NovelToon NovelToon
Beyond The Sea

Beyond The Sea

Status: sedang berlangsung
Genre:Mafia / Crazy Rich/Konglomerat / Beda Usia / Cinta Seiring Waktu / Identitas Tersembunyi / Kaya Raya
Popularitas:23.2k
Nilai: 5
Nama Author: Ssintia

Kedatangannya ke Indonesia membuat seorang Kay Cyrano Agesislou pemilik perusahaan pelayaran terbesar di Yunani terobsesi terhadap seorang gadis mungil yang dia temui di sebuah pelabuhan.


Sejak saat itulah Kay mencari tahu segala tentang gadis yang baru menginjak usia delapan belas tahun itu. Jillian Lakhaesa nama itu terdengar sangat indah ketika Kay mendengarnya.


Mendengar gadis itu selau diperlakukan tidak manusiawi membuat Kay ingin Jillian berada disisinya. Tapi Kay ingin gadis itu sendiri yang datang menghampirinya.


Cinta dan obsesi menjadi satu membuat Kay melakukan apapun untuk membuat Jillian menjadi miliknya.

Banyak hal yang terungkap dalam hidupnya membuat Jillian merasa dunia memang benar-benar mempermainkannya.


xxxx
Hai, ini adalah cerita pertama yang aku buat.
Maaf jika masih terdapat banyak kesalahan dalam pengambilan dan penulisan kata.
Terimakasih.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ssintia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter | 05

+

+

Hal pertama yang Lily lihat ketika membuka matanya mendapati dirinya disebuah ruangan yang terlihat asing dengan langit-langit kamar yang berwarna putih, berbeda dengan kamarnya yang berada di mansion Kay yang berwarna abu-abu.

Melihat tangannya yang terpasang infus membuat Lily tahu dia berada dimana, dia tidak tahu harus bereaksi seperti apa ketika ingat apa yang menyebabkan dia bisa disini.

Pintu ruangan terbuka dan masuk seorang dokter diikuti suster dibelakangnya. Saat akan berbicara Lily merasa sesak hingga dia kesulitan untuk mengeluarkan suaranya.

“Nona jangan dipaksakan untuk berbicara, nanti terasa sangat sakit.” Larang  Dokter itu ketika berada dihadapannya membuat Lily menurutinya.

“Dada nona yang terbentur cukup keras hingga membuat nona kesulitan untuk bicara, jadi untuk sementara jangan dipaksakan untuk bicara dulu.” Jelas dokter membuat Lily menganggukkan kepala tanda mengerti.

“Baiklah, sekarang sudah waktunya untuk makan siang nanti ada suster yang membantu nona untuk makan.” Dokter dan beberapa orang dibelakangnya keluar setelah selesai memeriksa Lily.

Lily menghembuskan nafasnya yang terasa sesak secara perlahan. Lily sangat benci pada laki-laki yang telah menyebabkannya seperti ini.

Lily bertanya-tanya apakah orang didalam ruangan itu yang ditembak oleh Kay karena seingatnya laki-laki itu menembakkan sebuah peluru kearahnya. Mencoba mengusir pemikiran itu yang hanya membuatnya sakit kepala dengan menggelengkan kepalanya.

Lily tidak bisa sembarangan menggerakkan badannya yang terasa remuk dan hanya bisa terbaring di ranjang dengan tatapan yang kosong menatap langit cerah di luar dari balik jendela.

Sebenarnya apa mau laki-laki itu kenapa dia melakukan hal itu pada Lily. Apakah dia bersenang-senang melihat Lily yang tersiksa, kalau iya apa bedanya Kay dengan orang-orang ditempatnya dulu.

Sudut mata Lily mengeluarkan air mata, tapi dia tidak berniat untuk mengusapnya sama sekali. Biarlah kali ini Lily menumpahkan segala emosi yang selama ini dia pendam. Karena setelahnya dia  tidak akan membiarkan ada air mata yang keluar dari matanya.

Kay sengaja tidak masuk kedalam membiarkan Lily untuk menangis sepuasnya. Sudah dari dua puluh menit yang lalu sebenarnya Kay datang.

Setelah merasa cukup memberikan Lily waktu, Kay masuk kedalam dan mendapati gadis itu yang menatapnya dengan tajam membuat Kay menyeringai melihatnya.

“Sudah sadar rupanya.” Kay berjalan mendekati Lily membuatnya bersiaga takut-takut dirinya akan di serang.

Saat Kay sudah berada didekatnya, Lily memalingkan wajahnya tidak mau menatap laki-laki itu lama-lama.

“Bicaralah baby.” Sungguh, Lily merinding ketika Kay memanggilnya seperti itu. Sepertinya memang benar bahwa dia adalah laki-laki gila.

“Jillian.” Tekan Kay yang membuat Lily segera menatap laki-laki itu. Karena demi apapun mendengar suaranya yang seperti itu membuat Lily tidak bisa berkutik.

“Apa?” Lily berbicara dengan susah payah.

“Kau harus cepat sembuh masih banyak kejutan yang menantimu.” Kay berbicara dengan santainya seolah perkataannya tidak ada apa-apa baginya.

“Gila!” Lily tidak habis pikir dengan laki-laki didepannya. Lily sekarang mengerti kejutan yang dimaksud Kay adalah siksaan baginya.

“Tidak aku tidak gila sayang.”

“Ku-maha si-sia.” Ujar Lily yang tentu saja tidak dimengerti Kay, dia merasa sesaknya berkurang hingga dia bisa bersuara meskipun dengan terbata dan itu seperti mendukungnya untuk menyumpahi Kay.

“Oke itu pujian bagiku.” Oke, sekarang Lily akan mengingat kalau Kay adalah orang yang terlalu percaya diri.

Kay tiba-tiba saja duduk disamping Lily membuatnya tidak nyaman dan ingin bangun untuk menjauh tapi laki-laki itu terlebih dahulu menahannya.

“Mau kemana.”

“To-toilet.”

“Ayo.”

“Ti-dak aku bisa sen-diri.”

Mendengar penolakan Lily membuat Kay tidak suka lalu mengangkat tubuh gadis itu dengan hati-hati tidak lupa juga membawa tiang infusnya. Kay menggendong Lily dengan mudah karena tubuh gadis itu sangat ringan menurutnya.

Sedangkan Lily menahan nafasnya ketika hidungnya mencium bau tubuh Kay yang memabukkan. Lily mendongak dan matanya langsung berhadapan dengan rahang Kay yang tegas. Tangan Lily gatal ingin menyentuhnya, seakan lupa bahwa dia membenci laki-laki itu.

Dasar labil.

“Wajahku memang tampan.”

“Percaya diri sekali.” Cibir Lily se pelan mungkin.

Dengan hati-hati Kay menurunkan Lily lalu mendudukkannya di atas closet. Lily masih terdiam seraya melihat Kay yang masih berdiri di depannya.

“Apa?” Kay menaikkan sebelah alisnya.

“Ke-napa masih disini.”

“Menunggumu.”

“Apa? Tidak kau harus ke-luar.” Lily tidak habis pikir dengan Kay.

“Aku bisa menunggu.”

“Pokoknya kau harus keluar.” Entah dari mana keberanian Lily muncul hingga bisa berkata seperti itu pada Kay.

“Ingin dibantu?”

“Tidak.” Kay pun keluar meninggalkan Lily yang menggerutu.

Dasar om-om mesum, Gerutu Lily dalam hatinya.

Setelah selesai dengan urusannya, sekarang Lily kebingungan bagaimana dia bisa keluar. Untuk berdiri saja dia belum bisa lama-lama karena badannya yang tiba-tiba gemetar. Ingin meminta bantuan Kay dia malu. Cukup lama Lily duduk di sana hingga pintu terbuka dengan keras membuat Lily kaget.

“Kenapa lama?” Kay berkata dengan keras membuat Lily takut melihatnya.

“Aku tidak bisa berjalan.” Lily menundukkan kepalanya.

“Bodoh! Apa gunanya mulut.” Kay kemudian menggendong Lily tanpa peduli bahwa gadis itu ketakutan dengannya.

Sedangkan Lily hanya menunduk tidak berani untuk melihat Kay, dia takut laki-laki itu akan menjatuhkannya. Kay membaringkan kembali Lily ke kasur lalu pergi keluar meninggalkan Lily seorang diri.

“Awasi dia, jangan biarkan seorang pun masuk kecuali dokter.” Perintah Kay pada bawahannya.

“Baik tuan.” Ada enam orang yang menjaga didepan pintu kamar Lily.

Kay meninggalkan rumah sakit, ada sesuatu yang harus dia selesaikan hari ini juga. Kay melajukan mobilnya dengan kecepatan diatas rata-rata.

Tiba di tempat tujuan Kay segera keluar dari mobilnya dan keberadaannya disambut oleh orang-orangnya yang sudah berbaris.

Kay masuk kedalam sebuah ruangan paling ujung yang terpisah dari bangunan lain yang berada ditempat ini. Ketika membuka pintu hal pertama yang Kay lihat adalah seorang pria yang terikat disebuah tiang.

“Oho jadi ini orangnya.” Kay berjalan mendekat pada pria itu.

“Elger, benarkah ini orangnya?” Kay berkata dengan nada seolah terkejut ketika mendongakkan kepala yang sebelumnya tertunduk itu dengan telunjuknya.

“Benar tuan.”

"Berani sekali.” Kay menggelengkan kepalanya.

Elger dibelakangnya hanya bisa merasa iba dengan nasib pria itu, apalagi jika Kay sudah bertingkah seperti itu sudah pasti tuannya itu sedang kumat.

“Elger, bagusnya dimulai dari mana menurutmu?” Elger yang di tanya pun kebingungan.

“Tangannya mungkin.”

“Bagus Elger, aku sangat suka jawabanmu.” Kay melepaskan satu tangan pria itu yang diikat.

Kay mengambil sebuah kapak dari sebuah peti yang berada tidak jauh dari tempatnya berdiri. Bersamaan dengan itu pria di depannya tersadar.

“Hai.” Yang dikatakan Lily memang benar adanya bahwa Kay memang benar-benar gila.

“Emm, emmm.” Gumam pria itu yang memang mulutnya tersumpal sebuah kain.

“Elger, tolong buka yang ada di mulutnya, tanganku tidak sanggup untuk membukanya karena itu terlihat menjijikan.” Titah Kay seraya mengelus kapaknya.

“Lepaskan!”

“Astaga, mulut menjijikan itu masih bisa berbicara rupanya.” Kay mendekat lalu mengarahkan gagang kapak itu pada pria didepannya lalu ditekankan ke keningnya dengan dalam.

Kay memakai sarung tangan yang dibawanya lalu mengambil tangan kanan pria itu secara paksa dan segera menebasnya dengan kapak hingga tangan itu terputus.

Pria didepannya tentu saja menjerit kesakitan karena tangan kanannya putus.

“BRENGSEK LEBIH BAIK BUNUH AKU!!”

Dukk

Kay memukul wajah pria itu dengan kapaknya hingga luka di kening sampai bibir pria itu tercipta, darah segar mengalir wajahnya.

“Itulah balasannya untuk seorang penghianat.” Kay mengayunkan kembali kapaknya kearah kaki pria itu hingga kaki kirinya hampir putus.

“Elger bereskan, aku malas untuk menyelesaikannya.” Kay meninggalkan ruangan itu seraya membuka sarung tangannya dan juga mengusap wajahnya yang terkena cipratan darah.

Kay melakukan kesenangannya bukan tanpa sebab, pria tadi telah mengkhianatinya dengan memberikan rute perjalanan untuk barang-barang rahasianya pada musuhnya dan akibatnya dia rugi beberapa milliar karena barang-barangnya dilenyapkan.

Kay melajukan mobilnya dengan sesekali bersiul melihat dari kaca sampingnya Kay sadar bahwa ada sebuah mobil yang mengikutinya.

“Mari lanjutkan permainannya.”

+

+

...°B e y o n d  T h e  S e a °...

..."my world, yours?"...

1
charis@ŕŕa
lagi ndong thor knp up ny lama.....
Bzaa
seruuuuu dan bikin penasaran tor....
Bzaa
awalnya sudah menguras emosi...
sukses otor, dan semangat 💪😘
callmevigo: Terimakasih ❤️
total 1 replies
charis@ŕŕa
love love luar biasa keren
charis@ŕŕa
lanjut donk......
👑@N4ND@👑
lanjut ...
👑@N4ND@👑
seru berasa kaya nonton flim ,bikin penasaran semangat thor lanjut 😍😎
callmevigo: Makasih❤️
total 1 replies
charis@ŕŕa
knp hrus pakek pngman....???
callmevigo: biar aman kak😉
total 1 replies
Enok Nurhayati
Ceritanya menarik
Fushito UwU
Ngomong-ngomong, thor, jangan sampe gak rajin menulis, ya! Soalnya aku sudah terlanjur ketagihan dengan ceritamu.
callmevigo: Makasih,,
total 1 replies
Alexia
semangatt kakkk up nya... ceritaanyaaa seruuuu
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!