NovelToon NovelToon
Hanya Ibu Untuk Anakmu, Mas!

Hanya Ibu Untuk Anakmu, Mas!

Status: tamat
Genre:Penyesalan Suami / CEO / Balas Dendam / Tamat
Popularitas:80.5k
Nilai: 5
Nama Author: Yam_zhie

Alysia percaya pernikahannya adalah jawaban atas doa setelah bertahun-tahun hidup sendiri. Saat Demian datang melamarnya, dia mengira akhirnya menemukan laki-laki yang memilih dirinya, bukan karena belas kasih, bukan karena keadaan, melainkan karena cinta.

Namun kenyataan yang menunggunya jauh lebih menyakitkan. Demian adalah duda muda dengan seorang anak kecil yang kehilangan sosok ibu. Dan Alysia baru menyadari satu hal setelah resmi menjadi istrinya. Dia tidak pernah benar-benar hadir sebagai perempuan yang dicintai. Dia hanya dipilih karena dianggap paling tepat menjadi ibu bagi anak Demian. Arkhasa.

“Aku menikahimu supaya anakku punya ibu.”
Kalimat itu mengubah segalanya.
Untuk pertama kalinya, Alysia memilih berhenti menunggu dicintai. Dia memutuskan pergi, meski harus meninggalkan anak yang sudah dia sayangi seperti darah daging sendiri.

Namun saat Alysia benar-benar menjauh, Demian mulai menyadari sesuatu yang terlambat dia pahami.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yam_zhie, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Alysia 31

Damian melangkah keluar dari ruang tamu dengan langkah yang mantap, meninggalkan kepanikan dan amarah yang meledak-ledak di dalam sana. Begitu pintu tertutup, Rian segera menyusul langkah Damian dengan langkah cepat namun tetap menjaga jarak.

"Pak, apa Bapak sudah yakin dengan keputusan ini? Dewan direksi pasti akan bertanya-tanya mengenai alasan penarikan modal secara mendadak. Dan Bu Chintya, saya yakin beliau tidak akan tinggal diam," bisik Rian dengan nada rendah, menyuarakan kekhawatiran yang logis sebagai seorang tangan kanan.

Damian berhenti sejenak di depan jendela koridor yang menghadap ke arah kota. Pemandangan di bawah sana tampak sibuk dan tidak peduli dengan kekacauan yang akan terjadi di kantornya dalam waktu kurang dari satu jam.

"Rian," suara Damian tenang, hampir sedingin es.

"Selama ini, kita hidup dalam sangkar yang mereka buat. Mereka pikir dengan menguasai modal, mereka menguasai hidupku dan harga diriku. Mereka salah." Damian menoleh ke arah Rian, tatapannya tajam.

"Kita sudah mendapatkan semua bukti-bukti kejahatan mereka. Dan tadi aku sudah bertemu dengan pengacara, dia sedang memproses semuanya. Selama ini aku merasa sangat bo-doh karena selalu di kendalikan Ibu yang ternyata sangat rakus akan harta peninggalan kakek dan ayahku. Sedangkan selama ini aku selalu menurut semua yang dia perintahkan sebagai wujud baktiku padanya. Namun setelah melihat sendiri semua yang dia lakuakn pada keuangan kantor di belakangku, kons-pi-rasinya dengan Berlian dan Pak Kuncoro. Juga sikapnya yang dingin kepada Arkhasa, dan bahkan kepada Alysia jauh lebih parah lagi. Aku tak bisa diam saja. Apalagi Alysia, aku sudah sangat bersalah padanya karena aku terlalu penge-cut dan takut memulai semuanya ..."

Rian terdiam dan dia paham dengan perasaan Damian. Dia sebenarnya tahu alasan Damian, namun dia juga tak punya andil atau bagian apapun untuk membuat Alysia percaya kepada Damian. Karena itu adalah urusan rumah tangga mereka juga.

"Baiklah, kalau anda sudah yakin dengan keputusan ini. Saya akan mempersiapkan segalanya! Tapi anda pasti tahu konseku-ensi terbesar dari semua ini!" ujar Rian. Damian mengangguk tegas.

Tiba-tiba, derap langkah kaki terdengar cepat dan nyaring di koridor marmer. Suara sepatu hak tinggi yang menghentak lantai seolah menjadi pengiring datangnya "badai" yang baru saja disebut oleh Berlian.

Bu Chintya, dengan aura dominasi yang selama ini membayangi hidup Damian, muncul di ujung koridor bersama asisten pribadinya. Wajahnya yang cantik dan terawat tampak merah padam karena menahan murka.

"Damian! Apa yang sudah kamu lakukan?!" teriak Bu Chintya tanpa mempedulikan karyawan lain yang mulai berbisik-bisik.

"Berani-beraninya kamu memperlakukan Pak Kuncoro dan Berlian seperti itu? Kamu ingin menghancurkan warisan keluarga kita?!"

Damian tidak bergeming. Dia justru berbalik badan, menghadapi ibunya dengan punggung yang tegak dan tatapan yang tidak lagi menyiratkan rasa takut atau keinginan untuk mendapat persetujuan.

"Bukankah sudah ibu bilang kamu harus bisa menahan Pak Kuncoro untuk menarik modalnya apapun syarat yang dia berikan!" Teriak Bu Chintya.

"Ibu, selamat datang," sapa Damian datar.

"Ibu datang di waktu yang tepat. Masuklah ke ruang rapat. Saya akan menunjukkan kepada Ibu, dan kepada seluruh dewan direksi, bagaimana cara saya akan membersihkan 'sampah' yang selama ini Ibu biarkan menumpuk di perusahaan ini."

Bu Chintya tertegun sejenak. Sorot mata anaknya tidak lagi menunjukkan kepatuhan yang selama ini ia kendalikan dengan mudah. Ada sesuatu yang berubah, sesuatu yang lebih kuat, lebih tajam, dan jauh lebih berbahaya.

"Kamu... kamu benar-benar sudah gila," desis Bu Chintya.

"Mungkin saja," jawab Damian singkat.

"Tapi setidaknya, untuk pertama kalinya setelah bertahun-tahun, saya merasa benar-benar waras. Kita lihat saja nanti, Bu. Siapa sebenarnya yang akan hancur hari ini."

Tanpa menunggu balasan ibunya, Damian melangkah menuju ruang rapat utama. Kini, dia tidak lagi merasa sendirian. Bayangan wajah Alysia yang selama ini ia abaikan, kini justru menjadi bahan bakar kekuatannya. Dia akan mengakhiri semua sandiwara ini, sekali dan untuk selamanya.

Damian melangkah masuk ke ruang rapat utama dengan kepala tegak. Di dalam, suasana sudah mencekam. Pak Kuncoro dan Berlian duduk di kursi tamu, wajah mereka masih menyisakan sisa-sisa amarah, sementara beberapa anggota dewan direksi yang sudah hadir tampak gelisah melihat ketegangan yang ada.

Bu Chintya mengekori Damian dengan napas memburu, matanya menatap tajam ke arah putranya seolah ingin menelannya hidup-hidup.

"Damian, hentikan ini sekarang juga! Minta maaf pada Pak Kuncoro dan tarik kembali perintahmu pada Rian, atau Ibu akan menggunakan hak veto Ibu untuk menangguhkan posisimu sebagai Direktur Utama!"

Damian berhenti di ujung meja panjang. Dia tidak langsung duduk. Dia menatap ibunya dengan senyum tipis yang sama sekali tidak mencapai matanya.

"Hak veto itu hanya berlaku jika perusahaan sedang dalam masa krisis yang disebabkan oleh kesalahan manajemen, Bu," jawab Damian dingin. Ia menarik kursi pimpinan, lalu duduk dengan santai.

"Tapi apa yang akan kita bahas hari ini justru adalah cara menyelamatkan perusahaan dari ancaman eksternal yang nyata,"

Mereka masuk ke dalam ruang meeting yang sudah di penuhi oleh jajaran direksi dan para petinggi perusahaan juga pemegang saham. Mereka smua tampak kaget dengan panggilan rapat darurat dari Damian.

Sedangkan Bu Chintya tak lagi bisa berkata-kata dia hanya melirik ke arah Pak Kuncoro dan juga Berlian yang juga sudah berada di sana.

"Maaf mengganggu waktu anda sekalian dengan Meeting darurat ini. Namun saya tak bisa menunggu lebih lama lagi untuk melakukan Meeting ini. Silahkan semuanya duduk!

Rian, yang sudah siap dengan tumpukan dokumen tebal, segera membagikan map-map tersebut ke setiap kursi direksi. Berlian mencoba menyambar map yang diletakkan di depannya, namun Rian menahannya dengan tangan.

"Maaf, Nona Berlian. Ini dokumen internal untuk para direksi dan pemegang saham mayoritas," ujar Rian tegas.

"Kurang ajar! Berani-beraninya kau!" teriak Berlian.

"Diam, Berlian!" potong Pak Kuncoro dengan suara bergetar, setelah sempat melirik sekilas isi dokumen yang ia ambil paksa dari meja.

Wajahnya yang tadi merah padam, kini berubah pucat pasi. Dia menatap Damian dengan mata yang membelalak.

"Dari mana... dari mana kau mendapatkan ini?"

Damian membuka salah satu map miliknya dan menyilangkan tangan di atas meja.

"Kalian pikir aku hanya sibuk bermain peran sebagai boneka yang patuh selama enam tahun ini? Kalian terlalu meremehkan apa yang dilakukan seorang pria saat dia merasa dunianya terancam."

Ruangan mendadak sunyi. Bu Chintya yang tadinya berdiri tegak penuh wibawa, kini perlahan duduk di kursinya, matanya menyapu isi dokumen di tangannya. Semakin lama dia membaca, semakin tidak stabil napasnya. Itu adalah catatan transaksi gelap, bukti penggelapan pajak yang melibatkan perusahaan Kuncoro, dan rekaman percakapan yang membuktikan adanya paksaan dan sabotase proyek perusahaan Damian.

1
Muft Smoker
Mantaap👍👍👍👍
Muft Smoker
waah alhamdullah udh tamat dg ending yg di harap kan ,,
HAPPY ,,
mom zie ,,
makasih buat kerja keras ny sehinggga menghasil kan cerita hebat yg memberi kami para pembaca pelajaran ,,
sukses trus buat mom zie ,,
Dan sehat selalu ,,
sampai bertemu lgi di cerita kk yg baru ,,
luph2 sakebon pak rt ,,
🫰🫰🫰🫰🥰🥰🥰🥰🥰😁😁😁😁
Ambu Rinddiany Thea
Alhamdulillah happy ending maaak ... bahagia dah klo seperti ini mah 🥰🥰🥰
nely_48
happy ending 🥰🥰🥰🥰🥰
terimaksih kk outhor untuk semua karya-karya mu, sukses sll untuk karya baru mu 🥰🥰🥰🥰🥰
nely_48
akhirnya Dimitri sehan kembali, bs hidup bersama dgn Damian n alysia menjaga arkhasya n elano
nely_48
semangat sembuh Dimitri
nely_48
welcome home adik elano
Ambu Rinddiany Thea
Alhamdulillah ya Dimitri udh mau berjuang untuk sembuh total, semoga kebahagiaan terus menyertai kalian semua , d jauh kan dari orang2 yg berniat jahat ... aamiin .🥰🥰
Muft Smoker
cepat sembuuuh Dimitri ,, msh ad arkha yg menunggu km pulang tanpa harus balik lgi ke RSJ ,, 😁😁
Ambu Rinddiany Thea: betul itu
total 1 replies
nely_48
semangat sembuh n kembali normal Dimitri
nely_48
selamat ya alysia atas kelahiran baby boy nya
Muft Smoker
akhirny keluarga mereka kembali utuh ,, meski Dimitri Blum sepenuhny pulih ,, meski tanpa meylan Dan bu chintya yg terlambaat menyadari kesalahan ny ,,
tp melihat mereka saat ini ,, bukan kaah hanya kebahagiaan yg mereka rasakan ,,
nely_48
syukur lah akhirnya Dimitri sembuh n normal kembali
waw alysia mau melahirkan pas lg berkunjung d RSJ tempat Dimitri d rawat,, sing lungsur lancar ya alysia proses melahirkan nya
nely_48
lekas pulih n normal kembali Dimitri
Muft Smoker
Luka seorang anak akibat ke egiosan sang ibu demi ambisi ,,
nely_48
semoga bu cyntiya tenang d alam sana, klau nanti ketemu sm meylin trs gelud d alam sana awas jgn balik lg ya bu cyntiya
Muft Smoker: ok ,, aq juga dukung 1000% kak ,,
😂😂
total 7 replies
nely_48
astaga Dimitri 🤭
Muft Smoker
yaaaaa Rian ,, Ari maneeeh ,, ulah di omongkeun heula atuuh ,,
hoyong di kadek siga na si Rian ,, jdi ngareog kan si Dimitri ,,
buru geura di ais si Dimitri na ku maneh ,,😒😒😒😒😒😒😒😒
Ambu Rinddiany Thea
dih ari s rian weh gawe ath bet ngomng kitu , jempe we nya kedeui ngomng kituna ges nepi rs ..😩
Ambu Rinddiany Thea: dasar mudasir ya mak 🤣
total 4 replies
nely_48
Dimitri km jgn ngamuk d jln,, nanti ngamuk nya pas udh ketemu ibu mu
nely_48: 🤭🤭 kasian sm perawat n Riyan ath ngamuk d jln mh
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!