NovelToon NovelToon
Terjebak Menjadi Villain Favorit

Terjebak Menjadi Villain Favorit

Status: sedang berlangsung
Genre:Transmigrasi ke Dalam Novel / Mengubah Takdir / Romansa Fantasi
Popularitas:10.2k
Nilai: 5
Nama Author: Aplolyn

Aruna tak menyangka kematiannya justru membawanya bertransmigrasi ke dalam novel kerajaan Eropa sebagai Lady Evelyne Ashcroft, villain yang ditakdirkan berakhir tragis.

Berbekal ingatan akan alur cerita, ia bertekad mengubah nasibnya dan menghindari semua bendera kematian. Namun, rencananya langsung berantakan ketika seluruh keluarganya dan sang tunangan tiba-tiba dapat mendengar isi pikirannya.

Rahasia masa depan yang terus terungkap membuat jalan cerita berubah. Keluarga yang semula membencinya mulai melindunginya, sementara tunangan yang seharusnya meninggalkannya justru semakin tergila-gila padanya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aplolyn, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 9

Tak lama kemudian, Harold perlahan mengeluarkan sebuah map kulit hitam yang tampak mewah dan berharga. Wajahnya berseri-seri penuh keyakinan saat mulai berbicara.

"Aku membawa kabar yang sangat luar biasa dan menguntungkan bagi kita semua," katanya penuh semangat. "Sebuah tambang emas yang tersembunyi di wilayah utara yang jauh. Jika keluarga Ashcroft bersedia bergabung berinvestasi bersama, aku pastikan kekayaan kita akan berlipat ganda berkali-kali lipat."

[Itu semua hanya kebohongan besar!] suara Aruna langsung bergema tegas di ruangan itu.

[Memang benar dulu tempat itu pernah memancarkan kilau emas berharga... tapi itu sudah sepuluh tahun silam! Sekarang yang tersisa hanyalah tumpukan batu yang keras dan tak bernilai sama sekali.]

Harold terus berbicara dengan pandai meyakinkan pendengarnya. "Para ahli pertambangan yang sudah kupercaya memastikan masih tersimpan kekayaan luar biasa di sana, tinggal digali saja!"

[Ahli dari mana? Mereka hanyalah orang yang dibayar mahal dengan uang haram agar bersedia membuat laporan palsu yang menipu!]

Arthur perlahan mengulurkan tangan dan menyentuh tepi map itu, membuat hati Harold meloncat penuh kemenangan, ia sudah yakin sahabat lamanya pasti akan menyambar tawaran itu seperti yang selalu ia harapkan.

Namun kenyataan membuatnya tertegun ketika Arthur perlahan menutup kembali sampul map itu dengan tenang.

"Aku akan mempelajari isinya dengan teliti terlebih dahulu," ucapnya tenang.

Senyum di sudut bibir Harold perlahan memudar menjadi kaku. "Tidak perlu terlalu lama, Arthur... peluang emas seperti ini takkan datang mengetuk pintu dua kali," bujuknya dengan nada yang mulai terasa mendesak.

Namun Arthur hanya menggeleng mantap. "Keluarga Ashcroft tidak pernah mengambil keputusan besar hanya dalam sekejap mata tanpa diselidiki sampai ke akar-akarnya."

Wajah Harold kini mulai tampak gelisah tak bisa disembunyikan. 'Ini bukan seperti Arthur yang kukenal dulu! Mengapa ia begitu ragu padaku?' batinnya bingung.

Namun Duke hanya menyunggingkan senyum tipis yang penuh makna. "Manusia bisa berubah seiring berjalannya waktu."

Di lantai atas, Aruna hampir melompat kegirangan menahan sorak kemenangan di dalam hati.

[Luar biasa! Ayah tidak terburu-buru menandatangani kertas itu! Selamat! Harta keluarga kita masih aman tersimpan! ]

Bahkan Adrian yang mendengar suara riang itu hampir tersenyum menahan tawa. Ternyata sejak kemarin, adiknya sungguh tak pandai menyembunyikan kegembiraan yang meluap-luap itu.

Namun Harold belum menyerah begitu saja, ia mencoba serangan terakhir dengan nada tersinggung yang dibuat-buat. "Arthur... apakah kau sudah tidak lagi percaya pada persahabatan kita yang sudah terjalin lama?"

Arthur hanya diam menatap lurus ke mata pria itu. Ia berdeham pelan, menjaga ketenangannya. "Bukan masalah soal percaya atau tidak, Harold. Hanya saja... nilai yang dibicarakan ini terlalu besar untuk diambil keputusannya dalam sekejap saja."

Di balik lengan bajunya yang lebar, tangan Harold mengepal kuat penuh kemarahan tertahan. Rencana yang sudah disusun rapi perlahan berantakan di hadapan matanya.

Setelah berbasa-basi sejenak dengan wajah yang tetap dipaksa tersenyum, akhirnya ia pun berpamitan. Namun begitu kereta kuda yang membawanya melaju menjauh dari gerbang kediaman, senyum palsu itu langsung lenyap digantikan raut wajah yang gelap dan penuh sumpah serapah.

"Sialan!" geramnya pelan. "Apa yang membuat orang tua itu tiba-tiba menjadi begitu waspada dan keras kepala? Seharusnya ia langsung menyetujui tawaranku.. pasti ada yang tidak beres"

1
Wahyuningsih
mampir q thor
haruuu
udahh kebongkar kocakk🤭
Fahreziy
👣👣👣
lin sya
sebastian penulis novel, atau pembaca novel yg nyasar kyk aruna, klo aruna bsa ubah alur ceritanya, otomatis dia bisa gk ya ttp selamat dan kluarganya ttp baik2 aj
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!