NovelToon NovelToon
Jodoh Pilihan Untuk Sang CEO

Jodoh Pilihan Untuk Sang CEO

Status: tamat
Genre:CEO / Cinta setelah menikah / Percintaan Konglomerat / Cinta Seiring Waktu / Romansa / Dijodohkan Orang Tua / Tamat
Popularitas:3.1M
Nilai: 5
Nama Author: Sylvia Rosyta

Karya ini telah terpilih sebagai kandidat YAAW 2026 periode 1 kategori 1🥳🎉🎉🎉

Di hari pernikahannya, Farhan Bashir Akhtar dipermalukan oleh calon istrinya yang kabur tanpa penjelasan. Sejak saat itu, Farhan menutup rapat pintu hatinya dan menganggap cinta sebagai luka yang menyakitkan. Ia tumbuh menjadi CEO arogan yang dingin pada setiap perempuan.

Hingga sang ayah menjodohkannya dengan Kinara Hasya Dzafina—gadis sederhana yang tumbuh dalam lingkungan pesantren. Pertemuan mereka bagai dua dunia yang bertolak belakang. Farhan menolak terikat pada cinta, sementara Kinara hanya ingin menjadi istri yang baik untuknya.

Dalam pernikahan tanpa rasa cinta itu, mampukah Kinara mencairkan hati sang CEO yang membeku? Atau justru keduanya akan tenggelam dalam luka masa lalu yang belum terobati?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sylvia Rosyta, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 32

Kinara merasakan dadanya mencelos ketika jarak di antara mereka benar-benar menghilang. Kehadiran Farhan terasa begitu dekat, begitu nyata, hingga membuat napasnya sedikit tersengal tanpa ia sadari. Rasa gugup dan debaran di dadanya semakin kuat saat tangan Farhan menggenggam jemarinya di kedua sisi, seolah menenangkan sekaligus menahan Kinara agar tetap berada di sana, bersamanya.

Farhan mendekat. Laki laki itu kemudian memberikan ciumannya di bibir, bahu, dan leher Kinara secara bergantian, meninggalkan jejak kehangatan sekaligus kepemilikan yang membuat Kinara menutup matanya dan tanpa sadar menggerakkan kepalanya ketikan tubuhnya berusaha menyesuaikan diri dengan rasa asing yang kini terasa begitu intim.

Kinara terdiam.

Di antara napas yang saling berkejaran dan detak jantung yang belum juga tenang, ia memilih untuk berhenti melawan kegugupannya. Ia membiarkan dirinya tenggelam dalam sentuhan Farhan pada tubuhnya dan dalam malam yang perlahan membawa mereka ke sebuah titik baru—titik di mana dua jiwa mereka akhirnya sepakat untuk saling percaya sepenuhnya.

Beberapa saat kemudian Farhan memberikan sentuhan dan kecupannya di bukit kembar Kinara, membelainya dengan lembut, dan mengulum puncaknya dengan bibirnya yang mana kehangatan dan sensasi itu menjalar perlahan di tubuh Kinara dan membuatnya tanpa sadar merespons, tubuhnya bergerak kecil seolah mencari pegangan di tengah perasaan yang semakin sulit ia kendalikan.

Nama Farhan terucap lirih dari bibirnya, berkali kali, sebagai ungkapan dari rasa yang tak lagi bisa ia sembunyikan. Setelah berhasil membuat bukit kembar Kinara penuh dengan jejak kepemilikannya, Farhan kemudian meminta Kinara untuk membuka kakinya dan mengijinkan kepemilikannya masuk ke dalam mahkota kehormatannya.

Mendengar permintaan suaminya itu, Kinara langsung menarik napas dalam-dalam untuk mempersiapkan dirinya, lalu tanpa membantah permintaan suaminya, ia pun segera membuka kedua kakinya yang memudahkan Farhan untuk mengarahkan kepemilikannya masuk ke dalam mahkota kehormatannya.

"M-mas..... Sakit...." Rintih Kinara saat ia merasakan perih dan sakit pada mahkota kehormatannya ketika suaminya itu tengah berusaha membuat kepemilikannya masuk semakin dalam ke dalam mahkota kehormatan Kinara.

"Maafin mas ya sayang, mas sayang kamu, kamu tahan sebentar ya, bentar lagi nggak akan sakit kok." Ucap Farhan saat menggerakkan pinggulnya ke atas ke bawah sembari berusaha untuk menenangkan perasaan Kinara.

Kinara mengangguk, ia mencoba untuk mengabaikan rasa sakit yang dirasakannya dengan memeluk tubuh suaminya dengan erat sembari membiarkan suaminya itu menuntaskan hal yang seharusnya dilakukan oleh seorang suami saat menggauli istrinya.

Beberapa menit akhirnya berlalu, Kinara akhirnya merasakan rasa sakit itu perlahan menghilang yang kini digantikan oleh kenikmatan. Farhan yang melihat istrinya itu tidak lagi merasakan sakit, akhirnya mempercepat ritme bercintanya terhadap Kinara, membuat istrinya itu berkali-kali meneriakkan namanya hingga akhirnya ketika ia telah berada dalam puncak kenikmatan, Farhan pun segera membasahi mahkota kehormatan Kinara dengan cairan pelepasannya dan menyudahi bercintanya terhadap Kinara.

Malam semakin larut, Farhan perlahan menahan napasnya, lalu menurunkan tubuhnya dari tubuh istrinya. Ia mengulurkan tangannya untuk mengusap kening Kinara yang basah oleh keringat dengan sentuhan penuh kehati-hatian, seolah takut jika gerakannya terlalu kasar. Jarinya menyapu rambut Kinara yang menempel di pelipis, lalu menyusuri pipinya dengan lembut.

Kinara memejamkan matanya dan membiarkan dirinya bernapas lega. Tubuhnya terasa lelah, tapi hatinya terasa hangat dan bahagia karena ia telah sepenuhnya menjadi istri Farhan. Farhan kemudian berbaring di sampingnya. Ia menarik selimut, lalu menarik tubuh Kinara mendekat hingga istrinya itu berada dalam pelukannya. Kinara menurut, ia menyandarkan kepalanya di dada Farhan untuk mendengarkan detak jantung suaminya yang perlahan kembali stabil.

Farhan kemudian mengecup pelan puncak kepala Kinara.

“Terima kasih…” ucapnya lirih, suaranya nyaris berbisik. “Terima kasih sudah percayakan dan menyerahkan kehormatan kamu sama mas, Kinara. Malam ini adalah malam yang sangat berarti buat mas.”

Kinara tidak langsung menjawab. Ia hanya mengangguk kecil, lalu merapatkan tubuhnya lebih dekat, tangannya mencengkeram bahu Farhan dengan lemah namun penuh rasa aman. Untuk pertama kalinya, ia tidak lagi merasa canggung berada sedekat ini dengan suaminya. Tidak ada jarak. Tidak ada keraguan. Hanya mereka berdua.

Meninggalkan Farhan dan Kinara yang akhirnya telah sepenuhnya bersatu dan menjadi pasangan suami istri yang sesungguhnya, di sebuah sudut negara yang lain dan jauh dari keheningan hangat kamar Farhan dan Kinara, gemerlap lampu kristal menyilaukan sebuah gedung megah di jantung Paris.

Sebuah panggung runway memanjang seperti garis nasib. Musik berdentum keras, lampu sorot bergerak cepat, dan ratusan pasang mata tertuju pada satu nama yang sejak beberapa tahun terakhir selalu menjadi pusat perhatian: Adilla.

Ia melangkah dengan penuh percaya diri.

Gaun rancangan butik ternama yang melekat di tubuhnya menjuntai anggun dan berkilau di bawah cahaya lampu. Setiap langkahnya terlihat presisi. Kamera-kamera berlomba mengambil fotonya. Bisikan kagum terdengar di antara penonton desainer, editor majalah fashion, klien-klien besar yang selama ini menjadikan Adilla sebagai wajah dari model profesional.

Adilla tahu betul ia berada di puncak karir. Dan justru karena itulah, ada mata lain yang menatapnya dengan perasaan berbeda.

Di balik tirai panggung, seorang model lain berdiri dengan rahang mengeras. Senyum palsu terpasang, tapi matanya penuh iri yang tidak lagi bisa disembunyikan. Bertahun-tahun ia mencoba menyaingi Adilla. Bertahun-tahun pula ia selalu kalah oleh wajah Adilla, oleh aura Adilla, oleh nama yang selalu lebih dulu dipanggil klien. Dan malam ini, rasa iri itu berubah menjadi keputusan yang licik.

Tidak ada yang melihat ketika beberapa menit sebelum giliran Adilla tampil, tangan itu bergerak cepat. Tidak ada suara. Tidak ada saksi. Hanya sebuah pengait kecil di bagian dalam high heels yang sengaja dilonggarkan. Hampir tak terlihat. Hampir sempurna.

Sebuah sabotase kecil dengan dampak yang besar. Tubuh Adilla menghantam tepi panggung runway dengan keras. Teriakan kecil terdengar dari penonton. Alunan musik yang mengiringi jalannya fashion show langsung berhenti. Kamera-kamera yang tadinya memuja penampilan Adilla kini menangkap satu momen yang tak pernah ingin Adilla lihat dalam hidupnya.

Wajahnya pucat.

Rasa sakit menjalar dari pergelangan kaki hingga betisnya dengan tajam, menusuk, dan membuat napasnya tercekat. Ia mencoba bangkit, tapi kakinya tidak bisa menopang tubuhnya. Setiap gerakan kecil hanya membuat rasa sakit itu semakin menjadi.

“Adilla!” teriak beberapa kru yang berlari ke arahnya.

Tirai panggung ditutup dengan cepat. Keributan terjadi di belakang panggung. Gaun mahal itu kini tak lagi terlihat anggun—ia hanya menjadi saksi bisu dari sesuatu yang hancur. Air mata Adilla akhirnya jatuh. Bukan karena malu. Tapi karena ia tahu ini bukan cedera biasa.

1
Niza Neza
bukannya memang sdh berakhir. mimpi sambil jalan apa si Adila ini.
Barnabi Hadi Susila
💪
Niza Neza
orang kaya pelit. bayar Art kn bisa. dn jg bisa buat temenin istri sexan
Niza Neza
baca cerita yg ada model wnita macam Adilah ko rasanya jijik .pingin muntah bahkn mau lanjut baca aja kaya sayang banget buang2 waktu baca yg menjinik kn
☘️🍀Author Sylvia🍀☘️: sabar kak sabar, jangan kebawa emosi,ini cuma novel🤣🤣🤣
total 1 replies
Niza Neza
seorang perempuan berkelas katanya.. tp ditolak tdk mau. dimana harga diri ya
Niza Neza
model tp cara berfikirnya tetlalu kotor. tdk menetima kekalahan tp justru menampilkn betapa rendah moral dn harga dirinya
MayAyunda
Bagus ..lanjut kak
Niza Neza
apa memang dunia model itu rata2 sprt itu yaaa. setiap membaca cerita yg ada modelnya pasti si model adalah wanita yg bermoral rendah . ahkaq 0 bahkn terlalu menyombongkn diri nya sendiri. bahwa model adalah manusia tanpa celah cantik cerdas dn banyak penggemar tp otak blangsak.
☘️🍀Author Sylvia🍀☘️: tergantung modelnya sendiri kak
total 1 replies
💗 AR Althafunisa 💗
Lagian kaya-raya kagak punya art 😂 terus itu ga kasih kabar ke orangtua, kemarin paling excited banget papanya biar anaknya sembuh lukanya. Belum lagi mertua, jadi kaya hidup berduaan doang 😌
💗 AR Althafunisa 💗
Orang kaya udah kagak ada ART, kagak punya cadangan kunci pulak 😌
💗 AR Althafunisa 💗
Keq nya lukanya lebih ke malu sih ini, di cemooh orang 🥴
💗 AR Althafunisa 💗
Adilla Adilla Bae, udah ke laut 🥴
💗 AR Althafunisa 💗
Aamiin Allahumma Aamiin...
Farida Dalle
Kinara yg selalu setia dan sabar membimbingnya, ini kata2 nya seakan2 mmng mereka sdh lama berumah tangga, tolong thor kata demi kata diperbaiki, biar yg baca nda bingung
Farida Dalle
Farhan, mestinya jadi perempuan aja thor, wkwk... jadi cowok kok sprti itu🤭
Farida Dalle
Maaf thor, aq agak gak enak nih dg tulisan yg pertamanya yg bilng Tuhan itu egois, tolong diperhatikan dg baik, walaupum ini hanya novel dn ceritanya fiktif tp tolong kata2 yg sprti itu jgn dibiasakan, maaf ya thor🙏sekali lg maaf bukan menggurui sekedar mengingatkan🙏
Farida Dalle
lebay banged jd laki2, cuma ditinggal perempuan, terus tdk percaya sm Tuhan, hellowww.... sadar Farhan🤭🤔
Niza Neza
kelihatan sex bodohnya si farhan. shrsnya tunjukan pd mantan bahwa dia bisa bahagia meski bukan sama si mantan. ini mlh jd budak si mantan karna gak bisa lupain mantan
Made Penatih
#follow 🌹.Dilanjut ya Kak 🙏
Lili
baguslah klo Adilla tahu diri
senang rasanya atas sikap Farhan, jadi lelaki yang teguh dan tegas
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!