Seorang anak lelaki, yang harus menyaksikan kematian ibunya di ulang tahunnya yang ke 9. Tumbuh dengan hati yang dingin, seolah tak tersentuh. Tetapi ia sudah terbiasa, dengan sahabatnya. Petualangan bersama para roh, kuy kita baca🤗
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nike Julianti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Arwah yang di tahan Hantu Air
"Jadi dia yang mau kamu angkat jadi ade, Ghaff?" tanya Arimbi, seraya membereskan peralatan medisnya
"Iya kak, nasibnya tak beda jauh dengan Ghaffar. Dia anak yatim piatu, melihat ibunya terbunuh. Bedanya... ia masih punya keluarga, tapi tak mau menampungnya. Di anggap anak sial, karena memiliki kemampuan seperti Ghaffar. Dan dia juga... bisa menerima kematian ibunya dengan sangat lapang, Ghaffar salut dengan cara didik orang tuanya." jawab Ghaffar, Arimbi tersenyum. Ia duduk di samping Ghaffar, mengusap pelan pundak adik angkatnya itu.
"Cara didik orang tuamu juga sangat baik, perbedaan nya jelas terlihat. Kamu di tinggal kan, di saat usiamu masih belia. Luka yang di tinggalkan begitu dalam, karena waktu mu berkumpul dengan orang tuamu sangatlah singkat. Sedangkan dia... di tinggalkan di saat dia sudah paham, hmm?" Ghaffar menoleh, ia mengangguk setuju dengan ucapan kak Arimbi
"Nanti ibu dan ayah ke sini, membicarakan masalah... siapa namanya?" Ghaffar terkekeh, melihat itu... Arimbi sampai terpaku, karena begitu tampan adik angkatnya saat tertawa.
"Mingyu... Fang Mingyu..." jawab Ghaffar menyadarkan Arimbi
'Astaghfirullah' ucapnya dalam hati, seraya menggelengkan kepala
"Kenapa kak?" tanya Ghaffar
"Kamu ma kakak, usianya selisih banyak Ghaff" jawab Arimbi tak nyambung, membuat Ghaffar mengerutkan dahi
"Terus kenapa?" tanya Ghaffar
"Kalo kamu seusia sama kakak, udah kakak paksa kamu nikahin kakak. Ya Allah, ganteng kamu kelewatan, brondong Ghaff. Main sama tante yuk... " ceplos Arimbi, membuat Ghaffar menatap kesal Arimbi. Arimbi tertawa, tapi apa yang ia katakan, memang benar.
Seandainya Ghaffar seusia dengannya, dia pepet tiap hari. Anak orang... Anak orang... makannya apa, bisa seganteng ini?
"Kita akan bicarakan masalah Mingyu nanti malam, sekalian ayah dan ibu mau makan malam di sini. Nanti juga keluarga Theresia sama Diki datang, mereka kangen katanya." ucap Arimbi, Ghaffar mengangguk
"Nanti Ghaffar bikin barbeque di belakang, kita bikin pesta kecil-kecilan. Bang Abraham bilang, menyelesaikan kasus besar. Sekalian juga, kita rayakan bang Devan menang tender." balas Ghaffar
"Serius? Mau bakar-bakaran? Malam ini?" tanya Arimbi, Ghaffar mengangguk
"Kenapa?" tanya nya
"Ck... kenapa harus malam ini sih Ghaff? Shift malam looohhh... mana banyak mayat yang harus kakak urus." jawab Arimbi kesal
"Nanti Ghaffar ke rumah sakit, bawain menu malam ini. Gimana?" Arimbi tersenyum
"Beneran ya? Awas kalo ingkar.." tanya Arimbi, seraya menyipitkan kedua matanya
"Janji kak, Ghaffar juga penasaran sama kerjaan kakak. Boleh kan" Arimbi mengangguk
"Boleh banget, siapa tau kamu berminat. Ya udah, kakak balik ke rumah sakit ya. Kamu bisa kan buka infusan nya?" ucap Arimbi
"Bisa kak, udah kakak jelasin kan. Kakak tenang aja, Ghaffar ga akan lukain dia." Arimbi pun pamit, untuk kembali bertugas
.
.
"Mingyu gimana? Masih belum siuman?" tanya Akbar
"Belum, kayanya dia kurang istirahat. Biarkan saja" jawab Ghaffar, ia baru saja melepas infusan di punggung tangan Mingyu.
'Ghaff, kamu beneran mau jadiin dia ade angkat?' tanya Moon tiba-tiba, Ghaffar mengangguk
'Serius?' Ghaffar kembali mengangguk
'Kok aku ga di angkat ma kamu' tanya Moon, Ghaffar menoleh
"Jadi apa?" tanya Ghaffar
'Angkatan udara.... Ya jadi Istrilah, iya kali jadi tukang angkat beban.' Ghaffar memutar malas bola matanya, Moon terkekeh
"Oya, kamu bilang ada hantu yang baru datang?" tanya Ghaffar, membuat Akbar terkejut. Moon tertawa melihat Akbar, ayng langsung pindah tempat duduk.
'Teman mu itu, padahal udah lama bareng sama kamu. Datang ke sini juga sering, tapi masih aja takut.' ucap Moon, Ghaffar hanya mengangkat kedua bahunya
'Ya udah, aku cari dia dulu.'
PLOP
"Kamu tadi, pasti bicara sama si Moon ya?" tanya Akbar
"Iya, kamu mau liat?" Akbar menggelengkan kepalanya cepat
"Ga usahlah, udah tenang hidupku. Jangan di tambah lagi masalah, dengan di bukanya mata batin. Hiiii..." jawab Akbar, Ghaffar menggelengkan kepala
PLOP
'Ini... namanya Sagara, dia mati karena di tenggelamkan oleh orang yang ngakunya sahabat. Di danau belakang sekolah, dia masih pelajar. Arwahnya juga masih pake seragam, anak kutu buku bosss. Senggol dong...' ucap Moon, menjelaskan arwah yang baru saja gabung
"Di tenggelamkan? Kenapa? Apa sahabatmu ada alasan, sampai melakukan hal itu?" tanya Ghaffar, arwah siswa lelaki itu menggelengkan kepala
'Aku tidak tau, yang aku ingat... dia mengajakku bertemu di sana, aku datang sesuai dengan yang ia minta. Namun setibanya aku di sana, ia mendorongku. Padahal aku tak bisa berenang, tapi ia malah diam saja saat melihat aku tenggelam.' jawab Sagara
"Lalu... apa yang membuatmu tidak langsung pergi, malah nyasar ke tempat ini?" tanya Ghaffar
'Ada hantu lain, yang memberitahuku. Kalo pemilik kafe ini, bisa membantu permasalahanku.' GHaffar mengangguk
"Lalu? Apa yang kamu inginkan, sekarang kita sudah bertemu." tanya Ghaffar
'Aku... jenazahku belum di temukan, keluarga ku... terutama ibuku terus mencari ku. Aku ingin kamu membantuku, mengantarkan jenazahku pada keluargaku. Dan... aku juga ingin tau, alasan sahabatku melakukan hal ini padaku.' jawab Sagara
"Baiklah, aku akan membantumu besok." jawab Ghaffar, Sagara tersenyum
'Terima kasih' Ghaffar mengangguk, Sagara pun menghilang
"Apa kamu ada petunjuk?" tanya Ghaffar
'Tak ada, aku sudah pergi ke danau itu. Aku hanya bertemu dengan hantu air, dia tak mau melepaskan jenazah Sagara. Tapi dia tak mengatakan alasannya, aneh.' jawab Moon
"Menurutmu?" pancing Ghaffar
'Menurutku, pelakunya sudah membuat perjanjian dengan hantu air. Tapi itu hanya tebakanku, entah benar tidak nya.' jawab Moon lagi
"Apa yang kamu katakan, bisa salah.. bisa juga benar. Kita akan tau besok, sekarang aku ada acara bakar-bakaran dengan semua keluargaku." ucap Ghaffar
'Kamu tidak mengikut sertakan aku? Kamu melupakan aku? Kamu benar-benar tidak menganggap aku ada, aku benci... KAMU JAHAT' ucap Moon men dramatisir, lelah rasanya punya anak buah hantu seperti Moon.
"Tanpa di undang, kamu pasti akan datang juga." jawab Ghaffar, yang sudah biasa melihat dan mendengar skenario ini.
'Kamu benar, ya sudah nanti aku pasti datang. Terima kasih undangannya, bye.' Ghaffar berdecak, siapa juga yang mengundangnya
"Ada kasus baru?" tanya Akbar, Ghaffar mengangguk
"Jenazahnya di tahan oleh hantu air, yang ada di danau belakang sekolah xxx." jawab Ghaffar
"Hantu itu yang bilang, kalo di sekolah itu?"tanya Akbar
"Tidak, tapi aku lihat nama sekolah di seragamnya." jawab Ghaffar
"Tunggu... kamu bilang, jenazahnya di tahan oleh hantu air?" Ghaffar mengangguk
"Jadi, hantu air itu memang ada?" tanya Akbar lagi
"Hantu macam-macam, tergantung di mana dia tinggal." jawab Ghaffar
"Kukira, hanya ada kappa. Makhluk mitologi, yang ada di Jepang." ucap Akbar
"Hantu Air biasanya digunakan, untuk menjelaskan penyakit atau kematian yang terkait dengan daerah berair. Yang tidak dapat dijelaskan dengan cara lain. Beberapa orang percaya, bahwa roh yang dibuang atau di bunuh di sana, akan menghantui tempat-tempat yang berhubungan dengan air. Roh yang tersesat dan tidak terarah, berkeliaran di daerah tersebut dan memakan apa pun yang tersedia, termasuk manusia." Akbar bergidik ngeri
"Kita akan lihat besok, hantu air di sana kenapa bisa di sana dan sejak kapan dia di tempat itu" lanjut Ghaffar, Akbar mengangguk setuju.
...****************...
hayo mau kemana km anak palsu..jgn buru2 pergi km si anak palsu..