuk ke dalam gedung sekolah, siap membuka jalan berdarah di antara koridor yang penuh jeritan.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!