NovelToon NovelToon
Dendam Berdarah

Dendam Berdarah

Status: sedang berlangsung
Genre:Hantu / Horor / Kutukan
Popularitas:55.8k
Nilai: 5
Nama Author: Maple_Latte

Liburan keluarga Pak Gunawan dan Bu Sri yang sedang hamil tua berakhir tragis ketika mereka, bersama dua pelayan dan seorang tukang kebun, ditemukan tewas mengenaskan di vila mereka.

Penyelidikan mengungkap bahwa pembantaian tersebut dipicu oleh aksi perampokan yang berubah menjadi pembunuhan brutal.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Maple_Latte, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Sebaiknya pulang saja dulu.

"Kalian pasti tidak percaya, kan?" tanya pemuda yang berjalan di sebelah Fadil. Dia tampaknya menyadari keraguan yang terpancar dari raut wajah Bimo dan Tris.

Senyum tipis yang sempat tertangkap oleh temaram cahaya senter rupanya tidak bisa menyembunyikan kedua pemuda kota tersebut.

Tris berdeham pelan, merasa agak tidak enak karena ketahuan.

"Bukan tidak percaya. Hanya sulit saja untuk percaya," jawab Tris mencoba, namun tetap mempertahankan logikanya.

"Lagi pula ini sudah tahun 2026, masa masih ada yang main pesugihan ilmu hitam untuk mendapat kekayaan? Di zaman serba digital begini, rasanya hal seperti itu sudah tidak masuk akal lagi."

Bimo mengangguk setuju di sampingnya.

Bagi mereka yang besar di peradaban modern, cerita Fadil terdengar seperti mitos usang yang bertahan di wilayah terpencil.

Namun, Fadil tidak terlihat tersinggung ataupun berniat mendebat. Wajahnya justru makin muram, menyiratkan beban misteri yang sudah bertahun-tahun menghantui desanya.

"Kami hanya mendengar larangan para tetua," kata Fadil dengan nada suara yang berat dan pasrah.

"Sedari kecil kami dilarang keras mendekati area itu. Bahkan sampai sekarang, saat kami sudah dewasa, larangan itu masih berlaku dan tidak pernah berubah."

Fadil menghentikan langkahnya sejenak, membuat rombongan itu ikut berhenti. Ia menatap Tris dan Bimo dengan pandangan mata yang sangat serius.

"Bagi kalian orang kota, ini mungkin cuma takhayul. Tapi bagi kami yang hidup di sini, kepatuhan pada tetua adalah keharusan yang tidak bisa di langgar. Kami tidak tahu apa yang benar-benar ada di dalam Vila itu, dan sejujurnya, tidak ada satu pun dari kami yang cukup bernyali untuk mencari tahu, benar atau tidaknya cerita itu." Kata Fadil, meskipun. Sebenarnya, dia dan teman-temannya sangat penasaran sedari dulu.

"Berarti... sudah sangat lama ya cerita dan larangan itu," kata Bimo, mencoba mencerna rentang waktu dari misteri yang menyelubungi bangunan terbengkalai tersebut.

"Sudah belasan tahun," sahut pemuda desa satunya lagi.

"Bahkan mungkin lebih. Seingat saya, waktu saya masih sekecil ini," ia memberi isyarat dengan tangannya setinggi pinggang.

Tris kembali melirik ke arah belakang, memastikan jarak mereka sudah benar-benar aman dari jangkauan pandangan jendela-jendela besar vila tersebut.

"Kalau sudah belasan tahun berlalu, apa tidak pernah ada warga yang mencoba mencari tahu kebenarannya?"

"Mau mencari tahu bagaimana, kalau mendekat ke arah Vila itu saja kami tidak berani," sahut pemuda desa satunya lagi. Kalimatnya terdengar lugas.

Fadil mengangguk setuju dengan ucapan temannya. Ia mempercepat langkah kaki, seolah ingin segera keluar dari bayang-bayang kegelapan jalan setapak ini.

"Bagi kami, batas pagar Vila itu adalah garis mati. Tidak ada gunanya menantang sesuatu yang tidak kasat mata hanya demi memuaskan rasa penasaran."

Mendengar hal itu, Bimo merapatkan jaketnya karena hawa dingin yang kian menusuk. Pikiran mereka kini kembali terlempar pada misi utama malam ini.

"Lalu selanjutnya bagaimana? Kita terus mencari atau pulang dulu?" tanya Bimo, meninggal cerita horor barusan, tegang pesugihan dan tumbal.

Sepasang matanya menatap bergantian ke arah Tris dan para pemuda desa.

"Sebaiknya kita pulang saja dulu," kata Fadil langsung, yang disambut anggukan setuju oleh keempat temannya tanpa ragu sedikit pun.

Fadil mengangkat senternya, mengarahkan kilatan cahaya ke jam tangan usang yang melingkar di pergelangan tangannya.

"Ini sudah jam tujuh malam, dan perut juga sudah lapar."

Pemuda desa satunya lagi ikut menimpali sambil membetulkan posisi senternya yang mulai meredup.

"Benar kata Fadil. Lagipula, kita perlu memberi tahu Pak RT dan warga lainnya tentang rute yang sudah kita sisir malam ini. Kita bisa menyusun rencana yang lebih matang dan mengumpulkan lebih banyak orang untuk melanjutkan pencarian besok pagi, begitu matahari terbit, kalau memang pakde Rasman belum di temukan."

"Ya sudah, kita kembali sekarang," putus Tris akhirnya.

Rombongan kecil itu pun memutar arah, melangkah mantap meninggalkan kegelapan batas pemukiman.

1
Sriwahyuu
lanjut Thor , ditunggu karya barunya💪
Maure Nia
🌸bagus banget ceritanya...aku suka cepet lanjut ya Thor untuk selanjutnya...karya" baru👌💪juga tetap semangat
Siti Yatmi
bantaiiii....jatmiko....aetujuuuuuu
Riska Salahudin
bagus banget
Yulia Lia
ikut nangis thoor
Yulia Lia
kapan giliran Jatmiko yhoor
Yulia Lia
balaslah Sumi sama persis seperti yg kau rasakan
Maple latte
Terima kasih banyak ya🙏🥰🥰
Mega Arum
terimakasih kak... novel yg sangat bagus, selalu menunggu karya kaka selanjutnya...terutama kisah2 horor,, sukses selalu kak
Yulia Lia
baru tahu kau rasa takut mana yang sok hebat tadi yg katanya mau menghajar sri
Yulia Lia
mampus kau jatmiko
Maure Nia
pak RT tunggu giliran mu...tapi Sri gimana ibu nolongin gak....lanjut thor
Maure Nia
wah rupanya gitu kejadian malam itu...apa Sri juga denger semuanya
sekarang Sri tau hal yg sebenarnya...mudah"an Sumi bisa menghabisi Jatmiko brengsek😡
Mega Arum
lanjut kak..
Mega Arum
sdkt sekali kak, dr kmrn nggu2 up nya..
Yulia Lia
belum tahu Jatmiko itu klu ibunya sudah keluar baru kau tahu rasa,,kedatanganmu itu hanya mengantar nyawa ke desa
Maure Nia
yah sikit amat....lagi Thor...😱 ayo Bu Sri muncul anakmu mau disiksa Jatmiko wedang...ayo aji munculah...didepan Mulya pak RT...
Siti Yatmi
yah ..thor gantung...baru tegang baca..eh udahan...🤣
Yulia Lia
bener2 cari mati si Jatmiko ini
Yulia Lia
menantang maut sendiri si Jatmiko itu,,sok hebat
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!