Dominic Kazarov.
Seorang pria tampan, dingin, dan berbahaya. Pemimpin kelompok mafia paling ditakuti, sekaligus pemilik perusahaan raksasa DK Company. Semua orang mengenalnya sebagai monster yang tak memiliki belas kasihan.
Namun semuanya berubah setelah pertemuan keduanya dengan seorang gadis muda yang pernah menolongnya saat ia terluka.
Awalnya hanya rasa penasaran. Lalu berubah menjadi ketertarikan. Hingga perlahan menjelma menjadi obsesi yang memabukkan.
Dominic tidak hanya menginginkan gadis itu berada di sisinya.
Ia menginginkan senyumnya, waktunya, hidupnya... bahkan kebebasannya. Dominic memilih cara yang paling kejam untuk mendapatkannya. Sebuah ancaman berdarah ia berikan dengan melukai salah satu teman gadis itu, memaksa sang gadis untuk menyerahkan dirinya kepada pria yang tak ia kenal.
terjebak dalam dunia mafia yang gelap dan berbahaya, sang gadis harus memilih.
Melawan pria yang terobsesi padanya atau menyerah pada cinta seorang monster kejam itu.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kiandra_Reinn, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Gadis kecil tuli!
Saat ini Dominic berada di dalam kamar nayara,ia duduk di tepi ranjang sambil mengelus pipi wanita nya "kau terlihat sangat cantik saat sedang tertidur".
Nayara menggeliat dan perlahan membuka matanya, saat menyadari wajah Dominic yang terlalu dekat nayara berteriak dan reflek menendang tubuh Dominic hingga terjatuh ke lantai.
"Aaaaaa... "
"Akh" Dominic memegangi perutnya yang sedikit nyeri,lalu berdiri.
"Gadis ini benar-benar mengerikan, tubuhnya saja yang kecil tapi memiliki kekuatan yang begitu besar"
"Aduh maaf aku tidak sengaja, tadi aku terkejut karena wajahmu terlalu dekat, kupikir tadi aku melihat..... "
Dominic mengerutkan dahinya "melihat apa.... Hantu? "
"Tidak... Tapi monster" Nayara tertawa kecil.
"Kau!..." Dominic menunjuk ke arah nayara dengan wajah merah padam.
"Cihhh.... dasar pemarah,begitu saja kau sudah marah, bagaimana nanti jika aku menjadi istrimu, apa kau akan marah setiap hari, saat aku mengajakmu bercanda? Tidak seru sekali " Nayara duduk dengan menyilangkan kedua kakinya.
Senyum cerah terukir di wajahnya.
"Kau bilang apa? kau ingin menjadi istriku? baiklah kalau begitu mari kita menikah!"
Nayara panik ia merutuki kebodohannya karena berbicara seperti tadi "hei.. Tunggu... Bukan itu maksudku, aish kau ini, aku hanya memberi contoh saja tadi bukan berarti aku ingin menjadi istrimu"
"Jadi,kau tidak mau menjadi istriku? "
"Ya,tentu saja" Jawab nayara cepat.
"Baiklah,jika itu kemauanmu aku akan secepatnya menjadikanmu sebagai istriku!" Dominic tersenyum smirk.
"Hei.. Tunggu... Apa? kau bilang apa barusan? dengar ya, kau tadi bertanya kalau aku tidak mau menjadi istrimu, kan? Itu sebabnya aku mengatakan iya! "
Xander mengendikan bahunya. "Aku tidak bertanya seperti itu! "
"Kau pikir aku tidak dengar, apa? aku jelas mendengar kau berbicara seperti itu"
"Sepertinya telingamu harus segera diperiksa, kau bahkan tidak bisa mendengar dengan baik apa yang diucapkan lawan bicaramu"
Dominic berdecak "masih kecil kau sudah mengalami gangguan pendengaran, aku akan memanggilkan dokter untukmu" Dominic menggeleng pelan seakan kasihan dengan nayara,ia berbalik dan hendak keluar.
"Apaaaaa... Kemari kau bajingan sialan" Nayara melempar bantal ke arah Dominic tapi berhasil ditangkap.
"Dasar gadis kecil tuli" Dominic tersenyum seakan mengejek dan itu berhasil memancing amarah nayara.
Nayara berlari ke arah Dominic hendak melayangkan pukulan ke wajah pria tersebut namun kepalanya berhasil ditahan Dominic dengan satu tangannya "kau terlalu pendek untuk bisa memukul wajahku".
"Berani-beraninya kau mengatai ku pendek, aku akan menghajarmu Pria batu"
"Coba saja kalau kau bisa, PENDEK"
"aku membencimu Dominiccccc” Nayara semakin gencar bergerak namun tenaganya tentu saja kalah jauh dari Dominic.
"Terimakasih, aku juga mencintaimu sayang" Dominic tertawa cukup keras.
"KAU..... Aku akan memberimu pelajaran bajingan gila"
*****
"Apa kau mendengarnya" Ucap salah satu pengawal yang berjaga di depan kamar nayara.
"Ya aku dengar, ternyata tuan bisa juga tertawa, kupikir dia seorang psikopat gila yang tidak tahu bagaimana caranya tertawa, ternyata aku salah"
"Jangan sembarangan berbicara, jika tuan mendengarnya maka tamatlah riwayat kita berdua"
"Ekhm.. Ada apa? " Victor berdiri di hadapan kedua pengawal itu.
"K..ketua?"
"Apa yang kalian bicarakan? "
"T... tidak ada ketua" Kedua pengawal itu menunduk ketakutan.
Terdengar kembali suara tawa Dominic yang membuat Victor heran.
"Setelah sekian lama, tuan akhirnya bisa tertawa kembali"
"Lanjutkan pekerjaan kalian, jangan menguping pembicaraan tuan kalian, mengerti? "
"Baik ketua"
Victor kembali pergi menuju ruang kerja tuannya, tadi ia berniat memberitahu Dominic tentang kelompok mafia musuh yang bergerak ingin menggagalkan transaksi senj*ta api ilegal kazarov di dermaga selatan pinggiran kota tapi ia urungkan.