Semenjak Kedamaian telah di dapatkan, kini ada yang berbeda dari sikap Historia.
Griffin selalu saja bertanya apa yang sedang di rasakan oleh istrinya, tetapi Historia tidak mau jujur kepadanya.
Begitu juga dengan Lyla, wanita itu berusaha bangkit dari kesakitannya, berjuang demi buah hatinya. Bertahan dan membesarkan buah cintanya tanpa mendiang Dery.
Ke dua pasangan itu, harus merasakan sakit yang mereka tidak bisa bayangkan sebelumnya.
Apakah yang akan mereka dapatkan? Tidak adakah kebahagian untuk mereka?
Yuk ikuti kisahnya, Ini Season 2 dari Karya Cassino King ya.
Jadi kalau mau Nyambung Baca yang Cassino Kingnya aja dulu. Oke 🙏🏻❤️
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Andrieta rendra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Syukuran 3 bulanan Lyla
🌊 KISAH INI HANYALAH KHAYALAN BELAKA, AKAN ADA ADEGAN - ADEGAN YANG MEMBUAT EMOSI DAN MENAMBAH TENSI, JADI MOHON TINGKAT KESABARANNYA DI TAMBAH YA GENGS 🌊❤️🌹
💐 HAPPY READING 💐
“Oh ya, apakah kalian sudah menemukan nama bayi untuk putri kalian?” Tanya Briell lagi, dan Griffin menatap istrinya.
“Sudah Mah,” jawab Griffin, dan bahkan Historia cukup terkejut mendengarnya.
“Siapa? Kok aku gak tau?” Tanya Historia, memprotes suaminya, karena sudah membuat nama tanpa memberitahunya terlebih dahulu.
“Grizelle Luisa Bible, artinya wanita pejuang cerdas yang membawa Alkitab untuk Dunia.” Ungkapnya, memberitahukan Mamah dan istrinya nama yang sudah dia rancang sedari dulu.
“Grizelle?” Tanya Historia dengan mempertimbangkan nama itu.
“Jadi di panggil apa? Rizel? Atau Bible? Tanya Briell lagi.
“Rizel boleh Bible boleh, tergantung sih Mah, toh nanti di sekolah juga panggilnya Grizelle.” Jawab Griffin, yang memang sengaja memberikan nama Alkitab pada putrinya, agar keberkahaan terus mengalir untuknya.
“Lalu untuk laki - laki?” Tanya Briell lagi.
“Untuk apa laki - laki mah? Anaknya sudah jelas - jelas cewek? Udah di usg dua kali cewek kok nanya nama untuk laki - laki.” Jawabnya ketus, heran pada pertanyaan Mamahnya ini.
“Ya, bisa aja nanti untuk anak ke dua.” Balas Briell, yang tidak ada salahnya jika mereka menyiapkan nama laki - laki untuk adik Grizelle nanti.
“Masih lama Mah, aku mau Grizelle dewasa dulu biar dia tidak merasa kasih sayang untuknya di bagi,” jawabnya dengan bijak. Karena itulah yang dia mau dari awal.
Dia tidak mau jika putrinya akan merasa iri dan cemburu jika dengan cepat dia mempunyai adik. “Jangan lama - lama juga, kalinkan tahu rasanya tidak punya saudara itu rasanya seperti apa,” tandasnya lagi, lalu tak lama kemudian terlihat Albert yang menghampiri mereka.
“Kalian di sini? Itu keluarga Yeagar sudah datang.” Seru Albert, memberitahukan istri, anak dan menantunya bahwa keluarga besannya telah datang.
Historia terdiam sejenak, lalu dia terlihat mengepalkan tanganya. Bukan karena marah, tapi karena dia merasa takut bertemu dengan ayah dan ibu tirinya yang sudah lama tidak menggapnya hidup.
“Sayang, jika kamu tidak mau bertemu dengan mereka, maka tidak apa - apa, kamu bisa beristirahat di kamar, dan aku akan mengurus mereka.” Ucap Griffin, ketika dia melihat rayt wajah istrinya yang berubah.
“Antar Historia ke kamar dulu Fin, nanti kalau dia mau bertemu dia boleh turun kok.” Ujar Briell yang ikut mengetahui kondisi Historia dengan keluarganya.
“Loh? Kenapa? Bukankah -“ kalimat Albert terhenti ketika Briell memberikan kode untuk tidaj ikut campur dalam masalah ini.
“Nanti akan aku jelaskan.” Sahut Briell, dan menarik tangan suaminya untuk menyambut tamu yang datang.
Walaupun sedikit merasa bingung, Albert hanya diam saja dan akan menanti jawaban istrinya nanti yang menceritakan segala kejadian yang ada.
***
Sedangkan di sisi lain, Lyla terlihat sedang merapikan meja makan, dia mau malam ini menjadi makan malam spesial dirinya dengan Elizabet dan juga Joanna.
“Wah - wah, sepertinya hari ini akan menjadi hari yang spesial ya untuk anak Mamah ini.” Ujarnya, ketika melihat Lyla yang sudah menyiapkan banyak bahan makanan untuk di panggang.
“Iya dong Mah, Kata papah juga papah undang beberapa temannya, katanya anggap aja sebagai syukuran 3 bulanan Lyla.” Sahut Lyla dengan penuh antusias.
Freya mengicip salah satu makanan yang putrinya buat dengan di bantu oleh beberapa Chef tadi. “Enak ya, Mamah jadi lapar.” Tandasnya, memuji masakan putrinya.
“Mamah, jangan di makanin dulu ih, kita masih belum tahu berapa banyak teman papah yang datang ke sini.” Tegur, membuat Freya tertawa mendengarnya.
“Hehehe iya sayang, iya, galak amat sih putri Mamah ini.” Sahut Freya, menoel sedikit hidung mancung putrinya itu.
***
“Hallo Bun, Hallo Lyla,” Sapa Elizabeth yang terlihat baru saja datang, bersama dengan Joanna dan baby sisternya.
“Hallo Joanna,” sapa Lyla, yang langsung mendekat ke arah Joanna.
“Sini sama aunty,” ajaknya, membuka tanganya untuk menggendong Joanna.
“Ahhh, tidak mau dia.” Seru Freya dan Elizabeth tertawa ketika melihat Joanna tidak mau di ambil oleh Lyla.
“Loh, kok gak mau sih sama Aunty, padahal Aunty punya coklat loh.” Ajaknya lagi, namun Joanna tetap menggelengkan kepalanya menolak ikut dengan Lyla.
“Joanna belum bisa jalankah? Kok di gendong?” Tanya Freya, penasaraan karena Joanna yang sudah dua tahun masih terus saja di gendong oleh susternya.
“Bisa tahu Mah, ih mamah julid banget sih.” Jawab Lyla lebih dulu, karena dia pernah melihat Joanna berlari di taman bunga pada saat dia jalan - jalan bersama Elizabet.
“Tidak tante, dia bisa jalan kok, sudah bisa lari - lari malahan, hanya ini dia lagi bad mood, biasalah pengen es kream tapi siang tadi kata susternya udah, jadi tidak aku bolehkan lagi.” Jawab Elizabeth menjelaskan perasaan anaknya saat ini.
“Iya, ih Mamah, tanyanya juga gitu banget sih.” Tegur Lyla lagi.
“Hahahah iya maaf, namanya juga penasraan, ya udah lebih baik mamah tanya sajakan dari pada mamah berpikir buruk.” Balas Freya, yang di respon dengan tawa saja dari Liza dan juga Lyla.
“Ya sudah yuk, kita keluar saja, karena acaranya akan kita adakan di dekat kolam renang sana.” Ajak Freya pada Lyla dan Liza.
“Joanna ada baju renangnyakan Liz?” Tanya Lyla, karena tadi dia juga sudah mengingatkan sahabatnya itu untuk membawakan putrinya baju renang.
“Sudah dong, Joanna sudah antusias itu dari tadi, katanya pengen berenang.” Jawab Liza, menunjuk ke arah Anaknya yang sudah di turunkan oleh susternya dari gendongannya.
“Baiklah, yuk kita mulai aja partynya.” Ajak Lyla, yang terlihat berjalan lebih dulu di bandingkan Mamahnya.
Malam ini, dia ingin merasakan bahagia, banyaknya orang yang hadir Lyla anggap sebagai doa yang akan mereka ucapkan untuk anak - anaknya yang akan lahir ke dunia.
*To Be Continue. **
**Note : teman-teman, kalau bisa babnya jangan di tabung ya, karena itu akan berpengaruh dengan Level yang akan Mimin dapatkan nanti ***🙏🏻🙏🏻* dan Akan mimin pastikan bahwa karya ini bukanlah promosi, dan akan selalu ada di sini sampai tamat.
*Dan Jangan lupa yah, dukunganya🥰 jangan Sinder.*
*Woy sedekah woy!!!! Jempolnya itu di goyangk'an jempolnya**😎*
Jangan pelit! Mimin, jangan jadi pembaca gelap woy, legal **😭Like,Komen,Hadiah,Dukungan dan Votenya ya semua para pembaca yang terhormat, jangan lupa biar Mimin lebih rajin lagi Updatenya****😘😘
**Kalo malas-malasan entar Mimin juga malas-malasan loh ***😭😭😭*
*Terima kasih**🙏🏻🙏🏻*