NovelToon NovelToon
Joni Fighter

Joni Fighter

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Fantasi / Game
Popularitas:946
Nilai: 5
Nama Author: Bang Jigur

Dunia telah berubah sejak terbukanya Arcane Nexus—sebuah celah dimensi misterius yang menghubungkan bumi dengan dunia monster yang ganas. Demi bertahan hidup, umat manusia mendirikan tiga akademi elit untuk melatih para petarung faksi (Brawler, Swordsman, Archer, dan Shaman) agar mampu menyelaraskan getaran energi Ki mereka, yang dikenal sebagai sistem RAN (Resonance of Arcane Nexus).
​Joni, seorang mahasiswa baru faksi Brawler di Kampus Sacred Gate, awalnya hanya ingin fokus berlatih demi meneruskan jejak mendiang ayahnya. Namun, ia justru terseret ke dalam pusaran konspirasi gelap yang melibatkan kekuatan korporasi raksasa, militer kampus saingan, hingga ambisi berbahaya yang mengancam kestabilan dinding dimensi. Di tengah ancaman duel hidup-mati melawan rivalnya yang menggunakan kekuatan terlarang, Joni harus menjalani penempaan ekstrem di kedalaman wilayah tak bertuan untuk membangkitkan resonansi murni tubuhnya dan mengungkap kebusukan yang terstruktur di puncak kekuasaan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bang Jigur, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 7

Selesai sarapan, Joni segera mengenakan seragam Brawler miliknya. Kali ini tampilannya sedikit berbeda. Iron Gauntlet pemberian Master Johan sudah terpasang di kedua tangannya, sementara jam tangan status di pergelangan kirinya terus menampilkan tulisan Level 7.

Melihat angka itu, tanpa sadar Joni tersenyum sendiri. Dulu ia selalu malas melihat jam tersebut karena levelnya tak kunjung naik. Sekarang, angka itu justru menjadi penyemangat.

Motor tuanya melaju membelah jalan menuju Kampus Sacred Gate. Angin pagi menerpa wajah Joni yang tampak jauh lebih segar dibanding biasanya. Di sepanjang perjalanan, pikirannya terus dipenuhi bayangan Dimensi Monster.

Ia pernah mendengar tempat itu dipenuhi monster buas, harta langka, hingga material berharga yang bisa dijual dengan harga fantastis. Jantungnya berdebar, antara gugup dan tidak sabar.

Sesampainya di kampus, suasana sudah jauh lebih ramai dari biasanya. Ratusan mahasiswa berbagai jurusan berkumpul di halaman utama sambil membawa perlengkapan tempur masing-masing.

Ada Swordman yang mengasah pedangnya, Gunner sibuk memeriksa senjata api spiritual, para Ninja memasang berbagai peralatan lempar, sementara mahasiswa Qigong duduk bersila menenangkan energi mereka sebelum memasuki dimensi.

Di tengah keramaian itu, Joni melihat Gondrong melambai-lambaikan tangan sambil berlari kecil menghampirinya. Anehnya, kali ini hidung Gondrong terlihat bersih tanpa setetes pun ingus yang menggantung. Joni sampai mengucek matanya beberapa kali.

"Woy... Ndrong. Hidung lo sehat?"

Gondrong langsung menyeringai lebar.

"Hehehe... iya lah. Tisu obat dari Laras ampuh, Jon."

Joni mengangguk pelan.

"Wah... akhirnya dunia jadi tempat yang lebih bersih."

"Heh! Maksud lo apa, hah?"

Belum sempat mereka saling balas mengejek, suara Master Johan menggema memenuhi lapangan.

"SEMUA MAHASISWA LEVEL 7 KE ATAS, KUMPUL DI DEPAN PORTAL!"

Seketika seluruh mahasiswa yang memenuhi syarat mulai bergerak menuju sebuah gerbang batu raksasa di ujung lapangan. Di tengah gerbang itu berputar pusaran cahaya kebiruan yang memancarkan aura kuat. Itulah Portal Dimensi Monster, gerbang menuju dunia lain yang selama ini hanya bisa dibayangkan Joni.

Joni dan Gondrong segera bergabung dengan barisan mahasiswa Level 7 ke atas. Di depan mereka berdiri sebuah gerbang batu raksasa setinggi hampir sepuluh meter. Di bagian tengahnya berputar pusaran cahaya biru keunguan yang memancarkan aura kuat.

Sesekali terdengar suara gemuruh dari balik portal, seolah di dunia sana sedang terjadi pertarungan tanpa henti. Hanya melihatnya saja sudah membuat bulu kuduk para mahasiswa baru meremang.

Di depan portal, bukan hanya Master Johan yang hadir. Seluruh instruktur dari masing-masing faksi ternyata sudah berkumpul. Seorang pria tua berjubah putih dengan kumis panjang berdiri mewakili Jurusan Qigong. Di sampingnya ada wanita berambut pendek membawa dua pedang panjang, instruktur utama Jurusan Swordman.

Tak jauh dari mereka berdiri pria bertubuh kurus dengan mantel hitam dan dua pistol besar di pinggang, Master Gunner. Sementara di sisi paling ujung, seorang pria berpakaian serba hitam dengan wajah nyaris tertutup masker berdiri tanpa suara. Kehadirannya nyaris tak terasa, tetapi justru itulah yang membuat semua orang tahu bahwa dialah Master Ninja.

Master Johan melangkah ke depan sambil menyilangkan kedua tangannya. "Dengerin baik-baik! Hari ini adalah hari pertama sebagian dari kalian memasuki Dimensi Monster. Jangan pernah berpikir tempat itu sama seperti arena latihan. Di sana, monster nggak bakal berhenti cuma karena lawannya menyerah. Sekali lengah, nyawa kalian bisa melayang."

Instruktur Qigong kemudian melangkah maju dengan wajah tenang. "Setiap faksi akan memasuki area berburu yang berbeda. Jangan keluar dari zona yang telah ditentukan. Bagi mahasiswa baru, target utama kalian bukan mencari harta, melainkan bertahan hidup dan memahami cara berburu monster dengan benar."

Master Ninja terkekeh pelan dari balik maskernya. "Kalau ada yang merasa jago lalu nekat masuk ke wilayah monster tingkat tinggi... kami nggak akan repot-repot mengambil mayatnya."

Kalimat itu membuat beberapa mahasiswa langsung menelan ludah.

Joni sendiri tanpa sadar mengepalkan Iron Gauntlet di kedua tangannya. Dadanya berdebar semakin kencang. Di sampingnya, Gondrong juga terlihat gugup, meski tetap mencoba tersenyum.

"Hehehe... Jon."

"Apa?"

"Kalau nanti gue pingsan, jangan tinggalin gue ya."

Joni mendengus pelan.

"Tenang aja."

"Kalau lo pingsan, gue seret. Tapi kalau ingus lo netes ke gue pas gue lagi nyeret... gue tinggal beneran."

"Hehehe... siap."

Belum lama mereka bercanda, portal raksasa itu tiba-tiba bergetar hebat. Cahaya biru yang berputar di tengah gerbang berubah semakin terang, disusul hembusan angin kencang yang membuat pakaian seluruh mahasiswa berkibar. Aura liar dari balik portal mulai merembes keluar, membawa aroma tanah basah bercampur darah yang asing.

Master Johan melangkah ke depan. "Peraturan terakhir! Mahasiswa Level 7 hanya boleh berburu di Zona Hijau. Di sana isinya monster Level 1 sampai Level 10. Jangan ada yang sok jago nyelonong ke Zona Kuning, apalagi Zona Merah. Sekali masuk, peluang hidup kalian kecil."

Instruktur Qigong mengangguk pelan. "Setiap monster yang berhasil dikalahkan akan menghasilkan Monster Core. Jangan dibuang. Core itu bisa ditukar dengan poin akademi, uang, atau material untuk meningkatkan perlengkapan kalian. Semakin tinggi level monster, semakin tinggi pula nilai corenya."

Mendengar kata uang, telinga Joni langsung tegak.

"Bisa dijual?"

Master Johan meliriknya.

"Bisa."

"Kalau banyak?"

"Ya makin kaya."

Senyum Joni langsung melebar sampai telinga.

"Wah... ini baru namanya kuliah."

Gondrong menepuk bahu Joni sambil cekikikan.

"Hehehe... baru juga mau masuk, otak lo udah mikirin duit."

"Ya iyalah. Monster boleh galak, tapi dompet gue lebih galak."

Beberapa mahasiswa di belakang mereka ikut tertawa mendengar celetukan itu.

Master Johan menggeleng pelan.

"Dasar bocah."

Meski begitu, senyum tipis sempat muncul di wajahnya. Dibanding Joni yang dulu pemalas dan selalu mengeluh, Joni yang sekarang jauh lebih hidup. Setidaknya, bocah itu sudah punya alasan untuk terus maju.

"Baik!" seru Master Johan dengan suara menggelegar. "Portal akan dibuka penuh dalam sepuluh detik. Setelah masuk, jangan berpencar terlalu jauh dari kelompok. Ingat, ini bukan latihan. Apa pun yang kalian lakukan di dalam sana, konsekuensinya adalah nyawa."

Seluruh mahasiswa serentak memasang wajah serius. Bahkan Joni yang biasanya banyak bercanda kini menarik napas panjang sambil menatap pusaran cahaya di hadapannya.

Hitungan mundur pun dimulai.

"Sepuluh..."

"Sembilan..."

"Delapan..."

Jantung Joni berdetak semakin cepat. Ia akan menginjakkan kaki di dunia yang selama ini hanya ia dengar dari cerita para senior. Dunia tempat para Brawler sejati ditempa oleh darah, keringat, dan pertarungan hidup mati.

1
Semoli Ginon
eh asa bruise jr. 👍
Semoli Ginon
wkwkwkw keluarga koplak🤣
Semoli Ginon
wahahah. ngenes amat nasib lo jon😄
Semoli Ginon
oke seru juga lanjut👍
Semoli Ginon
uhuyy 😄
Semoli Ginon
ini kan faksi2 di game ran online jadul ya?
Semoli Ginon
🤭🤭🤭
Semoli Ginon
adub baru mulai udah mirip gua 🤭
Boqin Changing
jelek. masa MC nya namnya , joni
👁Zigur👁: lah ya suka2 ku lah..
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!