Awan tidak pernah menyangka kalau gadis yang akan di jodohkan dengannya itu adalah Senja kekasihnya sendiri. Kedua orang tua mereka sudah sepakat dan akan segera menikahkan mereka. Tapi suatu konflik telah terjadi karena kebohongan orang tua Awan yang mengaku kalau dirinya orang kaya. Pak Agung telah mengetahui kalau Awan bukan anak orang kaya seperti yang di harapkan nya.
Bagaimana kisah mereka selanjutnya? Akankah hubungan mereka bisa berlanjut ke jenjang pernikahan setelah hal tersebut terjadi?
Mari ikuti ceritanya dalam Pernikahan Tanpa Restu.
👉 Selamat membaca semoga suka 🤗
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kristina dinata, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Pucuk di cinta,ulam pun tiba
Setelah menelpon Senja tiba-tiba Pak Alam memanggil Awan untuk membantunya mendorong mobil karna tiba-tiba angkot yang akan di bawanya gak mau jalan. Dengan terpaksanya Awan keluar memasang muka malasnya.
"Awan ayo cepetan jangan tidur aja kamu bantuin Ayah dorong!" seru Pak Alam.
"Hem, nyusahin aja Ayah, orang masih ngantuk juga," keluhnya.
"Dasar anak malas ya kamu, di suruh orang tua ngeluh gitu!" gerutu Pak Alam.
"Ini angkot nya kenapa Yah, kemarin aja bagus kok hari ini udah KO," ledek Awan.
"Gak tau lagi ngambek mungkin, minta di servis."
"Ayah sih gaya-gaya an pakai beli baju segala, giliran beli alat mobil perhitungan gini deh jadinya," cibir Awan.
"Jangan banyak bicara kamu Awan, bantuin cepat! bikin panas hati aja kamu pagi-pagi banyak bacot!" Pak Alam mulai memanas.
"Iyah, ini juga mau bantuin ngomel aja," Awan mulai mendorong.
"Makanya Awan kamu lihat keadaan kita yang serba kekurangan ini. Cepat-cepat gih kamu ajak Si Senja ya menikah biar kamu bisa dapat kerja di perusahaan Ayahnya siapa tau kamu langsung di angkat jadi CEO kan mantap tuh," ucap Pak Awan penuh percaya diri.
"Mimpi aja Yah, ini sudah siang!" ledek Awan lagi.
"Kamu gak mau jadi orang sukses?"
"Siapa yang gak mau Yah, semua orang juga pasti mau kok, cuma kan semua itu butuh proses. Kita juga harus berjuang bukan tinggal nikmati aja butuh perjuangan," ujar Awan menggurui.
"Kebiasaan kamu banyak bicara Awan. Sudah lah mobil ya udah hidup sana pergi!" usir Pak Alam.
"Heh Awan dari pada nih hari libur, kamu gak ada kerjaan lebih baik ajakin Senja jalan gih, kemana kek. Gimana sih anak muda molor aja ada pacar dianggurin," seru Pak Alam memberi ide.
"Dapat duit dari mana Yah, mau ajak Senja jalan?"
"Minta aja ke langit sana ... Langit kan teman kamu. Ya kerjalah bocah malas! kalau kamu tidur aja gimana mau dapat apa-apa yang ada dapat penyakit," Seru Pak Alam sudah mulai menjalankan mobilnya siap menuju terminal untuk mengais rejeki di sana.
Ada benar nya juga sih ucapan Ayah. Tapi, aku lagi gak punya duit nih? apa aku jalan aja ke pasar sambil nanyak-nanyak kerjaan, terus kalau udah dapat kerjaan dan dapat duit baru deh aku ajak Senja jalan. Senja pasti senang aku ajak jalan, Batin Awan sambil tersenyum sendirinya.
Tidak lama kemudian, Awan bicara seperti itu. Senja langsung menelpon dan ngajakin Awan jalan. Tapi ia bingung mau jalan pakai apa kendaraan tidak ada, uang pun tidak ada. Ia pun mengatakan kalau jadi akan mengabari Senja lagi. Senja pun menutup panggilannya.
Duh, susah nya jadi orang miskin mau jalan sama pacar aja gak punya modal nasib-nasib ..., batinnya melirih.
Awan masuk ke dalam rumahnya dan pergi ke dapur. Di meja telah siap sarapan dengan lauk pauk itu-itu saja membuatnya malas makan. Awan pun bikin teh, untuk menghilangkan beban pikirannya ingin nyantai sejenak di dapur sambil mikirin bagaimana bisa dapat duit buat jalan dengan Senja.
"Awan, Ngapain bengong?" tegur Mama Andin tiba-tiba.
"Ma-mama? lagi nyantai aja," ucap Awan kaget.
"Hem ada apa?" tanya Mama Andin memperhatikan gerak-gerik Awan tampak susah.
"Gak ada apa-apa kok Ma," jawabnya.
"Yakin?" tanya Mama Andin ragu.
""Iya yakin." jawab Awan singkat.
"Tapi, Mama gak yakin gak ada apa-apa. Ayo cerita aja siapa tau Mama bisa bantu," pinta Mama Andin.
"Em, anu Ma, sebenbbbbbarnya aku di ajakin Senja jalan."
"Bagus dong, kenapa jadi susah gitu?" selidik Mama Andin bingung.
"Masalahnya aku gak punya duit Ma."
"Ya ampun Awan, laki-laki seperti apa kamu duit buat modal ngedet aja gak punya hahahaha, kasian banget sih anak Mama," ledek Mama Andin sambil tertawa.
"Mama jahat! menertawai anak sendiri," gerutu Awan memanas.
"Abisnya lucu ... sih!"
"Gak lucu kok Ma, tapi menyedihkan buat Awan," ucapnya kesal.
"Hem, mau Mama bantu tidak?"
"Bantu? Emang Mama bisa bantu apa?"
"Bantu doakan biar dapat duit," ucap Mama Andin sambil tertawa lebar.
"Mama nyebelin ...!" ucap Awan memanas ia memasang wajah kesalnya.
Mama Andin meninggalkan Awan manyun sendiri.
Kring ....! Ponsel awan berbunyi lagi.
"Itu pasti Senja, pasti dia mau nanyain aku sudah siap apa belum aku harus jawab apa?"
Dengan ragu Awan mengambil ponselnya dan di lihat bukan Senja tapi temannya yang bernama Niko.
"Oh Niko, bukan Senja Huh...," Awan bernapas lega ia pun mengangkat panggilan dari Niko teman akrabnya itu. Niko adalah anak orang kaya yang tidak sombong, ia baik hati pada semua teman di kampusnya apalagi sama Awan ia sudah seperti saudara.
📞"Halo Niko ada apa?"
📞"Em, Awan bisa minta bantu tidak?
📞"Bantu apa?"
📞"Ini mobil aku mau di servis, tapi aku ya sibuk gak sempat pergi. Kamu mau datang kesini gak ambilnya."
Yes, pucuk di cinta ulamm pun tiba ..., batin Awan semangat ia mengepalkan tangannya gembira.
📞"Gimana Wan, kamu bisa tidak?" tanya Niko.
📞"Tentu bisa dong, apa sih yang tidak bisa buat kamu," ucap Awan semangat.
📞"Yes, kamu memang bisa di andalkan kamu cepatan sini ya, masalah biayanya ini udah aku siapin. Kamu tinggal bawa aja," ujar Niko mengakhiri panggilannya.
📞"Baik lah," Awan mengakhiri pembicaraannya.
Jarak antara rumah Awan dan Niko tidak terlalu jauh dengan hitungan menit saja Awan sudah sampai di rumah Niko.
"Wan, sini ...!" teriak Niko memanggil.
Awan segera mendekat ke arah Niko yang sudah berada di garasi mobilnya.
"Mobil kamu kenapa Nik?" tanya Awan sambil melihat-lihat kondisi mobil tersebut.
"Sebenarnya tidak apa-apa, cuma aku mau servis aja biar tarikannya lebih mantap lagi. Kemarin aku coba gak pas gitu. Kamu bawa ke bengkel biasa ya, abis itu kamu mau pakai boleh deh dan besok di kampus kamu bawa ya!" pinta Niko.
"Terus kamu pakai apa?"
"Aku gampang lah mobil yang lain kan ada."
"Iya ya, Ayah mu kan agen mobil, aku lupa," ucap Awan.
"Itu tau, aku gak lama ya hari ini ada janjian sama teman aku berangkat dulu," pamit Niko.
"Eheem...! teman apa teman tuh?" ledek Awan.
"Biasalah, anak muda hihihi," ucap Niko siap jalan masuk ke mobil yang lain di sebelahnya mobil yang akan diperbaiki.
"Wah, aku baru liat garasi ini ternyata penuh dengan mobil. Ayah Niko kaya banget yah," ucap Awan salut.
Niko melempar kunci ke arah Awan dan memberikan sejumlah uang lebih padanya. Setelah itu ia pun berlalu. Awan dengan sigapnya menyambut kunci dan mengambil uang dari Niko. Ia juga siap akan berangkat ke bengkel setelah itu ia akan menjemput Senja untuk menemaninya jalan.
"Yes ini merupakan kesempatan yang menyenangkan," ucap Awan merasa senang.
"Hari ini nasib baik lagi berpihak padaku mimpi apa, aku semalam tumben-tumben nya Niko mau meminjamkan mobilnya. Kalau gini aku bisa dong jalan dengan Senja. pasti dia senang banget. Senja I'm coming ...!" ucap Awan semangat menyetir mobil menuju bengkel.
ijin follow yaa, follback thor
PaMud mampir