NovelToon NovelToon
Terjerat Pesona Ibu Tiri

Terjerat Pesona Ibu Tiri

Status: tamat
Genre:Ibu Pengganti / Cinta Terlarang / Pihak Ketiga / Ibu Tiri / Tamat
Popularitas:368.5k
Nilai: 4.9
Nama Author: Devy Meliana Sugianto

Benci jadi Cinta. Mungkin itulah ungkapan yang bisa menggambarkan perasaan Dimas. Namun bagaimana bila cinta yang tengah bersemi itu datang di saat yang tidak tepat?? Bahkan bercokol dengan sangat dalam hingga menutupi semua akal sehat, logika, dan dosa.

Hasrat yang begitu pekat teraduk dengan begitu indah dalam naungan gelora asmara.

Bahagia namun khawatir.
Senang namun takut.

Ketakutan dan juga kekhawatiran itu seakan tak lagi berarti saat geliat yang terjadi membakar gairah sampai menghanguskan nurani.

Cinta yang muncul di kala keduanya berstatus sebagai ibu dan anak. Cinta yang dianggap tabu oleh masyarakat. Cinta terlarang yang tak bisa mereka gapai.

Batasan norma menjadi penghalang bagi hubungan keduanya. Luna sang ibu tiri harus memilih antara mempertahankan rumah tangganya, atau memilih cintanya?

"Aku akan membuatmu bahagia, Lun. Meski itu berarti harus membuat semua dunia membenciku." Tatapan lembut Dimas membius Luna, di antara tetesan air shower, pandangan mereka saling mengunci.

"Dikucilkan pun aku tak peduli, Mas. Asal kamu selalu bersamaku." Luna mencium bibir Dimas lekat.

Sebuah Cinta yang muncul di saat yang tidak tepat, apakah bisa membawa mereka pada kebahagiaan sejati?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Devy Meliana Sugianto, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Berhenti, Dimas!

Tangan Dimas beralih, turun ke bawah. Menuruni gunung ke lembah, perut ramping Luna bergerak gerik geli karena tangan Dimas mengusap perut bawah untuk semakin masuk menembus ce-lana da-lam lace putih.

Luna memberontak, tak ingin tangan Dimas meraba tempat paling pribadi miliknya. Dimas mencengkram tangan Luna semakin erat supaya gadis itu tak bisa memberontak.

"Lepasin!! Berhenti!!" Pinta Luna. Jantungnya terasa mau meledak karena berdebar terlalu cepat. Napasnya tersenggal-senggal karena kelakuan me-sum Dimas.

Dimas tak peduli, ia nekat menelisip masuk ke dalam celana da-lam Luna. Jemarinya menyentuh area paling sensitif milik seorang wanita, membuat kaki Luna bergerak sensual. Luna terasa lemas. Kakinya seakan tak bertulang saat Dimas memainkannya dengan lihai, bergerak lincah penuh ritme di atas miliknya.

"Ya ampun, sudah basah gini bilang enggak mau! Lo emang munafik." Dimas menyeringai, ia menunjukkan jarinya yang penuh dengan cairan lengket milik Luna. Wajah Luna menghangat, malu, ia merasa terkhianati oleh tubuhnya sendiri. Ya, siapa yang nggak basah bila mendapatkan rang-sangan sehebat itu?

"Please lepasin, Dim. A ... aku calon ibu tirimu." Luna terbata-bata, napasnya semakin sesak karena sentuhan jemari Dimas.

Dimas melepaskan tubuh langsing Luna, mendorong gadis itu sampai terjerembab dan menabrak dinding kaca. Ucapannya membuat Dimas sadar tujuan utamanya datang ke tempat ini. Protes pada papanya.

Beberapa pasang mata mengamati Dimas yang keluar dari fitting room dengan penuh amarah, namun pemuda itu tetap acuh. Ia masih panas karena luapan emosi. Amarahnya masih meletup-letup bagaikan gunung berapi yang siap memuntahkan laharnya, menghanguskan siapa saja yang berani menatannya. Aura itulah yang membuat para pegawai bridal enggan untuk menegur Dimas.

Surya menutup panggilannya, ia hendak kembali menemui Luna namun justru berpapasan dengan Dimas. Anak tunggalnya itu tergesa datang, menghampiri Surya dengan tatapan penuh rasa marah. Tatapan penuh kekecewaan.

"Papa!!" serunya lantang.

"Hlo, Dimas? Kamu ngapain ke sini?? Apa-apaan penampilanmu itu? Kamu jam segini baru bangun tidur?" Surya kaget saat Dimas ada di hadapannya, petentengan seakan ingin mengajak Surya berkelahi.

"Jangan sok peduli dengan Dimas, Pa!" sahut Dimas, ia mulai memberontak, berani membentak dan juga menepis tangan Surya.

"Kamu itu kenapa lagi sih, Dimas? Datang-datang bikin ribut!! Ini tempat umum Dimas. Kalau kamu mau ribut sama Papa. Di rumah saja, tunggu Papa pulang nanti malam. Papa masih banyak pekerjaan."

"Papa punya banyak pekerjaan tapi sempat berduaan dengan wanita ja lang itu. Sedangkan saat Dimas cuma mau bicara saja Papa menghindar dengan alasan sibuk."

"Berhenti memanggil Luna dengan kata-kata kotor itu, Dimas!! Dia wanita yang akan menjadi ibumu!! Kamu harus menaruh hormat kepadanya." Adu mulut pun kembali terjadi.

"Bagiku cuma ada mama!! Dan mama yang selamanya akan menjadi ibuku!! Dimas kemari cuma mau tahu, kenapa papa tega menyingkirkan semua foto dan barang-barang mama ke gudang?? Kenapa?? Apa semudah itu papa melupakan mama??”

“Ternyata hanya perkara kecil.” Surya menghela napas.

“Perkara kecil?? Sepertinya wanita ja lang itu sudah membuat papa menjadi gila!"

PLAK!!

"Cukup Dimas!! Kamu keterlaluan." Surya menampar Dimas, dengan tegas ia menyuruh putranya berhenti menyudutkan Luna, Gadis itu bahkan tidak tahu apa pun tentang perintah Surya menyingkirkan semua barang almarhum istrinya.

Dimas tak bergeming, tamparan Surya memang menyakitkan. Namun hati Dimas jauh lebih kecewa dari pada tamparan ini.

"Papa kini bahka tega menamparku karena wanita itu. Fine!! Lakuin apa yang papa mau!! Nikahi saja ja lang itu!!" Dimas melingsung pergi, meninggalkan area bridal, membuat semua pasang mata menatap takut ke arahnya.

"Dimas!! Dim!! Dimas!!" Panggil Surya.

Luna keluar dengan mata merah, ia kaget mendengar perkelahian ayah dan anak itu.

"Aku pasti akan membuatmu menderita!!" Sumpah Dimas saat melewati Luna. Luna mempererat genggaman pada sling bagnya. Menahan rasa sakit di dalam hatinya sekuat tenaga, menahan agar air matanya tidak jatuh.

“Ka … kayaknya Dimas nggak setuju dengan pernikahan kita, Mas.” Luna tertunduk.

"Maaf, maafin Dimas, Luna." Surya memeluk Luna. Mengusap punggungnya agar tenang, “kamu yang tenang ya. Mas coba bicara sama Dimas.”

...-- BERSAMBUNG --...

1
Suleman Hasan
baca atau apa ini😄😄
Suleman Hasan
tolong d baca ulang..luna sudah melayani surya tanpa nafsu🙏
Arsyila Syafika
🤭😍😍
echa purin
👍🏻
ayu cantik
bagus
Ninik Srikatmini
hadeeeeh anak tiri luknut..
Ninik Srikatmini
😇😇😇
Ninik Srikatmini
🤨🤨🤨
Ninik Srikatmini
pst anak tirimu lun.. ☺
3C
iya bener kata Karina, Luna wanita munafik yg sangat menjijikan
3C
ini jejak ku..
Yulay Yuli
orang suruhan Surya
Yulay Yuli
ko w ga iklas y Luna sama Surya. walaupun cara Dimas salah 😕
Yulay Yuli
cinta pertama luna kah??? Dimas
Siti Nina
oke
habibulumam taqiuddin
alhamdulillah. yg penting Luna dan Dimas bahagia.
namia khira
luar biasa /Good/
Erna Fadhilah
alkhamdulillah🤲🤲🤲 akhirnya luna dan dimas hidup bahagia
mia guspiami
terimakasih thor karyanya👍👍semoga semakin sukses
🌸Ar_Vi🌸
lanjuut..
lebih baik luma sembuh dan mereka berpisah.. jalani hidup masing2..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!