NovelToon NovelToon
Mendadak Jadi Simpanan Tuan Douglas

Mendadak Jadi Simpanan Tuan Douglas

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Obsesi / Transmigrasi
Popularitas:8.6k
Nilai: 5
Nama Author: riri-can

WARNING!! HANYA UNTUK DEWASA!!

Cecilia tidak menyangka, baru saja pindah jiwa ke tubuh wanita lain malah terjebak jadi simpanan Tuan Douglas yang dingin.

Cecilia pun berpikir untuk bisa kabur dari jeratan Tuan Douglas, semakin Cecilia menjauh maka semakin kuat juga Tuan Douglas ingin memilikinya.

"Kau hanya milikku sayang, sampai kapanpun akan tetap menjadi milik ku!" Douglas

"Enak saja! Lebih baik aku mati saja daripada jadi simpanan!" Cecilia

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon riri-can, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Muak!

Jarum jam dinding telah merambat menunjuk pukul delapan malam, menandakan waktu makan malam tiba. Douglas keluar dari ruang kerja pribadinya dengan langkah tegap, lalu mendorong pintu kamar utama tempat Cecilia berada.

​Begitu ia melangkah masuk, pemandangan yang sama kembali menyambutnya, Cecilia masih berbaring di atas ranjang dengan posisi tubuh menyamping, membelakangi pintu masuk tanpa sedikit pun bergerak.

​Douglas menghela napas panjang untuk kesekian kalinya hari ini. Lama-kelamaan, batas kesabarannya benar-benar mulai terkikis menghadapi sikap keras kepala dan kebisuan total yang ditunjukkan oleh wanita itu.

​"Bangun!" ucap Douglas dingin.

​Tanpa menunggu persetujuan, tangan besar Douglas langsung menarik lengan Cecilia dengan kasar, memaksanya untuk bangun dan duduk di tepi ranjang.

​"Aduh! S-sakit, bodoh!" rintih Cecilia meringis kesakitan akibat tarikan mendadak pada bahunya yang masih sensitif.

​Cecilia lantas mendongak, menatap tajam ke arah Douglas dengan sorot mata menyala penuh kemarahan.

​Melihat kilatan kebencian dan perlawanan di manik mata coklat itu, Douglas justru terkejut sesaat. Namun, sedetik kemudian, sudut bibir pria berdarah dingin itu terangkat, meloloskan tawa kecil yang terdengar geli.

"​Apa-apaan dia? Tertawa?" batin Cecilia bingung setengah mati.

"Apa pria ini sudah benar-benar gila?!"

​"Aku jauh lebih menyukai tatapan tajam dan amukanmu seperti itu, Cecilia," kata Douglas menyeringai tipis.

"Daripada melihatmu terdiam bagaikan mayat hidup yang mendiamkanku seharian."

​Sebelum Cecilia sempat melontarkan protes atau cacian, Douglas langsung menyambar tubuh mungil itu dan menggendongnya secara bridal style.

​"Lepaskan aku! Turunkan aku, Douglas!" teriak Cecilia sambil meronta-ronta di dalam gendongan, memukul-mukul dada bidang pria itu dengan sisa tenaga yang dimilikinya.

​Namun, tenaga Douglas jauh terlalu kuat. Pria itu sama sekali tidak bergeming hingga mereka menuruni anak tangga menuju ruang makan utama mansion.

​Begitu mereka tiba di ruang makan, beberapa pelayan yang sedang menata hidangan sontak terkejut setengah mati melihat sang tuan muda membawa seorang wanita dalam gendongannya. Sebagian besar pelayan baru pertama kalinya melihat wajah Cecilia secara langsung, mereka terpesona dalam diam, tidak menyangka bahwa wanita yang selama ini dikurung oleh tuan mereka memiliki paras yang sangat cantik, manis, dan tampak menggemaskan meskipun saat ini wajah itu tengah merona merah karena marah.

​Namun, di balik kekaguman itu, terselip rasa iba yang mendalam di hati para pelayan saat mereka mengingat kabar duka mengenai kondisi Cecilia pasca keguguran beberapa hari lalu.

​Douglas menurunkan Cecilia dengan lembut di salah satu kursi meja makan yang panjang, lalu berdiri tepat di sampingnya.

​"Makan malam sekarang," perintah Douglas absolut.

​Cecilia mendengus pelan, memalingkan wajahnya ke arah lain. "Aku tidak mau. Aku tidak lapar!" tolaknya ketus.

​Mendengar penolakan itu, emosi Douglas yang sejak sore tadi sudah di ujung tanduk kembali tersulut. Perlu diketahui, kotak kue viral dan coklat yang ia bawa tadi sore sudah dibuangnya begitu saja ke tempat sampah akibat rasa kesal dan penolakan mentah-mentah dari Cecilia sebelumnya.

​Sebenarnya, Douglas tahu itu bukan sepenuhnya kesalahan Cecilia. Ia sendiri yang kurang teliti karena tidak mengecek isi kotak dan catatan kecil dari toko sebelum membawanya pulang.

​Tetapi, apa salahnya jika Cecilia sedikit menghargai usahanya? Toko itulah yang keliru berasumsi! Bahkan, saking kesalnya pada kecerobohan pihak toko, tadi sore di ruang kerjanya Douglas sempat menelepon Logan dan memerintahkan asistennya itu untuk menutup toko kue tersebut untuk diberikan sanksi! Niat hati ingin merayu dan membujuk Cecilia, yang didapatnya justru kemarahan dan tuduhan yang semakin menjadi-jadi.

​"Jangan membantah, Cecilia," desis Douglas dengan suara mengancam.

"Aku bilang makan, berarti makan!"

​"Aku bilang tidak lapar ya tidak lapar!" balas Cecilia ngegas, menatap Douglas dengan mata melotot.

"Aku cuma mau tidur, bukan makan!"

​Sikap keras kepala Cecilia membuat kesabaran Douglas habis seketika. Pria itu tidak peduli lagi pada gengsinya, dengan paksa, ia mengambil sesendok makanan dari piring di hadapannya, lalu menyumpalkannya langsung ke dalam mulut Cecilia.

​"Mmm... mpph!" Cecilia terpekik kaget, matanya membelalak lebar saat makanan itu dipaksa masuk ke dalam mulutnya. Ia terbatuk-batuk kecil, berusaha mengunyah dengan terpaksa karena ancaman tatapan maut Douglas.

​Para pelayan yang berdiri di sekitar meja makan sontak meringis ngeri melihat pemandangan tersebut. Mereka merasa sangat kasihan pada Cecilia yang diperlakukan begitu rupa layaknya anak kecil yang tengah dihukum oleh ayahnya yang kejam.

​Melihat Cecilia yang masih kesulitan menelan, Douglas kembali mengambil sendok kedua. Namun, sebelum sendok itu menyentuh bibirnya, Cecilia menepisnya dengan kasar hingga sendok perak itu berdenting nyaring jatuh ke lantai.

​"Cukup, Douglas!" air mata Cecilia mendadak menggenang di pelupuk matanya, rasa sesak menghantam dadanya.

"Sebenarnya apa sih yang kamu inginkan dariku, hah?!" teriaknya frustrasi.

​Douglas membeku sejenak, menatap tajam ke arah wanita di depannya. "Aku hanya ingin kamu menuruti perintahku dan makan dengan benar!" bentak Douglas balik.

​Cecilia mendongak, menatap lurus ke dalam manik mata biru pria itu tanpa rasa takut lagi. Rasa lelah dan benci yang menumpuk membuat pertahanannya jebol.

​"Aku ingin keluar dari tempat ini!" seru Cecilia lantang, suaranya bergetar hebat.

"Aku tidak mau hidup bersamamu! Bahkan... bahkan berada dekat denganmu, mencium aromamu saja, membuatku merasa mual dan ingin muntah, Douglas!"

​Deg!

​Kalimat itu meluncur begitu saja dari bibir Cecilia.

​Bagi seorang Douglas pria paling berkuasa, dikagumi, dan dipuja oleh banyak wanita di luar sana, mendengar wanita simpanannya berkata bahwa berada dekat dengannya saja membuat mual adalah sebuah tamparan paling keras yang melukai ego maskulinitasnya secara telak.

​Seketika itu juga, raut wajah Douglas menggelap mengerikan. Aura membunuh yang sangat pekat melingkupi sekujur tubuhnya.

​Tanpa aba-aba, Douglas mencengkeram kuat kedua pipi Cecilia dengan satu tangan besarnya, memaksa wajah wanita itu mendongak menatapnya lekat-lekat.

​"Mual katamu?!" geram Douglas dengan suara berbisik penuh kemurkaan yang membuat seluruh pelayan di ruangan itu menunduk ketakutan.

"Dengar baik-baik ucapanku ini, Cecilia! Sampai kapan pun, di dunia ini atau bahkan sampai kita mati... aku tidak akan pernah melepaskan mu! Kamu dengar itu?!"

​Setelah meluapkan ancaman mengerikan tersebut, Douglas menghempaskan wajah Cecilia dengan kasar. Pria itu membalikkan badan dan melangkah pergi meninggalkan ruang makan dengan langkah menghentak penuh amarah.

​Sebelum benar-benar menghilang di balik pintu utama, Douglas sempat melirik ke arah Dorothy yang berdiri gemetar di dekat meja.

​"Dorothy!" panggil Douglas dingin tanpa menoleh.

"Pastikan dia menghabiskan makanannya. Suapi dia sampai habis, atau kamu tahu akibatnya!"

​"B-baik, Tuan... saya mengerti," jawab Dorothy terbata-bata penuh rasa cemas.

​Douglas pun pergi meninggalkan ruangan, sementara Cecilia terduduk lemas di kursinya, memegang pipinya yang memerah sambil membiarkan air mata kekecewaannya menetes dalam keheningan malam yang terasa semakin menyesakkan.

Bersambung.. Semoga kalian suka ya, jangan lupa untuk tinggalkan jejak kalian.

1
Mita Paramita
lanjut Thor 🔥🔥🔥
Potatoes 🥔
Clingy banget 😒
Potatoes 🥔
Makanya, komunikasi yang bener😒
partini
mau kabur kemana mending ga usah lah nanti ketemu lagi percuma aja
Mia Camelia
seneng nya ngliat mereka berdua akur2 jom and jerry🤣🤣🤣🤣
Mia Camelia
coba dari dulu doghlas bersikap manja ky bgini, pasti cecil gk bakal kabur🤣🤣🤣
Mia Camelia
waduh jangan2 doughlas udah berubah nih jadi greenflag🤔🤔🤔
ati2 cecil🤭🤭🤭
Mia Camelia
akhir nya cecilia udah semangat lgi🤭🤭🤭
ati2 doughlas klo cecilia kabur🤣🤣🤣🤣
Mita Paramita
douglas terlalu kejam
Mia Camelia
kalo sama2 susah berkomunikasi ky gini, kasian cecilia nya😔😔😔
thor plis kasih doughlas pelajaran dong,jdi gemes nih🤣🤣🤣🤣
It's me Ri🥕: Tentunya kita kasih pelajaran, cuma kan ga mungkin langsung masuk kesitu kak, bentar lagi konflik kok dan Douglas nyesel😁 Ditunggu yaaa
total 1 replies
partini
kaya rollercoaster mereka berdua
mungkin methong kedua kali cil baru bebas
Alissia
awas nanti cilcila hamil🤭🤭😖😖
Alissia: hamil thor tapi sama Dougles di paksa anu anu sampek keguguran cilcilanya😢😢
total 2 replies
Alissia
kok gak peka sih Dougles tak getok palamu🤭🤭
Alissia
apa Douglas punya ke pribadian ganda 🤔🤔🤭🤭
Alissia
bayi tuanya mimik cucu 🤣🤣
Alissia
kayaknya Douglas udah jatuh cinta sama Ciilcila tapi gengsi mau menggungkapkan🤭🤭
Alissia
awas bucin Douglas🤭🤭🤭
Dewi Anggraeni
Lanjutttt
Dewi Anggraeni
lanjut
Dewi Anggraeni
lanjutttt
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!