Kisah seorang gadis cantik berumur 22 tahun,anak tunggal dari keluarga Atmajaya yang baru pulang dari Luar Negri.
Dalam perjalanan pulang mobil yang mereka tumpangi mengalami rem blong dan terbakar,untung dia bisa menyelematkan diri.
Tapi naas kedua orang tuanya terjebak dalam mobil tersebut.
Andi adalah dokter muda di Kotanya,selain berwajah ganteng andi juga seorang dokter ahli bedah yang terkenal.Dia juga di idolakan para suster dan perawat tp sikapnya dingin tp jg ramah terhadap pasiennya.
Akankan andi dan anissa berjodoh,lanjut ke cerita saja ya....
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ekka, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Anissa
Seminggu sudah anissa di rawat di Rumah Sakit,sudah seminggu juga andi dan kedua orang tuanya rajin menjenguk dan selalu membantu pemulihan kesembuhan anis.
Anis selalu rajin dan bersemangat waktu andi melatih dia belajar berjalan,karna anis ingin segera sembuh dan ingin segera mengunjungi makan mama dan papanya.
Siang itu andi datang ke tempat anis melakukan terapi dengan membawa sebuket bunga mawar warna pink sebanyak 100 buah,anis yang melihatnya begitu senang saking senangnya dia cuman menutup mulutnya dengan kedua telapak tangannya.
"Apa kamu suka dengan kejutan bunga ini nisa?" andi
"Tentu,dokter saya senang sekali.Bahkan ini ada 100 tangkai,trima kasih atas semua yang dokter berikan untuk saya dan saya bahagia sekali dok." tak terasa air mata anis menetes di pipi putihnya
"Jangan menangis lagi nisa,bahagialah bersamaku" sambil memegang tangan anis dan memberikan kotak berwarna merah
"Ini artinya apa dokter"
"Aku mencintaimu dari awal kita bertemu nis"
"Apa itu benar dok"
"Iya,aq menyukaimu dari saat kamu pertama kali di rawat di Rumah Sakit ini"
"Tapi...,belum selesai anis bicara andi mengecup kening anis,dan mata anis mulai berkaca-kaca"
"Kenapa,,maafkan aku yang lancang sudah menciummu tanpa ijin. Itu karna aku sangat menyayangimu dan ingin melindungimu"
"Maafkan aku dokter andi,bisa kah anda memberikan saya waktu untuk berfikir"
"Baiklah aku tidak akan memaksamu untuk harus menerima cintaku nis,fikirkan matang-matang. Dan aku akan bersabar menunggu jawabanmu"
Setelah itu andi berjalan keluar ruangan,dan anis menatapnya sampai andi tak terlihat
"Aku harus bagaimana apakah ini memang cinta,dari pertama kali aku ketemu aku sudah merasakan ada yang beda dengan jantungku. Andi begitu telaten merawatku begitu juga dengan kedua orang tuanya yang begitu perhatian padaku,mata anis terpejam merasakan panas di dadanya dia teringat kepada mama dan papanya dan merasakan rindu yang begitu besar." ( mama andai kau masih ada di sisiku,aku pasti akan menceritakan semua isi hatiku dan mama pasti akan selalu mendengar dan memberi nasehat padaku ) Tak terasa air mata anis mengalir begitu derasnya
Keesokan harinya andi datang bersama suster untuk memeriksa kaki anisa,tapi andi tidak seperti biasanya dia terlihat agak diam dan tidak terlalu memperhatikan anis,dia hanya fokus pada kesehatan anissa saja
"Baiklah nisa coba kamu berjalan tanpa bantuan tongkat apa kamu bisa,suster bella akan membantumu" andi
"Kenapa bukan kamu saja,biasanya dia selalu menemaniku belajar berjalan tapi kenapa hari ini berbeda. Apa mungkin karna kemarin aku belum menerima cintanya" gumam anis
Akhirnya anis mulai berdiri dari kursi rodanya,dia bangkit dengan di bantu suster bella. Dengan perlahan anis mengayunkan kaki kirinya perlahan dan di ikuti kaki kanannya,dan begitu seterusnya
"Coba lepaskan tangan kamu perlahan nis,dan mulailah berjalan pelan-pelan".
Akhirnya anis berjalan dengan menahan sedikit sakit tp akhirnya rasa sakit itu hilang,dan tak terasa anis bisa berjalan dengan baik.
Kali ini dia berjalan agak cepat dari gerakan lambat tadi dia menangis dan menjatuhkan badannya
Andi seketika berlari menghampiri nisa,dia sangat menghawatirkan keadaannya dan mulai memegang bahu nisa agar bisa berdiri lagi
"Kamu kenapa nisa,apa ada yang sakit" sambil memeriksa kaki nisa
"Aku tidak papa dokter,hanya saja saya terlalu bahagia karna setelah 1bln bulan di Rumah Sakit akhirnya saya bisa segera pulang. Andai saja anda memperbolehkan saya pulang saya bisa berobat jalan dok,tapi anda tidak mengijinkan saya untuk pulang"
"Saya akan memeriksamu lagi apabila kaki kamu memang sudah benar-benar sembuh besok kamu bisa pulang,dan pastinya pulang ke rumah saya karna itu permintaan mamaku dan kamu tidak bisa menolak"
"Tapi saya punya rumah peninggalan orang tua saya dokter"
"Kamu saya ijinkan pulang tapi cuman untuk sekedar melihat dan mengambil semua barang-barangmu saja"
"Baiklah saya mau menerima cinta kamu dokter andi dan saya mau pulang ke rumah dokter kalau saya sudah menikah dengan anda,bagaimana dokter"
"Baiklah setelah memeriksamu aku akan bilang sama mama dan papa,supaya mereka segera mempersiapkan acara pernikahan kita"
Akhirnya mereka saling berpelukan dan anis merasa bahagia karna sebentar lagi dia akan menikah dan mempunyai keluarga baru
👍👍👍