NovelToon NovelToon
KULTIVATOR KEGELAPAN PESONA SURGAWI

KULTIVATOR KEGELAPAN PESONA SURGAWI

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Dikelilingi wanita cantik / Sistem
Popularitas:2.5k
Nilai: 5
Nama Author: GEELANG

Setelah kehilangan adik perempuannya dan hancur di dunia fana, Han Yu terbangun di tubuh sesosok makhluk dari Sekte Iblis yang terdampar di wilayah suci Lembah Lingshu, ras suci yang sedang berperang melawan umat manusia karena perbudakan asmara. Bukannya mati dieksekusi, Han Yu justru membangkitkan warisan langka yang tabu: Jalur Kaisar Pesona.
​Berbekal ketampanan surgawi yang mutlak, stamina tiada tanding, dan teknik manipulasi sukma, Han Yu mengubah musuh-musuhnya menjadi pelayan yang patuh. Dari murid klan yang dingin, janda kultivator yang kesepian, hingga para tetua bijaksana dan Ratu Lembah, semuanya bertekuk lutut di bawah pesonanya. Di dunia kultivasi yang kejam ini, Han Yu tidak bertarung dengan pedang yang menghancurkan langit, melainkan menaklukkan dunia dari atas ranjang.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon GEELANG, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 34 - Tunduknya sang Panglima Perang

Sisa kabut kegelapan perlahan menipis di alun-alun desa perbatasan yang kini sunyi. Di bawah pancaran sinar rembulan yang temaram, dua gadis muda ras suci yang baru saja diselamatkan oleh Han Yu bergegas merangkak mendekat. Tanpa memedulikan pakaian mereka yang robek, keduanya langsung berlutut patuh di hadapan kaki tegap Han Yu, merengkuh pergelangan kaki tuannya dengan air mata rasa syukur yang mengalir deras di pipi mereka yang merona merah padam.

Pancaran aura dari teknik Paras Sempurna milik Han Yu yang dikombinasikan dengan sisa aura Pengikat Sukma tingkat dua telah meruntuhkan pertahanan jiwa kedua gadis polos tersebut dalam sekejap mata. Di dalam benak Han Yu, layar prasasti emas sistem batin menyala tenang, mencatat lonjakan status kepatuhan mutlak hingga menyentuh angka seratus persen dari kedua mangsa barunya.

"Terima kasih... terima kasih, Tuan yang mulia dan tampan," bisik salah satu gadis dengan nada suara yang teramat manja dan gemetar menahan getaran hasrat batin yang mendadak meledak di dadanya. "Jiwa dan raga kami kini adalah milik Anda sepenuhnya."

Han Yu menyeringai menawan. Dia membungkukkan tubuh tegapnya sedikit, mengusap kepala kedua gadis itu dengan kelembutan yang memikat hati sebelum memerintahkan mereka untuk segera berlindung ke arah paviliun belakang desa yang lebih aman.

Setelah kedua gadis itu pergi dengan langkah patuh, Han Yu membalikkan badannya perlahan. Sepasang mata birunya menatap lurus ke arah Tetua Feng Mian yang masih berdiri terpaku di tepi alun-alun. Jubah zirah perak tebal milik panglima tertinggi Divisi Perang itu tampak berkilau diterpa cahaya bulan, namun ekspresi wajah tegasnya saat ini sama sekali tidak mencerminkan aura seorang pembunuh veteran.

Kedua pipi Tetua Feng Mian merona merah padam hingga ke ujung telinga lancipnya. Sepasang mata hijaunya menatap lekat ke arah rahang tegas dan dada bidang Han Yu, dipenuhi oleh kabut gairah dan rasa ketertarikan yang luar biasa dalam yang kian tak terkendali setelah menyaksikan keperkasaan pembantaian kilat tadi. Hantaman Seni Pemikat Jiwa Han Yu benar-benar telah meremukkan pertahanan mental Jalan Atas Puncak miliknya hingga ke titik terendah.

Han Yu menyeringai tampan, menyadari bahwa momentum untuk menjerat mangsa besarnya ini telah matang sempurna. Dia mengaktifkan teknik Kecepatan Angin Absolut secara halus, melangkah memangkas jarak di antara mereka hanya dalam satu tarikan napas pendek. Sebelum Tetua Feng Mian sempat memulihkan fokus militernya, Han Yu sudah berdiri tepat di hadapan wajah cantiknya, menyisakan jarak yang teramat intim hingga embusan napas hangat mereka saling berbenturan di udara malam.

"Panglima Feng Mian yang jelita... apakah aksi pembantaian aku tadi kurang memuaskan pandangan mata Anda?" Han Yu berbisik dengan nada suara yang teramat dalam, merdu, dan penuh dengan resonansi pesona asmara yang menghanyutkan sanubari.

"H-Han Yu... mundur! Jangan lancang mendekati aku!" Tetua Feng Mian mencoba menggertak parau dengan sisa wibawanya yang kian meleleh, namun tubuh matangnya justru bertindak bertolak belakang dengan kata-katanya. Dia sama sekali tidak bergerak mundur seujung jari pun; tangannya yang terbungkus pelindung besi bahkan gemetar halus di sisi tubuhnya.

Han Yu tidak memedulikan hardikan lemah tersebut. Dengan gerakan tangan yang sangat lihai dan dipenuhi perhitungan estetika gairah, Han Yu mengulurkan kedua telapak tangan hangatnya, meraih pinggang ramping Tetua Feng Mian yang dilapisi zirah perak tebal. Mengalirkan stimulasi energi dari teknik Sentuhan Lembut Surgawi tingkat dua secara masif, Han Yu merengkuh tubuh seksi wanita dewasa itu dan menariknya paksa hingga menempel rapat tanpa jarak di atas bidang dada kekarnya.

Sengatan gelombang kenikmatan batin yang luar biasa dahsyat seketika meledak hebat melintasi seluruh jalur koridor meridian tubuh Tetua Feng Mian. Efek instan dari teknik Pengikat Sukma bekerja dengan sangat kejam, mencairkan seluruh sisa energi murni Jalan Atas Puncak (A+) miliknya dalam hitungan detik. Persendian sepasang kaki sang panglima perang mendadak lemas kehilangan seluruh daya tumpuannya, membuat tubuh matangnya yang montok dan padat refleks ambruk pasrah bersandar sepenuhnya di dalam lingkaran dekapan lengan kokoh Han Yu.

"Ah... ugh... Han Yu..." Sebuah desah pasrah yang teramat manis, halus, dan dipenuhi oleh luapan gairah akhirnya lolos dengan bebas dari sela bibir merah merekah Tetua Feng Mian.

Kedua tangan lentiknya yang biasa memegang bilah pedang pembunuh langit kini bergerak sangat agresif, meremas kuat kain jubah hijau sutra milik Han Yu seolah-olah dia sedang tenggelam di dalam lautan hasrat yang teramat dalam. Sepasang payudara besarnya yang kencang membusung keras menekan bidang dada Han Yu, menciptakan sensasi gesekan kedagingan yang teramat panas di bawah balutan kain sutra tipis mereka.

Han Yu menyeringai menawan penuh dominasi. Tangan kanannya bergerak naik ke atas, menyelipkan jemarinya di antara helai rambut pirang tebal Tetua Feng Mian, lalu menarik dagu indah sang panglima dengan sedikit sentuhan kejam namun lembut agar mendongak menatap lurus ke dalam sepasang mata hitam pekat miliknya yang telah dipenuhi oleh kabut pesona purba.

"Feng Mian yang manis... ratusan tahun hidup dalam kegersangan medan perang pasti telah membuat sukmamu teramat kesepian," Han Yu berbisik tepat di dekat bibir ceri gurunya yang kedua ini, mengembuskan napas maskulinnya yang memabukkan sanubari. "Malam ini, biarkan aku yang menjadi penguasa tunggal atas jiwa dan ragamu. Serahkan seluruh otoritas Divisi Perangmu ke dalam perlindungan batin aku, dan rasakan kepuasan surgawi yang akan melelehkan seluruh ketegangan meridianmu."

"L-lakukan... lakukan sesukamu... Tuan Han Yu... aku adalah milikmu..." ucap Tetua Feng Mian dengan nada suara yang teramat patuh, lemah, dan dipenuhi oleh penyerahan sukma tingkat seratus persen mutlak. Kebanggaan sebagai panglima tertinggi Lembah Lingshu telah runtuh total, digantikan oleh identitas barunya sebagai seorang budak cinta yang haus akan kejantanan tuannya.

Di dalam kepala Han Yu, rangkaian suara bel spiritual dari sistem batin Kaisar Pesona kembali meledak beruntun dengan sangat nyaring, disusul oleh bermanifestasinya prasasti cahaya emas baru yang berkilau cerah:

> [Penaklukan Sukma Gairah bersama Tetua Feng Mian (Divisi Perang) Berhasil]

> [Target Telah Menjadi Budak Cinta dengan Kepatuhan Mutlak: Tergoda 100%]

> [Bonus Esensi Asmara Yin-Yang terserap dalam jumlah masif: +12 Poin Pengalaman]

> [Akumulasi Pengalaman Kelas Casanova (Level 2): 25/50 Poin]

>

Han Yu menyeringai tampan melihat angka kenaikan poin yang teramat memuaskan tersebut. Tanpa menunda waktu lebih lama lagi di tempat terbuka, dia mengaktifkan teknik Kecepatan Angin Absolut bersama domain Kegelapan Absolut untuk menyelimuti wujud mereka berdua. Han Yu langsung membungkukkan tubuh tegapnya, mengangkat tubuh seksi Tetua Feng Mian yang masih terbalut zirah perak ke dalam gendongan lengannya yang perkasa, lalu melesat cepat menuju ke arah sebuah pondok kayu giok yang terisolasi di sudut desa.

Begitu menapakkan kakinya di dalam kamar pondok yang sunyi, Han Yu segera membaringkan tubuh matang sang panglima di atas hamparan dipan kulit spiritual. Dengan gerakan jari-jari tangan yang sangat lihai dan dipenuhi estetika gairah, Han Yu mulai menanggalkan satu per satu kancing pengikat zirah perak tebal milik Tetua Feng Mian, mengekspos keindahan kulit putih seputih pualam dan bentuk tubuh sensual wanitanya yang luar biasa seksi dan berisi di balik pakaian dalam sutra merah yang tipis.

Han Yu tidak memberikan sekat pembatas sedikit pun bagi hasrat mereka yang telah membubung tinggi. Dia segera menanggalkan seluruh jubah hijau sutranya sendiri, memperlihatkan keperkasaan bentuk tubuh kekarnya yang berotot sempurna di hadapan mata sayu sang panglima. Hantaman stamina kelas satu milik Han Yu siap dilepaskan untuk menyatukan koridor meridian mereka dalam ritual kultivasi ganda yang teramat panas dan membara sepanjang sisa malam perbatasan, bersiap mengubah sang singa Divisi Perang menjadi peliharaan ranjangnya yang paling patuh sebelum fajar invasi manusia resmi meletus keesokan harinya.

1
Blue Manusia Biasa
jujur aja langsung capek mataku lihatnya thor😭 panjang banget paragraf nya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!