NovelToon NovelToon
Menjadi Ibu Tirimu Adalah Balas Dendamku

Menjadi Ibu Tirimu Adalah Balas Dendamku

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Cinta Seiring Waktu / CEO
Popularitas:5.1k
Nilai: 5
Nama Author: mejiku

Valencia Adelia atau Cia selalu menjadi korban perundungan Amora Luca Alessandro, ratu sekolah sekaligus putri keluarga terkaya di kota. Bertahun-tahun dihina dan disakiti membuat Cia menyimpan dendam yang mendalam.
Sadar tak akan pernah bisa mengalahkan Amora secara langsung, Cia memilih cara yang tak terduga. Ia mendekati Dixon Luca Alessandro, ayah Amora yang kaya dan berkuasa, hingga berhasil menjadi istrinya.
Kini, Cia bukan lagi gadis lemah yang bisa diinjak sesuka hati. Ia telah menjadi ibu tiri Amora. Dari dalam rumah yang sama, Cia mulai menjalankan balas dendamnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon mejiku, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

6

​Sinar matahari pagi menembus celah gorden kamar presidential suite, menerangi ranjang berantakan yang menjadi saksi bisu keganasan malam tadi.

​Dixon terbangun lebih dulu. Pria itu mendudukkan tubuhnya, menatap sekilas ke sampingnya di mana gadis semalam masih meringkuk di balik selimut dengan napas teratur. Mengingat bagaimana dirinya berkali-kali meminta ganti posisi hingga menjelang subuh, Dixon hanya bisa mengembuskan napas berat. Ia segera menyibak selimut, melangkah menuju kamar mandi untuk membersihkan diri di bawah guyuran air hangat.

​Tak lama setelah pintu kamar mandi tertutup dan suara gemercik air terdengar, Cia perlahan membuka matanya.

​Tubuhnya terasa sangat remuk. Rasa pegal dan linu mendominasi setiap jengkal persendiannya, terutama di pangkal pahanya. Cia menoleh ke arah pintu kamar mandi yang terbuat dari kaca buram, mendengar suara air di dalam sana.

​"Gila..." gumam Cia dengan suara yang masih serak meratapi nasibnya. "Sampai jam berapa gue dilembur semalam? Itu orang usianya hampir kepala empat tapi tenaganya nggak habis-habis!"

​Cia meringis saat mencoba mendudukkan tubuhnya. Namun, ia segera menggelengkan kepala untuk mengusir rasa lelah. Otaknya langsung bekerja menyusun taktik berikutnya. Sesuai dengan rencana awal yang sudah ia rancang matang-matang di apartemennya, dia tidak boleh berada di sini saat Dixon keluar.

​"Nggak akan seru kalau kita pakai adegan sarapan bareng terus kenalan secara normal," bisik Cia dengan senyum penuh kelicikan. "Gue harus hilang dulu dari jangkauan lo, Tuan Dixon. Biar lo penasaran setengah mati."

​Dengan gerakan cepat menahan rasa sakit di tubuhnya, Cia memunguti pakaiannya yang berserakan di lantai. Ia memakai kembali crop top dan rok mininya, menyanggul asal rambutnya, lalu meraba tas kecilnya. Cia mengambil sesuatu dari dalam sana, meletakkannya di atas meja nakas tepat di samping tempat tidur, sebelum akhirnya melangkah mengendap-endap keluar dari kamar mewah itu.

​Sekitar lima belas menit kemudian, pintu kamar mandi terbuka. Dixon keluar hanya dengan selembar handuk putih yang melilit pinggangnya, membiarkan dada bidangnya yang basah terekspos. Rambut hitamnya yang basah berantakan, memberikan kesan seksi yang berbeda dari biasanya.

​Namun, langkah kakinya mendadak terhenti.

​Sepasang mata elang Dixon menajam, menatap ke arah ranjang besar yang kini sudah kosong. Ia mengedarkan pandangan ke seluruh sudut kamar, termasuk area ruang santai. Sepi. Tidak ada tanda-tanda keberadaan gadis semalam.

​"Dia kabur?" desis Dixon rendah. Rahangnya seketika mengeras. Guratan kemarahan dan ketidakpercayaan tercetak jelas di wajah tampannya. "Berani-beraninya dia meninggalkan aku begitu saja setelah malam tadi?"

​Selama hidupnya, tidak pernah ada satu pun orang yang berani berjalan memunggungi Dixon Luca Alessandro, apalagi meninggalkannya di atas ranjang setelah menghabiskan malam bersama. Ego dan harga diri sang miliarder seketika tersengat.

​Dixon melangkah mendekati ranjang dengan aura yang mendadak sedingin es. Saat itulah, matanya menangkap sesuatu yang asing di atas meja nakas.

​Ada beberapa lembar uang kertas pecahan seratus ribu rupiah yang diletakkan bertumpuk, dan di atasnya terdapat secarik kertas memo hotel dengan tulisan tangan yang rapi namun sarat akan nada mengejek.

​Dixon mengambil kertas itu dan membacanya dalam hati.

​Semalam rasanya sangat nikmat. Servis Kakak luar biasa memuaskan. Ini uang tips untuk menemani gue semalam. Lain kali kalau gue butuh hiburan, gue bakal pesan Kakak lagi.

​Krek!

​Tangan kekar Dixon refleks meremas kertas memo itu hingga hancur di dalam genggamannya. Urat-urat di lengan kekarnya menonjol tegang, selaras dengan kilat amarah yang meletup-letup di matanya. Napas pria itu memburu memendam murka yang luar biasa.

​"Gadis sialan..." geram Dixon, suaranya bergetar menahan amarah yang siap meledak. "Dia... dia menganggap aku seorang pria bayaran?!"

​Penghinaan ini benar-benar di luar nalar Dixon. Bagaimana mungkin seorang penguasa Luca Group, pria terkaya yang bisa membeli bar ini beserta seluruh isinya dalam sekejap mata, justru diberi uang tips dan dianggap sebagai pemuas nafsu oleh seorang gadis kuliahan yang mabuk?

​Dixon melempar gumpalan kertas itu ke lantai dengan kasar. Pikirannya mendadak kalut.

​Fakta yang paling membuat dada Dixon bergemuruh adalah kenyataan tentang kehidupan pribadinya. Selama ini, Dixon tidak pernah menyentuh wanita mana pun. Terakhir kali ia melakukan hubungan intim adalah dengan mantan istrinya, belasan tahun yang lalu sebelum mereka resmi bercerai. Sejak menjadi duda, Dixon menjelma menjadi pria aseksual yang dingin; ia tidak pernah menyewa pelacur, tidak pernah menerima godaan sekretarisnya, dan tidak pernah bermain gila dengan model-model mewah di luar sana.

​Cia adalah perempuan pertama yang kembali menyentuh tubuhnya setelah belasan tahun ia hidup dalam kesendirian yang kaku. Dan perempuan pertama yang merenggut kontrol dirinya itu justru memperlakukannya seperti seonggok daging pemuas nafsu yang bisa dibeli dengan beberapa lembar uang ratusan ribu.

​Dixon berjalan ke arah telepon hotel di dekat meja kerja, mengangkat gagangnya dengan sentakan kasar, lalu menekan nomor asisten pribadinya.

​"Cari tahu siapa wanita yang menyewa kamar ini atau siapa pun gadis yang keluar dari area VIP semalam," perintah Dixon tanpa basa-basi, suaranya sedingin malaikat maut. "Bawa seluruh rekaman CCTV bar dan koridor hotel ke ruangan saya sekarang juga. Jangan ada yang terlewat satu detik pun!"

​Dixon menutup telepon dengan keras. Ia berdiri menghadap jendela besar yang menampilkan pemandangan kota, menyentuh lehernya yang masih memiliki bekas gigitan kemerahan dari Cia.

​"Kamu sudah salah bermain api dengan saya, gadis kecil," bisik Dixon dengan senyum sinis yang sarat akan ancaman berbahaya.

1
Hasti Asti
semangat terus kak berkata, cerita kamu bagus
sryharty
sebelum pembalasan kamu terendus Amora,,kamu harus bikin duda karatan bertekuk lutut sama kamu cia,,biar si duda ga bisa jauh2 dari kamu,,kalo jauh dari kamu langsung gila,,jadi nanti si Amora tidak bisa banyak tingkah
aku
kudukung pembalasanmu dg 🌹 go cia go!!
aku
aduh aq juga tercia cia nih 😁 gasss ciaaaa 😃
Hasti Asti
lanjut kak😍
sryharty
kenapa seh ka up nya irit banget
Shion Hin
hohoho mulai seru 🔥🔥🔥
Marsya
wah mw nambah bacanya lagi,klanjutannya pasti lbih seru🤭🤭🤭🤭
Shion Hin
ayo kak semangat... 🔥🔥🔥🙏
sryharty
kenapa up nya cuma satu2 yah
Yuyun Suprapti
crazy up dong kk thor🤭💪
Shion Hin
😍
Rahman Hayati
wow
selanjutnya rencana lebih menantang lagi Thor, mungkin buat dia belajar beladiri dikit lah
saran thor
sryharty
ka doubel up lah
sryharty
😁 pokonya kamu harus jual mahal cia,,jangan kejar2 duda karatan
biar dia yg tercia dan ga bisa jauh sama kamu
Rahman Hayati
jgn terlalu tua lah Thor yg sedang sedang saja umurnya
sryharty
semoga sampai selesai alurnya masih bagus
sryharty
si duda karatan udah mulai Ter cia2 neh
ayo cia kamu harus kuat
balas semua rasa sakitmu ke Mora..
kamu jangan gegabah tarik ulur si duda karatan biar dia penasaran sama kamu
lanjut yu ka up nya bagus loh cerita kamu
Shion Hin
huaaaa.... gk sabar deh ... 🥺
sryharty
pasti nanti cia hamil,,bawa kabur nanti anaknya cia
biar si duda karatan kelabakan
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!