Hidup sungguh tak pernah berpihak kepadanya,
Sejak kecil nyawanya sudah terancam, dia harus menjadi saksi kecelakaan yang merenggut nyawa ibunya.
Menjadi yang tertuduh dan dianggap paling bertanggung jawab atas kematian satu satunya orang yang paling menyayanginya setelah sang ibu yakni sang tuan besar yang sebenarnya adalah juga kakeknya hingga akhirnya ia di buang dan ia terpaksa harus bertahan hidup di jalanan menjadi seorang kurir narkoba sejak usia belia demi hanya untuk bisa bertahan hidup.
Gabriella Calista,
mampukan ia menyelamatkan nyawanya ketika meski setelah 15 tahun berlalu, nyawanya masih di inginkan.....
dan apakah ia akan mau menerima cinta yang di tawarkan padanya oleh seseorang yang ternyata dia adalah pewaris sah darah seseorang yang telah membuatnya hidupnya hancur dan sengsara....
ikuti karya baru aku.....
" BIEL..... "
SELAMAT MEMBACA DAN SEMOGA SUKA, LOVE YOU😘😘
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon khitara, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
bab 32 perintah
Biel tiba tiba berubah menjadi sedikit pendiam akhir akhir ini sejak pertemuannya dengan Shahnaz beberapa waktu yang lalu.
Apalagi ucapan terakhir wanita itu yang sungguh mengganggu pikirannya.
( paradise kafe meja nomor tujuh belas hari Sabtu malam pukul delapan.
Temui calon suamimu di sana ) perintah Shahnaz yang sontak membuat Biel seketika melotot kepada wanita itu.
Calon suami ?!
apa tujuan wanita itu membuatnya menikah ?!
Cicit Biel di dalam hati. tapi ia merasa enggan untuk bertanya
( jika kau ingin orang koma itu masih bernafas, maka jangan sampai kau tidak datang )
imbuh Shahnaz lagi tanpa bisa di bantah.
Dan usai mengatakan itu,
Wanita yang masih nampak cantik di usianya yang tak lagi muda itu berlalu begitu saja dari tempat itu.
Meninggalkan Biel dengan segala pikirannya yang tak menentu.
Ia tak takut mati, tapi Cryssy........
Ya....
Keselamatan Cryssy adalah satu satunya yang ia khawatirkan.
Biel benar benar terganggu dengan pembicaraan itu hingga ia sulit untuk berkonsentrasi.
Ia bahkan terkesan mengabaikan pelanggan yang datang kepadanya.
Seperti saat ini,
Biel nampak terdiam di depan meja bartender sementara di hadapannya ada seseorang yang baru ia buatkan minuman.
Bugh..
sebuah pukulan pelan mendarat di pundaknya.
Biel menoleh,
Samy berdiri di sisinya.
" ada apa ?! Kenapa kau seperti tidak konsentrasi akhir akhir ini ?! " tanya Samy.
Biel mengerjapkan matanya.
" kau ada masalah ?! " tanya Samy lagi
" tidak !! " jawab Biel sambil menggeleng
" tidak ?! Lalu kenapa kau lebih banyak diam sekarang ?!
kau seperti orang yang sedang banyak pikiran Bee...." cecar Samy.
" cerita padaku...aku siap mendengarnya " ucap Samy lagi.
Biel lagi lagi menggeleng.
" tidak ada....
soal masalah....kau tentu sudah tahu masalahku segudang " jawab Biel cuek.
" Bee...
ada seseorang yang mencarimu, dia menunggumu di pojok sana " Clara datang memberitahunya sambil menunjuk ke arah pojokan.
Biel menoleh mengikuti arah tunjuk tangan Clara.
Tapi ia tak bisa melihat siapa itu.
" siapa ?!
apa dia adalah orang yang sering datang ke mari mencariku ?! " tanya Biel.
Erick adalah orang yang ada di pikirannya.
Sudah hampir satu bulan lebih laki laki itu tak lagi pernah datang kepadanya setelah ia mengajaknya malam itu ke makam.
" entahlah....
aku tidak hafal Bee " jawab Clara
" pergilah...biar aku gantikan dirimu " lanjut Clara lagi dan Biel mengangguk.
" thanks Ra...."
" it' s ok....." jawab Clara sambil tersenyum.
Biel melangkah kearah yang di tunjuk Clara tadi.
Seseorang nampak duduk di meja pojok dengan posisi membelakanginya.
Biel mengerutkan keningnya ketika ia merasa tak asing dengan punggung seseorang itu.
" selamat malam,
anda mencariku ?! " sapa Biel pada orang yang sedang duduk membelakanginya itu.
Seseorang itu segera bangkit dan menoleh kepada Biel dan hal itu membuat Biel terkejut.
" dokter Evan..." pekiknya pelan seolah tak percaya dengan apa yang ia lihat saat ini. pasalnya sudah beberapa bulan terakhir ini ia tak lagi pernah bertemu dengan dokter muda yang merawat Cryssy itu karena ia yang katanya ada seminar di luar kota.
Kemaren pun saat ia berkunjung menemui Cryssy ia juga tak bertemu dengan dokter muda itu.
Dokter Evan tersenyum dan segera mengulurkan tangannya meraih tangan Biel dan kemudian mengajaknya duduk.
" lama tidak bertemu, bagaimana kabarmu ?! " sapa dokter Evan,
Biel tersenyum....
" seperti yang kau lihat, aku baik baik saja...kau sendiri ?!
aku tak lagi pernah melihatmu di rumah sakit, kata perawat kau seminar di luar kota "
" kau mencariku ?! " cicit dokter Evan
" ayolah dokter.....
jangan bercanda, tentu saja aku mencarimu....
aku mempercayakan kakakku padamu " jawab Biel.
Dokter Evan ganti tersenyum kecut,
" kau membuatku berharap terlalu tinggi tapi kemudian kau menghempaskanku begitu saja Bee....." ucap dokter Evan sambil manyun.
Plak....
Biel mengeplak lengan dokter Evan yang berada di atas meja dan tepat berada di hadapannya.
" bicara serius dokter....."
" aku serius Bee....lama tidak bertemu membuatku rindu dan nekat datang kemari untuk menemuimu " jawab dokter Evan lagi
" mulai.....
kau tahu aku tidak suka pembahasan seperti itu " ucap Biel dengan raut wajah yang sudah berubah sedikit keruh.
" baiklah baiklah......
Kita bicara hal lain " dokter Evan akhirnya mengalah.
" Bee .....
ada beberapa orang yang datang ke rumah sakit dan mendatangi ruang perawatan Cryssy.
Suster Mery memberitahuku,
Aku sudah coba menghubungimu, tapi nomormu tidak aktif " kali ini dokter Evan bicara serius.
Biel terdiam,
Ia teringat dengan Shahnaz,
Ia yakin....orang orang itu pasti adalah orang orang suruhan Shahnaz yang telah berhasil mengendus keberadaan Cryssy.
Di dalam hati Biel kian bergidik ngeri, Keberadaannya maupun Cryssy yang bahkan sudah ia sembunyikan sejauh itu ternyata masih bisa terendus oleh wanita itu.
bagaimana dengan dirinya......apakah Shahnaz juga tahu siapa dirinya sama seperti Erick ?!
Cicit Biel di dalam hati.
sungguh sosok Shahnaz sangat sukses membuatnya bergidik.
" iya....
tak apa dokter....."
" kau tahu siapa mereka ?! " tanya dokter Evan sangat penasaran.
Biel terdiam sejenak sebelum akhirnya ia menggeleng.
" entahlah.....aku tak tahu, yang penting mereka tidak menyentuh Cryssy " jawab Biel dengan tatapan lurus kedepan.
Saat itu,
Tanpa sengaja netranya bertemu dengan netra seseorang yang saat ini juga duduk tak jauh darinya dan sedang menatap kepadanya.
Kening Biel mengerut,
( Erick....!!! ) desisnya di dalam hati.
Ya...
Erick datang ketempat itu setelah cukup lama ia tak datang ketempat ini.
Tugas dan pekerjaannya sangatlah padat akhir akhir ini hingga ia seakan tak punya waktu bahkan untuk dirinya sendiri.
Selain itu,
ucapan demi ucapan yang keluar dari bibir Biel saat itu cukup membuatnya merasa kecewa.
Dan kini,
setelah ia mampu sedikit berdamai dengan segala ucapan Biel saat itu....
Juga setelah ia mempunyai sedikit waktu, ia memutuskan untuk datang kemari.
Setidaknya untuk menghilangkan rasa rindu yang entah kenapa tiba tiba terasa begitu memenuhi relung jiwanya pada sosok yang ternyata ketika ia datang....
telah terlihat bersama orang lain.
Erick tak bisa berbuat apa apa selain hanya diam dan menatap Biel yang nampak sedang bercengkrama mesra dengan seorang pria dari jarak seperti ini.
hatinya tiba tiba terasa sesak,
Tapi sekali lagi ia sadar, ia tak bisa berbuat apa apa.
ia tak memiliki sedikitpun hak atas Biel.