Bosan dengan kehidupan bagaikan seorang putri membuat Kimora Candy Anastasya harus membuat perjanjian dengan sang ayah agar bisa terbebas dari semua peraturan Keluarga Besar Park.
Ayah Kimora, Baek Hyeon sangat protektif terhadap putrinya itu hingga semuanya harus sesuai dengan peraturan keluarganya. Semenjak istrinya meninggal Baek Hyun sangat over protektif hingga membuat Kimora tidak betah.
Hingga ia memilih menjadi artis dan bertemu dengan Abigail seorang vampire yang juga bekerja di dunia entertainment sebagai artis figuran. Tertarik dengan kehidupan Abigail membuatnya banyak berubah dari seorang gadis manja menjadi mandiri. Hanya saja Abigail sangat anti terhadap wanita.
Lalu bagaimanakah cara Kimora menaklukan hati Abigail? Akankah keluarga besar mereka memberikan restu dan berakhir bahagia? Atau penuh dengan rintangan?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Haryani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Part 6. KESAL
Pencarian tentang jati diri Abigail akhirnya terhenti. Kini Audrey sudah mengetahui di mana letak rumah Abigail. Namun, karena jari tangan terluka maka ia menunda niatnya untuk masuk ke dalam rumah Abigail. Audrey memilih untuk berbalik dan pulang ke rumah.
"Sial! Seharusnya aku bisa mengetahui jika itu benar rumah Abigail atau bukan?"
Clifer tersenyum senang di atas pohon, ini bisa melihat jika wanita itu kesal kan tidak jadi masuk ke rumah Abigail.
"Kau berhutang budi kepadaku Abigail. Hari ini aku masih bisa melindungimu. Namun, tidak ada lain kali," ucapnya sambil mengedipkan salah satu matanya.
Clifer menoleh ke arah mobil Audrey.
"Akan tetapi aku tidak bisa menjamin hal itu kepadamu wanita misterius, karena aku bisa saja mengintaimu setiap saat."
Keesokan harinya, sama seperti hari sebelumnya Abigail pergi bekerja dengan berjalan kaki. Ia terbiasa untuk hidup sehat setiap hari. Lebih tepatnya untuk menghemat uang demi kelangsungan hidupnya sebagai vampire.
Di lokasi syuting, Kimora sedang bersiap untuk berakting di depan layar kamera. Hari ini jadwal syutingnya pagi dan berbeda shift dengan Abigail.
Lagi pula Kimora memang berniat datang lebih awal, tetapi tetap saja tidak dapat menemukan keberadaan Abigail di sana. Hanya berjarak dua jam setelah itu, terlihat kaki jenjang Abigail memasuki lokasi syuting.
Ketika Abigail memasuki lokasi syuting, entah kebetulan atau tidak, suasana lokasi yang semula panas kini berubah menjadi lebih sejuk. Oleh karena itu Kimora bisa mengetahui jika Abigail sudah datang.
"Calon kekasih sudah datang, semoga saja hari ini aku mempunyai kesempatan untuk bertemu dengannya," harap Kimora dengan cemas.
Saat melewati tempat lokasi syuting Kimora, Abigail hanya melihat sekilas lalu kembali fokus pada pekerjaannya. Padahal Kimora sudah menarik perhatian agar Abigail melihat ke arahnya, sayang semuanya sia-sia.
Sepertinya semua keinginan Kimora hanya sebatas angan. Karena bagaimanapun Abigail tidak menghiraukannya sama sekali.
Ingin hati menyapa Abigail secara langsung akan tetapi ia sedang syuting. Sehingga dengan terpaksa Kimora harus bersikap profesional.
"Tunggu aku datang, Sayang. Akan aku buat kau bertekuk lutut kepadaku saat ini."
Di sisi lain ada Athena yang juga memperhatikan Abigail dari kejauhan. Ia sangat mengetahui jika Kimora menyukai Abigail. Oleh karena itu Athena berniat untuk bisa mendekati Abigail.
Benar saja selepas syutingnya, Aletta segera menghampiri Abigail.
"Hai tampan, apakabarmu? Kenapa kamu mengacuhkan keberadaanku tadi?"
Ketika Kimora terlihat menganggu Abigail dengan segera Athena mengutus salah satu kru untuk mendekati Abigail.
"Mas Abi, maaf bisa bantu saya sebentar?"
"Siap, Nona."
Dibandingkan dengan Kimora, Athena lebih bersikap elegan, tidak pecicilan seperti Kimora. Maka dari itu ia lebih menyukai Athena dibandingkan dengan Kimora.
"Maaf, Nona Kimora menganggu acara Anda."
"Iya, ada apa, ya?"
"Mau pinjam Abigailnya sebentar, dipanggil Pak Sutradara sebentar, sepertinya sangat membutuhkan bantuan darimu segera."
Bergegas Abigail meninggalkan Kimora yang masih terpaku dengan ucapan dari salah satu kru tersebut. Ketika mendengar nama Pak Sutradara tentu saja ia tidak bisa membantah. Terlebih lagi saat ini, Kimora tidak mempunyai kedudukan apapun.
Namun, Kimora sangat kepo dengan apa yang dilakukan oleh Abigail saat ini sehingga ia pun mengikuti kemana Abigail pergi. Saat melihat Abigail bercengkrama dengan Athena sontak saja hati Kimora terasa mendidih.
Bagaimana pun ia sangat menginginkan jika Abigail bersamanya. Namun, justru ia mendapatkan kebohongan di sini.
"Sial, sepertinya Kimora melihatku, sebaiknya aku mendekatkan diri pada Nona Athena. Biarkan saja gadis menyebalkan itu pergi dengan sendirinya."
Tubuh Abigail yang tinggi menjulang mampu menutupi tubuh Athena yang kecil dan mungil. Kedua tangannya seolah sedang memeluknya. Tentu saja amarah Kimora semakin meningkat ketika melihat Abigail terlihat mesra kepada Kimora.
Dari sudut manapun, posisi keduanya memang terlihat intim. Tangan Abigail seolah memeluk pinggang ramping milik Athena, begitu pula sebaliknya. Dengan senyuman mengembang Athena merasa sangat bahagia bisa berdekatan dengan Abigail sekaligus membuat suasana hati Kimora memanas.
Namun, bukannya Kimora kalau harus mengalah begitu saja. Ada banyak hal yang bisa ia lakukan untuk membalaskan amarahnya dalam sekejap. Tanpa rasa takut, Kimora mendekati Abigail lalu memeluknya dari belakang.
Sontak saja Abigail merasa tidak nyaman karena hal ini. Seketika menoleh ke arah Kimora.
"Lepas! Apa-apaan kamu? Kenapa meluk aku dari belakang?"
"Biarin, bukankah kamu adalah kekasihku?" ucapnya penuh rasa percaya diri.
Bosan karena kehidupannya diatur oleh Kimora, maka Abigail berusaha untuk menjauhi gadis manja tersebut.
Kini sorot mata Abigail memerah, ia benar-benar marah kepada Kimora karena selalu saja mengatur hidupnya. Salah satu tangan Abigail memeluk tubuh Athena.
"Dia calon kekasihku, bisa-bisanya kamu bilang kamu pacarku!" bentak Abigail.
Tentu saja Kimora tidak percaya begitu saja hingga keributan kecil mewarnai pertemuan mereka. Merasa karena Kimora terpancing membuat Athena merasa senang.
"Jika kau menargetkan Abigail untuk menjadi kekasihmu, maka aku pun bisa melakukan hal yang sama!" ucap Athena sambil menyeringai.
Bagaimanapun juga Abigail sosok lelaki tampan sesuai impiannya, jadi kalau harus berjuang maka ia pun akan bersikap sama.
Kimora yang menyadari hal tersebut, tentu saja tidak terima. Selama ini tidak pernah ada gosip tentang Abigail dan Athena, hingga Kimora sudah pasti tidak percaya.
"Nggak mungkin, aku nggak percaya!"
Kimora berlari dengan isak tangis. Selama ini apa yang diinginkan olehnya selalu terpenuhi akan tetapi setelah semua ini, sepertinya dia harus berubah sikap.
"Kamu jahat, Abigail! Aku benci kamu!"
"Awas saja Athena, jika kamu berani mencuri targetku maka akan aku buat kamu menangis sama seperti sakit yang aku rasakan!"
Sayang, hari itu sepertinya Dewi Fortuna sedang berpihak pada Athena. Kali ini lawan mainnya ketika syuting adalah Abigail. Ada suatu adegan yang mengharuskan Abigail berinteraksi dengan Athena. Chemistry di antara keduanya mengharuskan sebuah adegan ciuman.
Scenenya adalah Athena terjatuh dari ketinggian, lalu Abigail yang berperan sebagai manusia setengah vampire menolongnya dan langsung menangkap tubuhnya. Sebagai ucapan terima kasihnya, Athena membalas ungkapan cinta dari Abigail. Lalu mereka mengungkapkan kebahagiaannya dengan melakukan adegan ciuman.
Meskipun marah Kimora tidak serta merta meninggalkan lokasi syuting. Ia begitu penasaran dengan hubungan keduanya dan ternyata ia menyaksikan dengan mata kepalanya sendiri jika adegan yang dilakukan oleh Abigail dan Athena berciuman. Meskipun itu hanya tuntutan peran, tetapi hal itu sukses mematik api cemburu di dalam hati Kimora.
Salah satu scene favorit Athena adalah bisa bersamaan dengan Abigail, terutama adegan yang baru saja terjadi. Tanpa perlu melakukan pengulangan, satu kali adegan yang dihasilkan oleh keduanya sudah membuat hati sutradara sangat puas.
"Baru kali ini aku merasa jika adegan yang dilakukan oleh pemainku sukses tanpa perlu melakukan pengulangan!"